Pangdam Pattimura Bersama Dankodiklat TNI AD Kunjungi Halsel

HALSE,CN- Dankodiklat TNI AD, Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos., Dirdik Kodiklat TNI AD, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq serta Chief Executive Officer Harita Group, Lim Gunawan Harianto, tiba di Bandara Oesman Sadik Labuha pada pukul 10:00 WIT dengan menggunakan Pesawat T7-PNI. Rabu, 28 Agustus 2019.

Setibanya dibandara Dankodiklat TNI AD, Dirdik kodiklat TNI AD, Pangdam XVI/Pattimura, serta CEO Harita Group langsung disambut oleh Bupati Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasjim.

Pada penjemputan ini, dilakukan prosesi adat Kesultanan Bacan Batijak Lecak kepada Dankodiklat TNI AD dan Pangdam XVI/PTM serta pengalungan bunga kepada Dankodiklat TNI AD, Pangdam XVI/Pattimura, dan CEO Harita Group. Rombongan juga di sambut dengan tarian soya-soya dari Siswa SD 80 Halmahera Selatan.

Kedatangan petinggi TNI AD dan Pemilik PT Harita Grup dalam rangka melakukan kunjungan dan memberikan bantuan kepada Korban Gempa Bumi Kabupaten Halmahera Selatan yang nantinya akan diserahkan langsung pada acara ramah tamah di Canga Matau Taman Budaya Saruma .

Prosesi Adat Kesultanan Ternate

Turut hadir pada penjemputan Unsur Forkopimda Halsel, Staff Ahli Bidang Pemerintahan Daud Djubedi, Ketua Tim Penggerak PKK Nurlela Muhammad, Ketua Gabungan Organisasi Yenny Amalia, Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Balakum, Kepala Dinas Sosial Jusmin Dahlan, Inspektur Inspektorat Slamat AK, Kabag Humas dan Protokoler Mujiburrahman, Pihak Kesultanan Bacan, Jajaran TNI/Polri serta Persit.(red)

Diduga Tilep Gaji BPD, Kades Lalubi Diloparkan ke Polsek Gane Timur

Kades Lalubi (Gerson Pangemanan)

TERNATE – Badan Permusyawatan  Desa (BPD) Desa Lalubi Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan resmi melaporkan Kepala Desa Lalubi, Gerson Pangemanan ke polsek Gane Timur, lantaran tidak membayar gaji staf pemerintah desa dan BPD selama dua bulan.

Pasalnya, sampai pada bulan Agustus saat ini BPD Lalubi baru menerima gaji selama 4 bulan, yakni bulan Januari, Februari, Maret, dan April. Sementara informasinya gaji BPD seharusnya sudah terbayar selama 6 bulan.

” Kami sudah laporkan kades Lalubi ke Polsek Gane Timur sola penyelewengan gaji staf desa dan BPD  bulan Mei dan Juni. Awalnya Kades katakan bahwa gaji mei juni belum bayar, tapi ternyata gaji 2019 sudah dibajar 6 bulan. Hal itu diketahui saat Wakil Ketua BPD dan Anggota BPD menanyakan hal ini ke Kadis DPMD Halsel langsung, ” Tutur Sekertaris BPD Desa Lalubi, Amos Hulahi saat menghubungi cerminnusantara.com via whatshap, Selasa (27/08/19).

” pada tanggal (19/08) masyarakat melakukan musawarah desa (Musdes) dan telah menonaktifkan kepala desa Lalubi, Gerson Pangemanan karena dianggap tidak transparan dalam pengelolaan dana desa sehingga sampai pada bulan Agustus 2019 saat ini dana desa Lalubi tak kunjung dicairkan. Hasil Musdes itu kemudian di tindak lanjuti ke BPMD Halsel sehingga mendapatkan informasi gaji staf dan BPD diduga telah dikorupsi oleh Kepala Desa Lalubi, ” kata Amos yang juga guru SMA Negeri 4 Halsel tersebut.

Sementara Kapolsek Gane Timur, Arsad Ali Noh, SH ketika di konfirmasi cerminnusantara.com membenarkan laporan yang masuk pada tanggal (26/08) oleh Sekretaris BPD desa Lalubi.

” Sebentar kami kasih informasinya, karena anggota Pulbaket lagi turun ke desa Lalubi, ” ungkapnya via whatshap.

Lanjut Kapolsek, laporan yang terima tidak serta merta untuk disimpulkan, harus diteliti untuk mengklasifikasi terlebih dahulu apakah masuk pada kasus tindak pidana umum atau tipikor.

” Masih diteliti apakah masuk tindak pidana korupsi atau bukan. Tapi tahapan mediasi kami lakukan besok untuk mencegah sebelum hal lain bisa terjadi untuk menyulut kemarahan warga. Kemudian senin (02/09) diadakan rapat bersama pemdes dan BPD desa Lalubi, ” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyaratkat Desa (DPMD) Halmahera Selatan Bustamin Soleman Ketika di Konfirmasi via telpon membenarkan bahwa gaji BPD Lalubi suda di bayar enam bulan.

“iya gaji BPD Lalubi itu suda di bayar enam bulan” singkat Bustamin. (red)

Justice Indonesia Halsel Gelar Kegiatan Pemuda dan Moral Bangsa

HALSEL,CN- Fenomena Degradasi Moral atau kemerosotan adab terutama dikalangan generasi muda akhir – akhir ini benar-benar memprihatinkan, hal ini dapat dilihat dari maraknya tindakan kriminal baik asusila,pengaruh minuman keras,narkoba, pencurian, judi Dan sebagainya.

Mengobati fenomena patologi sosial tersebut YBH Justice Indonesia Cabang Halmahera Selatan Dan Majelis Demokrasi Indonesia merangkul anak-anak muda halmahera selatan untuk menyelenggarakan kegiatan pembinaan pemuda dengan melibatkan Remaja Desa Mandaong (RDM) Dan Mahasiswa Kubermas Unkhair sebagai Panitia.

Foto Bersama


Kegiatan Pembinaan Pemuda yang bertemakan “Pemuda Dan Moral Bangsa” dengan Narasumber Abu Salma Muhammad, berlangsung selama 4 jam di Masjid Nurul Yaqin Desa Mandaong kecamatan bacan selatan, Selasa (27/08/2019).

Selain ratusan pemuda hadir sebagai peserta kegiatan, juga turut hadir para Da’i halmahera selatan, tokoh agama, pegawai kantor urusan agama kecamatan bacan selatan,penyuluh agama islam non PNS kemenag serta masyarakat dari kalangan orang tua.

Narasumber Abu Salma Muhammad Aktivif Institut Tekhnologi Surabaya Tahun 2003 ini menyampaikan bahwa sebuah bangsa yang kuat didalamnya ada dominasi peran pemuda dan menurutnya pemuda dalam islam adalah orang yang mulai usia baligh hingga 40 tahun “fakta yang tidak bisa kita pungkiri adalah kejayaan sebuah negara di dunia ini,sejak dari jaman Nabi hingga sekarang ini adalah Eksistensi Pemuda paling terdepan, oleh karena itu saya mengajak wahai para pemuda tinggalkanlah segala perbuatan dan aktifitas yang tidak bermanfaat bagi bangsa,agama dan negara ini. Perbaikilah dirimu dengan akhlakul karimah karena dengan akhlaq bangsa kita menjadi bangsa yang beradab” tuturnya Abu Salma Muhammad.

Selain itu Ketua Justice Indonesia cabang Halsel Ongky Nyong yang juga didampingi Sekretaris Justice Ismid Usman,SH saat menutup kegiatan tersebut berharap agar kegiatan pembinaan seperti ini tidak berhenti sampai disini namun dijadikan sebagai kegiatan rutin pembinaan pemuda di halmahera selatan “saya berharap kegiatan pembinaan seperti ini harus menjadi kegiatan rutin dalam pembinaan pemuda untuk mewujudkan pemuda yang beradab khususnya di negeri saruma yang kita cintai ini, dan saya minta kepada ustadz Abu Salma Muhammad tetap hadir untuk kami dalam kegiatan pembinaan selanjutnya. Terima kasih pula atas ilmu yang disuguhkan kepada kami hari ini” tutupnya Ongky Nyong. (Red)

APPI Desak KPK Ambil Alih Kasus KJA

Jakarta, CN : Sejumlah Massa Aksi yang mengatasnamakan Aliansi Pergerakan Pemuda Indonesia (APPI) mendatangi Mebes Polri dan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Selasa, 27/08/19

Di depan Mabes Polri dan KPK, massa aksi mempresur terkai dugaan tindak pidana korupsi Proyek Keramba Jaringan Apung (KJA) yang di kerjakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara

Kepada cerminnusantara.com, Koordinator Aksi, M. Reza, menjelaskan dugaan tindak pidana korupsi yang di duga kuat melibatkan Buyung Rajiloen selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara atas pekerjaan Proyek KJA senilai Rp. 7,4 Miliar dengan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2016

Pria asal Maluku Utara ini memaparkan bahwa proyek yang berlokasi di Desa Belang-belang Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan itu merugikan keuangan daerah senilai Rp.6,5 miliar dan telah di laporkan ke Polda Maluku Utara namun hingga saat ini tidak ada kejelasan proses hukumnya.

Lanjut Reza, atas mangkraknya proses hukum kasus ini di meja Polda Maluku Utara maka pihaknya mendatangi Mabes Polri guna meminta agar mengevaluasi Kapolda Maluku Utara terkait penanganan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi Proyek KJA dan meminta kepada KPK agar mengambil alih kasus tersebut

Dari penjelasan Reza, aksi di mulai pukul 13.30 Wib mereka menyampaikan tututan di depan mabes polri selanjutnya di gedung KPK langsung membubarkan diri dengan tertip, dan apabila dalam waktu dekat tuntutan mereka tidak di akomodir maka pihaknya akan kembali menyampaikan mosi ketidak percayaan terhadap Polri atas penanganan kasus korupsi di Maluku Utara. Tutup Reza


Hingga berita ini di tayang masih dalam upaya mengkonfirmasi pihak Humas Polda Maluku Utara dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, Buyung Rajiloen. (red)

Dari Dana Desa, Kades sosepe Canangkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

HALSEL,CN- Setelah Dilantik oleh Bupati Kabupaten Halmahera Selatan Bahrain Kasuba sebagai Kepala Desa Sosepe kecamatan Obi timur kabupaten Halmahera Selatan, Sudin Jumati bakal canangkan kemandirian ekonomi masyarakat Enam Tahun kedepan yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DDS) untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Sudin Jumari di Lantik sebagai kepala Desa sosepe kecamatan Obi timur melalui proses yang sangat panjang Setelah Putusan tim penyelesaian sengketa pemilihan kepala Desa kabupaten Halmahera Selatan, memutuskan Pilkades Desa sosepe kecamatan Obi timur dilakukan Pemilihan Suara Ulang dan pada pemilihan ukang Sudin Jumati di tetapkan sebagai pemenang Pilkades Sosepe.


Pemungutan suara ulang (PSU) Desa soepe di jadwalkan panitian pelaksana pemilihan Cakades Kabupaten yakni pada (20/07/2019) lalu di Saat pemilihan ulang sudin jumati mampu mengungguli lawannya dan meraih suara terbanyak dengan jumlah 67 suara dari lawannya sebanyak 65 suara, maka panitia menetapkan sudin jumati sebagai pemenang pada pertarungan memilihan ulang tersebut.


Kini Sudin jumati telah di lantik sebagai Kepala Desa Defenitif, Usai di Lantik sebagai kades sosepe Sudin Jumati mulai canangkan program desa sosepe enam tahun kedepan,“program yang akan saya rencanakan untuk desa sosepe enam tahun kedepan pertama merancang peraturan desa (PERDES) sebab dari peraturan desa ini kita bisa membec up SDA, SDM, Ekonomi, Sosial, Budaya, adat dan kerukunan bersama, agar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kearah lebih baik.


Hal ini di Sampaikan Sudin jumati keduanya membuka Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dengan BUMDES ini nantinya akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi kerakyatan karna yang kita kelola adalah potensi desa mulai dari hutan, tambang, perikanan, pertanian dan wisata alam, dan yang ketiga perencanaan pembangunan desa kecil mandiri mulai dari tata wilayah yang nantinya membuka perluasan desa, pagar, air bersih, jalan, posiandu, tranportasi laut dan alat komunikasi supaya memberikan pelayanan terhadap masyarakat, agar mampu berdaya saing dengan desa-desa lain di halsel” kata dia. (22/08/2019)


Di kesempatan itu juga, Sudin memaparkan program itu bisa berjalan sebagaimana mestinya dengan lancar dan baik, maka saya yakin dan percaya desa sosepe menjadi mercusuar obi timur untuk kepulauan obi. Cetus Sudin dengan optimis. (Jul)

   

Astaga, Limbah Bersebaran di Pesisir Pantai Desa Wooi

HALSEL, CN : Masyarakat Desa Wooi Kecamatan Obi Timur Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) digegerkan dengan kehadiran limbah berwarnah hitam sejenis bahan bakar minyak (BBM) Solar atau Oli yang tersebas di pesisir laut seputaran Desa Wooi,

terhitung sudah dua hari kemarin Senin sampai saat ini limbah tersebut masih terlihat mewarnai laut dan pesisir Desa setempat

Kondisi Pesisir Desa Wooi

Hal ini membuat warga meresa resah atas tersebarnya limbah yang sudah terhitung dua hari kemarin Senin, 26/08/19 sampai saat ini masih terlihat mewarnai laut dan pesisir Desa setempat

Informasi ini di himpun cerminnusantara.com, atas Keterang Jeffri Son warga Desa Wooi yang di benarkan oleh sekretaris Desa Wooi, Nedi Sayamani terkait adanya limbah yang bersebaran di laut dan bibir pantai Desa Wooi Kecamatan Obi Timur, Selasa (27/08/19).

Jeffri mengaku dirinya menerima keterangan langsung dari Sekdes Desa Wooi bahwa, ada limbah yang berwarna hitam sejinis BBM Solar atau Oli yang mengotori laut desa woi.

Foto Dugaan Limbah Yang Bersebaran

Selain itu, kata Jeffri, “gambar ini di kirim langsung dari Sekdes Wooi menurut keterangan Nedi, sudah dua hari ini nelayan belum bisa melakukan aktivitas dan sampai saat ini belum tau persis apa penyebab dari Berhamburannya BBM berupa Solar atau Oli di laut Desa Wooi.

Menurut keterangan dari Bapak Nedi Sayamani Sekertaris Desa (Sekdes) Wooi,
Ada limba yang berwana Hitam sejenis Solar atau Oli yang Mengetori laut desa wooi suda dua hari. Dan sejau ini Belum di ketahui asal usul limba tersebut, bahkan sampai saat ini masyarakat desa tersebut belum bisa melakukan Aktifitas sebagai nelayan karena ikan juga Susah di dapat
“. Terang jefri

Lanjut Jeffri bahwa, “Limbah berupah minyak Oli atau Solar yang ada di pantai Desa Wooi Kecamatan Obi Timur, membuat masyarakat merasa resah dengan kehadiran yang tak tahu asal usul limbah tersebut, dan sampai saat ini masyarakat belum bisa melakukan aktivitas nelayan di sebabkan hasil laut (Ikan) juga ikut menghilang dari dampak limbah yang tak tau asal usulnnya. “Cetusnya.

Jeffri juga meminta dengan tegas kepada pihak terkait agar menelusuri kasus ini.

Saya minta dengan tegas kepada pemerintah agar meyelidiki Khasus dugaan Dampak Limba dari perusahan atau minyak yang tidak menutup kemungkinan berasal dari kapa, yang dapat meresakan masyarakat“. Tutup Jefri

Hingga berita ini di muat masih dalam upaya menghubungi Pemerintah Halmahera Selatan guna mengkonfirmasi tarkait penybaran limbah atau BBM tersebut. (fijrin)