Bupati Lepas Rombongan Pawai Ta’aruf

HALSEL, CN – Pawai Ta’aruf sebagai tahap awal dimulainya pembukaan Musabakah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang ke XXVIII (28) diikuti Kafilah dari 30 Kecamatan se- Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Provinsi Maluku Utara (Malut) Kegiatan yang dilaksakan sore hari itu dimulai dengan pelepasan rombongan yang dilakukan langsung oleh Bupati Halmahera Selatan (Halsel) H. Bahrain Kasuba didepan Kantor Bupati, (14/3/2020).

Rombongan pawai yang dipimpin oleh Bupati, bertolak dari Kantor Bupati menuju lokasi MTQ dikawasan Miniatur Istana Negara di Desa Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan.

Saat Kafilah yang mengikuti pawai tiba dilokasi Miniatur Istana Negara, tepatnya didepan Monumen Saruma (Monas), Langsung dijemput Tim Marching Band Pemda Halsel yang langsung mengiringi para kontingen menuju panggung utama Gelora Bahrain Kasuba (GBK).

Pawai Ta’aruf ini merupakan salah satu sesi rangkaian acara sebelum upacara pembukaan MTQ yang akan digelar pukul 20:30 WIT (nanti malam). (Red CN)

Pengurus IKW Kota Ternate periode 2020-2023 Resmi Dilantik

TERNATE, CN – Pengukuhan dan Rapat Kerja pengurus Ikatan Keluarga Waigitang (IKW) Kota Ternate periode 2020-2023, resmi dilaksanakan, pada Sabtu (14/3/2020).

Ketua Umum IKW Zulkifli Jam Jam, saat dikonfirmasi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang berkenaan hadir dalam acara penguhan tersebut.

“Sebelumnya saya ucapkan terimakasih karena seluruh tamu undangan dan seluruh keluarga Waigitang yang mempunyai antusias dan merasa terpanggil untuk berkumpul lagi, sekaligus mendukung kegiatan ini,” ucapnya.

Menurutnya, IKW sebenarnya didirikan hanya untuk mengenang masa lalu. Dirinya mengisahkan, dulunya Waigitang merupakan keluarga besar yang hampir merajalela dan berdiaspora diseluruh wilayah Indonesia.

“Tidak hanya di Maluku Utara tapi diseluruh Indonesia karena di pulau Jawa hingga Papua juga ada. Jadi ini hanya mereviwu kembali, kita mengikat mereka melalui Organisasi kekeluargaan ini dalam rangka untuk meningkatkan sekaligus menjaga silaturahmi yang lebih akrab lagi,” Katanya.

“Organisasi yang sudah dibentuk ini akan kami tingkatkan lagi melalui program sosial keagamaan. Dan itu akan kami pupuk dan kami tingkatkan selalu,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Faujia Abdullah menyebut, persiapan pelaksanaan kegiatan ini sudah dimulai sejak Februari.

“Sebenarnya pengukuhan ini rencananya akan dimulai pada tanggal 8 maret, namun ada neberapa kendala sehingga pelaksanaan pengukuhan ini ditunda hingga hari ini,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, unsur pertama dalam pelaksanaan ini yang pasti anggaran, dan itu kami dapatkan melalui orang-orang dilintas IKW itu sendiri.Tergantung dari masing-masing kemampuannya.

“Kami punya iuran dari pengurus maupun panitia, sehingga pelaksanaan ini bisa lancar sampai pada siang hari ini, berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Saat ditanya soal pendataan anggota IKW, Dirinya menyebut soal pendataan sebenarnya masuk dalam program kerja IKW, pengurus IKW sendiri mempunyai fom untuk IKW.

“Itu akan kami bagikan ke seluruh keluarga yang hadir dalam Rapat Kerja. Ini juga merupakan strategi kita sehingga kita tidak perlu lagi datang ke ruma masing-masing,” terangnya.

Sebagai ketua panitia pelaksana dirinya berharap, kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Dirinya juga berharap kepada pengurus baru agar tetap dalam fisi-misi yang telah disepakati secara bersama pada saat musyawarah.

“Selanjutnya saya berharap IKW dapat berkolaborasi dengan Ikatan-Ikatan Keluarga yang lain diluar IKW,” Harap Faujia. (Ridal CN)

Pungut Uang Ujian, Kepsek SMK Kelautan Tuwokona Bohongi Wartawan

HALSEL, CN – Sejumlah orang tua siswa yang anaknya mengikuti proses Ujian Nasional pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan dan Kelautan Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengeluhkan kebijakan pihak sekolah dengan cara melakukan pungutan Ujian Nasional yang dinilai terlalu besar sehingga para orang tua harus berusaha dan berupaya untuk melakukan pinjaman Demi memenuhi permintaan pihak sekolah agar anak mereka dapat mengikuti Ujian Nasional.

Besaran uang Ujian yang di patok oleh pihak sekolah kepada para siswa-siswi peserta Ujian pada sekolah SMK Kelautan dan Perikanan Tuwokona tersebut sebesar Rp 1.600.000, besaran uang ujian tersebut menurut para orang tua terlalu besar karena mereka para orang tua siswa juga harus menyiapkan anggaran lebih besar lagi jika anak mereka di nyatakan lulus pada Ujian Nasional nanti, anak mereka akan melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan selanjutnya yang membutuhkan biaya kuliah lebih besar.

Keluhan ini di sampaikan oleh salah seorang orang tua siswa kepada wartawan belum lama ini mengatakan sebagai orang tua siswa yang anaknya mengikuti proses Ujian Nasional pada SMK Kelautan dan Perikanan Tuwokona pungutan uang ujian yang di terapkan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) Samiun Usman, tersebut dinilai sangat besar karena tidak semua para orang tua siswa yang anaknya sekolah tersebut memiliki kelas ekonomi yang memadai bahkan ada orang tua siswa yang kelas ekonomi lemah sehingga butuh waktu yang panjang untuk mendapatkan uang ujian sebesar itu.

Dikatakanya, sebagai orang tua siswa Pihaknya mendesak kepada Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan pengajaran Provinsi Maluku Utara agar memanggil Kepsek SMK Kelautan dan Perikanan Tuwokona Samiun Usman, dan mengevaluas yang bersangkutan dari Kepsek.

“Sehingga kedepannya pihak sekolah tidak lagi melakukan pungutan uang Ujian Nasional sebesar itu, sehingga dari hasil evaluasi Dikjar Provinsi Malut, ini juga menjadi pelajaran bagi para Kepala-kepala sekolah pada tingkat (SMA/SMK/MA) sekolah menegah atas maupun sekolah Kejuruan, dan Madrasah Aliayah, jika ini terus di lakukan maka di pastikan para orang tua siswa memiliki beban berat melanjutkan anak-anak mereka untuk melanjutkan studi pada Perguran Tinggi nanti,” Harapnya.

Sementara itu Kepsek SMK Kelautan dan Perikanan Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halsel Provinsi Malut Samiun Usman, pada saat di konfirmasi sejumlah wartawan di ruang kerjanya belum lama ini, pihaknya membohongi wartawan kalau dirinya tidak memperlakukan dan tidak membebankan para siswa-siswi peserta ujian.

“Tidak memperlakukan dan tidak membebankan para siswa-siswi peserta ujian untuk membayar biaya uang ujian seperspun dengan jumlah peserta ujian pada SMK Kelautan dan Perikanan sebanyak 36 orang peserta ujian karena biaya ujian sudah di anggarkan melalui Dana BOS Sekolah,” Tandasnya. (Red/CN)

Amankan SK DPP Pemenang Usman-Bassam, Adnan Wahid: Pada Prinsipnya Adalah Menangkan

HALSEL, CN – Menjalankan PP untuk mengamankan Surat Keputusan DPP pemenang Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) Usman-Bassam pada pemilu 2020-2025 bertempat di cafe Fatima pada Jumat (6/3/2020) Ketua DPD PSI Halsel AdnanWahid menyampaikan bahwa, tidak melihat Usman dari PKB dan kemudian Bassam itu dari PKS pada prinsipnya adalah memenangkan.

“Itu menjadi kewajiban kami karena itulah kita partai yang sebagai kader di tingkat DPD hukumnya wajib untuk melaksanakan titah DPP Karena itu adalah perintah,” ungkapnya.

Ini untuk ke versi mereka yang solid lanjut Adnan, dan kami membuktikan bahwa seluruh DPC yang ada di dalam kota saat ini semuanya hadir dan seluruh Pengurus DPD juga hadir pada sore ini.

“Seluruh DPC yang ada di dalam kota saat ini semuanya hadir dan seluruh pengururs DPD juga hadir pada sore ini adalah bapak rakyat kami di Gresik karena ada kegiatan Dewan di luar Daerah dan kemudian yang bersangkutan juga sudah dihubungi, menyesuaikan dengan keputusan rapat pada sore hari ini pada prinsipnya bergerak tanpa menunggu perintah dari siapapun,” ungkapnya lagi.

Selain itu, Adnan mengatakan, melaksanakan proses amanat SK memenangkan Usman-Bassam sesuai dengan yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen.

“Mendukung dan mengusung Usman-Bassam di pemilu 2020 R12 ganda agenda menguatkan pesis Halmahera Selatan dalam rangka Usman-Bassam pada pemilu 2020 dan kemudian memenangkan versi pada pemilu 2024. Titah yang disepakati oleh DPD PSI Halmahera Selatan,” pungkasnya. (Red/CN)

Kebun Masyarakat Terbakar, Kapolsek Dan Personil TNI Beserta BKSDA Padamkan Api

Subulussalam, CN – Kebun milik warga di dua Desa Kuta Beringin dan Desa Siperkas Kecamatan.L Rundeng Kota Subulussalam terjdi kebakaran jum’at (13/3/2020).

Kapolsek Rundeng Ipda Mulyadi SH MH, Menyampaikan kepada media cerminnusantara.co.id membenarkan kalau ada terjadi kebakaran lahan kebun masyarakat sikitar pukul 15:00 WIB.

“Kami lansung terjun menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan roda 4 doble gardang karena jalur yang di lalui licin dan berlumpur serta janlan yang lumayan ektrim dan Alhamdulilah telah di lakukan upaya pemadaman kebakaran lahan kebun milik warga di Desa Kuta Beringin dan Desa Siperkas Kecamatan Rundeng,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Saya sendiri memimpin  upaya pemadam kebakaran  lahan tersebut dan di bantu personil Polsek Rundeng juga di bantu pekerja kebun  yang berjumlah 6 orang dan personil BKSDA berjumlah 2 orang.

“Upaya pemadaman menggunakan 2 mesin hisap air yaitu 1 unit mesin alcon dan 1 unit mesin door smer Milik pekerja namun kegiatan pemadaman terkendala dengan situasi cuaca yang panas dan sumber air yang jauh dari titik api sehingga api sulit untuk dipadamkan secara keseluruhan, terangnya.

Terbatasnya alat pemadaman menjadi kendala utama dan lokasi yang terbakar merupakan tanah gambut. pemadaman dilakukan untuk membatasi pergerakan api supaya tidak merambat ke tempat lain, luas areal lahan yang terbakar sekira 5 Ha dan lahan sebagian sudah di tanami tanaman jenis kelapa sawit yang berumur sekira 3-4 Tahun.

“Dan Untuk sementara Api sudah di lokalisir dengan cara menyiram di sekeliling lokasi yang terbakar,” ujar Kapolsek Rundeng. (Mh CN)

Bassam Kasuba Sampaikan Ucapan Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Nurlelah Binti Hi. Salim Daud

HALSEL, CN – Hasan Ali Bassam Kasuba biasa disapa Bassam Kasuba menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Nurlelah binti Hi. Salim Daud sebagai Guru.

“Atas nama keluarga dan pribadi saya menyampaikan ucapan bela sungkawa atas wafatnya Ibu Nurlelah binti Hi. Salim Daud,” kata Bassam Kasuba kepada media ini, pada Sabtu (14/3/2020).

Dia mendoakan agar semua amal ibadah almarhumah mendapat tempat di sisi Allah SWT.

“Semoga almarhum mendapat tempat di sisi Allah SWT dan keluarga yang di tinggalnya mendapat ketabahan,” ucap Bassam Kasuba.

Ibu Nurlelah binti Hi. Salim Daud meninggal di usia kurang lebih 52 tahun pada Jum’at 13 Maret, pukul 12.45 WIT, bertepatan ruan Vip di RUSD Marabose Jl. Raya Marabose, Desa Marabose, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Almarhuma meninggal bertepatan dengan khutbah Jum’at.

Pihak keluarga menjelaskan Almarhuma menidap kangker selama beberapa tahun. Sebelumnya, almarhuma sempat di bawah ke RSUD Marabose.

“Seiring umur yang tergolong Usia Lanjut (Lansi) Ibu Nurlelah binti Hi. Salim Daud mengalami kangker sejak lama dan tidak kunjung sembuh,” Terang Bassam Kasuba

Sebelum meniggal dia dalam kondisi baik bahkan sering pergi ke kebun bersama anak-anaknya. Saat ajal tiba ia perna mengeluh “sakit” hingga pada hari Jum’at Almarhumah menghembuskan napas terakhirnya. Sang suami, anak-anak dan keluarga mendapingi

“Nurlelah binti Hi. Salim Daud di kenal sebagai sosok yang menjadi panutan bagi para guru-guru. Dia pernah menjadi Guru MI, TK, Mts, MAN dan Alkhairat dan banyak melahirkan siswa sampai sarjana, banyak yang mengetahui huruf hijahiyah, karena berkat Almarhuma, mudahan ini bentuk amal jariah,” tutup Bassam Kasuba (Red/CN)