Kesiapan Dan Kewaspadaan Terhadap Penularan Wabah Covid-19 Tim Satgas Bersama TNI, POLRI Tertibkan Tempat Hiburan

HALSEL-CN, Tim Satuan Tugas (Satgas) Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Terhadap Pencegahan dan Pengendalian Penularan Infeksi Covid-19 (Corona Virus) Halmahera Selatan (Halsel) eksis lakukan Giat Malam yang bertujuan mencegah dan menertibkan kerumunan orang guna pencegahan penularan wabah Covid-19.

Saat pelaksanaan operasi penertiban, Satgas dibagi menjadi Tim dengan rute yang berbeda-beda. Tim satu dengan titik fokus Babang, Tim dua menuju Panamboang dan Tim tiga ke wilayah Amasing. Masing- masing menjadikan tempat hiburan dan tempat keramaian sebagai tujuan utama penertiban.

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih 4 jam itu juga selain melakukan penertiban, Tim Satgas bersama TNI dan Polri juga melakukan sosialisasi edaran Bupati tentang penutupan sementara tempat hiburan dan tempat wisata sekalugus penyemprotan disetiap tempat hiburan dan objek wisata.

Tempat hiburan dan objek wisata disambangi dengan tujuan, menghimbau sekaligus sebagai penegasan tentang edaran Bupati yang menindaklanjuti instruksi Pemerintah Pusat juga memaksimalkan Himbauan pencegahan penularan wabah Covid-19.

Dalam operasi itu, tempat hiburan dan objek wisata yang didatangi merespon baik setiap kebijakan pemerintah dan menyatakan siap melakukan penutupan. Namun, ada juga beberapa pemuda yang dipulangkan kerumahnya secara paksa oleh Tim Operasi karena tertangkap sedang mengonsumsi Minuman Keras (Miras) di salah-satu objek wisata yang berada di wilayah Babang.

Dengan adanya operasi ini diharapkan masyarakat menjadi tertip dan selalu mematuhi Himbauan yang dikeluarkan Pemerintah dalam penanganan Covid-19. (Red)

Gabungan TNI-Polri Laksanakan Patroli Pembubaran Masyarakat Secara Persuasif Cegah Penyebaran Covid-19

SubulussalamRundeng, CN – Gabungan TNI dan Polri serta di bantu Pol PP dalam pembubaran masyarakat secara persuasif, guna cegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di Wilkum Polsek Rundeng Pemko Subulussalam dalam pelaksanaan himbauan maklumat Kapolri. Kegiatan tadi malam di mulai pukul 20,00 WIB. Senin (30/3/2020).

Ipda Mulyadi SH.MM menyampikan kemedia ini, maksud dan tujuaan kegiatan tadi malam untuk melakukan pembubaran  masyarakat secara persuasif di kampong Lae mate, Belukur Makmur, Pasar Rundeng dan Muara Batu Batu yang masih berkumpulnya masyarakat di warung-warung atau di cafe-cafe di Kecamatan Rundeng. 

“Apa bila masih ada masyarakat yang berkumpul yang lebih dari 3 s/d 5 orang pihak Polri bersama TNI dan Sat Pol PP langsung di bubarkan sambil memberikan pemahaman tentang  berlakunya jam malam serta maklumat Kapolri kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ipda Mulyadi menambahkan, bahwa kegiatan Patroli  berakhir pukul 22.10 WIB. Situasi berjalan aman dan baik. (Mh CN)

Teknologi Informasi Biometrik, Nirmiliter Lanjutan Setelah Corona. Indonesia Bisa Apa?

Oleh: Yardi Harun (Ketua Umum PMII Cabang Minahasa 2013-2014)

Bicara Teknologi Informasi Biometrik memang masih terasa asing bagi kalangan masyarakat awam tetapi disebagian kalangan tertentu semisal aktivis, akademisi dan pegiat geopolitik, isu seperti ini menarik untuk eksplorasi untuk kepentingan pengetahuan dan strategi negara.

Teknologi informasi biometrik biasanya digunakan dalam dunia intelijen untuk mengawasi setiap aktifitas warga yang berpotensi mengancam stabilitas sosial bahkan negara. Dalam dunia teknologi informasi, biometrik relevan dengan teknologi yang digunakan untuk menganalisis fisik dan kelakuan manusia dalam autentifikasi.

Apa yang dilakukan hari ini oleh China dalam menyelesaikan penyebaran covid-19 salah satunya mengandalkan alat biometrik yang dimilikinya. Respons Israel atas situasi penyebaran covid-19 ini hampir kurang lebih sama dengan China, hanya pendekatan teknologi pengawasan yang digunakan Israel sebelumnya berbeda dimana diperuntukan untuk memerangi teroris.

Kabar baik dari penggunaan teknologi informasi biometrik salah satunya adalah upaya tanggap secara cepat dan memperkecil angka kematian manusia akibat virus dan wabah sejenisnya. Kabar buruknya negara bisa mengintervensi privasi seseorang termasuk mengendalikan alam bawah sadar, mungkin!

Parahnya lagi, dunia dalam kondisi multipolar negara-negara Superpower seperti Rusia, China dan Amarika berlomba-lomba menunjukan kekuatan nirmiliter dengan menggunakan teknologi infomasi biometrik yang mereka ciptakan dan dijual dikemudian hari di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, apa yang terjadi selanjutnya? ketergantungan akan semakin kuat dan penduduk bisa dikendalikan cara berpikirnya termasuk negara. Ini harus diperhitungkan dengan matang karena berkonsekuensi buruk bagi rakyat Indonesia ketika negara abai terhadap keselamatan warga negara dan kepentingan nasional.

Teknologi informasi biometrik mampu menganalisis fisik dan kelakuan manusia bisa saja punya kemampuan membaca riwayat penyakit bawaan, ini potensi pembantai masal yang masif seperti ketidakmampuan italia membendung penyebaran Covid-19 dan memakan korban jiwa. Hal diatas bisa saja terjadi disemua negara apabila China dan Amerika terus melakukan perang dengan senjata biologi memodifikasi virus baru mematikan yang menyasar penyakit bawaan diatas terhadap penduduk atau suatu negara yang dianggap bukan sekutu. Tentu ini menjadi ancaman untuk umat manusia bukan hanya Indonesia.

Bagaimana dengan Indonesia hari ini, apakah punya alat sejenis biometrik menekan penyebaran corona ? Rasa-rasanya tidak, angka statistik terpapar dan positif corona semakin meningkat dan tidak terkendali, Pada Senin kemarin (30/03) terdapat 129 kasus baru positif corona sehingga jumlah total menjadi 1.414 kasus. Dari 1.414 pasien tersebut, 75 orang yang dinyatakan telah sembuh sementara mereka yang meninggal dunia mencapai 122 orang, peringkat ke-2 di dunia korban meninggal terpapar corona setelah italia.

Dengan teknologi yang terbatas, segala upaya pemerintah dengan menekan penyebaran covid-19 nampaknya kurang berhasil sampai akhirnya mengambil keputusan menaikan status darurat sipil yang bisa berpotensi konflik ditengah masyarakat. Benar yang disampaikan Pengamat hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Muhtar Said yang heran dengan rencana digulirkan oleh pemerintahan Joko Widodo, lebih baik pemerintah pusat menggunakan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan (UU 6/2018). Ia meyakini dengan menggunakan UU Kekarantinaan Kesehatan sudah efektif untuk menanggulangi wabah Covid-19.

Dengan pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial secara besar disertai dengan darurat sipil akan berpotensi membatasi media dan bisa juga mengarah ke larangan menggunakan peralatan telekomunikasi. Bagaimana dengan orang-orang yang tinggal dipelosok desa yang diduga terpapar covid-19 dan tidak punya sama sekali akses jaringan telekomunikasi? Apakah kematian mereka nanti hanya dianggap sebagai angka-angka statistik. Bayangan saya bila akumulasi situasi terjadi akan terjadi chaos, ketika chaos status akan ditingkatkan menjadi darurat militer, potensi negara menjadi otoriter.

Sumber :

Sebuah Dunia Setelah Corona, Yuval Noah Harari, penulis buku ‘’Sapiens”, ‘’Homo Deus” dan ‘’21 Lessons for the 21st Century’’)
The Financial Times 21/3/2020.

Satgas TMMD Ke-107 Kodim 1510/Sanana Gelar Penyuluhan Kesehatan

Sanana (31/03), Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 Kodim 1510/Sanana melaksanakan kegiatan non fisik dengan memberikan penyuluhan kesehatan terutama tentang virus Corona (Covid-19) bagi warga Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

Pasi Ter Kodim 1510/Sanana, Kapten Inf Harbun Buamona mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya TNI untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).

” Kami bersama Dinkes, Melaksanakan Kegiatan ini guna memberikan edukasi mengenai penyebab, gejala dan langkah pencegahan virus Corona (Covid-19) kepada seluruh lapisan masyarakat. Dan bertujuan agar masyarakat tidak panik,” pungkasnya. (Red)

Satgas TMMD 107 Kodim 1529/Sanana Bersama Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19, Kab. Kepulauan Sula, Laksanakan Penyemprotan Disinfektan

Sanana (31/03), Satgas TMMD 107 Kodim 1510/Sanana bersama gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kab. Kep. Sula melaksanakan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di wilayah Sanana Kab. Kepulauan Sula yang juga serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kep. Sula Hendrata Thes, Dandim 1510/Sanana Letkol Inf Karona Susilo, S.I.P. (selaku Dansatgas TMMD), Kapolres Sula AKBP M. Irvan, Kajari Sula Romulus Haholongan serta diikuti oleh 200 personel gabungan serta menerjunkan kendaraan taktis AWC maupun Damkar serta penyemprot portabel.

Kegiatan diawali dengan apel serta pemasukan bahan cairan disinfektan oleh Forkopimda Kepsul serta penyemprotan secara simbolis oleh Bupati, kemudian tim dibagi menjadi 4 kelompok dengan arah berbeda ke seluruh wilayah Sanana Kab. Kepulauan Sula selain penyemprotan di jalanan juga dilaksanakan penyemprotan di fasilitas umum dengan menggunakan alat portable.

Dalam keterangannya Dansatgas TMMD 107 Kodim 1510/Sanana Letkol Inf Karona Susilo, S.I.P. menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di Indonesia termasuk di wilayah Sula dalam rangka memutus rantai penyebaran Virus Covid-19 di wilayah kita secara massive dan terus menerus.

Selain itu kegiatan serupa telah kita laksanakan sepekan kebelakang meskipun hingga saat ini belum ada data yang terjangkit/positif Covid-19 di wilayah Sula serta kita telah hentikan seluruh akses transportasi dari dan keluar Sula hal tersebut guna menjaga masyarakat agar tidak terjangkit Pandemik Covid-19 tersebut. (Red)

Cegah Penyebaran Corona, Iswan Hasjim Lakukan Sosialisasi Di Delapan Desa

Labuha – Guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasjim mengunjungi 8 Desa dalam rangka melakukan sosialisasi terkait Virus Corona, pada hari Selasa (31/03/2020),

Adapun desa yang menjadi sasaran sosialisasinya yakni Desa Kokotu, Sidopo, Loid, Nusababullah, Jojame, Yaba, Gilalang, dan Geti Lama yang berada dalam satu kecamatan yaitu Bacan Barat Utara.

Dalam sosialisasi ini, Iswan menyampaikan beberapa himbauan kepada masyarakat antara lain, agar masyarakat tidak keluar rumah kecuali ada keperluan yang mendesak, hindari tempat-tempat keramaian, jaga jarak aman dan terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Jangan panik dan lakukan kegiatan seperti biasa, banyak mencuci tangan dengan sabun dan hindari keramaian, dan hindari orang asing yang baru datang ke desa” ucapnya.

Dikatakan Iswan, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona ini, selain gencar melakukan sosialisasi serta penyemprotan disinfektan.

“Di Labuha sana, semua tamu yang baru datang dapa cek, Alhamdulillah di Halsel belum ada yang positif, tong berdoa saja supaya virus satu ini tra sampe kamari,” dikatakan Iswan disetiap desa yang dikunjungi.

Selain lakukan sosialisasi di 8 desa terkait Virus Corona, Orang nomor dua di Halsel ini juga melakukan pengecekan penggunaan Dana Desa serta pelayanan kesehatan di desa.

Iswan menghimbau kepada puskesmas dan polindes agar intens melakukan pengecekan kesehatan serta pelayanan kepada masyarakat dengan tanggap. Apalagi dengan adanya wabah Virus Covid-19 saat ini seharusnya petugas kesehatan selalu berada ditempat.

“Jangan perna bosan melayani masyarakat, saat ini kalian adalah garda terdepan bagi masyarakat, apalagi pencegahan Covid-19 ini. Jangan lupa juga jaga kesehatan kalian,” ucap Iswan kepada petugas kesehatan yang ditemuinya di 8 desa tersebut.(Atha)