Partai Berkarya ke Usman-Bassam, Pilkada Halsel Tanpa Pertahana

HALSEL, CN – Komunitas Barisan Muda Salawaku (BMS) melihat dinamika pesta Demokrasi Pilkada di Halmahera Selatan (Halsel) dengan masing-masing dukungan Partai Politik (Parpol) dengan koalisi kemenangan yang diperbincangkan khalayak publik, mengundang simpati gagasan serta narasi para Tokoh-tokoh muda.

Cermatan BMS untuk konstalasi Pilkada Halsel tanpa Petahana (Incambent), Paslon Bahrain Kasuba yang berpasangan dengan Lutfi Macmud Calon Wakil Bupati terancam tidak lagi dapat Kursi di DPRD Halsel.

Kepada Para awak Media, Senin (17/8/2020), Arman Sembari menyampaikan bahwa dengan beralih dukungan Partai Berkarya ke Paslon calon Bupati Usman Sidik dan calon wakil Bupati Basam Kasuba (Usman-Bassam) dengan SK yang diterimah 05 Agustus lalu, menjadi bukti bahwa kekuatan Incambent BK-Lutfi semakin terpuruk.

“Melihat Kekuatan Usman-Bassam, dengan akumulasi 30 kursi DPRD Halsel sudah habis digarap paslon Usman-Bassam dengan menjaring total partai sebanyak 8 Partai Politik dengan 19 kursi DPRD Halsel buat tangguh akan dipastikan memenangkan Pilkada Halsel 2020,” paparnya.

Sementara itu. Secara terpisah, Wakil Ketua Komunitas BMS Sadam Jubaer, saat ditemui di Desa Tomori, menuturkan bahwa situasi politik yang kian memanas dapat mengundang celoteh publik di media massa dan media sosial. Hal ini karena semua Publik lagi beradu argumen sosok Pertahana dalam catur politik Pemilukada Halsel antara slogan BK-Lutfi dengan “lanjutkan”, Paslon Usman-Bassam yang telah siap dengan dukungan besar koalisi dengan 8 Partai slogan.

“Kembalikan Senyum Halmahera Selatan” dan Paslon Helmi-Laode Arfan dengan slogan “Hello Humanis” dengan 2 Parpol yakni Nasdem dan Hanura yang telah siap mendaftar di KPUD Halsel”.

Dengan melihat hasil koalisi paslon BK-Lutfi 6 kursi DPRD Halsel yang sebelumnya didapatkan dari partai PKPI 2 kursi, Gerindra 3 Kursi dan Partai Berkarya 1 kursi, namun secara jelas publik tau bahwa SK B1KWK Partai Beringin Karya (Berkarya) telah dikantongi Paslon Usman-Bassam.

“Dugaan serta hemat kami secara internal BMS menilai BK-Lutfi telah kalah telak dan salah berspekulasi menang dan lanjutkan Periode kedua,” pungkasnya. (Red/CN)

Bina Warga Putuskan Mata Rantai Corona, Bripka Ekhy Terima Penghargaan dari Pemkot Ternate

TERNATE, CN – Bina Warga Putuskan Mata Rantai penyebaran (Covid-19). Bripka Ekhy Latarima terima penghargaa dari Pemerintah Kota Ternate sebagai Inisiator Kampung Tangguh dalam memutus Mata Rantai Penyebaran Virus Covid-19 di Kelurahan Takome Kota Ternate.

Prestasi demi pretasi kembali di raih Bripka Eky Latarima yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Takome Kota ternate, Penghargaan sebagai Inisiator Kampung Tangguh dalam memutus Pademi Covid-19 yang di serahkan langsung oleh Wali Kota Ternate Hi Burhan Abdurahman, pada dini hari, Senin (17/8/2020).

Sebelumnya, pada Tahun 2019 lalu, Bripka Ekhy juga menerima penghargaan sebagai Bhabinkamtibmas terbaik Kota Ternate oleh Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda dan pada Tahun ini Bripka Ekhy Latarima kembali meraih penghargaan dari Pemerintah Kota Ternate.

Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Kota sebagai wujud apresiasi serta penghargaan untuk menjadi motivasi anggota yang lain dalam melayani dan melindungi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai Bhabinkamtibmas, Bripka Ekhy merupakan salah satu anggota Polres Kota Ternate yang mendapat tugas untuk membina dan melayani pemutusan Mata Rantai penyebaran virus Covid-19 di Kelurahan Takome.

Dedikasih dan Kerja nyata Bripka Ekhy Latarima dalam upaya memutuskan Mata Rantai Covid-19 ini mendapat perhatian dari Pemerintah kota ternate, Sehingga penghargaan pun di berikan.

Saat di konfirmasi Awak Media Cerminnusantara.co.id Bripka Ekhy Latarima menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kota Ternate atas penghargaan yang di terimanya.

“Penghargaan ini, saya khususkan untuk Warga Kelurahan Takome karena dengan kerja sama dan ke disiplin yang baik untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” tukasnya. (Red/CN)

HUT RI ke-75, Awan Pelangi Gemparkan Warga Kampung Baru Botang Lomang

HALSEL, CN – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang Ke-75. Senin 17 Agustus 2020, Masyarakat Desa Kampung Baru, Kecamtan Kepulauan Batanglomang, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), di gemparkan fenomena unik awan berwarna warni (Pelangi), Senin (17/08/2020).

Sejumlah warga di lokasi langsung mengabadikan fenomena yang terbilang jarang muncul di Halsel ini, mereka keluar ada juga berhenti dari kendaraannya untuk melihat fenomena yang berlangsung sekitar 40 menit itu.

Fenomena awan langka ini disebut dengan Circumhorizontal Arc atau dikenal juga dengan sebutan ‘fire rainbow’ karena terkadang terlihat seperti warna-warni yang menyala di langit.

Menariknya, ini merupakan fenomena yang agak umum di beberapa belahan Dunia, salah satunya di Amerika Serikat. Dimana, fenomena itu bisa dilihat beberapa kali setiap musim panas di satu tempat. Selain di Amerika, fenomena tersebut juga terjadi di Eropa Utara.

Fenomena langka itu terjadi ketika matahari melewati awan cirrus dengan lebih banyak “Kristal es” di langit atas, ia menghasilkan 58 derajat setelah pembiasan. Hal ini membuat awan-awan itu akan nampak seperti pelangi yang terbakar di langit.

Fenomena langka tersebut dapat dilihat di 55 derajat Lintang utara atau 55 derajat lintang selatan. Sebuah busur circumhorizon bulan mungkin terlihat di lintang lain, tetapi jauh lebih jarang karena membutuhkan bulan yang hampir penuh untuk menghasilkan cukup cahaya.

Lengkungan circumhorizontal terbentuk ketika sinar matahari memasuki kristal es heksagonal yang berorientasi horizontal, datar di awan. Partikel es bertindak sebagai prisma, dan cahaya dibagi menurut panjang gelombang, sehingga warnanya terlihat.

Fenomena awan berwarna pelangi ini kerab kali juga terjadi di negara lain seperti Tokyo Jepang, dan begitu juga pernah terjadi di kota Pekan Baru indonesia dan kali ini kembali viral di Indonesia tepatnya di Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halsel Kecamatan Kepulauan Batanglomang, Desa Kampung Baru.

Sesuai pantauan wartawan cerminnusantara.co.id video yang berdurasi 1:10 menit yang di ambil warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Kepulauan Batanglomang itu mengatakan “Fenomena alam yang terjadi di Desa Kampung Baru ini baru pertama kali di lihat, ini bukan edit,” kata pemilik video yang enggan di korankan namanya ini.(Red/CN)

Meriahkan HUT RI ke-75, Komunitas Kelbes Poros Tengah Adakan Lomba Domino

HALSEL, CN – Untuk memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75 tahun 2020, Komunitas Keluarga Besar Poros Tengah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melakukan giat lomba Domino. Acara itu digelar di Markas Poros Tengah, jalan Raya Karet Desa Tomori, Senin (17/8/2020).

Lomba Domino yang berlangsung selama dua pekan kedepan ini, diikuti sekitar 60 peserta yang semuanya adalah keluarga besar Poros Tengah.

Para peserta, memiliki background profesi berbeda, mulai dari Jurnalis, ASN, TNI/Polri, Politisi, Pengusaha, swasta, hingga kalangan Mahasiswa.

Setelah mendaftar, mereka dibagi per Tim dan siapa yang menang berhak melaju ke babak Final. Bagi para pemenang disediakan hadiah utama berupa 2 unit Motor bagi Juara 1 dan 2.

Sekertaris Panitia Lomba Domino Akbar Ahad menyatakan, Perlombaan Domino yang digelar Komunitas Poros Tengah hanya bagian dari memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 sekaligus mempererat tali silaturahim antar sesama rekan-rekan Komunitas Poros Tengah.

“Ini bagian dari ajang silaturahim dengan rekan-rekan Komunitas Poros Tengah dengan bertepatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Baron ini menambahkan, Kegiatan ini bukan pertama kali, hampir setiap 6 bulan sekali kegiatan ini rutin dilakukan oleh Kelbes Poros Tengah.

“Kegiatan ini atas inisiatif rekan-rekan komunitas poros, dan kedepan kita akan buat lombanya lebih luas lagi terbuka untuk umum, tujuannya sama menpererat silaturahmi,” pungkasnya. (Red/CN)

Diduga Cemarkan Nama Baik, Polres Nias Diminta Proses Akun Facebook Donaldzeb

Gunungsitoli_Sumut, CN – Berawal dari Status Akun Facebook Fair Lee pada Tanggal 29 mei 2020 sekitar Pukul 11:01 WIB. Akun Facebook Donaldzeb dilapor di Polres Nias karena diduga melakukan Penghinaan atau pencemaran nama baik melalui Messenger terhadap Efrizal Caniago, Minggu (16/8/2020).

Hal ini dibenarkan Efrizal Caniago saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ia telah melaporkan Akun Facebook Donaldzeb yang telah menghina dirinya.

“Melalui komentar dan di Messengernya membuat saya malu secara Publik,” ucap Efrizal Caniago mantan Caleg Provinsi itu.

Atas tindakan ini, Efrizal Caniago melaporkan Akun Donaldzeb di Polres Nias dengan nomor : STPLP/268/VIII/2020/NS tepatnya tanggal 14 Agustus 2020 Sekitar pukul 17:00 WIB.

Tambahannya Efrijal ia meminta kepada Polres Nias segera memproses laporannya sesuai undang-undang yang berlaku di NKRI karena akun Facebook Donaldzeb diduga telah mencermarkan nama baiknya. (Af Lase CN)

Gubernur Malut “Bunuh” Masyarakat Obi Melalui Surat Ijin Perairan Pemanfaatan Ruang dan Laut

HALSEL, CN – Konflik Agraria dan Pemetaan Pertambangan sering terjadi dan bahkan hampir rata-rata tidak bisa terselesaikan. Pada hal Desa Kawasi adalah sebagai lokasi kawasan industri, namun salah contoh terburuk Pemerintah dalam mengelola pemetaan kawasan industri Pertambangan.

Terjadinya relokasi l kurang lebih 200 Kepala Keluarga di Desa Kawasi oleh PT. TBP itu, adalah bentuk ketidak adilan Pemerintah terhadap Rakyat.

Oleh sebeb itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melalui Ketua Fraksi Golkar Rustam Ode Nuru dengan tegas meminta Gubernur Maluku Utara (Malut) KH. Abdul Gani Kasuba agar segera menganulir Surat Keputusan (SK) 502/01/DPMPTSP/VII/2019 Perihal izin lokasi perairan pemanfaatan ruang Laut.

“Belum lagi masalah relokasi warga terselesaikan, sekarang Gubernur sudah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pemanfaatan ruang Laut. Surat Keputusan inilah yang akan di jadikan dasar oleh PT. Trimegah bangun Persada untuk pemanfaatan pembuangan limbah industri ke laut dan rencana pembuangan limbah tailing lokasinya di berada Desa Soligi,” ungkapnya.

Selain itu, Rustam menambahkan, masyarakat kerap di benturkan oleh Pemerintah hanya karena kepentingan para kapitalis. Oleh karena itu, ia tegaskan bahwa tanpa lima perusahaan raksasa yang ada, masyarakat Obi masih bisa makan dan minum serta menyekolahkan anak-anak mereka. Untuk itu, dari Fraksi Partai Golkar tegaskan sekali lagi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengurungkan niatnya memproses surat dari Gubernur Malut karena dinilai sangat berbahaya bagi ekosistem laut maupun masyarakat Halsel yang berada di sekitarnya.

“Ini sangat berlebihan. Warga di usir dari Negerinya sendiri. Untuk itu Kami (Fraksi Golkar) meminta Gubernur melihat Masyarakat Obi bukan dengan Kacamata Kuda. Kami juga meminta Menteri Kelautan dan Perikanan agar tidak memproses surat dari Gubernur Maluku Utara karena sangat berbahaya bagi Masyarakat,” tegas Rustam. (Red/CN)