Sambut Cawabup Halsel Bassam Kasuba di Desa Nondang, Antusias Warga ‘Tak Terbendung’

HALSEL, CN – Masyarakat di Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) antusias menyambut kedatangan Calon Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba ketika tiba di Desa Nondang, Minggu, (25/10/2020).

akibat ratusan bahkan Ribuan Masyarakat setempat membanjiri Pelabuhan, Cabup Bassam Kasuba bersama rombongan hampir tidak memiliki ruang untuk turun dari spit Boatnya.

Selain itu, puluhan Katinting meyambut Spit yang di tumpangi Bassam Kasuba bersama rombongan menuju pelabuhan, kurang lebih 500 meter memasuki pelabuhan.

“Akselarasi yang dilakukan Masyarakat Desa Nondang menyisakan rasa haru, ucapan terimakasih yang paling dalam dari lubuk hati ini, diperuntukkan kepada Masyarakat Nondang. Insya Allah Antusias Masyarakat Nondang akan selalu, membekas dalam hati hingga saya terpilih dan menjadi Wakil Bupati, Insya Allah. Amiin,” pungkas Bassam dengan penuh rasa haru.

Mengiringi kedatangan Bassam, teriakan “Coblos Nomor 2” terdengar ramai dari Pelabuhan hingga berjarak Ratusan Meter ke tempat pertemuan atau Tenda yang telah disiapkan, kalungan Bunga dan tarian Cakalele serta lalayon sudah menanti kedatangan Putra sulung Mantan Bupati Dua periode, Hi. Muhamad Kasuba itu.

Sementara itu, Toko Muda Togale, Brayen Putra Lajame dan Rinaldo Dogowini saat dikonfirmasi wartawan kabarpublik.id di Desa Nondang mengatakan bahwa, Akselarasi ini, menjadi patokan atau penilaian tersendiri dari Tim Pemenangan Usman-Bassam yang mendampingi Calon Wakil Bupati bahwa, Desa Nondang dan diseluruh Desa yang ada di Kecamatan Bacan Barat dan Bacan Barat Utara akan dimenangkan Paslon Nomor Urut 2.

“Kita yakin dan percaya, setelah mengunjungi 8 Desa yang ada di Kecamatan Bacan Barat Utara dan 5 Desa di Kecamatan Bacan Barat bahwa, dipilkada 9 Desember mendatang Paslon Nomor Urut 2 akan Unggul atau menang di dua Kecamatan ini,” ungkap Brayen.

Terpisah, Anggota DPRD Halsel Fraksi Golkar, Hi. Sagaf Hi. Taha saat berorasi Politik dalam Kampanye terbuka, terbatas mengatakan bahwa Bassam Kasuba terharu dan bahagia saat menyaksikan ratusan massa. Bahkan ribuan masyarakat yang begitu antusias menyambut kedatangannya bersama rombongan.

“Tadi Calon Wakil Bupati, bilang ‘masyarakat Nondang sangat luar biasa’ mudah-mudahan sambutan ini akan selalu konsisten hingga Tanggal 9 Desember mendatang dan saya percaya masyarakat Desa Nondang akan komitmen hingga 9 Desember,” kata Hi. Sagaf sambil meneriakkan “Coblos Nomoooor” yang spontan di jawab masyarakat “Duaaa” dengan nada keras yang penuh semangat. (Red/CN)

Pemerintah Siapkan Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

JAKARTA, CN – Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Namun, saat ini Indonesia baru mengisi 3,8 persen ekspor produk halal di pasar global. Untuk itu, pemerintah berupaya keras menjadikan Indonesia sebagai produsen halal terbesar di dunia. (26/10/2020)

“Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen dan konsumen, karena itu kita ingin mendorong supaya Indonesia menjadi produsen halal besar dunia,” tegas Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat memberikan keterangan pers secara virtual, di Istana Wakil Presiden Jakarta, Sabtu (24/10). Wapres menjelaskan, untuk mencapai hal tersebut pemerintah berupaya mengembangkan Kawasan Industri Halal (KIH) di beberapa daerah di Indonesia.

Pemerintah menyadari potensi Indonesia dapat ditingkatkan dengan pengembangan kawasan pariwisata serta pengembangan industri keuangan syariah. “Kita akan kembangkan yaitu pusat-pusat industri halal dengan semua ekosistemnya. Salah satunya adalah Kawasan Industri Halal,” ujarnya.

Wapres pun mengungkapkan, saat ini sudah ada dua kawasan yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Perindustrian yaitu Modern Cikande Industrial Estate di Cikande, Jawa Barat, dan SAFE n LOCK Halal Industrial Park di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Sekarang sudah ada dua yang memperoleh izin dari Kementerian Perindustrian dan yang sudah dalam proses ada enam. Oleh karena itu, kita akan terus dorong,” ungkapnya. Lebih lanjut, Menko Ekon Airlangga Hartarto menerangkan, kawasan industri halal akan terbuka untuk klaster makanan, minuman, fesyen, farmasi dan kosmetik.

Keberadaan di dalam satu lokasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk halal. “Dan tentu dengan adanya satu lokasi diharapkan terkait dengan sertifikasinya pun kehalalannya menjadi lebih mudah. Dan juga untuk berorientasi ekspor, kalau dia berasal dari kawasan halal tentu diharapkan bisa meningkat penjualannya,” ujarnya.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani menambahkan, terkait pengembangan KIH dibutuhkan insentif untuk dapat mendukung industri produk halal seperti tax holiday dan tax allowance. KIH dapat memperoleh insentif karena termasuk dalam area yang dikembangkan. “Kita juga akan memberikan dalam bentuk dukungan dari kepabeanan dan cukai. Karena biasanya dalam hal ini impor-impor bertebaran modal maupun bahan baku juga akan dapat pembebasan biaya masuk atas impor. Dan juga untuk pengembangan di kawasan industri untuk tujuan ekspor,” kata Sri Mulyani. (Red/CN)

Presiden Jokowi Lantik 12 Duta Besar RI untuk Negara Sahabat

JAKARTA, CN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantik 12 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia (Dubes LBBP RI) untuk sejumlah negara sahabat. Pelantikan para duta besar tersebut digelar Senin (26/10) pagi, di Istana Negara, Jakarta. (26/10/2020)

Pengangkatan para dubes RI ini tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106/P Tahun 2020 tanggal 19 Oktober 2020 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia yang dibacakan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama.

Usai pembacaan Keppres, Presiden melakukan pengambilan sumpah bagi seluruh dubes LBPP yang dilantik.

“Saya bersumpah/berjanji bahwa saya untuk diangkat menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada para duta besar.

Setelah pengambilan sumpah dilanjutkan dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Keduabelas Dubes LBBP RI tersebut ialah:

Drs. Dindin Wahyudin, D.E.A. sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Senegal merangkap Republik Cabo Verde, Republik Gambia, Republik Guinea, Republik Guinea-Bissau, Republik Mali, Republik Pantai Gading, dan Republik Sierra Leone, berkedudukan di Dakar;

Drs. H. Roem Kono, M.IPOL. sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Bosnia dan Herzegovina, berkedudukan di Sarajevo;

Dewi Savitri Wahab, S.S., M.A. sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Denmark merangkap Republik Lithuania, berkedudukan di Kopenhagen;

Dra. Nana Yuliana, M.A., Ph.D. sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kuba merangkap Persemakmuran Bahama, Republik Dominika, Republik Haiti, dan Jamaika, berkedudukan di Havana;

Heri Akhmadi sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, berkedudukan di Tokyo;

Elmar Iwan Lubis, S.H. sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Irak, berkedudukan di Baghdad;

Iwan Bogananta sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Bulgaria merangkap Republik Albania dan Republik Makedonia Utara, berkedudukan di Sofia;

Drs. Jose Antonio Morato Tavares, M.A sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, berkedudukan di Moskow;

Dr. Desra Percaya sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara merangkap Irlandia dan International Maritime Organization (IMO), berkedudukan di London;

Drs. Chalief Akbar Tjandraningrat sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Demokratik Rakyat Aljazair, berkedudukan di Alger;

Drs. Lutfi Rauf, M.A sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Arab Mesir, berkedudukan di Kairo;

Rachmat Budiman, S.H sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Thailand merangkap UN-ESCAP, berkedudukan di Bangkok.

Untuk diketahui, prosesi pelantikan tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Para dubes memakai masker, faceshield, dan menjaga jarak satu dengan yang lainnya. Para duta besar yang dilantik tersebut sebelumnya juga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan yang diperlukan.

Acara pelantikan kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan terbatas.

Turun mendampingi Presiden dalam acara ini Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Red/CN)

Putus Mata Rantai Covid-19, Pemkab Sukabumi Gagas Gerakan Bersama Memakai Masker

Sukabumi, CN – Protokol kesehatan diyakini cara paling epektif saat ini untuk minimalisir penyebaran Covid 19, berdasarkan hal tersebut. Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengagas “Gerakan Bersama Memakai Masker (Gebrak Masker)” sehingga menjadi kebiasaan baru di masyarakat dan bagian tak terpisahkan dari pola hidup bersih dan sehat.

Untuk mengimplementasikan gagasan tersebut, Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad langsung memberikan arahan kepada para Kepala Perangkat Daerah secara daring dari Pendopo Sukabumi, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, gebrak masker penting bagi masyarakat. Terutama dalam melindungi dari ancaman COVID-19 19.

“Penerapan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak masih efektif mencegah penularan covid 19. Makanya, gebrak masker ini memiliki arti penting untuk melindungi orang sebanyak banyaknya,” ujarnya.

Dalam gerakan itu, Pemda optimis bisa membagikan satu juta masker kepada masyarakat di Kabupaten Sukabumi. Pembagian masker itu, akan dilakukan secara masif melalui Perangkat Daerah

“Teknis pembagiannya dilakukan melalui Perangkat Daerah termasuk Camat didalamnya. Pembagian ini harus berkelanjutan. Sehingga tercipta kebiasaan baru menggunakan masker dalam berbagai aktifitas,” ucapnya.

Dirinya menegaskan, masker yang dibagikan memenuhi standar kesehatan. Selain itu, ada sentuhan fesyennya. Sehingga masyarakat mau menggunakannya.

“Maskernya tidak abal-abal. Sehingga penggunaan masker menjadi kebiasaan dan pola hidup. Mari kita mulai dari lingkungan kita,” ungkapnya.

Maka dari itu, arahan ini untuk menyamakan persepsi semua pihak. Sehingga gerakan ini bisa masif dan sejalan dengan tujuannya.

“Jangan sampai lengah. Kita harus melakukan gerakan masif dalam mencegah penyebaran protokol kesehatan,” terangnya.

Selain itu, dirinya mengimbau semua ASN untuk disiplin juga. Sehingga bisa memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat.

“Saat ini sudah memasuki musim penghujan, seluruh ASN pun harus memperkuat imunitas,” ungkapnya.

Asda I Ade Setiawan menambahkan, penggunaan masker bisa memproteksi banyak orang dari ancaman covid 19.

“Masker menyelamatkan kita dan masyarakat. Kita harus meningkatkan penggunaan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pungkasnya. (Irwan CN)

Jaksa yudi Diduga Tak Hadirkan Saksi Pelapor Dalam Sidang Kasus Penipuan Yang Dilakukan Oknum Guru AZ

GunungsitoliSumut, CN – Diduga Jaksa yudi tak hadirkan Saksi Maffawati Zendrate (Pelapor) dalam Kasus Dugaan Penipuan yang dilakukan Oknum Guru berinisial AZ saat sidang kedua kasus tersebut, Rabu (21/10/2020).

Sidang yang dilaksanakan semalam (20/10) di pengadilan Negeri Gunungsitoli dengan materi Pemeriksaan saksi, tidak dihadirkan saksi dari pelapor.

Menurut Jaksa Yudi Permana Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat dikonfirmasi lewat via seluler menyatakan, Datang aja dikantor pak.

“Datang aja dikantor disana kami tunggu,” ucap yudi.

Tapi beberapa hari yang lalu kami sudah kekantor kejaksaan tapi pihak kejaksaan melarang kami membawa ponsel,,?

Jawab Yudi, “Bapak mau bertanyakan, jadi datang aja kekantor kami, kalau lewat telefon tidak boleh pak bertanya, ” terang Jaksa Yudi yang terkesan mengelak saat dikonfirmasi awak media terkait surat panggilan terhadap saksi pelapor itu.

Selanjutnya, Maffawati Zendrate (Pelapor) Saat dikonfirmasi mengenai panggilan sidang terhadap saksinya mengatakan, ” Saksi dari saya belum ada dikirimkan surat pemberitahuan bahwa ada sidang pengambilan keterangan saksi,” ujar Maffawati Zendrate Yang sering disapa ina Oman itu.

Hal ini dibenarkan Soziduhu Gea,S.H kuasa hukum Oknum Guru berinisial AZ menyatakan, ” Benar bahwa sidang semalam itu pemeriksaan saksi dari pelapor, namun saksinya tidak hadir pada saat itu,” jelas Sozi.

Hal membuat tanda tanya besar ada apa yang terjadi dikejaksaan Negeri Gunungsitoli saat ini. (APL CN)

Kesbangpol Halsel Dinilai Kerja Tidak Profesional

HALSEL, CN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diduga sengaja mempersulit pencairan Dana Partai Berkarya.

Kepada Media Cerminnusantara.co.id, Selasa (20/10/2020), Sekertaris Partai Berkarya Halsel, Husen Abd Rajak menyesalkan sikap Kesbangpol yang dengan sengaja mempersulit Partai Berkarya untuk melakukan pencairan Dana Partai.

Husen juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Halsel, dalam hal ini Kesbanpol. Namun pihak Kesbangpol tidak bisa memberikan rekomendasi.

“Alasan Kesbangpol tidak memberikan rekomendasi pencairan karena proses sengketa kepengurusan Partai masih bergulir, bahkan di kubu Hutomo Mandala Putra di Jakarta sudah mendaftarkan ke PTUN,” tutur Husen.

Itu sebabnya, kata Husen, Kesbangpol beralasan jangan sampai di kubu Hutomo Mandala putra yang menang dan Kubu Muhdi PR yang kalah.

“Dengan Alasan Gugatan itulah yang menjadi alasan, sehingga Kesbangpol tidak mengeluarkan rekomendasi pencairan Partai Berkarya,” ungkapnya.

Bahkan, Kata Husen bahwa sampai saat ini, pihaknya masih selalu melakukan koordinasi dengan Kesbangpol, tapi pihak Kesbanpol selalu dengan alasan yang sama.

Saat di singgung terkait dengan politik kemarin, Husen mengatakan, “Mungkin kami dipersulit karena persoalan Pilkada Kemarin,” cetusnya.

Sekertaris Berkarya itu kemudian mengatakan bahwa, ketika bicara terkait regulasi. Maka Surat Keputusan Kemenkumham menjadi dasar yang kuat dan tidak bisa di bantah, Kepengurusan Partai Berkarya saat ini di bawah kepemimpina Muhdi PR.

Bahkan pihaknya sudah jelaskan itu di Kesbanpol bahwa terkait dengan struktur Partai ini sudah jelas, bahkan diakui legalitasnya dari Pusat sampai Daerah.

“Tapi lagi-lagi dari pihak Kesbanpol selalu beralasan yang sama,” sesal Husen.

Lanjut Husen, jika sampai Desember, dana Partai tidak cair, maka dalam aturan Mendagri kalau anggaran Partai tidak keluar sampai Desember, maka dinyatakan hangus.

Maka dari itu, Sesal Husen, bahwa pihaknya sangat menyesalkan sikap Pemerintah Daerah lewat Kesbanpol yang dengan sengaja mempersulit segala pengurusan Partai Berkarya.

Husen pun berharap kepada Pemda Halsel lewat Kesbangpol untuk kerja lebih profesional lagi. (Red/CN)