oleh

Penebangan Liar Di Kec. Obi Utara Di Luar Areal Hutan Rakyat Hingga Terjadi “Adu Fisik”

HALSEL, CN – Pembalakan Liar Ilegal Loging terjadi di Pulau Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel)  Provinsi Maluku Utara (Malut). Diduga penebangan terjadi di luar areal hutan rakyat setempat, sehingga menyebabkan warga Dusun Lapanawa Desa Madopolo Barat, Kecamatan Obi Utara, marah dan terjadi adu fisik di lokasi penebangan, Kamis (4/6/2020).

Terjadi adu fisik tersebut karena lokasi penebangan masuk di area lokasi hutan rakyat, dekat perkebunan warga Dusun Lapanawa, Desa Madopolo Barat. Yang melakukan penebangan tersebut diduga sekelompok warga Desa Galala, Kec. Obi Utara.

banner 650250

Kronologisnya berawal dari sekelompok  Warga Desa Galala yang hendak melakukan penebangan di sekitar area kebun warga Dusun Lapanawa, Desa Madopolo sempat mendapat teguran dari warga dusun Lapanawa. Akibatnya, salah seorang  Operator Sengsor tidak terimah atas teguran itu lalu terjadi adu mulut hingga adu fisik di lokasi penebangan kayu.

Dikonfirmasi salah seorang warga Dusun Lapanawa yang enggan dikorankan namanya ini mengatakan kepada wartawan cerminnusantara.co.id, bahwa ada terjadi masalah keributan dilokasi tempat penebangan.

“Terjadi keributan di tempat ba sengsor soalnya orang dari Desa Galala ada kamari ba sengsor kayu pas di batas orang Lapanawa pe Kobong, terpaksa torang (Warga Dusun Lapanawa) naik di Tampa  lokasi ba sengsor kase berenti dorang (Warga Desa Galala) ba sengsor, terus torang baku malawang deng orang basengsor terpaksa baku pukul,” kata dia melalui  via Heandphone.

Kejadian ini sempat membuat ketegangan serta kekhawatiran warga Dusun Lapanawa  sehingga warga Dusun Lapanawa melaporkan kejadian ke Danpos Obi Utara, Aiptu M. Yusuf Nijar. Dapat laporan dari warga langsung berkoordinasi dengan Polsek Kec. Obi, Kamis (4/6/2020)  Danpos dan Babinsa beserta Camat Obi Utara, Kasman La Nani langsung menuju lokasi tempat kejadian.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Obi Cristoffel, (4/6) kepada wartawan cerminnusantara.co.id, juga membenarkan kejadian ini, bahwa telah mendapat laporan dari Danpos Obi Utara dan masalah tersebut sudah aman karena langsung di mediasi oleh Danpos dan Babinsa.

“Iya, itu hanya masalah penebangan tapi sudah di mediasi oleh Danpos dan Babinsa kemarin di lokasi kejadian, jadi sudah aman. Mungkin hari ini. Pak Camat Obi Utara, Danpos dan Babinsa bersama Tim Gugus Covid-19 turun ke Desa Galala mau mediasi sekaligus sosialiasi masalah Covid-19,” Kata Cris.

Sekelompok warga Desa Galala yang melakukan penebangan pembalakan liar Ilegal Loging, tidak memiliki izin penebangan dan tidak mengantongi rekomendasi pelepasan areal Hutan Rakyat Dusun atau Desa Setempat.

Kayu dari hasil penebangan ini berkisar Puluhan Kubik dengan ukuran 20×40, kayu tersebut berada di Pantai Dusun Lapanawa, dan di duga kayu ini akan di bawa atau di jual ke salah satu perusahan Somel di Desa Jikotamo.

“Kayu yang dorang ambel itu banyak dong rencana jual di somel yang ada di Desa Jikotamo” kata salah seorang  warga Dusun Lapanwa yang enggan di korankan namanya. (Red/CN)

banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250

Komentar