oleh

AWAS Halsel Ancam Polisikan Oknum yang Mengatasnamakan Sekdes Kida Hina Wartawan

HALSEL, CN – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Saruma (AWAS) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) tak segan-segan bakal melaporkan salah seorang oknum yang mengatasnamakan Sekertaris Desa (Sekdes) Kida Kecamatan Kayoa yang diduga kuat melakukan pengancaman dan penghinaan terhadap salah seorang wartawan Biro Halsel bernama Alif dengan kata-kata yang tidak pantas.

Pengancaman dan penghinaan tersebut terjadi pada 10 November 2021 sekitar pukul 15.00 WIT melalui via telepon seluler usai mengkonfirmasi kepada Kepala Desa (Kades) Kida, Gazali Sakka terkait informasi bahwa Kepala Desa diduga membawa Aset Desa yang dikeluhkan masyarakat.

“Sudah selesai saya konfirmasi PJS. Kades Kida, tetapi setelah itu, ada yang telepon mengatasnamakan Sekertaris Desa Kida, dia langsung mengancam dan menghina serta melecehkan dengan kata-kata yang tidak pantas kepada saya,” jelas Alif, wartawan Biro Halsel yang diduga diancam dan hina oleh Sekdes Kida, Kamis (11/11).

Alif menceritakan, jika dirinya memberitakan masalah Desa dari hasil konfirmasi dengan Pjs. Kades Kida, maka ia akan di cari dan dipukul. Dimana, Alif bilang, Sekdes itu dengan nada keras mengatakan ‘Coba berani tulis, saya cari dan pukul. Bodok’.

Menanggapi hal itu, Ketua AWAS Halsel, Susadam Hi. Din mengecam keras terhadap oknum yang mengatasnamakan Sekdes Kida yang diduga mengancam dan menghina kepada insan Pers.

“Setiap wartawan itu menjalankan tugasnya dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Oleh sebab itu, barang siapa yang dengan sengaja melakukan pengancaman dan menghalangi tugas Jurnalis bisa dikenakan hukuman penjara selama 2 Tahun dan didenda Rp 500 juta,” tegas Susadam.

Wartawan Seputar Malut itu menerangkan, jika ada yang merasa tidak puas dengan pemberitaan yang diberitakan. Silahkan memanggil wartawan yang bersangkutan untuk mengklarifikasi sesuai dengan UU Pers mengenai hak jawab, bukan malah main ancam dan hina.

“Rangkaian intimidasi dan ancaman terhadap wartawan semacam itu, saya sabagai Ketua AWAS Halsel menilai oknum tersebut telah mencederai kemerdekaan Pers sebagai pilar keempat Demokrasi,” ujar pria asal Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan itu.

meski begitu, Sadam Sapaan akrabnya, meminta kepada pihak kepolisian segera menangkap pelaku intimidasi dan pengancaman terhadap wartawan tersebut. (Red/CN)

banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250

Komentar

Terbaru