Hari Jadi Humas Polri ke-73, Polda Malut dan Jajaran Sumbang 290 Kantong Darah

TERNATE, CN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-73, Bidhumas Polda Provinsi Maluku Utara (Malut) melaksanakan kegiatan Donor Darah serentak bertempat di Aula Kieraha Polda Malut, Selasa (29/10/2024).

Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., usai melaksanakan donor darah mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini dilaksanakan serentak diseluruh polda se Indonesia hingga tingkat Polres/Ta.

“hari ini kita serentak melaksanakan kegiatan Donor darah di seluruh Polda di Indonesia dalam rangka memperingati hari jadi Humas Polri ke-73. Peringatan hari jadi Humas Polri ke-73 ini mengusung tema “73 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Humas Polri Presisi Menuju Indonesia Maju” lebih ditekankan pada kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat seperti bakti sosial,” ucapnya.

Dari hasil donor darah Bidhumas Polda Malut dan jajaran mendapatkan 290 kantong darah dan darah tersebut telah diserahkan ke PMI Kota Ternate.

“Harapan saya di Hari Jadi Humas Polri yang ke – 73, kegiatan donor darah serentak ini menjadi ladang amal dan pahala bagi para pendonor dan dapat membawa manfaat bagi yang memerlukan transfusi darah,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Malut juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada peserta donor darah baik personil Polda Malut dan jajaran, berserta awak media dan instansi terkait yang telah berpartisipasi pada donor darah serentak dalam rangka hari jadi Humas Polri ke-73 Tahun 2024.

“Personil Bidhumas, Biddokkes Polda Malut dan PMI Kota Ternate yang telah berkontribusi dalam membantu pelaksanaan donor darah serentak dalam rangka hari jadi ke-73 Humas Polri di Polda Malut sehingga berjalan sesuai harapan,” tutupnya. (Ridal CN)

335 Pengendara Ditilang dalam Operasi Zebra Kieraha 2024 Hari ke-11

TERNATE, CN – Memasuki hari ke-11 Operasi Zebra Kieraha 2024, Polda Provinsi Maluku Utara (Malut) dan Polres Jajaran telah menemukan ratusan pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara di berbagai titik wilayah Malut.

Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H, saat dikonfirmasi pada, Jumat (25/10/2024) mengungkapkan sesuai data Direktorat Lalu Lintas bahwa Polda Malut dan Polres jajaran pada hari ke 11 operasi Zebra mencatat 335 pelanggaran yang di tilang dan sebanyak 426 Pengendara mendapat teguran.

“Mayoritas pelanggaran didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, berboncengan tidak menggunakan helm belakang dan pengendara anak di bawah umur. Hingga kini pengendara yang kami tilang karena tidak mematuhi aturan tersebut,” ungkapnya.

Selain melakukan penindakan, Tim Oprasi Zebra Polda Malut juga fokus pada pendidikan masyarakat (Dikmas) agar kesadaran berlalu lintas semakin meningkat. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai platform, termasuk konten meme di media sosial Ditlantas Polda Malut dan Humas Polda Malut serta pemasangan spanduk dan pamflet di sejumlah lokasi strategis yang sering dilalui pengendara.

“Edukasi secara kreatif dan efektif terus di lakukan agar pesan tertib lalu lintas bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui Operasi Zebra Kieraha 2024, harapannya, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Malut dapat ditekan salah satunya dengan selalu mematuhi peraturan dan menjaga keselamatan saat berkendara.

“Kami mengingatkan pengendara untuk lebih tertib dan disiplin di jalan, terutama dengan selalu memakai helm. Nyawa Anda sangat berharga dan keselamatan adalah prioritas,” tegasnya. (Ridal CN)

Peringati HUT ke-22, Propam Polda Malut Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Al-Yatama

TERNATE, CN – Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku Utara (Malut), melaksanakan kegiatan bakti sosial di Yayasan Panti Asuhan Al-Yatama yang bertempat di Jalan Cengkeh Afo, Kota Ternate, Rabu (23/10/2024).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Propam Polri ke-22.

Dipimpin langsung oleh Kabidpropam Polda Malut, Kombes Pol. Hery Purnomo, S.I.K., kegiatan tersebut melibatkan para Kasubbid, Kasubbag, dan seluruh personel Bidpropam Polda Malut.

Dalam kegiatan itu, Bidpropam Polda Malut menyerahkan berbagai paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, kecap, gula, bumbu dapur, tepung terigu, susu kotak Ultramilk serta kebutuhan mandi dan cuci.

Penyerahan paket sembako ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak panti asuhan.

“Kami berharap, melalui bakti sosial ini, hubungan antara kepolisian dan masyarakat dapat semakin erat, serta memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Kabidpropam.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata Polri dalam mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya untuk membantu mereka yang membutuhkan.

“Dengan semangat kebersamaan, Bidpropam Polda Malut berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tutupnya. (Ridal CN)

Polda Malut Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wapres 2024-2029

TERNATE, CN – Polda Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar Apel Kesiapan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia periode 2024-2029 di lapangan Mapolda Malut, pada Minggu (20/10/2024).

Apel tersebut merupakan bagian dari persiapan pengamanan jelang pelantikan yang akan dilaksanakan di Jakarta.

Karo Ops Polda Malut, Kombes Pol. Monang Maradu Zonar Simanjuntak, S.I.K., memimpin apel yang turut dihadiri oleh Irwasda Polda Malut, pejabat utama, dan personel Polda Malut.

Dalam sambutannya, Karo Ops menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian akhir dari Operasi Mantap Brata Kieraha 2023-2024.

Ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan pemilu, mulai dari pendaftaran hingga pencoblosan, telah berjalan dengan baik. Pelantikan Presiden dan Wapres menjadi momen penting yang membutuhkan perhatian dan pengamanan yang ketat.

“Meski Maluku Utara hanya melaksanakan pengamanan secara imbangan, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan untuk memastikan situasi kondusif,” ujar Karo Ops.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga pelantikan dapat berlangsung aman dan lancar.

“Saya yakin, dengan semangat dan pengabdian tinggi, kita dapat menyelesaikan tugas pengamanan ini dengan sukses,” tutupnya. (Ridal CN)

Polisi Kawal Pendaftaran Cagub Nomor Urut 4 di KPU Malut

TERNATE, CN – Personel Operasi Mantap Praja Kieraha 2024 melaksanakan pengamanan ketat di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut), Kelurahan Kota Baru, Kota Ternate, terkait pendaftaran Calon Gubernur (Cagub) untuk Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 4, Kamis (17/10/2024).

Pengamanan dipimpin Kasubsatgas PAM Kantor penyelenggaraan, Satgas Preventif, Kompol Musliadi M, S.H.

Kabidhumas Polda Malut, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pendaftaran Cagub untuk Paslon Nomor Urut 4 ini dilakukan untuk menggantikan Paslon sebelumnya yang menjadi korban dalam insiden terbakarnya speedboat Bella 72 di Kabupaten Pulau Taliabu.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses pengamanan selama kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.

“Pihak kepolisian komitmen dalam menjaga kondusivitas serta keamanan jalannya tahapan pemilihan gubernur,” tegasnya.

Personel pengamanan Operasi Mantap Praja disebar ke beberapa titik strategis guna memastikan tahapan kegiatan di KPU berjalan tanpa hambatan, baik dari sisi keamanan maupun ketertiban.

“Kepolisian juga bekerja sama dengan pihak penyelenggara untuk memastikan kelancaran seluruh kegiatan,” pungkasnya. (Ridal CN)

Survei Pilgub Malut di Kota Ternate: Husain-Asrul Ungguli 3 Paslon, MK-BISA Hanya 5,3%

TERNATE, CN – Litbang Halmahera Post merilis hasil survei elektabilitas Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) di Kota Ternate yang berlaga di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Maluku Utara (Malut) 2024.

Survei tersebut dilaksanakan pada 4 hingga 11 Oktober 2024, yang dilaksanakan sebelum kejadian naas yang menimpah Cagub nomor urut 4, Benny Laos di Kabupaten Pulau Taliabu pada Sabtu (12/10) lalu.

Survei Pemilihan Gubernur (Pilgub) Malut ini, menunjukkan Pasangan Calon (Paslon), Sultan Husain Alting Sjah dan Asrul Rasyid Ichsan unggul dengan elektabilitas sebesar 57,6%, disusul Benny Laos dan Sarbin Sehe dengan 27,6%. Di posisi ketiga, Aliong Mus dan Sahril Thahir meraih 9,1% dan Muhammad Kasuba dan Basri Salama hanya mendapatkan 5,3%. Sementara itu, sebanyak 0,4% pemilih masih belum menentukan pilihannya (undecided voters).

Hasil survei ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan dibandingkan dengan survei sebelumnya yang dilakukan pada 31 Agustus hingga 7 September 2024. Saat itu, Paslon Sultan-Asrul yang diusung PDIP, Partai Buruh dan Partai Ummat, hanya unggul tipis dengan 42,7%, terpaut 3,2% dari Benny Laos-Sarbin, yang didukung koalisi besar Nasdem, PKB, Demokrat, PAN, PPP, Gelora, PSI dan Partai Buruh, dengan 39,5%.

Namun, dalam survei terbaru ini, Paslon Sultan-Asrul berhasil meningkatkan dukungannya hingga 57,6%. Sementara Benny-Sarbin justru mengalami penurunan elektabilitas hingga 27,6%.

Perbandingan hasil survei ini, menunjukkan adanya perubahan sikap pemilih di Kota Ternate dalam kurun waktu 1 bulan. Penurunan drastis pada elektabilitas Benny-Sarbin ini tidak lepas dari pengaruh pernyataan Sultan Ternate, Mudaffar Syah, yang menyatakan dukungan terbuka kepada Benny Laos, pada 23 September 2024, lalu mengunggahnya melalui akun instagramnya.

Pernyataan tersebut direspon oleh sebagian masyarakat, yang melihatnya sebagai bentuk intervensi politik dari pihak yang seharusnya netral. Hal ini menyebabkan berpindahnya dukungan ke Paslon Sultan-Asrul, yang dianggap lebih independen dalam kampanye mereka.

Direktur Litbang Halmahera Post, Jufri Abubakar, mengungkapkan bahwa pernyataan Sultan Ternate tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan elektabilitas Benny Laos.

“Dukungan Sultan Ternate terhadap Benny Laos seharusnya memperkuat posisinya, namun yang terjadi justru sebaliknya. Banyak pemilih suku Ternate yang menilai bahwa politik seharusnya dijalankan dengan kebebasan tanpa campur tangan pihak lain, sehingga mereka beralih mendukung Sultan-Asrul yang dipandang lebih merakyat,” jelas Jufri.

Namun, disisi lain, posisi AM-SAH dan MK-BISA relatif stagnan. Kelemahan utama AM-SAH di Ternate adalah karena mesin Partai pendukungnya tidak bergerak signifikan. Sehingga sulit untuk membangun basis dukungan yang lebih kuat.

Sedangkan MK-BISA, menghadapi tantangan yang berbeda yaitu sulit mendapatkan simpati dari banyak warga Ternate. Hal ini, disebabkan persepsi publik yang melekat pada MK sebagai saudara mantan Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba. Citra ini semakin sulit dilepaskan karena seluruh proses sidang korupsi Abdul Gani Kasuba berlangsung di Ternate, yang secara langsung mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap MK-BISA.

Jufri menambahkan, dinamika ini menunjukkan bahwa dalam politik elektoral, latar belakang pribadi dan keluarga bisa menjadi faktor krusial yang mempengaruhi persepsi pemilih.

“AM-SAH dan MK-BISA masih memiliki peluang, namun mereka perlu bekerja keras untuk mengubah persepsi publik dan menggerakkan mesin partai mereka jika ingin mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu kampanye,” ujarnya.

Jufri bilang, kontestasi di Kota Ternate akan semakin menarik dalam 30 hari terakhir menjelang masa tenang pemilihan. Hal ini terutama disebabkan keputusan Sherly Tjoanda, yang kini didaulat menggantikan mendiang Benny Laos.

“Sherly menjadi satu-satunya kontestan perempuan pertama dalam sejarah Pilgub Maluku Utara. Dan tentunya ini akan membawa angin segar dalam dinamika pemilihan. Sherly bisa jadi Kuda Hitam atau Kuda Troya dalam politik elektoral Maluku Utara. Sebagai kuda hitam, dia berpotensi mengejutkan dengan dukungan yang tak terduga, sementara sebagai kuda Troya, dia bisa menarik simpati dari pemilih yang selama ini mungkin enggan berpartisipasi dalam politik, namun terpengaruh oleh kehadirannya. Situasi ini bisa memicu perubahan yang signifikan, terutama menjelang pemilihan,” tambah Jufri.

Dengan semakin dekatnya waktu pemilihan, dinamika ini menunjukkan bahwa elektabilitas Cagub Malut tidak hanya ditentukan visi dan misi, tetapi juga oleh persepsi publik terhadap interaksi politik yang terjadi di sekitar mereka.

“Para kandidat harus lebih peka terhadap perubahan sentimen pemilih yang dapat mempengaruhi hasil akhir pemilihan,” tutup Jufri. (Hardin CN)