Leader SnapBoost Maluku Utara Diduga Kabur Usai Tipu Korban Miliaran, Polisi Diminta Segera Tangkap Safrudin Bobote

HALSEL, CN – Dugaan penipuan berkedok investasi online melalui aplikasi SnapBoost kembali mencuat di Provinsi Maluku Utara (Malut). Seorang pria bernama Safrudin Bobote, yang disebut-sebut sebagai leader SnapBoost wilayah Maluku Utara, diduga menghilang setelah aplikasi tersebut terungkap bermasalah dan merugikan banyak korban hingga miliaran rupiah.

Sejumlah korban menuding Safrudin Bobote berperan aktif meyakinkan masyarakat untuk menanamkan dana ke aplikasi SnapBoost dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Menurut keterangan korban, Safrudin Bobote diduga bekerja sama dengan seorang perempuan bernama Tiara Altintoph H, yang disebut sebagai konsultan SnapBoost Maluku Utara. Keduanya diduga meyakinkan para korban bahwa dana jaminan senilai Rp2 miliar telah tersimpan di rekening pribadi Safrudin Bobote, sehingga menimbulkan rasa percaya di tengah masyarakat.

Akibat bujuk rayu tersebut, banyak warga yang menyetorkan uang ke SnapBoost. Dana yang digunakan para korban disebut berasal dari tabungan kebutuhan sehari-hari, modal usaha, biaya pembangunan rumah, tabungan haji, hingga hasil gadai kendaraan bermotor demi mengejar keuntungan berlipat ganda.

Nominal kerugian korban bervariasi, mulai dari Rp503 ribu, puluhan juta rupiah, hingga ratusan juta rupiah.

Ironisnya, saat tanda-tanda aplikasi bermasalah mulai terlihat, para korban mengaku Safrudin Bobote dan Tiara justru kembali mendorong masyarakat melakukan deposit lebih besar dengan iming-iming keuntungan 100 persen dari modal.

Tak hanya itu, Safrudin Bobote juga diduga pernah menjanjikan seminar akbar di Kota Ternate dengan hadiah Emas Antam, iPhone 17 Pro max, Sepeda motor, hingga mobil. Namun, korban diminta terlebih dahulu melakukan deposit puluhan juta rupiah. Hingga kini seminar tersebut disebut tidak pernah terlaksana.

Korban juga mengungkap adanya program penjualan motor Scoopy dan mobil dengan harga murah, masing-masing Rp17 juta dan Rp20 juta serta Rp75 juta hingga Rp175 juta. Namun belakangan diketahui kendaraan yang diserahkan kepada sebagian korban diduga merupakan unit kredit yang belum lunas.

“Semoga pihak Polsek, Polres, Polda hingga Mabes Polri segera menangkap Safrudin Bobote sebagai leader SnapBoost di Maluku Utara,” pinta salah seorang korban yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Kamis (23/4/2026).

Korban menambahkan, Safrudin Bobote sebelumnya mengaku bahwa aplikasi SnapBoost didirikan di Amerika Serikat (AS) dan telah berdiri sejak tahun 2019. Sehingga dirinya bergabung sejak tahun 2020.

“Safrudin Bobote sudah tidak dapat dihubungi. Tiga nomor kontak yang biasa digunakannya sudah tidak aktif sama sekali. Kasus ini diharapkan menjadi perhatian aparat penegak hukum agar para korban mendapat keadilan,” tutupnya. (Hardin CN)

Lapor ke Polda Jateng, Korban Ungkap Dugaan Penipuan SnapBoost Rp22,5 Miliar

SEMARANG, CN – Dugaan penipuan online berkedok investasi melalui aplikasi SnapBoost resmi dilaporkan ke Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah (Jateng). Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Aduan Nomor STPA/637/IV/2026/Ditressiber tertanggal 13 April 2026.

Pelapor, Arif Yulmanto, warga Kabupaten Demak, mengungkapkan dirinya mengalami kerugian hingga Rp22,5 miliar akibat sistem investasi yang menjanjikan keuntungan harian sebesar 1,8 persen dari modal.

Dalam keterangannya, Arif menjelaskan bahwa awal mula ia terjerat setelah berkenalan dengan seorang wanita melalui aplikasi kencan. Dari komunikasi tersebut, ia kemudian diarahkan untuk bergabung ke platform SnapBoost yang diklaim sebagai aplikasi penghasil keuntungan.

“Saya awalnya dikenalkan oleh seorang wanita, lalu diarahkan masuk ke aplikasi SnapBoost dengan janji keuntungan harian. Sistemnya terlihat meyakinkan,” ujar Arif sebagaimana tertuang dalam laporan.

Tak hanya sebagai pengguna, Arif mengaku sempat diminta membangun jaringan dan mengelola anggota dalam jumlah besar. Ia bahkan menyebut jumlah anggota yang terlibat mencapai ribuan orang.

“Saya sempat membangun tim hingga kurang lebih 7.000 anggota. Semua dikelola melalui aplikasi tersebut, termasuk urusan keuangan,” jelasnya.

Namun, sejak 16 Maret hingga 13 April 2026, aktivitas penarikan dana diduga tidak dapat dilakukan. Arif menyebut dana miliknya dan para anggota tertahan di dalam sistem.

“Sejak pertengahan Maret, dana sudah tidak bisa ditarik. Uang saya dan juga anggota tertahan di aplikasi. Ini yang membuat saya akhirnya melapor,” tegasnya.

Dalam laporan itu juga dicantumkan sejumlah nomor telepon, rekening bank, serta alamat dompet kripto (USDT) yang diduga terkait dengan pihak terlapor.

Kasus ini kini dalam penanganan Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah. Korban berharap aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengusut pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Saya berharap kasus ini bisa diusut tuntas dan ada kejelasan bagi kami para korban,” pungkasnya. (Hardin CN)

Jelang Seminar Akbar SnapBoost di Ternate, Target 2.000 Peserta Siap Hadir

HALSEL, CN – Menjelang pelaksanaan Seminar Akbar SnapBoost yang dijadwalkan berlangsung pada 4 April 2026 di Bela Hotel, Kota Ternate, antusiasme masyarakat terus meningkat. Panitia bahkan menargetkan sebanyak 2.000 peserta akan hadir dalam kegiatan tersebut.

Seminar ini diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan terbesar di Provinsi Maluku Utara (Malut), dalam bidang edukasi digital dan pengembangan peluang penghasilan berbasis platform.

Konsultan SnapBoost Wilayah Malut, Tiara Altintoph H, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat menunjukkan besarnya ketertarikan terhadap peluang digital saat ini.

“Target 2.000 peserta ini bukan tanpa alasan. Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, terutama dari kalangan anak muda dan pelaku usaha yang ingin berkembang di era digital. Seminar ini akan menjadi ruang belajar sekaligus peluang untuk bertumbuh bersama,” ujar Tiara, kepada wartawan cerminnusantara.co.id melalui pesan WhatsApp pada Minggu (29/3).

Sementara itu, Koordinator Leader SnapBoost Tim Molucas, Safrudin Bobote, menegaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala kebutuhan teknis untuk menyambut ribuan peserta.

“Kami optimis target 2.000 peserta dapat tercapai. Persiapan sudah kami lakukan secara maksimal, baik dari sisi tempat, registrasi, maupun teknis pelaksanaan. Kami ingin memastikan semua peserta mendapatkan pengalaman terbaik,” ungkap Safrudin.

Ia juga menambahkan bahwa seminar ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun jaringan dan memperluas relasi di komunitas SnapBoost.

“Acara yang akan digelar di Bela Hotel Kota Ternate ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Maluku Utara, khususnya dalam meningkatkan literasi digital dan membuka peluang ekonomi baru,” harapnya.

Panitia pun mengimbau kepada masyarakat yang ingin ikut serta agar segera melakukan pendaftaran, mengingat kuota peserta yang terus bertambah dan terbatas. (Hardin CN)

SnapBoost Rencanakan Buka Kantor Resmi di Jakarta, Program Kartu Kredit Segera Diluncurkan

HALSEL, CN – Platform digital SnapBoost Indonesia dikabarkan akan memasuki fase baru pengembangannya dengan rencana mendirikan kantor resmi di Jakarta pada awal Mei 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui pembaruan dari kantor pusat SnapBoost kepada para pengguna dan tim di Indonesia.

Selain pembukaan kantor resmi, SnapBoost juga berencana meluncurkan program Kartu Kredit SnapBoost yang ditujukan untuk memberikan kemudahan serta dukungan finansial bagi pengguna aktif platform tersebut.

Dalam informasi yang beredar, pengguna SnapBoost dapat mengajukan kartu kredit apabila saldo akun telah mencapai US$2.000 atau sekitar Rp33,5 juta. Besaran limit kredit nantinya akan disesuaikan dengan jumlah saldo yang dimiliki pengguna.

Program kartu kredit ini juga disebut akan menawarkan skema kredit dengan bunga 0 persen, meskipun ketentuan detailnya masih menunggu pengumuman resmi dari pihak perusahaan. Peluncuran kartu kredit tersebut juga direncanakan bekerja sama dengan beberapa bank lokal di Indonesia.

Adapun kartu kredit SnapBoost nantinya akan memiliki beberapa tingkatan, yakni Kartu Klasik, Kartu Emas, Kartu Emas Hitam, Kartu Elite Dunia, hingga Kartu Dunia Tak Terbatas.

Kartu tersebut dirancang untuk digunakan dalam berbagai transaksi di merchant yang berpartisipasi, seperti pembelian elektronik, furnitur, kendaraan listrik atau mobil, kebutuhan bisnis, hingga kebutuhan sehari-hari.

Konsultan SnapBoost wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut), Tiara Altintoph H., menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, pembukaan kantor resmi di Jakarta dan peluncuran program kartu kredit dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap platform SnapBoost.

“Dengan adanya kantor resmi dan program kartu kredit ini, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap SnapBoost semakin meningkat. Ini juga menjadi peluang bagi anggota untuk mengembangkan aset digital mereka secara lebih terarah,” ujarnya kepada wartawan melalui via WhatsApp, Kamis (12/2).

Sementara itu, Koordinator Leader SnapBoost Tim Molucas (Maluku Utara), Safrudin Bobote, mengungkapkan bahwa perkembangan komunitas SnapBoost di Maluku Utara saat ini cukup pesat.

Ia menyebutkan bahwa Tim Molucas SnapBoost kini telah memiliki hampir 2.000 anggota, yang terdiri dari berbagai tingkatan mulai dari VIP 1, VIP 2, VIP 3, VIP 4, VIP 5 hingga VIP 6.

“Antusiasme masyarakat Maluku Utara terhadap SnapBoost cukup tinggi. Saat ini anggota kami sudah mendekati dua ribu orang dengan berbagai level VIP. Kami berharap dengan adanya rencana program baru dari pusat, perkembangan komunitas ini akan semakin kuat dan memberikan manfaat bagi para anggota,” kata Safrudin.

Dengan rencana pengembangan tersebut, SnapBoost diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para penggunanya dalam mengelola aset digital serta memanfaatkan fasilitas keuangan yang akan disediakan oleh platform tersebut. (Hardin CN)

Safrudin Bobote Gelar Sosialisasi Aplikasi SnapBoost di Desa Laluin, Konsultan Tiara Berikan Dukungan dari Jakarta

HALSEL, CN — Safrudin Bobote selaku Leader SnapBoost Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi aplikasi SnapBoost di Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Sabtu (15/11/2025) malam.

Acara yang berlangsung meriah ini dipadati warga setempat yang antusias mengikuti penjelasan mengenai peluang penghasilan digital melalui aplikasi SnapBoost. Safrudin Bobote memaparkan cara kerja aplikasi, mulai dari menonton konten, memberikan like, hingga mekanisme penarikan saldo harian.

Dalam pemaparannya, Safrudin menyebutkan bahwa minat masyarakat terhadap aplikasi ini terus meningkat. Hingga saat ini, hampir 1.000 orang telah resmi mendaftar sebagai anggota SnapBoost, baik dari wilayah Halsel maupun daerah lainnya di Malut.

Kegiatan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dari Tiara Altintoph H selaku Konsultan SnapBoost. Meskipun tidak hadir secara langsung karena berada di Jakarta, Tiara tetap memantau perkembangan aktivitas tim dan memberikan arahan terhadap pelaksanaan program sosialisasi.

“Kami ingin membuka wawasan masyarakat desa dan memberikan peluang ekonomi digital yang bisa dimanfaatkan kapan pun dan di mana pun,” ujar Safrudin Bobote.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab serta pendampingan bagi warga yang ingin langsung mendaftar. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat terhadap peluang ekonomi berbasis aplikasi digital.

Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat Desa Laluin diharapkan semakin siap memanfaatkan teknologi sebagai sumber pendapatan tambahan di era modern. (Hardin CN)