Program PELANGI Dorong Kebangkitan Pertanian di Kawasan Tambang Pulau Obi

HALSEL, CN – Di tengah industri pertambangan Pulau Obi,Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), sebuah gerakan kedaulatan pangan tumbuh dari tangan dingin Darwan Aduhasan (33). Melalui inisiatif Petani Milenial, Darwan berhasil membuktikan bahwa sektor pertanian dan pertambangan dapat berjalan beriringan serta berkolaborasi untuk menyejahterakan masyarakat lokal.

Darwan, seorang sarjana komunikasi, memilih meletakkan ijazahnya untuk kembali mengelola lahan pertanian. Ia kini memimpin kelompok tani di Desa Buton dan menjadi salah satu pemasok kebutuhan pangan karyawan Harita Nickel. Langkah ini berbeda dari kebanyakan pemuda di Pulau Obi yang berbondong-bondong masuk ke industri tambang.

“Saya melihat potensi pertanian di wilayah ini sangat besar. Selama 15 tahun, keluarga kami bisa bertahan hidup bahkan membiayai pendidikan hingga sarjana murni dari hasil pertanian dan hortikultura. Kehadiran industri juga membuka jalan kolaborasi yang sangat membantu dalam ketersediaan pasar,” ujar Darwan, Rabu (11/2).

Untuk menghidupkan kembali minat pemuda di sektor pertanian, Darwan membentuk kelompok tani bernama PELANGI (Petani yang Menjunjung Tinggi Nilai Persatuan dan Gotong Royong). Kelompok ini menjadi perintis kedaulatan pangan di lingkar tambang dengan misi mengubah pola pikir bahwa bekerja layak tidak hanya di area perusahaan.

Pasokan Semangka Organik untuk Karyawan

Kolaborasi antara petani dan perusahaan mulai menguat sejak 2022 melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel. Berawal dari lahan 2 hektare, kelompok tani binaan Darwan seperti Kelompok Tani Daun Hijau dan Cempaka berhasil memanen masing-masing 7 hingga 8 ton semangka per hektare.

Sejak 2024, Harita Nickel juga mendorong petani beralih sepenuhnya ke sistem pertanian organik.

“Kami dibimbing oleh tim CSR perusahaan untuk memproduksi pupuk kompos mandiri dan pestisida nabati. Hasilnya, meskipun sempat ada penyesuaian produksi, biaya modal kami turun drastis. Dengan modal hanya Rp250.000, kami bisa memanen 2,75 ton semangka organik murni,” jelas Darwan, yang juga merupakan peraih Penghargaan Pengembangan Desa Berkelanjutan 2024 dari Kemendes.

Seluruh hasil panen kini rutin didistribusikan ke katering Harita Nickel untuk dikonsumsi ribuan karyawan perusahaan. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan, di mana perusahaan mendapatkan pasokan pangan segar dan sehat, sementara petani memperoleh kepastian pasar.

Program perluasan lahan pun terus berjalan. Dari yang semula hanya melibatkan 28 orang, Darwan menargetkan pada 2026 akan ada 100 petani aktif yang mengelola sawah, hortikultura, hingga buah-buahan seperti semangka.

“Harapan saya melalui program PELANGI, masyarakat sadar bahwa sektor pertanian mampu menghidupi kehidupan secara layak dan berkelanjutan, bahkan di daerah yang dikenal sebagai pusat pertambangan,” pungkasnya. (Hardin CN)

Sinergi Pemerintah dan Harita Nickel Dorong Ketahanan Pangan di Pulau Obi

HALSEL, CN – Kolaborasi antara Harita Nickel dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), dalam memperkuat ketahanan pangan lokal membuahkan hasil positif. Kedua pihak menggelar panen raya padi sawah seluas 12 hektare di Desa Buton, Kecamatan Obi, Jumat (23/1/2026), dengan proyeksi peningkatan produktivitas yang signifikan.

Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang hadir memimpin panen raya, menegaskan bahwa keberhasilan ini mematahkan anggapan bahwa wilayah Obi sulit dikembangkan untuk pertanian padi.

“Apa yang selama ini identik dengan daerah lain, hari ini terbukti hadir di Obi dan memberikan manfaat nyata. Ini menunjukkan potensi besar yang dapat berkontribusi pada ekonomi lokal,” ujar Bupati Bassam.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci utama dalam penyediaan infrastruktur serta pendampingan petani. Pemerintah Daerah (Pemda), tegasnya, berkomitmen mendukung pengembangan pertanian sawah melalui penguatan infrastruktur pendukung, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas petani.

Produktivitas Meningkat Tajam

Sebelum panen raya, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi bersama petani dan tim Community Development Harita Nickel melakukan pengubinan dengan hasil produktivitas mencapai 8 ton per hektare.

Plt Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Halsel, Suyatmi Aljogja, memaparkan bahwa hasil panen kali ini mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat dibanding musim tanam sebelumnya. Angka tersebut bahkan melampaui rata-rata nasional yang berkisar 5 ton per hektare.

“Peluang pengembangan masih sangat besar, mengingat Desa Buton memiliki potensi lahan sawah hingga 100 hektare yang belum tergarap optimal,” jelas Suyatmi.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang solid dengan perusahaan, dukungan pendampingan teknis yang memadai, pemanfaatan sarana produksi pertanian, serta peningkatan kapasitas petani.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga menyerahkan bantuan mesin perontok padi (thresher) untuk meningkatkan efisiensi pascapanen.

Dorong Pertanian Berkelanjutan

Peningkatan produktivitas ini tidak terlepas dari dukungan Harita Nickel melalui program Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI). Community Development Superintendent Harita Nickel, Suryo Aji, menjelaskan bahwa program ini melibatkan 28 anggota aktif dari dua kelompok tani, yakni Poktan Akemoriri dan Poktan Batu Putih, Koperasi Milenial Obi, serta Pemerintah Desa (Pemdes) Buton.

“Panen raya ini adalah bukti ketekunan dan kerja keras petani. Pengukuhan Kelompok Tani Milenial menjadi simbol harapan dan regenerasi, sementara tanam perdana mencerminkan masa depan pertanian yang berkelanjutan. Kami percaya kolaborasi lintas sektor dapat menjadikan pertanian sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian, dilakukan pula pengukuhan Kelompok Tani Milenial. Sebanyak 17 pemuda dari Desa Buton, Jikotamo, dan Akegula dikukuhkan sebagai motor penggerak regenerasi petani di Pulau Obi.

Kegiatan panen raya ditutup dengan prosesi panen bersama serta penanaman perdana padi sawah sebagai simbol keberlanjutan musim tanam berikutnya. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Harita Nickel berharap sektor pertanian di Halsel terus berkembang, berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Hardin CN)

100 Mahasiswa Asal Pulau Obi Terima Beasiswa Harita Gemilang 2025

HALSEL, CN – Pembangunan manusia menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan jangka panjang, khususnya di wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses pendidikan seperti Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di kisaran 66,66, penguatan sektor pendidikan menjadi agenda strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam konteks tersebut, Harita Nickel kembali menegaskan komitmennya di bidang pendidikan melalui Penyerahan Beasiswa Harita Gemilang 2025 bagi 100 mahasiswa asal Pulau Obi.

Program Beasiswa Harita Gemilang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan yang telah dijalankan sejak tahun 2024. Inisiatif ini dirancang sebagai upaya jangka panjang untuk membuka akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda di wilayah operasional perusahaan.

Pada Jumat 26 Desember tahun 2025, beasiswa diberikan kepada 100 mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seluruh penerima telah melalui proses seleksi yang kompetitif dengan mempertimbangkan prestasi akademik, kondisi ekonomi keluarga, serta motivasi untuk kembali berkontribusi bagi daerah asal. Beasiswa ini disalurkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya tempat tinggal, dan kebutuhan akademik lainnya.

Bagi para penerima, Beasiswa Harita Gemilang tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri dan motivasi untuk menyelesaikan studi. Salah satu penerima, Lista Boring, mahasiswi asal Desa Air Mangga yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Manado, mengungkapkan bahwa beasiswa ini memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan studinya.

“Dengan adanya beasiswa dari Harita Nickel, saya merasa sangat terbantu, terutama untuk biaya UKT, tempat tinggal, dan kebutuhan kuliah lainnya. Bantuan ini membuat saya lebih semangat menyelesaikan studi dan nantinya kembali berkontribusi membangun daerah asal,” ujarnya.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa Beasiswa Harita Gemilang dirancang sebagai bagian dari PPM yang berorientasi pada pembangunan manusia jangka panjang.

“Beasiswa Harita Gemilang merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkar area operasional. Harapannya, para penerima dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali berperan aktif dalam pembangunan Pulau Obi,” ujar Broto.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, perguruan tinggi, serta pemerintah desa guna memastikan ketepatan sasaran dan keberlanjutan program. Selain bantuan finansial, Harita Nickel juga menerapkan mekanisme monitoring dan evaluasi untuk memastikan manfaat beasiswa dirasakan secara berkelanjutan. (Hardin CN)

Bupati Halsel Tunaikan Janji, Peningkatan Jalan dari Lapen ke Hotmix di Pulau Obi

HALSEL, CN – Warga Pulau Obi boleh bernafas lega setelah Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba menuntaskan janji peningkatan Halan pulau Obi dari Lapen ke Hotmix.

Pembangunan Jalan yang dijadwalkan selesai pada 24 Juli 2024 ini, akan memberikan dampak positif bagi aktifitas masyarakat serta perekonomian lokal.

Proyek peningkatan Nalan dari Lapen ke Hotmix di pulau Obi yang diresmikan pada 20 Juli ini, mencakup Jalan sepanjang 3,1 kilometer yang menghubungkan Rumah Sakit Umum (RSU) Obi hingga Desa Akegula di Kecamatan Obi.

“Pembangunan ini merupakan salah satu komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memajukan daerah,” ungkap Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba saat dikonfirmasi media ini, pada Minggu (21/7).

Berkat projek peningkatan Jalan tersebut, masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam mobilitas sekaligus membuka lebih banyak peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Akses yang lebih baik ke RSU Obi akan mempermudah masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan dan membuka lebih banyak peluang usaha,” kata Politisi PKS itu.

Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba tetap berkomitmen dalam memenuhi janjinya untuk memajukan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sangatlah diapresiasi. Hal ini akan menjadi sebuah contoh yang bagus bagi para pemimpin lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Pembangunan jalan dari Lapen ke Hotmix akan membawa dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kesehatan,” ujar Anak Sulung mantan Bupati Halsel 2 periode Muhammad Kasuba itu.

Kata Bassam Kasuba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel dengan proyek peningkatan Jalan Pulau Obi berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya. (Hardin CN)