SnapBoost Rencanakan Buka Kantor Resmi di Jakarta, Program Kartu Kredit Segera Diluncurkan

HALSEL, CN – Platform digital SnapBoost Indonesia dikabarkan akan memasuki fase baru pengembangannya dengan rencana mendirikan kantor resmi di Jakarta pada awal Mei 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui pembaruan dari kantor pusat SnapBoost kepada para pengguna dan tim di Indonesia.

Selain pembukaan kantor resmi, SnapBoost juga berencana meluncurkan program Kartu Kredit SnapBoost yang ditujukan untuk memberikan kemudahan serta dukungan finansial bagi pengguna aktif platform tersebut.

Dalam informasi yang beredar, pengguna SnapBoost dapat mengajukan kartu kredit apabila saldo akun telah mencapai US$2.000 atau sekitar Rp33,5 juta. Besaran limit kredit nantinya akan disesuaikan dengan jumlah saldo yang dimiliki pengguna.

Program kartu kredit ini juga disebut akan menawarkan skema kredit dengan bunga 0 persen, meskipun ketentuan detailnya masih menunggu pengumuman resmi dari pihak perusahaan. Peluncuran kartu kredit tersebut juga direncanakan bekerja sama dengan beberapa bank lokal di Indonesia.

Adapun kartu kredit SnapBoost nantinya akan memiliki beberapa tingkatan, yakni Kartu Klasik, Kartu Emas, Kartu Emas Hitam, Kartu Elite Dunia, hingga Kartu Dunia Tak Terbatas.

Kartu tersebut dirancang untuk digunakan dalam berbagai transaksi di merchant yang berpartisipasi, seperti pembelian elektronik, furnitur, kendaraan listrik atau mobil, kebutuhan bisnis, hingga kebutuhan sehari-hari.

Konsultan SnapBoost wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut), Tiara Altintoph H., menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, pembukaan kantor resmi di Jakarta dan peluncuran program kartu kredit dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap platform SnapBoost.

“Dengan adanya kantor resmi dan program kartu kredit ini, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap SnapBoost semakin meningkat. Ini juga menjadi peluang bagi anggota untuk mengembangkan aset digital mereka secara lebih terarah,” ujarnya kepada wartawan melalui via WhatsApp, Kamis (12/2).

Sementara itu, Koordinator Leader SnapBoost Tim Molucas (Maluku Utara), Safrudin Bobote, mengungkapkan bahwa perkembangan komunitas SnapBoost di Maluku Utara saat ini cukup pesat.

Ia menyebutkan bahwa Tim Molucas SnapBoost kini telah memiliki hampir 2.000 anggota, yang terdiri dari berbagai tingkatan mulai dari VIP 1, VIP 2, VIP 3, VIP 4, VIP 5 hingga VIP 6.

“Antusiasme masyarakat Maluku Utara terhadap SnapBoost cukup tinggi. Saat ini anggota kami sudah mendekati dua ribu orang dengan berbagai level VIP. Kami berharap dengan adanya rencana program baru dari pusat, perkembangan komunitas ini akan semakin kuat dan memberikan manfaat bagi para anggota,” kata Safrudin.

Dengan rencana pengembangan tersebut, SnapBoost diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para penggunanya dalam mengelola aset digital serta memanfaatkan fasilitas keuangan yang akan disediakan oleh platform tersebut. (Hardin CN)

Raker APDESI Halsel Perkuat Sinergi Kades dan Dorong Program Agromaritim

HALSEL, CN – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Kamis (12/2/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Warung Sarumah, Desa Tomori, Kompleks Jalan Baru ini menjadi momentum konsolidasi para kepala desa (Kades) dalam memperkuat peran pemerintahan desa di Halsel.

Raker tersebut mengusung tema:

“Bersama APDESI Kita Wujudkan Program Pembangunan Desa, Daerah yang Maju, Sejahtera dan Mandiri untuk Halmahera Selatan Senyum dan Humanis.”

Puluhan Kades hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kehadiran tersebut dinilai sebagai cerminan komitmen bersama dalam membangun desa yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera.

Ketua DPD APDESI Halsel, Abdul Azis T. Alammari, menyampaikan bahwa raker ini merupakan upaya menyatukan langkah dalam membangun desa agar lebih mandiri dan berdaya saing. Menurutnya, sinergi antara Kades, Pemerintah Daerah (Pemda), dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“Tujuan dari raker ini, kita membahas berbagai visi, misi hingga persoalan di desa, agar bisa kita kawal dan benar-benar hadir di tengah masyarakat sehingga manfaatnya dirasakan langsung,” ujarnya.

Ketua APDESI Halsel yang juga menjabat sebagai Kades Matuting, Kecamatan Gane Timur Tengah, menambahkan bahwa APDESI berkomitmen mendukung program Agromaritim sebagai motor penggerak ekonomi di Halsel.

“Kami akan berperan aktif agar program APDESI berjalan transparan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris APDESI Halsel, Wahyudi Samad, mengatakan pihaknya juga menyiapkan program pendampingan hukum bagi masyarakat.

“Pendampingan hukum ini bertujuan membantu warga yang memiliki persoalan hukum melalui kuasa hukum yang telah disiapkan APDESI,” jelasnya.

Selain itu, Wahyudi yang juga Kades Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan insan pers di Halsel. Menurutnya, pers merupakan mitra strategis pembangunan sekaligus penjaga kepentingan publik di era transformasi digital.

“Wartawan adalah tulang punggung dan mitra strategis dalam pengawasan program pemerintah, baik di tingkat nasional, daerah, hingga desa,” katanya.

Ia berharap, melalui Raker APDESI Tahun 2026, komitmen bersama antara pemerintah dan insan pers semakin kuat dalam mendukung pembangunan desa di Halsel.

“Pemberitaan yang benar adalah yang menyuarakan harapan rakyat. Kami mengucapkan terima kasih kepada insan pers yang terus menjaga ruang publik, khususnya dalam mengawal program pemerintah desa di Halsel,” tutupnya. (Hardin CN)

Program PELANGI Dorong Kebangkitan Pertanian di Kawasan Tambang Pulau Obi

HALSEL, CN – Di tengah industri pertambangan Pulau Obi,Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), sebuah gerakan kedaulatan pangan tumbuh dari tangan dingin Darwan Aduhasan (33). Melalui inisiatif Petani Milenial, Darwan berhasil membuktikan bahwa sektor pertanian dan pertambangan dapat berjalan beriringan serta berkolaborasi untuk menyejahterakan masyarakat lokal.

Darwan, seorang sarjana komunikasi, memilih meletakkan ijazahnya untuk kembali mengelola lahan pertanian. Ia kini memimpin kelompok tani di Desa Buton dan menjadi salah satu pemasok kebutuhan pangan karyawan Harita Nickel. Langkah ini berbeda dari kebanyakan pemuda di Pulau Obi yang berbondong-bondong masuk ke industri tambang.

“Saya melihat potensi pertanian di wilayah ini sangat besar. Selama 15 tahun, keluarga kami bisa bertahan hidup bahkan membiayai pendidikan hingga sarjana murni dari hasil pertanian dan hortikultura. Kehadiran industri juga membuka jalan kolaborasi yang sangat membantu dalam ketersediaan pasar,” ujar Darwan, Rabu (11/2).

Untuk menghidupkan kembali minat pemuda di sektor pertanian, Darwan membentuk kelompok tani bernama PELANGI (Petani yang Menjunjung Tinggi Nilai Persatuan dan Gotong Royong). Kelompok ini menjadi perintis kedaulatan pangan di lingkar tambang dengan misi mengubah pola pikir bahwa bekerja layak tidak hanya di area perusahaan.

Pasokan Semangka Organik untuk Karyawan

Kolaborasi antara petani dan perusahaan mulai menguat sejak 2022 melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel. Berawal dari lahan 2 hektare, kelompok tani binaan Darwan seperti Kelompok Tani Daun Hijau dan Cempaka berhasil memanen masing-masing 7 hingga 8 ton semangka per hektare.

Sejak 2024, Harita Nickel juga mendorong petani beralih sepenuhnya ke sistem pertanian organik.

“Kami dibimbing oleh tim CSR perusahaan untuk memproduksi pupuk kompos mandiri dan pestisida nabati. Hasilnya, meskipun sempat ada penyesuaian produksi, biaya modal kami turun drastis. Dengan modal hanya Rp250.000, kami bisa memanen 2,75 ton semangka organik murni,” jelas Darwan, yang juga merupakan peraih Penghargaan Pengembangan Desa Berkelanjutan 2024 dari Kemendes.

Seluruh hasil panen kini rutin didistribusikan ke katering Harita Nickel untuk dikonsumsi ribuan karyawan perusahaan. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan, di mana perusahaan mendapatkan pasokan pangan segar dan sehat, sementara petani memperoleh kepastian pasar.

Program perluasan lahan pun terus berjalan. Dari yang semula hanya melibatkan 28 orang, Darwan menargetkan pada 2026 akan ada 100 petani aktif yang mengelola sawah, hortikultura, hingga buah-buahan seperti semangka.

“Harapan saya melalui program PELANGI, masyarakat sadar bahwa sektor pertanian mampu menghidupi kehidupan secara layak dan berkelanjutan, bahkan di daerah yang dikenal sebagai pusat pertambangan,” pungkasnya. (Hardin CN)

Pemuda Obi Ini Buktikan Mimpi Bisa Diraih Lewat Program PELITA Harita Nickel

HALSEL, CN – Di bawah langit Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yang cerah, pemuda asal Desa Soligi, Kecamatan Obi, Kasman La Jaani (18), berdiri tegak. Raut lega sekaligus haru tampak jelas di wajahnya. Di tangannya, tergenggam sebuah sertifikat, bukti bahwa ia bukan lagi pemuda Desa biasa, melainkan salah satu wisudawan terbaik program vokasi Bahasa Mandarin yang digelar Harita Nickel pada Kamis, 27 November 2025.

Namun, lembaran kertas itu bukan sekadar tanda kelulusan. Bagi Kasman, sertifikat tersebut adalah “monumen” kemenangan atas keputusasaan yang nyaris merenggut mimpinya.

Di usia yang masih sangat muda, Kasman harus berada di persimpangan jalan, antara melanjutkan belajar atau mencari sesuap nasi. Perjalanannya bermula saat ia bergabung dalam program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) angkatan ke-3, sebuah program intensif enam bulan hasil kerja sama Harita Nickel dan lembaga IndoPanda. Program ini menjanjikan gerbang menuju masa depan bagi pemuda di desa lingkar tambang. Namun, kenyataan di lapangan tak semudah membalik telapak tangan.

Setiap hari, Kasman harus bertarung dengan jarak. Medan sulit Soligi–Kawasi menjadi santapan sehari-hari. Bukan hanya faktor alam, “badai” sesungguhnya justru datang dari rumah bernama himpitan ekonomi. Sebagai tumpuan harapan keluarga, Kasman terjebak dalam dilema yang menyakitkan.

“Awalnya berat sekali. Saya merasa tidak sanggup dan ingin berhenti saja,” kenang Kasman getir, Selasa (20/1/202).

Saat itu, hanya satu pikiran yang ada di kepalanya, berhenti belajar agar bisa bekerja serabutan demi membantu dapur orang tuanya tetap mengepul,

Pendekatan Hati Tim CSR Mengetuk Pintu Rumah

Kabar tentang niat mundurnya Kasman sampai ke telinga tim Corporate Social Responsibility (CSR) Harita Nickel. Bagi perusahaan, Kasman bukan sekadar angka dalam statistik peserta, melainkan talenta lokal yang cahayanya tak boleh padam begitu saja.

“Kami mendengar cerita Kasman dan berpikir, sayang sekali jika ia berhenti. Kami tahu ada motivasi dan harapan besar dalam dirinya,” ujar Ragil Pardiantoro, Community Development Supervisor Harita Nickel.

Alih-alih memberikan surat peringatan, tim CSR memilih jalan empati. Mereka menempuh perjalanan menuju kediaman Kasman di Desa Soligi untuk berdialog secara kekeluargaan. Di hadapan orang tua Kasman, tim memberikan pemahaman bahwa menguasai Bahasa Mandarin adalah “kunci emas” yang akan mengubah nasib keluarga mereka di masa depan, jauh lebih besar dibanding pendapatan serabutan saat ini.

Ketulusan tim CSR menjadi titik balik. Kunjungan itu meluluhkan keraguan orang tua Kasman.

“Saya bisa lanjut karena kakak-kakak CSR datang meyakinkan saya dan orang tua. Dari situ, semangat saya bangkit kembali,” tutur Kasman.

Dukungan orang tua menjadi bahan bakar baru. Kasman melesat melampaui keterbatasannya. Dari 30 peserta yang memulai perjuangan, hanya 22 orang yang berhasil bertahan hingga garis finis. Kasman secara mengejutkan keluar sebagai lulusan terbaik kedua.

Ia membuktikan bahwa pemuda lingkar tambang bukan hanya penonton di tanah sendiri. Melalui program PELITA, mereka bertransformasi menjadi pemain utama yang memiliki sertifikasi kompetensi di industri global.

Bagi Kasman, hari wisuda itu adalah garis start baru. Program yang memadukan kurikulum berkualitas dengan pendampingan penuh empati ini telah mengubah garis tangannya.

“Saya percaya skill Bahasa Mandarin ini mampu membawa masa depan yang lebih cerah,” katanya penuh optimisme. Di balik senyumnya, kini tak ada lagi keraguan, hanya ada kesiapan untuk menaklukkan tantangan di masa depan. (Hardin CN)