Bupati Halsel Tunaikan Janji, Peningkatan Jalan dari Lapen ke Hotmix di Pulau Obi

HALSEL, CN – Warga Pulau Obi boleh bernafas lega setelah Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba menuntaskan janji peningkatan Halan pulau Obi dari Lapen ke Hotmix.

Pembangunan Jalan yang dijadwalkan selesai pada 24 Juli 2024 ini, akan memberikan dampak positif bagi aktifitas masyarakat serta perekonomian lokal.

Proyek peningkatan Nalan dari Lapen ke Hotmix di pulau Obi yang diresmikan pada 20 Juli ini, mencakup Jalan sepanjang 3,1 kilometer yang menghubungkan Rumah Sakit Umum (RSU) Obi hingga Desa Akegula di Kecamatan Obi.

“Pembangunan ini merupakan salah satu komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memajukan daerah,” ungkap Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba saat dikonfirmasi media ini, pada Minggu (21/7).

Berkat projek peningkatan Jalan tersebut, masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam mobilitas sekaligus membuka lebih banyak peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Akses yang lebih baik ke RSU Obi akan mempermudah masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan dan membuka lebih banyak peluang usaha,” kata Politisi PKS itu.

Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba tetap berkomitmen dalam memenuhi janjinya untuk memajukan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sangatlah diapresiasi. Hal ini akan menjadi sebuah contoh yang bagus bagi para pemimpin lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Pembangunan jalan dari Lapen ke Hotmix akan membawa dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kesehatan,” ujar Anak Sulung mantan Bupati Halsel 2 periode Muhammad Kasuba itu.

Kata Bassam Kasuba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel dengan proyek peningkatan Jalan Pulau Obi berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya. (Hardin CN)

TPPS DP3KB Halsel Gelar Go To School

HALSEL, CN – Pemerintah Daerah (Pemda), Kabupaten halmahera selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terus berupaya mendorong masyarakat untuk berperan dalam menekan kasus Stunting di wilayahnya.

Kali ini, Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Halsel, menggelar Go To School dengan kegiatan audit kasus stunting di SMA Negeri 1 Halsel, Jumat (19/7/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung istri Bupati Halsel yang juga wakil ketua III TPPS Halsel, Bunda Rifa’at Al Sa’adah Bassam, Kepala DP3AKB Halsel Karima Nasaruddin, duta genre Indonesia Maluku Utara tahun 2023, Mudrika Abd Asis Adji serta tim satgas stunting Provinsi Maluku Utara dan ratusan siswa siswi SMAN 1 Halsel.

Bunda Gendre Rifa’at Al Sa’adah Bassam dalam sambutannya, memberikan edukasi kepada pelajar agar tetap menerapkan makan dengan pola gizi seimbang.

“Sangat perlu bagi Kalian (pelajar) untuk mendapatkan pendidikan parenting juga pemahaman kesehatan serta pemahaman akan pentingnya penerapan makan dengan pola gizi seimbang,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Halsel, Karima Nasaruddin mengatakan, dengan Senyum Berkelanjutan Wujudkan Negeri Saruma Zero Stunting. Pihaknya menilai pelajar harus mendapatkan edukasi terkait pola hidup mereka.

“Sebagian besar remaja belum menerapkan pola makan dengan gizi seimbang. Mereka lebih banyak mengonsumsi makanan yang sifatnya instan. Buah-buahan dan sayur-sayuran jarang mereka konsumsi, hal mana itu menyebabkan asupan vitamin dan gizi yang dibutuhkan oleh remaja tidak dapat terpenuhi, sehingga edukasi ini sangat penting untuk mencegah stunting,” tegasnya. (Hardin CN)

Bupati Halsel Resmi Lakukan Pelepasan Kontingen Popda ke-XI 2024

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba, secara resmi melakukan pelepasan kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) ke-XI Tahun 2024, Jum’at (19/7/2024).

Agenda pelepasan kontingen dipusatkan di Aula Kantor Bupati Halsel, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Safiun Radjulan, Kadis Pemuda dan Olahraga Ikbal Hi. Mustafa dan sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel.

Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, dalam sambutannya menjanjikan bonus berupa uang tunai bagi Atlet Halsel dari setiap Cabor yang mampu mempersembahkan medali untuk daerah.

Kata dia, pemberian bonus adalah bagian dari apresiasi dan motivasi terhadap para atlet yang mengikuti ajang Popda di Kota Sofifi pada 22 Juli nanti.

Untuk besaran bonus uang yang diberikan kepada setiap atlet yang berprestasi yaitu, penyumbang medali emas hadiahnya sebesar Rp 10 juta, kemudian Medali Perak Rp 6 juta dan Medali Perunggu Rp 3 juta.

“Jadi bonus ini kami berikan sebagai bentuk dari motivasi terhadap anak – anak yang juara pada saat bertanding nanti di semua Cabor supaya mereka lebih bersemangat,” ucapnya, disambut aplus ratusan atlit dan pimpinan OPD yang menyaksikan.

Ia menambahkan, untuk bisa meraih semuanya, maka seluruh Atlet harus bermain dengan baik serta menjunjung tinggi sportivitas.

“Pertandingan nanti juga sekaligus menjadi ajang pembuktian dari hasil kerja keras selama latihan yang telah dibimbing pelatih disetiap cabor,” sebutnya.

Lebih lanjut, Hasan Ali Bassam Kasuba, meminta kepada seluruh Atlet Halsel agar tidak menganggap remeh dan tetap fokus disaat bertanding nanti.

“Saya berharap kepada semua kontingen untuk selalu menjaga kekompakan sehingga bisa meraih prestasi dan membawa nama baik Kabupaten Halmahera Selatan di tingkat Provinsi,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dispora, Halsel, Ikbal Hi. Mustafa, mengatakan bahwa Atlet yang dilepas hari ini sebanyak 136.

“Jadi, sebanyak 136 atlet asal Halsel. Mereka tersebar di 7 Cabor yang dipertandingkan di Popda Malut ke XI tahun 2024 yaitu, sepakbola, bola basket, atletik, pencak silat, karate, bola voli dan tinju,” terangnya.

Kata Ikbal, para atlet yang dikirim ke Sofifi untuk bertanding di Popda Maluku Utara memiliki persiapan pelatihan setelah mengikuti tahapan selektif berjenjang, sehingga kami berharap mampu memberikan yang terbaik demi mengharumkan nama baik Halsel.

“Insya Allah, kami optimis atlet kita di setiap cabor mampu memberikan yang terbaik sehingga dapat menyumbangkan medali emas dan mengharumkan nama baik Kabupaten Halsel,” pungkasnya.

Diketahui, pelepasan 216 kontingen tersebut terdiri dari 136 Atlet dan para Offisial yang akan diberangkatkan untuk bertanding di Kota Sofifi, pada 22 Juli mendatang. (Hardin CN)

Bupati Halsel Datangkan Dokter Spesialis di RS Obi

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba, memastikan masyarakat Obi sehat. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel, harus memberikan inisiatif yang luar biasa dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Salah satunya adalah dengan mendatangkan Dokter Spesialis ke Kecamatan-kecamatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari, dari 16 sampai 17 Juli 2024, Pemkab Halsel menjadikan Rumah Sakit (RS) Obi sebagai tuan rumah pelayanan Dokter Spesialis penyakit dalam dan Dokter Spesialis anak.

Tidak hanya itu, pelayanan Dokter Spesialis kali ini berlangsung selama 2 hari dan bahkan dibuka hingga pukul 12 dini hari.

Dokter Surahmat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Halsel menegaskan bahwa kegiatan fisitas Dokter Spesialis ini akan terus ditingkatkan frekuensinya. Hal ini tentunya akan sangat membantu masyarakat dalam mengurangi beban biaya kesehatan.

“Masyarakat yang datang dari Desa Madapolo juga menyambut sukacita dan mengungkapkan kebahagiaannya usai mendapatkan pelayanan kesehatan dari Dokter Spesialis yang datang ke RSU Obi,” ucapnya.

Sekertaris Dinas Kesehatan itu juga mengatakan, inisiatif Pemkab Halsel ini patut diapresiasi. Tidak hanya memberikan manfaat kesehatan untuk masyarakat, tetapi juga menunjukkan keseriusan dan kepedulian Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Semoga kebijakan ini terus ditingkatkan lagi, demi menjadi Halsel ini masyarakatnya sehat dan daerahnya sejahtera,” harapnya. (Hardin CN)

TPPS Halsel Gelar Audit Kasus Stunting

HALSEL, CN – Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), melakukan kegiatan audit kasus stunting dan penanaman pohon kelor yang dipusatkan di desa Amasing Kali, Kecamatan Bacan, Kamis (18/7/2024).

Kegiatan tersebut bertajuk, ‘Dengan Senyum Berkelanjutan Wujudkan Negeri Saruma Zero Stunting’ yang dihadiri oleh Istri Bupati yang juga wakil ketua III TPPS Halsel, Ny. Rifa’at Al Sa’adah Bassam melibatkan duta genre putra Indonesia Maluku Utara tahun 2023, Mudrika Abd Asis Adji dan tim satgas stunting Malut.

Kepala DP3AKB Halsel, Karima Nasaruddin mengatakan, pihaknya mengajak warga untuk berkolaborasi menekan angka stunting.

“Jadi, kenapa kegiatan ini dipusatkan di Desa Amasing Kali karena menjadi lokasi khusus (Lokus) stunting karena disini masih ada 15 kasus,” terangnya.

Karima menjelaskan, kegiatan audit stunting dilaksanakan oleh TPPS Kabupaten sedangkan teknisnya ada di DP3AKB, Dinas Kesehatan dan RSUD Labuha melakukan penanganan spesifik.

“Untuk itu, hasil audit yang dituangkan dalam lembar kerja oleh Tim pendamping keluarga di analisis oleh dokter spesialis anak untuk kemudian dipastikan apakah status anak itu stunting atau bukan stunting karena faktor genetika bukan stunting,” ujarnya.

Untuk itu Karima mengajak, ibu hamil di desa Amasing Kali agar menjaga pola makan bergizi dan pola hidup sehat untuk menekan angka stunting saat melahirkan.

“Audit kasus stunting yakni mencari tau penyebab adanya kasus stunting bagimana anak bisa stunting, langkah apa yang harus dilakukan, karena wujud dari program penanganan stunting merupakan kepedulian (Kalesang) menekan angka stunting di Kabupaten Halsel,” ucap Karima.

Lebih lanjut Karima berharap, tim penanganan stunting, bidan desa, kader KB, Kades dan Camat untuk memastikan calon pengantin sebelum 3 bulan menikah harus dilakukan screening.

“Agar memastikan, kondisi kesehatan fisik, baik gula darah tinggi, lingkar lengan kecil, berat badan turun sehingga calon pengantin wanita pasca menikah benar-benar siap mengandung (Hamil) untuk tidak melahirkan anak stunting. Upaya ini untuk melakukan upaya pemulihan calon pengantin memastikan kita semua saling peduli (Kalesang) agar tidak ada lagi kasus stunting,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama Ibu Ketua TP-PKK Kabupaten Halsel, Ny Rifa’at Al Sa’adah mengatakan tanggungjawab kita semua memastikan dan menjaga pola asuh anak, membimbing dan membersamai proses pertumbuhan serta perkembangan anak kelak tumbuh dengan baik.

“Tentunya, kita harus memberikan perhatian dan memastikan anak-anak kita mengkonsumsi makanan yang bergizi, makanan yang halal, menerapkan pola hidup sehat sehingga dapat tumbuh, berkembang menjadi anak yang baik. Tidak ada stunting dan remaja yang hamil sebelum menikah,” pinta istri Bupati yang juga wakil ketua III TPPS Halsel.

Mewujudkan aksi nyata menuju Halsel zero stunting, kata Rifa’a kita semua harus berkolaborasi dengan semua pihak, memastikan pola asuh anak dengan baik, pola makan bergizi dan pola hidup sehat yang dimulai dari lingkungan terkecil yaitu di rumah masing-masing.

“Apalagi, kita ketahui wilayah Halsel memiliki potensi ikan dan kekayaan alam melimpah ruah. Harusnya anak-anak kita perbanyak konsumsi ikan dan makanan yang bergizi untuk mencegah angka stunting, ayo kita semua merubah mandset berpikir untuk menyiapkan masa depan generasi emas untuk mendorong peradaban dengan SDM yang baik, anak pintar dan anak sholeh untuk Halsel yang gemilang,” pungkasnya.

Ditambahkan Duta Genre Putra Indonesia Maluku Utara, Mudrika Abd Asis memaparkan pentingnya menanam pohon kelor dan mengkonsumsi kelor.

Ia menyebut, manfaat daun kelor untuk kesehatan memang dipengaruhi oleh nutrisi yang terkandung di dalamnya. Selain antioksidan, daun kelor juga mengandung vitamin dan mineral, antara lain Vitamin B6, Vitamin B2, Vitamin C, Vitamin A, zat besi, dan Magnesium.

“Tidak hanya itu, satu mangkuk daun kelor (sekitar 21 gram) mengandung protein nabati, sebanyak 2 gram. Kita bisa mendapatkan manfaatnya dengan membuat daun kelor menjadi jamu, teh herbal, hingga suplemen. Ada pula yang menjadikannya bahan masakan, bahkan menurut penelitian WHO kegunaan daun kelor juga mampu menjaga terjadinya kasus stunting,” tutur Mudrika sambil mengajak warga untuk menanam pohon kelor di lingkungan masyarakat.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Bacan Ibnu Iskandar Alam bersama istri (mama dan papa piara stunting) dan Kades Amasing Kali, Arino Ridwan bersama Istri. (Hardin CN)

Bupati Halsel Jadikan Festival Marabose Agenda Utama Pemda

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba berkomitmen menjadikan Festival Marabose sebagai agenda utama tahunan Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel.

Komitmen ini disampaikan Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba dalam acara open ceremony napak tilas sejarah perjalanan Kesultanan Makian ke pulau Bacan, Minggu (23/6/2024) di Desa Dauri Tahane Pulau Makian.

“Kami Pemerintah Daerah berkomitmen bahwa Festival ini akan menjadi agenda utama yang akan selalu kita agendakan,” kata Hasan Ali Bassam Kasuba.

Untuk segala bentuk kekurangan yang ada pada Festival Marabose ketiga ini, Bupati Halsel berinisiatif akan terus mendorong dan menutupi segala yang menjadi kekurangan dalam rangka mendapatkan hasil yang lebih baik di tahun mendatang.

“Kekurangan-kekurangan yang ada akan kami dorong untuk bisa kita lengkapi,” ujarnya.

Menurut Bupati, sejarah Kesultanan Bacan merupakan satu keutuhan yang amat sangat penting untuk seluruh kalangan ada di Halsel.

Bagi Bassam, sejarah merupakan pemersatu dan rumah bersama dalam membangun daerah di sisi mental dan kepribadian yang lebih baik.

“Sejarah atau festival Marabose atau kemudian napak tilas ini menjadi suatu hal yang penting. Tidak hanya perjalanan Kesultanan Bacan, tapi bagi seluruh masyarakat dan etnis yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan,” ucapnya.

“Juga sebagai bagian dari pemersatu, sebagai rumah bersama kita semua untuk membangun negeri yang kita cintai ini menjadi negeri yang rahmatan lilalamin,” tambah Bupati.

Selain itu, Hasan Ali Bassam Kasuba juga menyebut, akan menjadikan Desa Dauri Tahane sebagai destinasi utama dan tempat bermula dimulainya start Festival Marabose. (Hardin CN)