Relokasi Kawasi Dipuji Warga: Air Bersih dan Listrik 24 Jam, Intinya Kami Nyaman

HALSEL, CN — Warga yang kini tinggal di Permukiman Baru Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyatakan bahwa kehidupan mereka telah meningkat secara signifikan, terutama dari sisi kenyamanan dan akses fasilitas dasar.

Mereka menegaskan bahwa relokasi tidak membuat mereka menjadi korban, justru menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik.

Warga juga menilai bahwa banyak narasi di luar sana tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka rasakan.

“Fasilitas di sini bagus dan nyaman. Air bersih dan listrik 24 jam, intinya kami nyaman,” ujar Saidi Joronga, warga Permukiman Baru, Sabtu (6/12/2025).

Ia memastikan bahwa rumah pengganti yang diberikan tidak mengurangi hak warga atas hunian yang layak.

“Rumah di Kawasi Lama itu empat kamar, sekarang di Kawasi Baru juga sama, empat kamar dan lengkap fasilitas lainnya. Kalau mau bandingkan, lebih bagus di sini, karena rumah yang diganti perusahaan jumlah kamarnya sama,” tambahnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kawasi, Frans Datang, menegaskan bahwa program relokasi ini bukan inisiatif sepihak perusahaan, melainkan bagian dari program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel dalam pembenahan tata ruang dan peningkatan standar hidup masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa relokasi merupakan inisiatif pemerintah untuk menghadirkan hunian layak, aman, dan tertata. Permukiman Kawasi Baru yang dilengkapi infrastruktur memadai dan area ekonomi kreatif diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM.

Dengan fasilitas yang lebih terjamin dan peluang ekonomi baru, warga berharap tidak ada lagi pihak yang mengatasnamakan mereka untuk menggiring opini negatif terkait relokasi. (Hardin CN)

Harita Nickel Luncurkan Program Mechanic Talent Pool untuk Cetak Mekanik Muda Lokal yang Kompeten

HALSEL, CN – 13 Oktober 2025, sebagai wujud komitmen jangka panjang dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional, Harita Nickel resmi meluncurkan Mechanic Talent Pool Program (MTPP), sebuah inisiatif pengembangan kompetensi bagi generasi muda lokal agar memiliki keterampilan dan daya saing di bidang mekanik industri pertambangan.

Program ini diselenggarakan oleh PT Trimegah Bangun Persada Tbk (TBP) bersama PT Gane Permai Sentosa (GPS), dan secara resmi dimulai pada 5 Oktober 2025. Sebanyak 12 pemuda lokal, mayoritas lulusan SMA dari desa-desa sekitar wilayah operasi seperti Soligi, mengikuti angkatan pertama program ini.

Selama lima bulan, peserta akan menjalani kurikulum komprehensif mencakup pembinaan mental dan kedisiplinan, pelatihan dasar mekanik, serta pelatihan kerja langsung (on-the-job training/OJT) di fasilitas Harita Nickel. Selain memperkuat keterampilan teknis, mereka juga dibekali dengan pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta nilai-nilai tanggung jawab profesional.

Direktur Operasional Harita Nickel, Younsel Evand Roos, menjelaskan bahwa MTPP lahir dari kebutuhan perusahaan terhadap tenaga mekanik yang kompeten, sekaligus sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami ingin menyiapkan mekanik lokal yang tidak hanya kuat secara keterampilan, tetapi juga berkarakter. Anak-anak Obi harus bisa menjadi pelaku utama di industri ini,” ujar Younsel.

Pelatihan dilaksanakan oleh tenaga ahli Harita Nickel dengan pendekatan learning by doing. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta berpeluang mengikuti proses rekrutmen di Harita Nickel atau mitra industrinya.

Salah satu peserta, Muliyono La Hasima (18) dari Desa Soligi, mengaku antusias mengikuti program ini.

“Sebelumnya saya hanya membantu keluarga bertani. Lewat program ini, saya bisa belajar banyak tentang otomotif dan berharap bisa bekerja di Harita Nickel setelah lulus,” tuturnya.

Melalui MTPP, Harita Nickel menegaskan komitmennya dalam membangun masa depan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Program ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda lokal agar mandiri, kompeten, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Kami percaya bahwa investasi terbesar bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada manusia. Melalui MTPP, kami berkomitmen membangun SDM lokal yang unggul dan siap tumbuh bersama perusahaan,” pungkas Younsel. (Hardin CN)

World Cleanup Day 2025, Harita Nickel dan Warga Kawasi Bersatu Bersihkan Lingkungan

HALSEL, CN – Dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2025, puluhan karyawan Harita Nickel berkolaborasi dengan masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, melaksanakan aksi bersih sampah dan peduli lingkungan pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar.

Aksi dimulai dengan para karyawan dari berbagai unit bisnis Harita Nickel, bersama mitra dari TNI-Polri serta masyarakat, menyusuri jalan utama yang menghubungkan area perusahaan dengan permukiman Desa Kawasi. Mereka bersama-sama memunguti sampah, khususnya plastik, untuk dikumpulkan ke dalam kantong sampah.

Kepala Urusan Umum Pemerintah Desa Kawasi, Ledrik Langkodi, menilai kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sangat penting untuk dilakukan secara rutin.

“Dengan mengagendakan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan, kesadaran masyarakat akan tumbuh, dan partisipasi dalam menjaga lingkungan pun semakin meluas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nurja (50), warga Desa Kawasi. Ia menilai aksi bersih sampah yang dilakukan bersama karyawan perusahaan merupakan langkah nyata dalam mendorong kesadaran masyarakat.

“Kami juga berterima kasih karena perusahaan sudah memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan untuk ibu dan anak-anak. Kesehatan itu anugerah yang paling berharga karena perlu dijaga,” ungkapnya.

Secara terpisah, Dindin Makinudin, Community Affairs General Manager Harita Nickel, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari rangkaian World Cleanup Day dengan tema “Menuju Indonesia Bersih 2029” yang digelar sejak 10 September 2025.

Rangkaian kegiatan meliputi lomba kebersihan lingkungan di permukiman lama dan baru Desa Kawasi, pembagian sembako, penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan ibu-anak, serta ditutup dengan aksi bersih sampah.

“Melalui momentum World Cleanup Day ini, kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya hari ini saja, tetapi juga secara berkelanjutan,” jelasnya. (Hardin CN)

Warga Obi Utara Derita Kanker Serviks, Butuh Uluran Tangan untuk Berobat ke Manado

HALSEL, CN – Seorang warga Desa Madapolo Timur, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), bernama Ina Busra Kayeli, tengah berjuang melawan penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim. Kondisinya saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha di Desa Marabose, Kecamatan Bacan.

Pihak keluarga mengungkapkan, dokter telah beberapa kali menyarankan agar pasien dirujuk ke Manado untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, keterbatasan biaya membuat rencana tersebut belum dapat terealisasi.

“Kami memohon bantuan bapak, ibu, kaka, dan adik sekalian, seikhlasnya, untuk menambah biaya berobat ke Manado,” tulis keluarga dalam unggahan media sosial Facebook, atas nama Thyta Manangin, Selasa (12/8/2025).

Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat dikirim melalui rekening BRI nomor 3331 01003424508 atas nama Rosita Manangin. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telepon 0853-2557-4364 atau 0822-1066-9491.

Keluarga berharap bantuan yang terkumpul dapat segera digunakan untuk biaya perjalanan dan perawatan medis di Manado.

“Sebelum dan sesudahnya, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas keikhlasan dan kepedulian bapak ibu sekalian,” pungkas pihak keluarga. (Hardin CN)

Harita Nickel Meriahkan Festival Hari Anak Obi 2025 Bersama 679 Peserta

HALSEL, CN – Memasuki bulan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada minggu pertama bulan Agustus, ratusan anak dari berbagai penjuru Pulau Obi berkumpul di Permukiman Baru Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), untuk mengikuti Festival Hari Anak Obi 2025, perayaan hangat yang memupuk kreativitas, karakter, dan persahabatan lintas sekolah.

Digelar oleh Harita Nickel dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, festival ini mengusung tema “Obi Ceria, Masa Depan Bahagia.” Sebanyak 679 peserta dari 43 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA, ambil bagian dalam berbagai lomba seni, literasi, dan cerdas cermat.

“Kami ingin setiap anak di Obi punya ruang untuk bermimpi dan mengembangkan diri. Festival ini bagian dari komitmen kami menciptakan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang mereka, menjunjung hak-hak anak, dan menolak praktik pekerja anak,” ujar Ifan Farianda, Community Development Manager Harita Nickel.

Inisiatif ini juga menjadi langkah awal dari program “Desa Ramah Anak”, yang diharapkan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Salah satu daya tarik festival tahun ini adalah kompetisi cerdas cermat tingkat SMP dan SMA, bertajuk Clash of Champions. Di kategori SMP, gelar juara diraih oleh SMP 13 Halmahera Selatan, sedangkan di kategori SMA dimenangkan oleh SMAN 06 Halsel.

Anak-anak juga menikmati sesi dongeng inspiratif bersama pendongeng profesional Mochammad Awam Prakoso, atau akrab disapa Kak Awam, yang membawakan cerita sarat pesan tentang pentingnya budi pekerti.

Kehadiran ratusan anak dari berbagai desa di Pulau Obi memberi warna tersendiri.

“Ini kali pertama mereka bertemu dalam skala besar seperti ini. Anak-anak bisa melihat dunia yang lebih luas dari desa mereka masing-masing,” ujar Ifan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Malut wilayah Halsel, Saimah Kasuba, yang hadir dalam kegiatan itu, menilai Festival Hari Anak Obi sebagai bentuk kolaborasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat.

“Anak-anak butuh ruang untuk berekspresi, dan kegiatan seperti ini memberi mereka peluang itu. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan Harita Nickel telah menunjukkan peran aktif dalam peningkatan mutu pendidikan di wilayah ini,” jelas Saimah Kasuba.

Ia juga mengajak masyarakat, terutama para orang tua, untuk turut aktif mendampingi dan mendorong kemajuan pendidikan anak.

Festival Hari Anak Obi menjadi penanda bahwa ruang ekspresi dan tumbuh kembang anak dapat dibangun di mana saja, bahkan di tengah kawasan industri. Di Pulau Obi, tempat tambang dan smelter berdiri, keceriaan anak-anak menemukan tempatnya. (Hardin CN)

Ditengah Gelisah Air, PDAM Halsel Hadir Mendengar Suara Warga Obi

HALSEL, CN – Di sebuah ruangan sederhana di Gedung Serbaguna Laiwui, Kecamatan Obi, ratusan pasang mata berkumpul. Bukan untuk menyaksikan pesta, melainkan untuk menyuarakan keresahan tentang air, tentang hidup, tentang beban tagihan yang melonjak tanpa penjelasan.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), pun hadir menjawab keresahan itu. Melalui kegiatan konsultasi publik, mereka membuka ruang dialog terbuka bersama masyarakat Obi pada Jumat (27/6/2025). Sebuah langkah yang jarang dilakukan, tapi begitu dinanti.

Tampak hadir Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, Camat Obi Ali Lajaharia, perwakilan Polsek dan Koramil, para Kepala Desa, anggota BPD, serta warga dari berbagai Desa, termasuk Desa Kawasi dan Buton.

Dari barisan warga, seorang perempuan bernama Mida, perwakilan Desa Buton, berdiri. Dengan suara yang bergetar namun tegas, ia membuka lembaran keluh kesah warganya.

“Kami bersyukur karena akhirnya Bapak Direktur hadir langsung. Tapi kami bingung, rumah kami hanya dihuni empat orang, tapi tagihan melonjak dari Rp 50 ribu ke Rp 130 ribu. Kami tidak tahu kenapa,” tanya Mida.

Keluhan itu tidak sendiri. Ia mewakili ratusan suara lain yang menanti kejelasan atas lonjakan tarif air bersih yang menghantui keseharian mereka.

Menanggapi itu, Direktur PDAM Halsel Soleman Bobote tak hanya menjawab, ia menjelaskan dengan bahasa yang meneduhkan. Ia mengungkap bahwa penyesuaian tarif terakhir dilakukan pada 2022 dan sebelumnya tidak berubah sejak 2006. Sebuah jeda panjang dalam pelayanan publik.

“Penyesuaian ini bukan untuk mengambil keuntungan, tapi untuk memastikan pelayanan tetap berjalan. PDAM bukan untuk bisnis, kami hadir untuk melayani,” tutur Soleman.

Ia mengakui, kurangnya sosialisasi menjadi kekurangan utama yang harus dievaluasi. Untuk itu, PDAM memperkenalkan inovasi baru bernama PASS Sistem, fitur digital yang memungkinkan warga memantau pemakaian air dan tagihan secara langsung dan transparan.

“Dengan PASS Sistem, masyarakat bisa tahu dengan jelas berapa air yang digunakan. Tak perlu lagi menerka-nerka angka tagihan,” ujarnya.

Lebih dari itu, Soleman menjanjikan peningkatan pelayanan, perbaikan sistem pembacaan meter serta pelatihan petugas lapangan agar lebih profesional. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, pemerintah, aparat, tokoh agama dan masyarakat, yang telah berpartisipasi aktif dalam dialog yang bermartabat ini.

Sementara itu, Camat Obi, Ali Lajaharia, menyambut positif langkah PDAM. Baginya, ini bukan sekadar pertemuan biasa, tapi jembatan baru menuju hubungan yang lebih terbuka antara pelayanan dan rakyat.

“Saya harap setiap perubahan kebijakan ke depan harus lebih terbuka dan menyeluruh. Jangan biarkan masyarakat mendengar dari kabar burung, tapi dari suara resmi PDAM sendiri,” ungkapnya penuh harap.

Di penghujung hari, air mungkin masih mengalir dengan tekanan yang tak selalu stabil. Tapi di balik pertemuan itu, ada aliran baru, komunikasi yang terbuka, harapan yang tumbuh dan janji untuk tidak lagi membiarkan keresahan warga mengendap tanpa jawaban.

(Hardin CN)