BARAH Bongkar Dugaan Penyelewengan DD dan ADD, Kades Loleo Mekar dan Laigoma Dilaporkan

HALSEL, CN – Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi Adam, resmi melayangkan pengaduan kepada Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2025.

Pengaduan tersebut tertuang dalam surat bernomor 018/BARAH.82.09/III/2026 tertanggal 9 Maret 2026, yang ditujukan kepada Kepala Inspektorat Halsel, Ilham Abubakar.

Dalam surat tersebut, BARAH meminta Inspektorat segera melakukan audit terhadap penggunaan DD dan ADD di Desa Loleo Mekar, Kecamatan Kasiruta Timur, yang dipimpin Kepala Desa (Kades) Ilham Lakoda, serta Desa Laigoma, Kecamatan Kayoa, yang dipimpin Kades Samsul Marwa.

Ketua BARAH, Ady Hi Adam, menegaskan bahwa laporan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap tata kelola anggaran desa yang harus transparan dan akuntabel.

Menurutnya, dugaan penyalahgunaan anggaran desa tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele karena dana tersebut bersumber dari negara dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat desa.

“Dana Desa dan ADD itu uang rakyat. Jika ada indikasi penyimpangan, maka harus segera diaudit dan diusut secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat,” tegas Ady, kepada wartawan cerminnuntara.co.id, Jumat (13/3).

Ia juga mendesak Inspektorat Halsel agar tidak tinggal diam dan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran di kedua desa tersebut.

Ady menambahkan, jika dugaan penyalahgunaan anggaran benar terjadi, maka aparat penegak hukum harus turun tangan untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat.

“Jika terbukti ada penyimpangan, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada pembiaran terhadap praktik yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kades Loleo Mekar Ilham Lakoda dan Kades Laigoma Samsul Marwa belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan yang disampaikan oleh BARA tersebut. (Hardin CN)

Musdes Talimau Tetapkan Arah Pembangunan Tahun Anggaran 2026

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Talimau, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka perencanaan pembangunan Desa Talimau Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tersebut melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga guna membahas arah pembangunan desa ke depan.

Kepala Desa (Kades) Talimau, Khatab Sanaky, mengatakan Musdes merupakan forum penting untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus menyusun skala prioritas program pembangunan desa sesuai kebutuhan warga.

“Kami berharap melalui Musyawarah Desa ini, seluruh usulan dan kebutuhan masyarakat dapat terakomodir dengan baik. Pemerintah Desa Talimau berkomitmen menjalankan pembangunan secara transparan, partisipatif, dan tepat sasaran,” ujar Khatab, Kamis (12/2).

Ia menambahkan, program pembangunan Tahun Anggaran 2026 akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar, pelayanan masyarakat, serta penguatan ekonomi warga.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dan mendukung setiap program pembangunan demi kemajuan Desa Talimau ke depan,” tambahnya.

Melalui Musdes ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif memberikan masukan demi kemajuan Desa Talimau.

“Hasil Musdes selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana kerja pemerintah desa serta penganggaran program pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang,” tutupnya.  (Hardin CN)

Kades Talimau Serahkan Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Rp 42 Juta kepada Keluarga Almarhum Nahrul Jamal

HALSEL, CN — Kepala Desa (Kades) Talimau, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Khatab Sanaky, menyerahkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga almarhum Nahrul Jamal, Rabu (4/1/2026). Penyerahan santunan berlangsung di Desa Talimau.

Santunan kematian tersebut diberikan kepada istri almarhum selaku ahli waris dengan total nilai sebesar Rp 42.000.000 (Empat puluh dua juta rupiah). Bantuan ini merupakan bentuk perlindungan dan kepedulian negara melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta.

Dalam kesempatan itu, Kades Talimau Khatab Sanaky menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhum Nahrul Jamal. Ia berharap santunan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Kami berharap santunan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga ahli waris. Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan demi perlindungan di masa depan,” ujar Khatab Sanaky.

Lebih lanjut, Pemerintah Desa (Pemdes) Talimau menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam pengurusan administrasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta memastikan hak-hak peserta dapat tersalurkan secara baik, tepat sasaran, dan transparan. (Hardin CN)

Kades Talimau Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pembangunan Masjid Al Ikhlas

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Talimau, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Khatab Sanaky, menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan Masjid Al Ikhlas di Desa Talimau.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Khatab Sanaky mewakili masyarakat Desa Talimau sekaligus panitia pembangunan Masjid Al Ikhlas. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu percepatan penyelesaian pembangunan masjid di desa setempat.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, serta Bapak Muhammad Abusama selaku anggota DPRD Provinsi Maluku Utara atas perhatian dan bantuannya,” ujar Khatab Sanaky, kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).

Ia menjelaskan, berkat dukungan tersebut, pembangunan Masjid Al Ikhlas kini mengalami kemajuan signifikan. Pada tahun ini, panitia bersama masyarakat berhasil menyelesaikan beberapa tahapan penting, seperti pemasangan keramik, plafon, hingga finishing gerbang masjid.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, pembangunan masjid di desa kami bisa terus berjalan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah,” tambahnya.

Masyarakat Desa Talimau berharap pembangunan Masjid Al Ikhlas dapat segera rampung sepenuhnya dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta sosial bagi warga setempat. (Hardin CN)

Kades Talimau Dukung Program Agromaritim, Salurkan 15 Body Fiber untuk Petani dan Nelayan

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Talimau, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Chatab M. Sanaky, menyatakan dukungan penuh terhadap program Agromaritim yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Mukhsin.

Dukungan tersebut disampaikan dalam acara pembagian bantuan body fiber pada 16 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Kades Talimau menegaskan bahwa program Agromaritim memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani dan nelayan di desanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Talimau menyalurkan 15 unit body fiber kepada masyarakat. Bantuan ini bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2025.

Masyarakat menyambut dengan penuh syukur bantuan tersebut, yang dinilai sangat membantu aktivitas ekonomi sehari-hari, baik di sektor pertanian maupun perikanan.

“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Chatab M. Sanaky. (Hardin CN)

Kontraktor Sofyan Sangaji Diduga “Telan” Upah Tukang di Desa Talimau Ratusan Juta Rupiah

HALSEL, CN – Nama Sofyan Sangaji, kontraktor pelaksana proyek jalan di Desa Talimau, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), kembali sorotan. Sejumlah tukang yang mengerjakan proyek tersebut menuding Sofyan atas dugaan kuat menunggak pembayaran upah kerja mencapai ratusan juta rupiah.

Para tukang yang ditemui wartawan mengaku, jerih payah mereka tak kunjung dibayar sejak proyek rampung.

“Upah saya saja yang belum dibayar sekitar Rp22 juta,” ungkap salah satu tukang yang identitasnya tidak mau dikorankan, Jumat (3/10/2025).

Ironisnya, ia menyebut masih ada empat orang pekerja lain yang bernasib sama, dengan nilai tunggakan hampir setara. Total kerugian mereka ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Keterlambatan pembayaran itu bukan hanya merugikan secara finansial, namun juga dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap tenaga kerja lokal.

“Kami sudah capek kerja di bawah panas, proyek selesai, tapi hak kami diinjak-injak. Kalau tidak segera dibayar, kami akan lapor Sofyan Sangaji ke Polsek Kayoa,” tegasnya.

Proyek jalan Desa Talimau sendiri diketahui merupakan proyek Pemprov Maluku Utara Tahun 2023 dengan volume 600 meter, yang dikerjakan oleh CV. Limau Dolik milik Sofyan Sangaji.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, Sofyan Sangaji yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp di nomor 08528991**** sama sekali tidak merespons. Pesan wartawan hanya terbaca dengan tanda centang dua, tanpa balasan. (Hardin CN)