Harita Nickel Dorong SDM Lokal Obi Siap Masuk Industri Hilirisasi Nikel

HALSEL, CN – Harita Nickel kembali memperkuat pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal melalui program vokasi Peningkatan Keahlian Keterampilan Pemuda (PELITA) angkatan IV. Sebanyak 40 pemuda dari Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), mengikuti pelatihan operator Overhead Crane bersertifikasi, sebagai bagian dari upaya perusahaan menyiapkan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan industri hilirisasi nikel.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menyatakan bahwa program PELITA dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan potensi pemuda daerah yang belum memiliki keterampilan khusus.

“Inisiatif vokasi PELITA adalah wujud nyata keberpihakan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal. Ini strategi kami agar masyarakat dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, dengan kompetensi yang teruji,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Sebagai perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, Harita Nickel saat ini menyerap sekitar 26 ribu tenaga kerja. Sebanyak 85 persen di antaranya merupakan warga negara Indonesia, dengan sekitar 50 persen berasal dari Maluku Utara. Program PELITA menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan keterlibatan talenta lokal dalam struktur operasional perusahaan.

Selama tiga bulan, peserta menjalani pelatihan intensif pengoperasian Overhead Crane. Program ini juga memadukan pembinaan mental, fisik, dan kedisiplinan guna membentuk etos kerja industri yang kuat.

“Target kami jelas, agar pemuda lokal memiliki peluang karier yang lebih baik. Terbukti, sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya telah terserap bekerja di lingkungan operasi perusahaan,” tambah Broto.

Dampak program ini dirasakan langsung oleh peserta, salah satunya La Rehan asal Desa Soligi. Sebelumnya ia bekerja sebagai tenaga harian lepas sebelum mengikuti seleksi program.

“Saya sangat senang bisa terpilih. Program ini memberikan kesempatan bagi warga lokal yang minim pengalaman untuk memiliki keterampilan industri. Saya berharap ini menjadi batu loncatan untuk pengembangan karier saya ke depan,” ungkapnya.

Program PELITA telah berjalan dalam beberapa angkatan. Angkatan pertama mencetak 14 operator Wheel Loader. Angkatan kedua menghasilkan 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja di fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) milik PT Halmahera Jaya Feronikel. Sementara angkatan ketiga yang berfokus pada keahlian Bahasa Mandarin telah meluluskan 22 peserta yang kini memasuki tahap pemagangan.

Konsistensi pelaksanaan program PELITA mencerminkan pendekatan Harita Nickel dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif di Halmahera Selatan. Melalui penguatan kompetensi lokal, perusahaan tidak hanya mendorong pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi operasional yang aman, adaptif, dan berorientasi jangka panjang. (Hardin CN)