Sosok Haji Robert Dipuji Warganet, Dinilai Dermawan dan Peduli Kemanusiaan

TERNATECN – Nama Haji Robert Nitiyudo Wachjo, atau yang akrab disapa Haji Robert, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah warganet memuji sosok pengusaha tambang tersebut sebagai figur yang berhati tulus dan peduli terhadap masyarakat.

Haji Robert merupakan pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai pemilik mayoritas saham PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Dalam sebuah unggahan akun Facebook Thika Lmph, pada Senin (23/2/2026) disebutkan bahwa Haji Robert merupakan pengusaha yang “memanusiakan manusia” dan memiliki kepedulian nyata terhadap warga. Unggahan itu turut disertai tagar #HajiRobert, #NHMPeduli, dan #KebaikanNyata.

“Wajar jika muncul rasa hormat dan penghargaan, beliau sebagai sosok manusia berhati tulus dan mulia. Figur yang jarang kita jumpai di masa sekarang,” tulis akun tersebut.

Komentar lain dari M Iram Galela menyebut, jika semua pimpinan perusahaan memiliki kepedulian yang sama seperti Haji Robert, maka masyarakat akan semakin terbantu.

“Jika semua pimpinan perusahaan berhati sama dengan Haji Robert maka game is over. Masyarakat banyak terbantukan. Sehat selalu Ayahanda,” tulisnya.

Sejumlah warganet juga mengungkapkan pengalaman pribadi terkait bantuan yang diberikan, mulai dari dukungan pengobatan hingga bantuan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.

Perbincangan ini menunjukkan bahwa peran pengusaha dalam kegiatan sosial masih menjadi perhatian publik, khususnya di Maluku Utara. Dukungan dan kritik yang muncul di media sosial menjadi cerminan tingginya harapan masyarakat terhadap kepedulian dunia usaha terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga. (Hardin CN)

Terima Audensi IKA PMII Malut, Bupati Halut: Pelantikan Nanti Bukan Sekadar Ajang Temu Kangen

HALUT, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Utara (Halit), Provinsi Maluku Utara (Malut), Piet Hein Babua menerima audiensi jajaran Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Malut, Kamis (4/12/2025).

Orang nomor satu di Pemerintahan Hibualamo itu tampak bahagia menyambut kedatangan para alumni PMII. Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua PC IKA PMII Halut Fahmi Musa beserta jajaran, serta Ketua GP Ansor Halut, Rifki Kasibit.

Audiensi digelar dalam rangka persiapan pelantikan pengurus baru IKA PMII Malut yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Pulau Morotai pada Januari 2026 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Halut mengajak para alumni PMII untuk berkontribusi dalam pembangunan Halut. Ia menegaskan bahwa alumni PMII memiliki peran strategis dalam membangun bangsa.

“Alumni PMII memiliki peran penting untuk bersama-sama pemerintah daerah membangun daerah. PMII sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama memiliki sejarah panjang dalam pembangunan bangsa. Banyak alumninya kini menjadi tokoh, pemimpin, akademisi, birokrat, pengusaha, hingga penggerak masyarakat. Kami Pemda Halut berharap ada kolaborasi yang baik dengan alumni PMII di Halmahera Utara,” jelasnya di ruang kerja.

Terkait rencana kedatangan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IKA PMII, Fathan Subchi, di Halut dan Morotai, mantan Sekda Halut itu memastikan pihaknya menjadikan agenda tersebut sebagai prioritas. Apalagi Fathan juga merupakan anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Tentu ini menjadi atensi kami. Saya berharap pelantikan nanti bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi momentum konsolidasi dan bertukar pikiran demi kemajuan daerah untuk mewujudkan Halmahera Utara yang lebih maju,” tegasnya.

Bupati menambahkan, Pemda Halut membuka ruang seluas-luasnya bagi alumni PMII untuk terlibat dalam pembangunan daerah dengan semangat inovasi, intelektualitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW IKA PMII Malut, Muhajirin Bailussy, mengajak seluruh alumni PMII di Halut untuk terus menjaga solidaritas dan kekompakan.

“Di tengah dinamika zaman dan tantangan global yang kompleks, kekuatan jaringan alumni menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga semangat perjuangan dan pengabdian di daerah. Kami berharap kolaborasi yang baik antara alumni PMII Halut dan Pemda,” pungkasnya. (Hardin CN)

Sherly-Sarbin Kampanye di Halut Diduga Gunakan Fasilitas Pemerintah, Hasil Pleno KPU Ditolak

HALUT, CN – 3 Saksi dari Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Provinsi Maluku Utara (Malut), menolak hasil perolehan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Utara (Halut).

Rilis yang diterima media ini, Saksi-saksi yang menolak dan memilih Wolk Out dari Pleno Terbuka yaitu Saksi dari Paslon Husain-Asrul, Muhammad Kasuba-Basri Salama dan Aliong Mus-Sahril Taher.

Para saksi ini menolak karena diduga banyak kecurangan yang diduga dilakukan Paslon Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe di Halut.

Ketua KPU Halut, Abdul Djalil Jurumudi ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan soal penolakan Saksi dari 3 Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Malut.

“Iya, dong (Saksi) Walk Out,” jelas Djalil. Kamis 5 Desember 2024.

Sementara itu, Saksi Paslon Husain-Asrul, Muzril Musa kepada wartawan mengungkapkan bahwa Pilgub Malut di Halut, adanya dugaan penggelembungan suara dengan mencoblos 100 persen surat suara yang ada di TPS di Halut.

“Terdapat pemilih siluman atau penggunaan pada DPTb dan DPK yang tidak sesuai dengan daftar hadir di seluruh TPS di Halmahera Utara,” tegasnya.

Muzril menambahkan, selain itu dokumen daftar hadir para KPPS tidak memperlihatkan kepada saksi Paslon ketika diminta.

“Ada juga pencoblosan surat suara sisa yang dilakukan petugas KPPS TPS 1 di Desa Bali Sosang. Ini dibuktikan dengan video yang telah dikantongi,” akunya.

Muzril bilang, Paslon Sherly-Sarbin juga diduga kuat menggunakan fasilitas Pemerintah Halut ketika melakukan kampanye.

“Selain itu. Alasan penolakan terjadi kecurangan yang sistematis yang melibatkan ASN,” pungkasnya. (Hardin CN)

Warga di Halut Sebut Sultan Husain Alting Sjah Merupakan Tokoh Perdamaian yang Layak jadi Gubernur Malut 2024

TERNATE, CN – Salah seorang warga Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), Robert, menyebut bahwa Sultan Husain Alting Sjah merupakan tokoh perdamaian Malut yang layak didukung menjadi Gubernur 2024.

Itu disampaikan saat ditemui dalam acara Gebyar Budaya di Tobelo pada Jumat, 15 November 2024.

“Karena sebagai tokoh perdamaian, kami mengundangnya hadir dalam acara Gebyar Budaya yang digelar di rumah adat Hibualamo. Rumah ini sebagai simbol perdamaian bagi masyarakat Halmahera Utara. Kami bahkan menjemput Sultan tepat di Tugu Hibualamo,” jelas Robert.

Robert memaparkan, Husain Alting Sjah adalah tokoh yang meneruskan visi para Sultan-sultan terdahulu untuk menjaga kedamaian di Malut.

“Menjadi seorang Sultan dan menjaga tugas besar ini tidak mudah. Karena itu, niat baik Sultan Husain untuk selamatkan Maluku Utara, menjadi tugas kita semua untuk perjuangkan,” paparnya.

Sementara, Husain Alting Sjah dalam kesempatan itu mengaku telah berdiri tegak menyuarakan kedamaian sejak ia menjabat Kapita Laut Kesultanan Tidore. Terutama saat konflik horisontal di Malut pada 1999. Ia berdiri tegak melawan pihak-pihak yang sengaja membangun provokasi untuk memecahbelah masyarakat.

“Waktu itu, ada yang provokasi untuk membunuh Kapolres asal Batak yang beragama Kristen. Saya bilang, kalau ada yang berani bunuh dia, maka berhadapan dengan saya dulu. Saya tidak takut mati, kalau berhadapan dengan provokator yang tidak bertanggung jawab,” terangnya.

Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan dan kedamaian. Bagi dia, kedamaian jauh dari segala-galanya dari sekadar sebuah ambisi untuk menang.

“Momen politik Pilkada ini memiliki batas waktu, hanya beberapa bulan, bahkan hari. Tapi silaturahmi memiliki waktu yang panjang, karena itu persaudaraan dan keluarga lebih penting,” pungkasnya. (Hardin CN)

Banjir Melanda 5 Desa di Halut, Polsubsektor Kao Barat Terjunkan Anggota Bantu Warga

HALUT, CN – Polres Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), melalui Polsubsektor Kao Barat terjunkan anggota untuk membantu masyarakat di 5 desa yang terdampak banjir akibat luapan sungai Pitago, Kao Barat, Jumat lalu sekitar pukul 21.00 WIT.

Dalam kegiatan ini, personel Polri bersama-sama dengan BPBD Halut dan instansi terkait lainnya melakukan upaya-upaya untuk penanganan pertama banjir tersebut.

Kabidhumas Polda Malut, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H, saat di konfirmasi hal tersebut, Senin (7/10/2024) menyampaikan bahwa bencana banjir ini terdampak di lima Desa yaitu, Desa Bailengit, Desa Pitago, Desa Soamaetek, Desa Toguis, dan Desa Parseba di Kao Barat, Halmahera Utara.

“Dari data yang kami terima, dari kejadian banjir ini tidak ada korban baik jiwa maupun materiil, dan pada hari Sabtu sekitar pukul 7 pagi air sudah surut,” ungkapnya.

Kabidhumas menyampaikan bahwa personel Polri khususnya melalui Polres Halut dan jajarannya akan terus siaga apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat dari bencana banjir tersebut.

“Situasi Alam saat ini kadang tidak menentu, untuk itu kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Utara untuk selalu waspada dan berhati-hati serta selalu menjaga kesehatan,” tutupnya. (Ridal CN)

Patut Dicontoh, Husain Alting Sjah Peluk Hangat ke Orang yang Menyerangnya di Medsos 

HALUT, CN – Sikap Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, benar-benar luar biasa. Dimana, Husain Alting Sjah merupakan sosok pemimpin yang patut dicontoh. Meski menghadapi serangan, ia tidak menyimpan dendam kepada siapapun.

Salah satu contohnya adalah Ketua KNPI Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Mirzan Salim, yang sebelumnya menyerang Husain melalui komentar di Media Sosial (Medsos) Facebook.

Dari komentar tersebut menjadi perbincangan publik dan sempat dibawa ke ranah hukum oleh Jaringan Mahasiswa Nuku (dJAMAN) Maluku Utara. Namun, Husain menganggap itu hanyalah hal biasa.

Ia bahkan memeluk ke orang yang menyerangnya itu, dengan hangat dan tersenyum saat bertemu usai kegiatan Silaturahmi Canga Muda di Tobelo, Halut.

Mirzan telah menunggu Husain di sekitar lokasi kegiatan, memilih untuk bertemu langsung dan diantar Juru Bicara Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Husain Alting Sjah-Asrul Rasyid Ichsan, Muis Djamin.

“Ou (Husain Alting Sjah) adalah pemimpin yang patut dicontoh. Meskipun diserang, ia tetap tersenyum dan memaafkan orang-orang yang menyerangnya. Kalau pemimpin lain, pasti Mirzan sudah dipolisikan, tapi berbeda dengan Ou. Inilah pemimpin yang diharapkan untuk Maluku Utara ke depan. Ini juga menunjukkan Sultan Husain pemimpin yang tidak alergi kritik, menjadikan kritik sebagai nutrisi serta menghargai kebebasan berpendapat,” ujar Muis Djamin. (Hardin CN)