Dugaan Pungli, GPM Malut Ancam Demo Minta Direktur RSUD Labuha Dicopot

HALSEL, CN – Pungutan Liar (Pungli) yang diduga dilakukan oknum petugas Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhanisme (GPM) Provinsi Maluku Utara (Malut) mendesak kepada Bupati Halsel, Usman Sidik mencopot Direktur RSUD Labuha, dr. Vita Sangaji.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPD GPM Malut, Sudarso Manan menjelaskan, sesuai hasil Investigasi di lapangan, ia mengaku benar adanya Pasien rujukan yang dibebankan petugas RSUD Labuha untuk biaya transportasi.

“Ini memang benar terjadi, ada dugaan kuat petugas RSUD Labuha telah memungut biaya transportasi kepada pasien rujukan yang terdaftar sebagai pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” jelasnya saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id di Warung Kopi Kedai Katu Desa Tomori Kecamatan Bacan, Kamis (7/7/2022).

Pria asal Desa Orimakunga Kecamatan Kayoa Selatan itu bilang, jika hal ini dibiarkan, maka sudah tentunya sangat merugikan masyarakat. Sebab, diketahui bahwa pasien sejatinya diberi pelayanan kesehatan.

“Bukan malah tambah dibebankan seperti yang dilakukan para oknum petugas di RSUD Labuha karena ini sudah jelas seperti keterangan Direktur RSUD Labuha bahwa pasien BPJS Kesehatan dibiayai pihak Rumah Sakit ketika dirujuk,” cetusnya.

Oleh karena itu, Sudarso menegaskan, dalam waktu dekat, pihaknya mengancam bakal melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran untuk mendesak Bupati Halsel, Usman Sidik segera mencopot Direktur RSUD Labuha, dr. Vita Sangaji karena tidak mampu mengontrol kinerja bawahannya sendiri.

“Jika Bupati Halsel tidak mengambil langkah tegas, maka kami atas nama lembaga siap mengkonsolidasi untuk menggelar aksi demo besar-besaran di Bumi Saruma ini,” tegas Sudarso mengakhiri. (Red/CN)