Polres Metro Jakarta Barat Amankan Dua Pak Ogah Terkait Video Dugaan Pungli di Kalideres

JAKARTA BARAT, CN – Menanggapi laporan serta keresahan masyarakat terkait beredarnya video dugaan aksi Pungutan Liar (pungli) oleh sejumlah pak ogah di Jalan Outer Ring Road, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Barat bergerak cepat melakukan penindakan.

Dalam video berdurasi sekitar 44 detik yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang pak ogah mendekati sebuah truk angkutan barang dan diduga menerima sejumlah uang dari pengemudi kendaraan tersebut. Video tersebut kemudian menuai perhatian dan keluhan dari masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, saat dikonfirmasi pada Sabtu, 17 Januari 2026, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan para terduga pelaku.

“Sudah kami amankan kurang dari 24 jam. Ada dua orang, yakni SW alias Leong yang terekam dalam video viral, serta RH. Keduanya diamankan pada Jumat, 16 Januari 2026,” ujar AKBP Arfan.

Ia menjelaskan, kedua terduga pelaku diamankan di tempat tinggal masing-masing. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui peristiwa tersebut bermula saat sopir kendaraan kontainer yang sedang berhenti di tepi jalan menanyakan arah menuju Tol Merak.

“Terduga pelaku SW alias Leong kemudian memberikan petunjuk arah, dan sopir memberikan uang sebesar Rp2.000 secara sukarela tanpa adanya permintaan secara langsung dari pelaku,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya Kedoya, Jakarta Barat, guna memberikan pembinaan terhadap kedua terduga pelaku.

Polres Metro Jakarta Barat menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat serta menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya dari praktik-praktik yang berpotensi meresahkan masyarakat. (Hardin CN)

Dugaan Pungli, GPM Malut Ancam Demo Minta Direktur RSUD Labuha Dicopot

HALSEL, CN – Pungutan Liar (Pungli) yang diduga dilakukan oknum petugas Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhanisme (GPM) Provinsi Maluku Utara (Malut) mendesak kepada Bupati Halsel, Usman Sidik mencopot Direktur RSUD Labuha, dr. Vita Sangaji.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPD GPM Malut, Sudarso Manan menjelaskan, sesuai hasil Investigasi di lapangan, ia mengaku benar adanya Pasien rujukan yang dibebankan petugas RSUD Labuha untuk biaya transportasi.

“Ini memang benar terjadi, ada dugaan kuat petugas RSUD Labuha telah memungut biaya transportasi kepada pasien rujukan yang terdaftar sebagai pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” jelasnya saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id di Warung Kopi Kedai Katu Desa Tomori Kecamatan Bacan, Kamis (7/7/2022).

Pria asal Desa Orimakunga Kecamatan Kayoa Selatan itu bilang, jika hal ini dibiarkan, maka sudah tentunya sangat merugikan masyarakat. Sebab, diketahui bahwa pasien sejatinya diberi pelayanan kesehatan.

“Bukan malah tambah dibebankan seperti yang dilakukan para oknum petugas di RSUD Labuha karena ini sudah jelas seperti keterangan Direktur RSUD Labuha bahwa pasien BPJS Kesehatan dibiayai pihak Rumah Sakit ketika dirujuk,” cetusnya.

Oleh karena itu, Sudarso menegaskan, dalam waktu dekat, pihaknya mengancam bakal melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran untuk mendesak Bupati Halsel, Usman Sidik segera mencopot Direktur RSUD Labuha, dr. Vita Sangaji karena tidak mampu mengontrol kinerja bawahannya sendiri.

“Jika Bupati Halsel tidak mengambil langkah tegas, maka kami atas nama lembaga siap mengkonsolidasi untuk menggelar aksi demo besar-besaran di Bumi Saruma ini,” tegas Sudarso mengakhiri. (Red/CN)