Khutbah Idul Adha 2025 di Mesjid Desa Orimakurunga, Ketua Umum PD Muhammadiyah Halsel Angkat Tema Nilai Sebuah Ketaatan

HALSEL, CN – Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Ikbal Hajiji, Spd.i.MM, menjadi khatib pada Shalat Idul Adha 2025 di Masjid Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan. Dalam khutbahnya, Ikbal Hajiji mengangkat tema tentang nilai sebuah ketaatan dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

Menurut Ikbal Hajiji, ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada perintah Allah SWT merupakan contoh nyata dari iman dan ketakwaan yang kuat.

“Ketaatan Nabi Ibrahim AS bukan hanya sekedar menjalankan perintah, tapi juga menunjukkan kesediaan untuk berkorban dan mengorbankan hal-hal yang paling berharga,” ujar Ikbal Hajiji, dalam khutbahnya, Jumat (6/6).

Ikbal Hajiji juga menekankan, pentingnya meneladani sifat-sifat Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus memiliki keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat dan berani berkorban demi kebaikan dan kebenaran,” tamba Ketua PD Muhammadiyah, Ikbal Hajiji, yang juga Sekertaris Dinas Sosial (Dinsos) Halsel itu.

Khutbah yang disampaikan dengan penuh perasaan itu membuat banyak jamaah terenyuh. Mereka terharu oleh pengingat akan pentingnya menjalankan perintah Allah SWT dengan ikhlas dan rela berkorban demi menegakkan agama.

“Khutbah Pak Ikbal sangat menyentuh hati. Saya merasa sangat terharu dan teringat akan pentingnya keikhlasan dalam beribadah,” kata salah satu jamaah yang hadir.

Shalat Idul Adha yang dihadiri oleh ratusan jamaah itu berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak sangat menyimak dan menghayati khutbah yang disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Halsel, Ikbal Hajiji. (Hardin CN)

Akses Jalan Desa Orimakurunga-Laluin Ditutup Karena Provokasi Kepala SMAN 10 Halsel

HALSEL, CN – Aksi penutupan akses jalan Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menuju Desa Laluin, ditutup Orang Tak di Kenal (OTK) pada Jumat (15/3/2025).

Aksi penutupan jalan itu, diduga sebagai respon atas pemukulan terhadap seorang pemuda Laluin oleh 4 pemuda Orimakurunga beberapa waktu lalu. Pemukulan itu memicu beragam reaksi warga Desa Laluin di Media Sosial (Medsos).

Kepala SMAN 10 Halsel, Budi Kamarullah misalnya, merespon perkelahian antar pemuda, melalui Medsos Facebook.

Dalam unggahan Akun Facebook Budi Kamarullah, terlihat mengarahkan warga Desa Laluin untuk menutup akses jalan antar kedua Desa tersebut .

Atas komentar yang bernada provokasi tersebut, akhirnya akses jalan pun ditutup. Sehingga membuat warga Desa Orimakurunga dan Desa Sagawele kesulitan menggunakan fasilitas jalan umum.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala SMA 10 Halsel, Budi Kamarullah yang juga diduga sebagai provokator itu, masih dalam upaya konfirmasi. (Hardin CN)

Pria Asal Desa Orimakurunga Dikeroyok di Laluin, Keluarga Korban: Kami Minta Polisi Segera Menangkap Pelaku

HALSEL, CN – Seorang Pria asal Desa Orimakurunga di keroyok sejumlah pemuda Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Informasi yang diterima Media ini, korban pengeroyokan yang bernama Ombal Hairil itu, awalnya diketahui ketika hendak mengambil kiriman dari Kota Ternate yang dibawah Kapal Padaidi.

“Saat Ombal (korban) tiba di Pelabuhan tempat Kapal berlabuh di Desa Laluin, tiba-tiba korban dikeroyok sekelompok pemuda dari Desa Laluin,” ujar sumber yang memberikan keterangan, Rabu (15/5/2024).

Akibat dari pengeroyokan itu, korban saat ini mengalami luka serius ditubuhnya dan lebam hingga memar di bagian wajah.

Kejadian ini, kata sumber yang memberikan keterangan, sudah berulang kali terjadi. Namun, tidak ada upaya penindasan terhadap pelaku.

“Kejadian semacam ini, sudah berulang kali. Namun, tidak ada efek jerah dan saat kejadian waktu itu, Danpos Polisi ada di TKP. Tapi diduga kuat tidak menghiraukan dan kabur saat korban mau melaporkan kejadian penganiayaan tesebut,” jelasnya.

Tak terima dengan penganiayaan yang dialami korban, keluarga yang tak terima dengan kejadian tersebut mendesak pihak berwajib agar dapat memproses pelaku penganiayaan terhadap korban.

“Kejadian itu pada Selasa malam Rabu, kami tidak terima dengan perlakukan sejumlah Oknum pemuda Desa Laluin itu. Jadi kami minta Polisi segera menangkap pelaku,” pintanya.

Hingga berita ini di publish, Danpos maupun Kapolsek Kayoa masih dalam upaya konfirmasi. (Sain CN)