Video 1 Remaja Putri Dianiaya Viral di Maluku Utara, Diduga Rebutan Cowok

HALSEL, CN – Video 1 remaja putri di Provinsi Maluku Utara (Malut), dianiaya viral di Media Sosial (Medsos) Facebook, Selasa (2/4/2024).

1 remaja putri itu, diduga kuat dianiaya karena cemburu.

Dalam video yang berdurasi 1:2 Menit tersebut, tampak 1 remaja putri mengenakan Kaos warna Kuning kehitaman menghantam 1 wanita hingga tersungkur disamping tempat tidur.

Dalam video itu juga, terlihat sejumlah warga berkerumun didepan pintu kamar Kosan menyaksikan wanita yang dianiaya.

Sementara cowok yang menjadi rebutan, berada disamping kedua wanita tersebut.

Aksi penganiayaan karena rebutan cowok itu, belum diketahui pasti lokasi kejadiannya hingga berita ini ditayangkan.

Sementara itu, pihak kepolisian masih dalam upaya konfirmasi.

Sekadar diketahui, video penganiayaan tersebut diunggah Akun Facebook atas nama Alman Fauji melalui reels video mendapat tanggapan 4.756 Like, 2.825 Komentar dan 3.054 Bagikan. (Hardin CN)

Anggaran Sewa Artis Rp 1 Miliar, Kajari Halsel: Sedang Kami Telaah

HALSEL, CN – Kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran sewa artis Rp 1 Miliar di Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), masuk radar kejaksaan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel saat ini tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp 1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023 yang menyeret sejumlah nama di Bagian Umum Sekda Halsel.

Kepala Kejari Halsel, Guntur Triyono menegaskan bahwa kasus tersebut akan diselidiki Penyidik Kejaksaan karena nilainya cukup fantastis.

Kasus itu, kata Guntur, masih dalam telaah Penyidik Kejari Halsel. Setelah di telaah baru melakukan pemanggilan pihak-pihak yang terlibat dalam masalah ini.

“Untuk kasus ini, sedang kami telaah,” kata Kajari Halsel, Senin (1/4/2024).

Menurutnya, apabila memenuhi unsur akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya.

“Apabila masuk, maka kita tingkatkan,” beber Guntur Eks Kasi Wilayah l Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang Direktorat Penuntutan pada JAM Pidsus Kejagung RI itu.

Guntur menambahkan, saat ini Kejari Halsel masih fokus tuntaskan kasus korupsi skandal BPRS Saruma. Sehingga untuk kasus dugaan korupsi di Bagian Umum Setda Halsel aksen nanti paska Hari Raya Idul Fitri 2024.

“Iya, kita fokus untuk tuntaskan skandal kasus korupsi BPRS dulu. Yang dugaan korupsi anggaran sewa artis di Bagian Umum Setda nanti setelah lebaran Idul Fitri,” tegasnya.

Kasus ini terjadi pada saat transisi kepemimpinan mendiang Bupati Halsel Usman Sidik ke Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba.

Bupati Halsel Bassam Kasuba menanggapi persoalan tersebut. Hasan Ali Bassam Kasuba mengaku pernah menanyakan soal anggaran tersebut. Hanya saja, tidak diberikan kewenangan untuk merubah mata anggaran.

Dia hanya bisa menyetujui untuk dijalankan kegiatan dengan anggaran yang fantastis itu.

“Apakah saya punya kewenangan untuk merubah, mereka bilang tidak bisa karena semua sudah ditetapkan. Sehingga saya memberikan persetujuan untuk kegiatan itu jalan,” singkat Bupati Halsel.

Anehnya, penambahan Bintang Tamu artis Religi Opick yang nilainya hanya capai Rp 100 juta lebih, akan tetapi sebelumnya anggaran sewa artis kurang lebih 3 orang itu capai Rp 1 Miliyar.

Menurut politis muda PKS itu, angka Rp 100 juta lebih itu diluar dari anggaran sewa artis Rp 1 Miliar yang ditetapkan sebelumnya dan terkait pencairan anggarannya masih dijabat Eks Kabag Umum.

“Iya Rp 100 juta lebih itu diluar dari Rp 1 Miliar. Jadi besarannya luar biasa,” tutup Hasan Ali Bassam Kasuba. (Hardin CN)

Bupati Halsel Ajak Seluruh ASN Ikuti Pesantren Eklusif dan I’tikaf di Masjid Raya

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba resmi membuka kegiatan Pesantren Eksekutif dan I’tikaf 10 Hari terakhir Ramadhan 1445 Hijrah.

Kegiatan berlangsung 1 – 9 April bertempat di Masjid Raya Agung Al-khairaat Halsel.

Bupati Halsel dalam Sambutannya menyampaikan, Bulan Suci Ramadhan semestinya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Sehingga berdampak terhadap diri sendiri dan Keluarga atau orang di sekitar kita.

“Berbagai amalan disediakan didalam bulan suci Ramadhan. Salah satunya adalah dengan melaksanakan I’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan,” ujarnya.

Dihadapan para Jamaah, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba mengajak seluruh masyarakat maupun para ASN khusus yang beragama Islam agar mari Jemput kemuliaan di 10 Malam terakhir Ramadhan 1445 Hijriah.

“Saya mengajak khusus kepada Bapak ibu ASN, Pimpinan SKPD dilingkup Kabupaten Halmahera Selatan agar mari mengikuti Pesantren Ekskutif dan I’tikaf ini dengan nawaitu semata-mata menggapai kemuliaan dan ridho dari Allah SWT,” ajak Hasan Ali Bassam Kasuba. (Hardin CN)

3 Perangkat Desa Bobo Mandioli Utara Diduga Tidak Miliki Ijazah

HALSEL, CN – Pengangkatan sebagian Aparatur Desa, Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), diduga kuat tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Aparatur Desa.

Pasalnya, aturan tersebut diduga dilanggar Kepala Desa (Kades) Bobo, M Tarzan Abd Rahman. Sebab, Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Aparatur Desa, pasal 2 Ayat (1), minimal harus berijazah Sekolah Menengah Umum atau Sederajat.

Namun informasi yang berhasil dihimpun wartawan cerminnusantara.co.id, sebanyak 3 Perangkat Desa yang diangkat Kades Bobo tanpa memiliki Ijazah. Diantaranya bernama Minggu Abubakar, Kasim Hamit dan Angga Ibrahim.

Bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sendiri pun menghimbau melalui surat resmi Nomor : 140 / 037 / DPMD / 2024 ditegaskan kepada para Kepala-kepala Desa agar dapat memastikan betul perangkat Desanya minimal memiliki Ijazah SMU/Sederajat.

Dijelaskan dalam surat himbauan tersebut, hal itu berdasarkan undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Pasal 50 ayat 2 dan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Perangkat Desa sebagaimana diubah dengan Permendagri 67 Tahun 2017 Tentang Perangkat Desa.

Sementara itu, Kades Bobo M Tarzan Abd Rahman dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp belum lama ini tidak balas hingga berita ditayangkan. (Hardin CN)

Kepala KUA Kayoa Selatan Malas Berkantor

HALSEL, CN – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), diketahui sudah berbulan-bulan tidak masuk Kantor.

Kepala KUA Kayoa Selatan yang malas berkantor bernama Idil Naser itu, tidak pernah menjalankan tugasnya selama ditunjuk menjadi Kepala KUA Kecamatan Kayoa Selatan.

Hal ini dikeluhkan warga di Kecamatan Kayoa Selatan yang namanya tidak mau dipublish, Senin (1/4/2024).

“Pak Idil Naser Idil Naser, Kepala KUA Kecamatan Kayoa Selatan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan, ditetapkan di Sofifi  pada tanggal 5 September 2023 tidak pernah menjalankan tugas selama ditunjuk menjadi Kepala KUA, Pak Idil Naser sendiri tidak pernah menjalankan tugas. Ini dikeluhkan warga Kayoa Selatan saat berurusan,” jelasnya warga setempat.

Selain itu kata dia, selama ditunjuk menjadi Kepala KUA Kayoa Selatan, Idil Naser hanya aktif berkantor 2 bulan yakni November 2023 dan Januari 2024. Itupun selama 1 Bulan hanya 4 sampai 5 hari berkantor.

“Dia (Idil Naser-red) masuk hanya 2 Bulan saja, Bulan November 4 hari terus Januari itu 5 hari. Setelah itu, dia langsung pulang Kampung sampai hari ini tidak masuk Kantor,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala KAU Kecamatan Kayoa Selatan, Idil Naser masih dalam upaya konfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id. (Hardin CN)

Miris! 3 Oknum Anggota TNI AL di Halsel Diduga Aniaya Wartawan Hingga Telinga Keluar Darah, Korban Ditendang dan Dicambuk dengan Selang 

HALSEL, CN – Seorang wartawan media Online bernama Sugandi dianiaya 3 oknum anggota TNI AL di Pos Jaga Pelabuhan Panambuang di Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Wartawan itu, dihajar anggota TNI AL karena tidak menerima ada pemberitaan mengenai Puluhan Ribu KL BBM diduga milik Ditpolairud Polda Malut ditahan TNI AL di Halsel.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis (28/3/2024) sekitar pukul 02.00 WIT di Pos Pelabuhan Panambuang.

“Sekitar Jam 12 siang, dari Angkatan Laut (TNI AL) jemput saya dengan Mobil. 3 anggota Anggota Angkatan Laut itu, bawa saya langsung ke Pos Angkatan Laut di Desa Panambuang. Setelah itu, sekitar Jam 2 siang dan di Pos itu terjadilah Penganiayaan,” ungkap Sugandi saat ditemui puluhan wartawan, pada malam dini hari.

Sugandi mengungkapkan, dirinya dianiaya karena ke 3 Oknum anggota TNI AL itu merasa tidak puas dengan pemberitaan wartawan.

“Penganiayaan yang mereka lakukan dengan alasan bahwa ada pemberitaan yang naik awal tanpa konfirmasi. Namun dalam hal ini, kami pernah konfirmasi dan itu kami ada 3 orang wartawan. Bahkan hasil rekaman juga ada di teman 2 wartawan lainnya. Jadi berita yang naik juga, hasil konfirmasinya ada sampai sekarang,” ungkap Sugandi.

Namun kata Sugandi, menurut 3 oknum Anggota TNI AL itu, bahwa hasil konfirmasi bukan untuk pemberitaan, terkecuali hasil wawancara.

“Dengan alasan itulah, mereka merasa tidak puas dan mengambil langkah pukul saya. Paling banyak saya ditendang di bagian Kepala hingga Telinga saya keluar darah dan 2 gigi patah. 2 tangan saya juga dipukul. Terus di bagian belakang saya juga ditendang dan pukul menggunakan Selang hingga luka-luka,” terangnya.

Sugandi sendiri saat ini, telah divisum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha.

Selanjutnya, kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan, 3 oknum anggota TNI AL akan dilaporkan ke Polisi Militer (POM) TNI AL di Kota Ternate. (Hardin CN)