Waspada! Penipuan Catut Nama Kepala BKD Halsel

HALSEL, CN – Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), dihimbau agar lebih waspada terhadap aksi penipuan dengan modus mengatasnamakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Pasalnya, belum lama ini, ada oknum-oknum tertentu mencoba menipu mencatut nama Kepala BKD Halsel Abdillah Kamarullah.

“Assalamualaikum, sekilas Info! Bersama ini kepada Basudara semua bahwa ada oknum yang menghubungi orang-orang dengan mengatasnamakan saya dengan menggunakan nomor yang bukan milik saya, oknum tersebut meminta uang dengan iming-iming memberikan jabatan. Jika ada yang menghubungi mohon jangan di layani itu penipuan,” tulis Abdillah Kamarullah di akun Facebook miliknya, Minggu (26/5/2024).

Aksi penipuan yang dilancarkan oknum tersebut menggunakan aplikasi WhatsApp.

Abdillah dikesempatan yang sama berharap, kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap aksi segala bentuk penipuan.

“Kepada seluruh masyarakat dan saudara-saudara secara pribadi saya minta agar tetap dan selalu berhati-hati jangan lupa melakukan kroscek jika menerima pesan yang mencurigakan semacam itu,” imbuhnya mengakhiri. (Shain CN)

Sosok Rusdi Somadayo Dimata Akademisi: Putra Terbaik Halsel dengan Segudang Pengalaman

HALSEL, CN – Sebagai figur yang berpengalaman di birokrat, Rusdi Somadayo dinilai sosok yang layak menahkodai Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Rusdi Somadayo dengan segudang pengalaman. Diantaranya sebagai akademisi, Kepala Dinas (Kadis) Pemerintah Daerah (Pemda) maupun pegawai Kementerian.

Ko Edy sapaan akrab Rusdi Somadayo itu, diketahui sudah puluhan Tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga perencanaan pensiunan dini.

Menurut Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, DR Muamil Sunan bahwa masyarakat sangat membutuhkan seorang Kepala Daerah yang benar-benar peduli terhadap berbagai keluhan dan kebutuhan masyarakat dan pembangunan Daerah.

Sehingga dalam momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dimata akademisi, Rusdi Somadayo sangat pantas menjadi Bupati Halsel pada periode 2024-2029.

Muamil Sunan bilang, Rusdi Somadayo memiliki segudang pengalaman khususnya dalam Bidang Birokrat atau pemerintahan yang tidak dapat diragukan lagi.

Hal ini diibaratkan, kata dia, Rusdi Somadayo sudah banyak makan garam dengan dinamika Birokrasi Halsel. Sehingga mengetahui apa yang harus dilakukan untuk membawa Bumi Saruma ke depan menjadi lebih baik. Sebab, Rusdi Somadayo adalah sosok dari Birokrasi tulen.

“Seorang pemimpin yang ideal, tentunya harus memiliki integritas, kapabilitas, otoritas dan karitas. Basis dari integritas adalah karakter dan perilaku etis. Selanjutnya, orang yang memiliki kapabilitas berarti orang yang paham dan ahli akan bidang pekerjaannya. Basis ketiga adalah otoritas yang merupakan wewenang jabatan dengan basisnya legalitas formal. Karena tujuan otoritas adalah untuk menggerakkan organisasi. Dan yang terakhir yaitu menjadi mantra populer yaitu pemimpin adalah pelayan,” tutur Muamil Sunan, Jumat (24/5) kemarin.

Muamil Sunan juga menerangkan, seorang pemimpin harus memiliki sifat rendah hati dan respek kepada orang lain. Sebab, jabatan adalah amanah. Dan karena itu, amanah harus dipertanggungjawabkan kepada konstituennya dengan cara melayani sepenuh hati untuk mereka.

“Khususnya pada Pilkada Halsel. Tentunya sangat menarik. Karena di sana ada H. Rusdi Somadayo. Ia adalah sebagai salah satu putra terbaik Halsel dengan segudang pengalaman di Birokrasi dan pengalaman memimpin,” terangnya.

Akademisi mudah itu menambahkan, tentunya, ini bisa menjadi rujukan bagi masyarakat Halsel dalam Pilkada 2024 nantinya.

“Dengan pengalaman memimpin di birokrasi, tentunya H. Rusdi Somadayo patut menjadi pertimbangan dalam pemilihan Bupati Halsel nantinya,” jelas Muamil Sunan.

Muamil menilai, pengalaman dan sepak terjang Rusdi Somadayo di birokrasi dan kepemimpinan cukup matang. Tentunya Rusdi Somadayo memiliki keempat kriteria pemimpin ideal.

“4 kriteria itu, yakni integritas, kapabilitas, otoritas dan karitas,” tandas Muamil Sunan menilai Rusdi Somadayo. (Hardin CN)

Ketua Bawaslu Halsel Resmi Lantik 90 Anggota Panwaslu

HALSEL, CN – Ketua Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), resmi melantik dan mengambil sumpah 90 orang Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan untuk melaksanakan Pengawasan (Panwas) pada tahapan pemilihan serentak tahun 2024 di Halsel, di Aula Hotel Buana Lipu Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan, Sabtu (25/5/2024) Siang.

Proses pelantikan ini, berdasarkan hasil seleksi evaluasi kinerja Panwascam (Exsisiting) pada Pemilu serentak Februari lalu sebanyak 62 orang dan hasil rekrutmen baru sebanyak 28 orang.

Ketua Bawaslu Halsel Rais Kahar, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada bapak ibu yang dilantik agar selalu solid dan menjaga integritas dalam rangka melakukan pengawasan pada pemilihan serentak yang akan dilaksanakan pada November mendatang.

“Setelah dilantik, segera balik ke masing-masing Kecamatan untuk melaksanakan tahapan pemilihan yang sudah mulai berjalan sementara ini. Ada tahapan Rekrutmen Jajaran Pengawas Pemilu Lapangan/PKD. Pastikan semua proses sesuai Prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan kepada anggota Panwaslu Kecamatan yang baru saja dilantik agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik dalam menjalankan tugas selama tahapan Pemilihan berjalan, kedepan langkah Pencegahan.

“kepada saudara saudari yang baru dilantik ini, utamakan langka pencegahan pada setiap tahapan yang diawasi. Karena tugas utama Bawaslu dan Jajaran sangat jelas diatur dalam ketentuan adalah mengedepankan langka Pencegahan, Pengawasan baru Penindakan,” ujar Rais.

Selain itu, Rais mengajak kepada Anggi Panwaslu di 30 Kecamatan untuk bagun sinergi dengan semua Komponen atau pihak dalam pengawasan Pemilihan ini, sesuai dengan slogan Bawaslu Bersama Rakyat Awasi Pemilu atau Pemilihan bersama Bawaslu untuk tegakan Keadilan Pemilihan.

“Semua masyarakat dapat melaporkan Jajaran kami kalau tidak melaksanakan tugas dengan baik dan bertentangan dengan peraturan perundang undangan yang berlaku,” kata Rais.

Lebih lanjut, Rais mengingatkan bahwa pada Pemilihan kali ini, sangat berbeda dengan Pemilihan sebelumnya. Sebab, Pemilihan serentak kali ini ada Dua Jenis Pemilihan yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

“Oleh karena kita bersinerji untuk sama-sama awasi Pemilihan ini dengan baik. Prinsipnya, tegakan lurus tanpa pandang bulu. Apabila ada temuan dugaan pelanggaran pada pemilihan, segera tindak lanjut sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Setelah proses pelantikan dilanjutkan dengan pembekalan orintasi tugas dan fungsi pengawas Pemilu kepada Panwaslu Kecamatan, Turut hadir dalam acara pelantikan yakni Bupati Halsel yang diwakili Asisten 1 Hi. Bustamin, Anggota Bawaslu Halsel, Hans William Kurama SH dan M. Hijrah Hi. Kamuning SH, Sekretaris Bawaslu Halsel Kamil Muis, S.Ag,.M.Si, Kapolres Halsel yang diwakili Kabag Ops Kompol Jamaludin, S.AP, Dandim 1509/Labuha yang diwakili oleh Pasi Ops Letnan Satu Infantri Rizki Dicen Agusman, S.T.Han., M.H.I., Sekretaris Kesbangpol Ardani serta anggota KPU Halsel Darmin Hi Hasim. (Hardin CN)

Pemdes Tawa Bacan Timur Tengah Salurkan Bantuan Beras ke Warga

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Tawa, Kecamatan Kakuluk Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyalurkan bantuan Beras kepada 112 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran dilakukan di Gudang Pangan Desa Tawa pada Jumat (24/5/2024).

Kepala Desa (Kades) Tawa, Lonly Loleo menyampaikan bahwa bantuan tersebut disalurkan atas bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Halsel.

“Setiap KPM menerima 10 Kilogram Beras. Dan di Desa Tawa sendiri terdapat 112 KPM,” ujar Lonly Loleo.

Orang nomor Satu di Desa Tawa itu berharap, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah lonjakannya harga beras.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemda Halsel atas bantuan yang diterima untuk kepentingan warganya.

“Meskipun hanya 10 kilogram, tapi ini sangat membantu masyarakat,” terangnya mengakhiri. (Hardin CN)

Tempat Jahit Waidoba Taylor Dijadikan Rumah Singgah Relawan Hasan Ali Bassam Kasuba

HALSEL, CN – Asbur Abu pengusaha jahit taylor (Waidoba Taylor), saat ini dikabarkan menyiapkan rumah singgah bagi Relawan Bassam Kasuba dalam menyongsong Pilkada Halsel Tahun 2024.

Rumah singgah tersebut dipersiapkan Asbur Abu untuk digunakan sebagai posko pemenangan maupun home base bagi para tim, relawan ataupun simpatisan dalam melakukan kerja-kerja politik untuk memenangkan Bassam Kasuba pada Pilbup Tahun ini.

” Insya ALLAH Waidoba Taylor berpindah alamat jahit dan konveksi, berhubung rumah tempat jahit Waidoba Taylor Desa kampung makian dijadikan rumah singgah Tim Relawan Pemenangan Calon Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba,” tulis Dirut Waidoba Taylor pada story WA dan pada unggahan di beranda facebooknya.

Dalam penuturannya Dirut PT. WAIDOBA BERKAH PERS itu mengatakan, Rumah singgah yang disiapkannya itu nantinya akan menjadi tempat beristirahat dan berkumpul bagi siapa saja, juga sebagai Posko tim dalam melakukan kegiatan dan usaha-usaha politik untuk memenangkan Hassan Ali Bassam Kasuba.

Sebab menurutnya, sebagai Relawan Bassam Kasuba insiatif menyiapkan rumah singgah merupakan bentuk manifestasi peningkatan partisipasi aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarkat untuk menunjang kemenangan Bassam Kasuba.

“Sebagai seorang relawan saya bekerja dengan hati dan melakukan aktivitas berdasarkan panggilan moral tanpa ada maksud tertentu,” tutup Haji sapaan akrabnya. (Shain CN)

Kades Sekly Diduga Bohongi Publik Terkait Kasus Pernikahan Sesama Jenis

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Sekly, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Malik Hi Daud diduga kuat telah melakukan pembohongan publik terkait masalah pernikahan sesama jenis pria.

Pasalnya, pembohongan Kades Sekly terhadap Pemerintah beserta seluruh masyarakat, setelah terbongkarnya kasus pernikahan sesama jenis di Desanya.

Dimana, Kades Sekly dengan terang-terangan dihadapan Pemerintah Daerah (Pemda) dan dan pihak Kemenag Halsel mengaku bahwa isu pernikahan sesama jenis di Desanya adalah hoax.

Kades Sekly mengaku jika pernikahan tersebut adalah laki-laki dan perempuan, bukan laki-laki dan laki-laki.

“Yang mencuat sekarang ini, di Desa Sekly ada informasi bahwa yang menikah itu adalah laki-laki dan laki-laki alias laki-laki dan Banci. Tapi setelah saya dengar informasi itu, saya turun pantau dan cek kembali, interogasi kembali, bukan berarti bahwa saya cuma perintah orang yang cek. Tapi periksa sampai pada tingkat dari dalam. Apa itu perempuan atau laki-laki. Tapi jelasnya dong (mereka) lihat langsung dan jenis kelaminnya perempuan bukan laki-laki,” jelas Kades Sekly melalui video berdurasi 1:22 menit saat ditanya Pemda Halsel melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Asisten II Setda, Kabag Pemerintahan, Kabag Kesbangpol, Jumat (17/5).

Selain itu, Kades Sekly juga menyalahkan salah seorang Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahwa Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut telah menyebarkan informasi tidak benar.

“Cuma fitnah yang mencuat sekarang ini, itu ada guru SMP 1 orang yang dengar informasi terus dia kasih naik di media-media massa persoalan ini. Sehingga sampai sekarang ini sudah ramai. Tapi kenyataan yang ada ini, jelasnya perempuan, kemudian Kabag Pemerintahan yang perintahkan saya untuk saya telepon kembali di Kaur saya yang ada di Sekly, mereka turun cek kembali lagi, kenyataan yang ada itu sama, perempuan bukan laki-laki,” tegasnya.

Bahkan Kades Sekly, Malik Hi Daud juga berharap agar Publik tidak mempercayai informasi yang sudah disebarkan luaskan terkait Pernikahan sesama jenis tersebut.

“Jadi saya harapkan agar supaya didalam media massa ini, kalau seandainya ada informasi bahwa dia laki-laki dan laki-laki itu tidak benar. Yang jelasnya dia adalah perempuan, laki-laki dan perempuan menikah,” harapnya.

Selang beberapa saat kemudian, Malik Hi Daud pun meminta maaf melalui rilis resminya disalah satu Grup WhatsApp dan membeberkan bahwa informasi pernikahan sesama jenis benar adanya terjadi di Desa Sekly.

“Menyangkut dengan mempelai laki2 dan perempuan tu datang dari Weda malamnya langsung menikah Jadi saya selaku kades Sekly di undang lagi menyangkut dengan pernikahan itu yang seyogyanya saya dilaporkan bahwa pernikahan tersebut yang pengantin wanitanya banci alias laki laki jadi saya perintahkan perempuan datangi dia dan tanyakan bahwa dia perempuan,ternyata sorenya saya sampaikan lagi aparat desa PE bini periksa lagi saya bilang kalau periksa jangan cuma tanya tapi Lolo padia supaya apa butul batang atau perempuan ternyata dg sampaikan bukan perempuan tapi batang alias laki laki ,jadi saya suda sampaikan samua aparat desa POLDES juga ada dan pon yang jaga karna itu banci PE orang tua mo datang ke Sekli,” tulis Kades Sekly.

Untuk itu, pernyataan pertama dan kedua dari Kades Sekly tersebut telah berbeda. Yang mana, penyataan pertama, ia membantah pernikahan sesama jenis tidak benar lantaran dirinya sudah memerintahkan Kaur Desanya untuk memeriksa laki-laki yang menyamar sebagai pengantin wanita. Sementara pernyataan kedua, dirinya juga memerintahkan Kaur Desanya untuk memeriksa pengantin tersebut dan mengaku benar terjadi pernikahan itu, adalah laki-laki dan laki-laki.

Selain itu juga, Pernyataan Kades Sekly terbantahkan atas pengakuannya Jurnal sebagai sang “pengantin wanita” yang mengaku bernama Dela La Udin itu sendiri.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Jurnal, saya selaku membuat hebohan yang viral kemarin di Desa Sekly, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Dan saya sebenarnya laki-laki,” demikian ucapan permintaan maaf sekaligus pengakuan Jurnal bahwa dirinya adalah seorang pria melalui sebuah video pendek berdurasi 00:24 detik yang tersebar pada Sabtu (18/5).

Sekedar diketahui, pernikahan sesama jenis tejadi pada Rabu (15/5) di Desa Sekly. Mempelai laki-laki bernama Naim Saban. Sementara Jurnal sebagai Sang Pengantin Wanita mengaku bernama Dela La Udin. (Hardin CN)