Kades Apresiasi Keaktifan PKK Desa Tawa Bacan Timur Tengah

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Tawa, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Lonly Loleo mengapresiasi kepada PKK Desa Tawa.

Dimana, Desa Tawa merupakan salah satu PKK di Halsel yang teraktif.

Hal ini umumkan Ketua TP-PKK Halsel, Rifa’at Al-Sa’adah saat menggelar Bimbingan 10 Program PKK.

Kades Tawa, Lonly Loleo mengatakan, pihaknya sangat merasa bangga atas keaktifan PKK Desa Tawa saat dilantik hingga sekarang.

“Ibu Ketua TP-PKK Kabupaten Halmahera Selatan telah memberi PKK Desa Tawa sebagai PKK paling aktif ini merupakan suatu kebanggaan besar bagi kami,” ucap Lonly Loleo, Selasa (4/6/2024).

Lonly Loleo menjelaskan, keberhasilan PKK Desa Tawa, tidak terlepas dari dukungan PKK di Desa lainnya. Termasuk TP-PKK Kabupaten.

“Mudah-mudahan ini juga menjadi inspirasi dan masukan-masukan untuk program ke depannya,” harapnya mengakhiri. (Hardin CN)

 

Bupati Halsel Prioritaskan Pembangunan Jalan di Pulau Obi

HALSEL  Hari Jadi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), ke-21 Tahun, menjadi hari istimewa tersendiri bagi masyarakat di Pulau Obi. Bagaimana tidak, tepatnya pada Juni 2024 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun akses jalan berupa jalan hotmix sepanjang 3 kilometer khusus di Pulau Obi.

Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba sendiri sebelumnya telah menyampaikan bahwa jalan dalam kota di Pulau Obi menjadi prioritas pembangunan di masa kepemimpinannya.

“Pemerintah akan terus berusaha meningkatkan pembangunan dan kualitas infrastruktur, untuk mendukung kepentingan masyarakat,” kata Hasna Ali Bassam Kasuba beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, proyek infrastruktur yang menjadi fokus Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba ialah pembangunan jalan penghubung di kecamatan terluar yaitu Kecamatan Obi, Makian, Kayoa dan Gane, yang direncanakan akan dimulai pada 2024 ini.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Ridwan pada 31 Mei kemarin mengatakan, proyek pembangunan jalan ini sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Untuk jalan di dalam kota Kecamatan Obi, menurut Ridwan akan mulai dikerjakan pada awal Juni 2024. Karena saat ini, pihaknya masih menunggu material Lapisan Pondasi Atas (LPA) yang didatangkan dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Jika LPA nya sudah ada. Maka kami langsung action, diawali dengan pembangunan ruas jalan jalur Rumah Sakit Obi,” kata Kabid.

Jalan yang direncanakan untuk diperbaiki adalah sepanjang 3,7 kilometer dan akan melintasi beberapa desa dalam Kecamatan Obi, termasuk kawasan Rumah Sakit (RS) Obi.

“Pengerjaan proyek ini akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Sehingga, masyarakat diberbagai bagian Kecamatan Obi dapat dengan mudah mengaksesnya,” ujarnya.

Terkait kerjasama dengan pihak ketiga, proyek jalan hotmix dalam Kota Kecamatan Obi ini, nantinya akan dikerjakan PT Modern Maju Membangun (PT.MMM) dengan nilai kontrak senilai Rp 7,99 miliar rupiah, dengan total sepanjang 3.700 meter akan dibuat jalan hotmix.

Insya Allah pada anggaran perubahan nanti kita akan tambahkan lagi. Ini khusus untuk Pulau Obi,” jelas Kabid.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Halsel Muhammad Idham Pora, ST., mengatakan, proyek ini akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan jalan lainnya dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik di wilayah tersebut. Untuk proyek jalan hotmix dalam kota di beberapa lokasi di kota Labuha juga telah selesai dikerjakan.

Alhamdulillah, pekerjaan rehabilitasi jalan dalam Kota Labuha selesai dikerjakan oleh pihak rekanan. Anggarannya senilai Rp 6 Miliar,” ungkap Kadis.

Selain untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, pembangunan ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel untuk mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah pedesaan dan perkotaan.

“Diharapkan ini dapat meningkatkan perekonomian lokal serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat di pedesaan dan Kecamatan,” tutupnya. (Hardin CN)

Jadi Sorotan, Rusdi Somadayo Banjir Dukungan di Pilkada Halsel 2024

HALSEL, CN – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yang akan digelar pada November 2024 akan semakin menarik.

Pasalnya, Bakal Calon Bupati (Bacabup) Rusdi Somadayo menjadi topik perbincangan yang begitu hangat sebagai satu-satunya Bacabup Halsel yang memiliki segudang pengalaman.

Rusdi Somadayo sendiri yang menjadi sorotan saat ini, dari berbagai elemen masyarakat menginginkan untuk maju mencalonkan diri sebagai Bacabup Halsel hingga pada akhirnya mendaftarkan diri disejumlah Partai Politik (Parpol).

Banjir dukungan masyarakat tersebut, lantaran Rusdi Somadayo adalah sosok Birokrat yang memiliki sederet prestasi.

Harapan dan dukungan yang mengalir dari Tokoh masyarakat, kalangan aktivis maupun Akademisi itu, sebagai modal Rusdi Somadayo untuk bertarung pada Pilkada Halsel ke depan.

Sehingga itu, Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, DR Muamil Sunan menerangkan bahwa setiap warga negara berhak untuk memilih dan dipilih sebagai pemimpin atau Kepala Daerah. Tentunya, masyarakat sangat membutuhkan seorang Kepala Daerah yang benar-benar peduli terhadap berbagai keluhan dan kebutuhan masyarakat dan pembangunan Daerah.

Meski begitu, Muamil Sunan menyebut, kehadiran Rusdi Somadayo pada Pilkada Halsel sangat menarik. Sebab, Rusdi Somadayo adalah putra terbaik Halsel yang memiliki segudang pengalaman di Birokrat.

“Dengan pengalaman memimpin di Birokrasi, tentunya H. Rusdi Somadayo patut menjadi pertimbangan dalam pemilihan Bupati Halsel nantinya,”jelas Muamil Sunan, Jum’at (24/5) lalu.

Bagi Muamil, pengalaman dan sepak terjang Rusdi Somadayo di Birokrasi dan kepemimpinan tersebut cukup matang.

“Tentunya H.Rusdi Somadayo memiliki keempat kriteria pemimpin ideal yakni, integritas, kapabilitas, otoritas dan karitas,” tandasnya.

Sementara itu, Mudasir Ishak, Aktivis dan Tokoh Muda Makian Kayoa (Makayoa), juga angkat bicara.

Menurutnya, pemimpin di Halsel ke depan harus mempunyai integritas serta kemampuan dalam menata birokrasi dan tidak mementingkan entitas tertentu.

“Pemimpin bukan sekedar memimpin, tetapi harus punya integritas, melayani masyarakat dengan ikhlas dan berjiwa membangun. Karena Negeri Saruma harus dibangun dengan hati yang tulus,” ujar Mudasir, Selasa (28/5).

Karena itu bagi Mudasir, Rusdi Somadayo adalah publik figur yang tepat. Sebab, ia adalah tokoh masyarakat yang menjadi pusat perhatian banyak orang. Bahkan sudah dikenal masyarakat luas, baik dari fisik maupun prestasi yang pernah diraih.

Sementara melihat latar belakang pengalaman Rusdi Somadayo, tentu memiliki konsep pembangunan kemajuan Halsel yang akan maju bersaing dengan Kabupeten-kabupaten lain di Malut.

Apalagi sambung Mudasir, latar belakang pria yang sering disapa Ko Edy itu adalah Birokrat. Tentu dengan mudah mengimplementasikan Visi -misi yang berbasis masyarakat dan program prioritas pembangunan akan berjalan lancar.

“Jadi bagi saya selaku aktivis dan tokoh muda makayoa, Rusdi Somadayo adalah sosok yang layak untuk memimpin negeri saruma yang kita cintai ini,” tutupnya. (Hardin CN)

Pemda Halsel Gelar Rakor Konvergensi Aksi I dan II Perencanaan Program Stunting 2024

HALSEL, CN – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), melalui Bappelitbangda bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), menggelar Rapat Koordinasi konvergensi stunting Aksi I dan Aksi II Perencanaan program Stunting Tahun 2024.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda, Jumat (31/5/2024).

Rapat koordinasi itu dibuka Syaiful Turuy selaku Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan.

Syaiful Turuy saat membuka kegiatan mengatakan, stunting merupakan program Nasional yang masih menjadi prioritas untuk diintervensi, dimulai dari Pemerintah Pusat Daerah hingga ke Desa.

Rapat digelar dengan tujuan memprioritaskan sumber daya yang ada untuk penanganan stunting terintegrasi melalui peran lintas sektor dan penguatan Peran TPK sebagai garda terdepan penanggulangan gizi pada 5 sasaran stunting

Adapun arahan yang disampaikan Syaiful Turuy dalam rapat koordinasi, bahwa Halsel dengan angka stunting yang masih tergolong tinggi memerlukan komitmen kuat pemerintah Daerah melalui kolaborasi konvergensi Pentatonix secara komprehensif dengan intervensi spesifik yang fokus pada 5 sasaran.

“Diantaranya, Remaja putri, Calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan/ menyusui dan bayi/balita,” ujar Syaiful Turuy.

Kemudian intervensi sensitif yaitu Sanitasi Lingkungan, akses air bersih, rumah layak huni dan ketahanan pangan.

Dalam kegiatan yang digelar itu, menghadirkan Dua Narasumber diantaranya, Novia Aryanti, S.STP, PJ. Perencana Ahli muda dari Bappeda Provinsi dengan materi yang dibawakan Penguatan program kegiatan OPD dan lintas sektor dalam upaya penurunan stunting.

Kemudian Narasumber yang kedua Sofyan, Kabid Sosial Budaya Bappelitbangda dengan materi Gambaran Analisis situasi stunting Halsel.

Hasil dari rapat koordinasi konvergensi Aksi I ini telah direkomendasikan dokumen rumusan rencana atau program kerja bersumber dari program kegiatan setiap OPD yg tergabung dalam TPPS Kabupaten.

“Harapannya ke depan dengan kolaborasi lintas sektor ini angka stunting dapat turun minimal 10 % dari angka 30,4 menjadi 20,4%,” harap Syaiful.

Sementara itu, Apt. Karima Nasaruddin, S.Si. M.Kes selaku Sekretaris TPPS Kabupaten menyebutkan, peningkatan mutu serta kinerja TPK dan Kader Posyandu dilapangan harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pengukuran dan screening kesehatan bagi Calon pengantin.

“Sebab hal tersebut berpengaruh pada penentuan status gizi maupun stunting terhadap anak yang di ukur,” ungkap Karima.

Terpisah, Ketua TP-PKK Halsel, Rifaat Al Sa’adah, S.Sos. M.IKom selaku Wakil Ketua 3 TPPS Halsel mengarahkan agar program kegiatan yang telah dirumuskan hendaknya dilaksanakan terintegrasi sampai ke Lini lapangan.

“Hal itu untuk memastikan penanganan stunting benar benar dapat dilaksanakan secara merata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang rentan terhadap stunting,” tutupnya. (Shain CN)

Rusdi Somadayo Layak Pimpin Bumi Saruma

HALSEL, CN – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024, begitu banyak Bakal Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yang bermunculan. Sehingga, masyarakat saat ini merasa bingung untuk menentukan sikap politik mereka.

Hal itu membuat Mudasir Ishak, aktivis dan Tokoh Makian Kayoa (Makayoa) angkat bicara. Ia menyampaikan bahwa dinamika politik Pilkada Halsel tentunya kriteria atau tolak ukur siapa yang layak menjadi pemimpin Halsel ke depan.

Menurutnya, pemimpin Halsel ke depan harus mempunyai integritas serta kemampuan dalam menata birokrasi dan tidak mementingkan entitas tertentu.

“Pemimpin bukan sekedar memimpin. Tetapi harus punya integritas, melayani masyarakat dengan ikhlas dan berjiwa membangun. Karena negeri Saruma harus dibangun dengan hati yang tulus,” ujar Mudasir, Selasa (28/5/2024).

Oleh karena itu, Mudasir bilang, Rusdi Somadayo adalah publik figur yang tepat. Sebab, ia adalah tokoh masyarakat yang menjadi pusat perhatian banyak orang. Bahkan sudah dikenal masyarakat luas baik dari fisik maupun prestasi yang pernah diraih.

Selain itu, melihat latar belakang pengalaman Rusdi Somadayo, tentu memiliki konsep pembangunan kemajuan Halsel yang maju bersaing dengan Kabupeten-kabupaten lain di Malut.

Apalagi sambung Mudasir, latar belakang pria yang sering disapa Ko Edy itu adalah birokrat. Tentu dengan muda mengimplementasikan Visi -misi yang berbasis masyarakat dan program prioritas pembangunan akan berjalan lancar.

“Jadi bagi saya selaku aktivis dan tokoh muda Makayoa, Rusdi Somadayo adalah sosok yang layak untuk memimpin Bumi Saruma yang kita cintai ini,” tutupnya. (Hardin CN)

Harita Nickel Tambah Dua Entitas Baru

HALSEL, CN – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan, hari ini mengumumkan pendirian Dua entitas baru, PT Bhakti Bumi Sentosa (BBS) dan PT Cipta Kemakmuran Mitra (CKM), sebagai bagian dari inisiatif strategis perusahaan untuk memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk, Roy Arman Arfandy mengatakan, pembentukan kedua unit usaha ini merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional.

“Dengan mengolah sisa hasil produksi menjadi produk yang lebih bernilai, kami tidak hanya mengoptimalkan operasi kami, tetapi juga memperkuat komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan,” jelas Arman dikutip, Selasa (28/5/2024).

PT BBS, kata Arman, didirikan dengan fokus pada peningkatan praktik pengelolaan sisa hasil produksi. Entitas ini akan mengolah sisa hasil produksi dari proses HPAL, berupa tailing, menjadi barang-barang bernilai ekonomi, selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah sisa hasil produksi menjadi produk bernilai tambah, PT BBS akan berkontribusi pada tujuan keberlanjutan perusahaan dan efisiensi operasional.

Serta, PT Halmahera Persada Lygend sebagai anak perusahaan yang dimiliki langsung sebesar 45 persen oleh PT Trimegah Bangun Persada Tbk dengan memegang 21.026 saham (kepemilikan 94,24 persen), sementara Hong Kong Blue Whale International Limited memegang 1.285 saham (kepemilikan 5,76 persen).

Arman juga mengungkapkan PT CKM didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan memproduksi kapur tohor atau quicklime, salah satu bahan utama yang diperlukan untuk proses pemurnian bijih nickel kadar rendah menggunakan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL).

Unit usaha baru ini, kata Dia, bertujuan untuk memastikan stabilitas dan efisiensi pasokan bahan utama ini, sehingga mendukung proses produksi dan efektivitas operasional secara keseluruhan. PT Trimegah Bangun Persada Tbk memegang 4.040 saham (kepemilikan 40 persen), sementara Hong Kong Blue Whale International Limited memegang 6.060 saham (kepemilikan 60 persen).

Ia menjelaskan, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) merupakan bagian dari Harita Group yang mengoperasikan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Selain IUP Pertambangan, perusahaan sejak 2016 telah memiliki pabrik peleburan (smelter) nikel saprolit dan sejak 2021 juga memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonit di wilayah operasional yang sama. Kedua fasilitas tersebut hadir untuk mendukung amanat industrialisasi dari pemerintah Indonesia.

Harita Nickel juga menjadi pionir di Indonesia dalam pengolahan dan pemurnian nikel limonit (kadar rendah) dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Teknologi ini mampu mengolah nikel limonit yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, menjadi produk bernilai strategis berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

Dengan teknologi yang sama, lanjut Dia, MHP sebagai intermediate product telah berhasil diolah menjadi produk akhir berupa nikel sulfat dan kobalt sulfat yang merupakan material inti pembuatan katoda sumber energi baru, yaitu baterai kendaraan listrik. (Hardin CN)