Satgas TMMD 112 Kodim 1509/Labuha dan Warga Indari Bangun Drainase

HALSEL, CN – Pembenahan sanitasi lingkungan Desa Indari berupa Drainase (Saluran Air) sepanjang 250 Meter mulai dikerjakan Tim Satgas TMMD, Personil Polri dan masyarakat Desa Indari, Sabtu (11/9/2021).

Dalam pembuatan Drainase, kekompakan antara Tim Satgas TMMD, Polri dan masyarakat terlihat sangat semangat kebersamaan serta semangat kekeluargaan.

Ketua Tim Satgas TMMD Desa Indari mengatakan, pembangunan Drainase sepanjang 250 ini sangat penting karena akan membawa efek positif bagi kehidupan warga.

“Kami ini hanya perpanjangan tangan Pemerintah untuk membantu menyelesaikan setiap ada kesulitan masyarakat,” tukasnya.

Serka La Rami menambahkan, dari Tim Satgas TMMD berterima kasih kepada Personil Polsek Indari, para Tokoh masyarakat dan warga Desa yang telah bersama sama membangun Drainase demi kemaslahatan Warga.

“Suatu kebahagiaan bisa membantu dan menolong masyarakat desa Sesuai Santi Aji TNI yang Kami pegang teguh, kami ini berasal dari Rakyat, untuk Rakyat dan akan kembali ke Rakyat,” tukas Serka La Rami. (Red/CN)

Satgas Pra TMMD 112 Kodim 1509/Labuha Siap Bangun Breakwater di Desa Kokotu

HALSEL, CN – Masyarakat Desa Kokotu Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dan Tim Satgas berduyun-duyun membawa Batu untuk dikumpulkan terlebih dahulu guna  melakukan beberapa pekerjaan fisik. Sehingga Tim Satgas telah menyiapkan beberapa opsi pengerjaan Breakwater (Pemecah Gelombang) di Desa Kokotu, Jumat (10/9/2021). Desa Kokotu di Kecamatan Bacan Barat itu juga masuk dalam daftar TMMD 112 Kodim 1509/Labuha.

Dengan beberapa sasaran pengerjaan fisik, seperti Jalan Setapak dan Breakwater. Breakwater itu mulai dikerjakan Tim Satgas Pra TMMD 112 bersama warga Kokotu.

Breakwater dibangun untuk mengurangi abrasi Pantai atau pengikisan tanah maupun pasir Pantai. Yang biasanya mengerus secara perlahan-lahan dan mengikis tanah, sehingga tanah dipermukaan akan habis. Dengan adanya Breakwater atau pecah gelombang bisa minimalisir Pengikisan tanah dan pasir pantai dan memberikan rasa aman saat cuaca buruk seperti badai dan gelombang tinggi yang biasa merusak Perahu maupun bangunan yang di pesisir pantai.

Ketua Tim Satgas TMMD 112 Desa Kokotu, Sertu Wem mengatakan pada media, pengerjaan pemecah gelombang,  Tim Satgas dan Pemerintah Desa (Pemdes) Kokotu telah berkolaborasi bersama dalam pengerjaan beberapa sasaran fisik.

“Tetapi kami memprioritaskan pengerjaan fisik pada Breakwater, warga Desa pun telah kami bagi Tim untuk mengerjakan beberapa sasaran fisik. Tetapi Tim terbesar, sementara kami kerahkan di pengerjaan Breakwater. Pengerjaan Breakwater membutuhkan waktu yang panjang dan cuaca pun akhir-Akhir ini terus memburuk, sehingga pengerjaan pun kami genjot, tukas Sertu Wem. (Red/CN)

Wujudkan Konsep Smart City, Usman-Bassam Merupakan Bupati dan Wabub Pertama di Maluku Utara

HALSEL, CN – Ketua Tim Percepatan Pembangunan Smart City Labuha, Samsudin Abas mengatakan bahwa Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) merupakan Kabupaten pertama di Provinsi Maluku Utara (Malut) yang memperkenalkan sekaligus mewujudkan konsep Smart City atau Kota Pintar. Itu artinya, Bupati Halsel, Usman Sidik dan Wakil Bupati, Hassan Ali Bassam Kasuba yang pertama mewujudkan konsep Smart City tersebut di Maluku Utara.

“Yang jelasnya, belum ada Bupati maupun Walikota di Provinsi Maluku Utara yang secara gamblang menyajikan program 100 kerja seperi yang di gagas oleh pemerintahan Usman Sidik dan Bassam Kasuba,” aku Samsudin saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, (10/9/2021).

Walaupun program 100 Hari kerja tidak di atur dalam aturan, kata dia, namun ini menunjukkan bahwa komitmen yang kuat dari pemerintahan Usman Sidik dan Bassam Kasuba untuk mewujudkan janji membangun Halsel dengan memulai dari Ibu Kota dengan Konsep Smart city.

Bahkan Samsudin bilang, di pemerintahan Usman Sidik lah yang pertama memperkenalkan sekaligus mewujudkan dalam awal starting pemerintahannya dengan melihat pengelolaan pemerintahan sekarang sudah harus menggunakan teknologi informatika untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat agar lebih efektif dari segi waktu maupun biaya.

Pria asal Makian Tahane ini juga memaparkan, dalam konsep membangun Kota Pintar ada enam pilar yakni smart Governance, Smart Cociety, Smart Living, Smart economy, Smart Environment dan Smart Branding. Ini tidak bisa berdiri sendiri, harus saling terkait, maka pembangunan ini harus di mulai dengan Smart Governace.

“Dan pemerintahan Usman Sidik dan Bassam Kasuba telah melakukannya sebagaimana yg telah kita ketahui bersama dalam Laporan 100 Kerja dan Lounching E Smart Labuha,” tuturnya

Ditambahnya, Smart City Labuha telah di buat dan telah masuk pada tahap persiapan pelaksanaan percepatan pembangunan Kota Labuha yang dimulai dengan perencanaan kegiatan pada perubahan APBD-P yang selanjutnya pekerjaan berada pada SKPD teknis yakni Dinas PUPR Perkim-LH, Pariwisata, Perhubungan dan SkPD lain agar secara bersama-sama dapat melaksanakan kegiatan tersebut.

“Maka dari itu, Tim Teknis sarana dan prasarana Smart City kawasan perkotaan Labuha yang diangkat melalui SK Bupati siap mengawal setiap perencanaan sesuai arahan Bupati untuk membangun Kota Labuha sebagaimana harapan pak Bupati dan Wakil Bupati Halsel,” pungkasnya. (Red/CN)

Satgas Pra TMMD 112 Kodim 1509/Labuha Bersama Warga Lakukan Perbaikan Jembatan Desa Nondang

HALSEL, CN – Desa Nondang Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang juga masuk di daftar sasaran Pembangunan Fisik dan Non Fisik, Personil TMMD ke 112, Satgas Pra TMMD Kodim 1509/Labuha bersama warga saling bahu membahu memperbaiki Jembatan yang membelah di Desa, Kamis (9/9/2021),

Jembatan Desa Nondang sepanjang 7 Meter diperbaiki, baik dari segi fondasi, material bahan bangunan untuk  memperkuat bangunan Jembatan,

Serda Rinto yang menjadi salah seorang Personil Satgas Pra TMMD 112 yang ditempatkan di Desa Nondang, memperlihatkan Kayu kayu yang dijadikan Jembatan sudah lapuk termakan usia dan lapuk karena cuaca maupun korosi akibat tingginya serapan garam pada Kayu. Sehingga kayu Jembatan tersebut wajib diganti.

Tak lupa Serda Rinto menjelaskan, prosedur perbaikan jembatan dimulai penggalian untuk digunakan fondasi Jembatan dikedua sisi Jembatan sesuai standar agar usia pakai lebih lama.

“Alhamdulillah juga kita disini tidak mengalami hambatan maupun kendala, karena masyarakat Desa Nondang juga berpartisipasi dengan baik, menjadikan kolaborasi yang kuat antar kami,” ucap Serda Rinto. (Red/CN)

Bupati Halsel Lepas 192 Mahasiswa MBKM di 3 Kecamatan

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Usman Sidik resmi melepaskan 192 orang Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen dalam Pelaksanaan Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di 3 Kecamatan 25 Desa. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Aula Kantor Bupati Halsel, Kamis (9/9/2021).

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan mahasiswa Unkhiar, Sekda Halsel Maslan Hi. Hasan, Rektor Universitas Khairun Dr. M. Ridha Ajan, M.Hum, Kepala SKPD di Lingkup Pemda Halsel, para Dosen pendamping, Camat dan Kepala Desa.

Pada kesempatan itu, Bupati Usman Sidik menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel mengucapkan selamat datang kapada Mahasiswa Universitas Khairun program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

“Saya sangat berterimakasih dengan kedatangan para adik-adik Mahasiswa dan Rektor Universitas khairun atas kepercayaannya memilih Kabupaten Halmahera Selatan sebagai tempat perkuliahan melalui kegiatan proyek membangun Desa berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” ujar Usman.

Usman berharap, ini bukan sekedar hanya karena tugas kuliah, sehingga para Mahasiswa mampir di Kabupaten Halsel. Akan tetapi, di luar tugas kuliah, selaku Pemkab Halsel dan masyarakat selalu menerima kunjungan para mahasiswa sekalian dalam rangka pribadi atau apapun terutama kepada Bapak/ibu pendamping.

“Saya berharap kepada para adik-adik mahasiswa, dapat melakukan identifikasi masalah yang ada dalam masyarakat, sebagai bahan masukan untuk perbaikan pada masa mendatang,” imbuhnya.

Salain itu, usman kembali berharap para mahasiswa juga dapat membantu mengurai permasalahan yang ada di masyarakat.

“Diharapkan pula agar para adik-adik mahasiswa lebih meningkatkan kepedulian dan empati kepada permasalahan yang di hadapi masyarakat,” harapnya.

Usman menambahkan, hal yang berkaitan dengan Desa baik administrasi maupun pelaporan lainya, silahkan datang ke Kantor Desa/Kelurahan.

“Adapun fasilitas di Desa, silahkan para Mahasiswa koordinasikan dengan aparat Desa. Demikian sambutan dari saya, semoga apa yang dikerjakan menjadi amalan buat kita semua,” tutupnya. (Red/CN)

Husen Said Dinilai Tak Paham Konsep Smart City

HALSEL, CN – Pernyataan yang disampaikan Husen Said dalam dialog tentang capaian program 100 hari kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang digelar Barisan Muda Salawaku (BMS) pada Selasa (7/9/2021) di Caffe Fatimah malam, pukul 21.00 WIT terkesan tendensius dan dendam.

Sehingga Bupati Halsel, Usman Sidik  mengklarifikasi ucapan amburadul yang yang disampaikan politisi Partai Gelora, Husen Said dalam dialog itu.

“Perlu diluruskan, saya tidak berjanji seperti yang dituduhkan saudara Husen Said. Soal anggaran 7 triliun itu hanya membandingkan APBD 5 Tahun (1 periode). Mestinya Pemda mampu akses ke pusat untuk mendorong APBD Halsel lebih meningkat untuk membangun Negeri Saruma,” tegas Usman dihadapan Husen Said dan para tamu OKP yang ikut hadir dalam dialog.

Mantan Wartawan Kontributor RCTI itu kemudian menjelaskan program Smart City dihadapan Husen Said yang disaksikan sejumlah Pengurus BMS dan tamu undangan. Konsep Smart City  merupakan program strategis melalui sistem Aplikasi teknologi informasi untuk memudahkan pelayanan masyarakat sebagai solusi menjadikan Ibu Kota Labuha sebagai Kota Pintar (Smart City).

“Jadi apa yang disampaikan Husen itu fitnah, dendam dan dengki. Apalagi dia bukan anggota DPRD aktif, bahkan diluar dari pemerintahan, sehingga tidak paham program yang dikonsepkan,” kata Bupati Usman Sidik usai menggerutu Husen Said.

Diketahui dialog digelar, BMS Halsel hanya melayangkan surat pemberitahuan kepada Polres Halsel, namun diduga tidak mengantongi izin resmi dari Tim Satgas Covid-19, sehingga dialog dihentikan petugas Satgas karena terjadi kerumunan. (Red/CN)