Halsel Duduki Peringkat Pertama Pernikahan Anak, Kepala Dinas PPPA Malut: Bertentangan dengan Undang-Undang

HALSEL, CN – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menduduki peringkat pertama sebagai Kabupaten dengan angka pernikahan anak tertinggi di 10 Kabupaten/Kota Wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Maluku Utara, Musyrifah Alhadar. Menurutnya, Halsel saat ini menduduki peringkat pertama sebagai Kabupaten dengan angka pernikahan anak tertinggi di Malut.

Dalam penuturannya, Musyrifah mengungkapkan Halsel dengan hasil presentase 22,80 persen masuk dalam kategori angka perkawinan anak tertinggi.

“Kabupaten dan Kota sendiri yang tertinggi itu ada Tiga. Pertama Halsel dengan presentase 22,80 persen, disusul Halmahera Utara 22,6 persen dan ketiga Pulau Taliabu,” ungkap Kadis DP3AKB Malut saat pembukaan rakor pembangunan PPPA di Aula Kantor Bupati Halsel, Senin (13/3/2023) .

Musyrifah menuturkan, tingginya perkawinan anak di Halsel, diakibatkan  faktor ekonomi dan pola asuh orang tua. Maka dari itu, kata dia, harus ada upaya dari Pemerintah setempat untuk menggali potensi diri anak-anak.

“Jadi cara berfikir mereka (anak-anak) jangan ke arah perkawinan. Namun bagaimana kita menggiring mereka untuk mendapatkan hak-hak mereka. Baik itu hak pendidikan, partisipasi dan hak-hak lain-lain,” jelasnya.

Selain angka perkawinan anak yang makin marak terjadi di Bumi Saruma, dia juga mengaku kasus Stunting di Halsel saat ini masih cukup tinggi di Maluku Utara.

“Sehingga Pemerintah Halsel juga harus menekan angka Stunting dengan memperhatikan angka perkawinan,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Musyirifah mengatakan, perkawinan anak yang ditemukan di Kabupaten Halsel ini rata-rata pada usia 15 sampai 18 Tahun. Sementara kata dia, sesuai dengan amanat Undang-Undang perkawinan, seseorang yang melakukan perkawinan semestinya telah berusia 19 Tahun.

“Nah, itu yang tercatat di dalam rekaman Pemerintah. Sementara kalau kategori anak, itu mereka tidak dapat Buku Nikah karena bertentangan dengan Undang-Undang,” tandasnya mengakhiri. (Hardin CN)

Warga Toin Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih

HALSEL, CN – Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Masyarakat dan Perangkat Desa Toin Kecamatan Kepulauan Botang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar kerja bakti Jumat Bersih, Jumat (12/5/2023).

Kerja bakti secara gotong royong yang digelar seluruh warga ini dalam rangka membersihkan jalan dan lingkungan warga. Sehingga diharapkan budaya Jumat Bersih bisa berkembang menjadi Jumat sehat.

Kepala Desa (Kades) Toin Fahmi Taher Kepada cerminnusnatara.co.id menyebutkan, kegiatan Jumat Bersih dilaksanakan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan Desa Toin.

“Untuk itu, Budaya Jumat Bersih senantiasa dilaksanakan dan berkembang menjadi Jumat Sehat,” ujar Fahmi.

Selain menjaga kesehatan lingkungan, kata Kades, tujuan yang akan dicapai dari kegiatan Jumat Bersih adalah menumbuhkan rasa memiliki dikalangan masyarakat dan seluruh Perangkat Desa.

“Hal ini juga tentunya sebagai kewajiban memberikan contoh melakukan hal yang positif terutama dalam hal kebersihan lingkungan yang kita terapkan setiap hari Jumat,” tutupnya. (Sain CN)

Festival Marabose akan Digelar Juli 2023

KoHALSEL, CN – Festival Marabose adalah sebuah festival yang digagas untuk menghidupkan kembali ingatan generasi masyarakat adat Halmahera Selatan dewasa ini Hijrahnya Sultan Muhammad Al-Baakir dengan sebagian Perangkat adatnya dari Negeri Dauri Tahane, Limau Sigara Dolik, Mara Kie Besi Makian melalui perjalanan kemaritiman (MARABOSE). Selain menjadi memori, festival ini Pengunjung untuk lebih mengenal Halmahera Selatan baik dari sisi sejarah, budaya,alam dan ekonomi kreatif serta masyarakatnya.

Festival Marabose (FM) ini rencananya digelar pada Bulan Juni Tahun 2023. Menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Halsel, Ali Dano Hasan bahwa sudah beberapa bulan belakang ini mulai persiapan rapat Pembentukan panitia guna persiapan kegiatan festival Marabose, Kamis 11 Mei 2023.

“Iya, sudah beberapa bulan kami sudah mulai lakukan sejumlah rapat panitia persiapan Festival Marabose,” jelas Kadis.

Rangkaian Festival Marabose rencananya akan dimulai pada tanggal 3-10 Juni 2023 dengan sejumlah rangkaian yang akan ditampilkan pada Festival tersebut, selain itu sejumlah Artis dan Grup Band Papan Atas Indonesia rencananya ikut tampil pada Event Festival Marabose 2023.

“Ada beberapa rangkaian Acara yang akan ditampilkan pada Festival Marabose, dan pembukaan mulai dari tgl 3-10 Juni 2023, dan rencananya akan dihadirkan sejumlah artis dan Grup Band ternama di Indonesia”. Jelas Kadis Parbud Halsel.

Sekedar diketahui rangkaian acara yang akan ditampilkan adalah: • Sabtu, Tanggal 3 Juni 2023 : Open Ceremony/ Puncak Festival, Venue Utama di Lapangan Asombang

• Sabtu – Sabtu Tanggal 3-10 Juni : Halsel Expo 2023 acara Pameran Pembangunan,Expo Kuliner,Expo UMKM di Lapangan Asombang. FGD Kota Tua di Gedung Serbaguna Halsel, dan Explore History di Kali Inggoi Amasing Kota, Bacan.

• Rabu,7 Juni 2023 : Lomba Mancing Tradisional dan Perahu Hias

• Lomba Pentas Seni kategori Tingkat SD dan SMP, Tingkat SMA dan Umum

• Jumat, 9 Juni 2023: Malam Final Bujang-bujang Nang Nandolang

• Jumat, 9 Juni 2023 : Manggoyang Fun Camp

• Clossing Ceremony Festival Marabose 2023. (Hardin CN)

Pemdes Nyonyifi Salurkan BLT-DD Tahap I 2023

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Nyonyifi kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) sukses menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2023.

Kegiatan penyaluran tersebut berlangsung di Kantor Desa, Rabu (10/5/2023).

Ikut hadir, Ketua BPD Jufri Lantuna, Wakil Ketua BPD Alfandi Stomer dan Tokoh Agama Hasan Samad serta seluruh warga Desa Nyonyifi.

Kepala Desa (Kades) Nyonyifi Hasim Hairun kepada media ini menyebutkan, penyaluran BLT-DD merupakan upaya Pemerintah dalam membantu perekonomian masyarakat.

“Penerima BLT-DD Tahun 2023 Desa Nyonyifi Bulan Januari-Maret ini adalah Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang telah ditetapkan melalui proses Musdes khusus (Musdesus) Tahun 2023 dan telah memenuhi syarat sesuai dengan Data yang diinput,” terang Hasim Hairun.

Kades terpilih Desa Nyonyifi itu berharap, dengan adanya bantuan yang telah disalurkannya itu dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Atas nama Pemerintah Desa dan mewakili Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Pusat, kami berharap agar bantuan yang telah diberikan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk keperluan sehari-hari,” tutupnya. (Sain CN)

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Kadis P3AKB Halsel: Kami Sudah Konfirmasi dengan Polres 

HALSEL, CN – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), telah memberikan pendampingan kepada korban pencabulan salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Bacan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas P3AKB Halsel Karima Nasarudin saat dikonfirmasi Wartawan cerminnusantara.co.id. Via WhatsApp.

Menurutnya, DP3AKB Halsel telah konfirmasi dengan Polres terkait dugaan kasus pencabulan yang menimpa beberapa Santriwati dilingkungan Pondok Pesantren tersebut yang diduga pelaku merupakan Pengasuh Pondok Pesantren berinisial AU.

“Kami sudah konfirmasi dengan Polres pada Senin (8/5/2023) tadi siang. Saat Staf Psikologi kami Mariana oktaviani,.Psi dan Tim mendampingi korban dari Gane ke Polres,” jelasnya.

Kadis P3AKB Halsel itu menambahkan, pihaknya akan menerima pengaduan resmi dari keluarga korban pada Selasa (9/5) dini hari guna melakukan pendampingan dan selanjutnya untuk dimintai keterangan.

“Besok kami menerima pengaduan untuk pendampingan korban dari keluarga korban di Kantor DP3AKB Halsel untuk diminta keterangan lanjutan sebagai Resume dan setelah korban di visum di RSUD Labuha kami melakukan observasi dan tindak lanjut dengan 8 korban yang diduga mengalami hal yang sama dengan korban yang diberitakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Karima bilang, pihaknya juga tengah mempertimbangkan agar korban bisa ditempatkan di Rumah Aman. Hal itu dilakukan kata dia, guna memudahkan penanganan psikologi korban sesuai dengan kondisi yang dialami korban.

“Setelah observasi, kami pertimbangkan korban agar sementara dapat menempati Rumah Aman untuk proses selanjutnya termasuk Penanganan Psikologi sesuai kondisi korban,” tutupnya. (Sain CN)

Pemdes Tawa Bacan Timur Tengah Salurkan Bantuan Beras Kepada 104 Pelaku UMKM

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Tawa Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyalurkan ratusan bantuan Beras kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan  Menengah (UMKM).

Kegiatan penyaluran ratusan Sak Beras ini berlangsung di Kantor Desa Tawa. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua BPD  Tawa, Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama serta seluruh warga Desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Tawa, Lonly Loleo kepada cerminnusantara.co.id  menuturkan, sebanyak 104 Kepala Keluarga (KK) pelaku UMKM Desa Tawa.

“Puji Tuhan, masyarakat Desa Tawa telah menerima bantuan Beras UMKM sebesar 10 Kg. Pembagian dilaksanakan selama Dua hari yaitu hari Sabtu dan Hari Senin,” jelasnya, Senin (8/5/2023).

Dalam kesempatan yang sama, Lonly berharap, Beras yang telah disalurkan pihaknya itu dapat membantu meringankan beban masyarakat Desa Tawa di Bidang Pangan.

“Apa yang telah disalurkan ini semoga bisa terbantu. Tentunya bantuan ini sangat menyentuh bagi seluruh warga dan semoga apa yang telah diterima dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dalam menunjang kebutuhan sehari-hari,” tutupnya. (Hardin CN)