Tempat Jahit Waidoba Taylor Dijadikan Rumah Singgah Relawan Hasan Ali Bassam Kasuba

HALSEL, CN – Asbur Abu pengusaha jahit taylor (Waidoba Taylor), saat ini dikabarkan menyiapkan rumah singgah bagi Relawan Bassam Kasuba dalam menyongsong Pilkada Halsel Tahun 2024.

Rumah singgah tersebut dipersiapkan Asbur Abu untuk digunakan sebagai posko pemenangan maupun home base bagi para tim, relawan ataupun simpatisan dalam melakukan kerja-kerja politik untuk memenangkan Bassam Kasuba pada Pilbup Tahun ini.

” Insya ALLAH Waidoba Taylor berpindah alamat jahit dan konveksi, berhubung rumah tempat jahit Waidoba Taylor Desa kampung makian dijadikan rumah singgah Tim Relawan Pemenangan Calon Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba,” tulis Dirut Waidoba Taylor pada story WA dan pada unggahan di beranda facebooknya.

Dalam penuturannya Dirut PT. WAIDOBA BERKAH PERS itu mengatakan, Rumah singgah yang disiapkannya itu nantinya akan menjadi tempat beristirahat dan berkumpul bagi siapa saja, juga sebagai Posko tim dalam melakukan kegiatan dan usaha-usaha politik untuk memenangkan Hassan Ali Bassam Kasuba.

Sebab menurutnya, sebagai Relawan Bassam Kasuba insiatif menyiapkan rumah singgah merupakan bentuk manifestasi peningkatan partisipasi aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarkat untuk menunjang kemenangan Bassam Kasuba.

“Sebagai seorang relawan saya bekerja dengan hati dan melakukan aktivitas berdasarkan panggilan moral tanpa ada maksud tertentu,” tutup Haji sapaan akrabnya. (Shain CN)

Kades Sekly Diduga Bohongi Publik Terkait Kasus Pernikahan Sesama Jenis

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Sekly, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Malik Hi Daud diduga kuat telah melakukan pembohongan publik terkait masalah pernikahan sesama jenis pria.

Pasalnya, pembohongan Kades Sekly terhadap Pemerintah beserta seluruh masyarakat, setelah terbongkarnya kasus pernikahan sesama jenis di Desanya.

Dimana, Kades Sekly dengan terang-terangan dihadapan Pemerintah Daerah (Pemda) dan dan pihak Kemenag Halsel mengaku bahwa isu pernikahan sesama jenis di Desanya adalah hoax.

Kades Sekly mengaku jika pernikahan tersebut adalah laki-laki dan perempuan, bukan laki-laki dan laki-laki.

“Yang mencuat sekarang ini, di Desa Sekly ada informasi bahwa yang menikah itu adalah laki-laki dan laki-laki alias laki-laki dan Banci. Tapi setelah saya dengar informasi itu, saya turun pantau dan cek kembali, interogasi kembali, bukan berarti bahwa saya cuma perintah orang yang cek. Tapi periksa sampai pada tingkat dari dalam. Apa itu perempuan atau laki-laki. Tapi jelasnya dong (mereka) lihat langsung dan jenis kelaminnya perempuan bukan laki-laki,” jelas Kades Sekly melalui video berdurasi 1:22 menit saat ditanya Pemda Halsel melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Asisten II Setda, Kabag Pemerintahan, Kabag Kesbangpol, Jumat (17/5).

Selain itu, Kades Sekly juga menyalahkan salah seorang Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahwa Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut telah menyebarkan informasi tidak benar.

“Cuma fitnah yang mencuat sekarang ini, itu ada guru SMP 1 orang yang dengar informasi terus dia kasih naik di media-media massa persoalan ini. Sehingga sampai sekarang ini sudah ramai. Tapi kenyataan yang ada ini, jelasnya perempuan, kemudian Kabag Pemerintahan yang perintahkan saya untuk saya telepon kembali di Kaur saya yang ada di Sekly, mereka turun cek kembali lagi, kenyataan yang ada itu sama, perempuan bukan laki-laki,” tegasnya.

Bahkan Kades Sekly, Malik Hi Daud juga berharap agar Publik tidak mempercayai informasi yang sudah disebarkan luaskan terkait Pernikahan sesama jenis tersebut.

“Jadi saya harapkan agar supaya didalam media massa ini, kalau seandainya ada informasi bahwa dia laki-laki dan laki-laki itu tidak benar. Yang jelasnya dia adalah perempuan, laki-laki dan perempuan menikah,” harapnya.

Selang beberapa saat kemudian, Malik Hi Daud pun meminta maaf melalui rilis resminya disalah satu Grup WhatsApp dan membeberkan bahwa informasi pernikahan sesama jenis benar adanya terjadi di Desa Sekly.

“Menyangkut dengan mempelai laki2 dan perempuan tu datang dari Weda malamnya langsung menikah Jadi saya selaku kades Sekly di undang lagi menyangkut dengan pernikahan itu yang seyogyanya saya dilaporkan bahwa pernikahan tersebut yang pengantin wanitanya banci alias laki laki jadi saya perintahkan perempuan datangi dia dan tanyakan bahwa dia perempuan,ternyata sorenya saya sampaikan lagi aparat desa PE bini periksa lagi saya bilang kalau periksa jangan cuma tanya tapi Lolo padia supaya apa butul batang atau perempuan ternyata dg sampaikan bukan perempuan tapi batang alias laki laki ,jadi saya suda sampaikan samua aparat desa POLDES juga ada dan pon yang jaga karna itu banci PE orang tua mo datang ke Sekli,” tulis Kades Sekly.

Untuk itu, pernyataan pertama dan kedua dari Kades Sekly tersebut telah berbeda. Yang mana, penyataan pertama, ia membantah pernikahan sesama jenis tidak benar lantaran dirinya sudah memerintahkan Kaur Desanya untuk memeriksa laki-laki yang menyamar sebagai pengantin wanita. Sementara pernyataan kedua, dirinya juga memerintahkan Kaur Desanya untuk memeriksa pengantin tersebut dan mengaku benar terjadi pernikahan itu, adalah laki-laki dan laki-laki.

Selain itu juga, Pernyataan Kades Sekly terbantahkan atas pengakuannya Jurnal sebagai sang “pengantin wanita” yang mengaku bernama Dela La Udin itu sendiri.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Jurnal, saya selaku membuat hebohan yang viral kemarin di Desa Sekly, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Dan saya sebenarnya laki-laki,” demikian ucapan permintaan maaf sekaligus pengakuan Jurnal bahwa dirinya adalah seorang pria melalui sebuah video pendek berdurasi 00:24 detik yang tersebar pada Sabtu (18/5).

Sekedar diketahui, pernikahan sesama jenis tejadi pada Rabu (15/5) di Desa Sekly. Mempelai laki-laki bernama Naim Saban. Sementara Jurnal sebagai Sang Pengantin Wanita mengaku bernama Dela La Udin. (Hardin CN)

“Dikira Dela Ternyata Jurnal, Pengantin Wanita” di Halsel Mengaku Dirinya Seorang Pria

HALSEL, CN – Seorang pria di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), bernama Naim Saban secara resmi menikah, ternyata menikah dengan seorang laki-laki.

“Dikira Dela ternyata Jurnal”, Pasalnya, Jurnal sang “pengantin wanita” mengaku bernama Dela La Udin. Kedok kedua mempelai terbongkar setelah foto pengantin mereka viral di Media Sosial (Medsos).

Jurnal yang menyamar sebagai wanita itu mengaku bahwa dirinya adalah seorang wanita bukan pria.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Jurnal, saya selaku membuat hebohan yang viral kemarin di Desa Sekly, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Dan saya sebenarnya laki-laki,” demikian ucapan permintaan maaf sekaligus pengakuan Jurnal bahwa dirinya adalah seorang pria melalui sebuah video pendek berdurasi 00:24 detik yang tersebar pada Sabtu (18/5/2024).

Sebelumnya, kasus pernikahan pasangan sejenis tersebut terjadi di Desa Sekly, Kecamatan Gane Barat Selatan, membuat heboh warga se-Maluku Utara.

Pernikahan Viral tersebut berlangsung pada Rabu 15 Mei 2024.

Hal itupun diakui Kepala Desa (Kades) Sekly, Malik Hi Daud, Jumat (17/5).

“Keduanya diketahui menikah pada Rabu 15 Mei 2024 lalu,” aku Kades Sekly, Jumat, (17/5).

Untuk lebih membuktikan, Kades Sekly, Malik Hi Daud memerintahkan para istri Staf Pemerintah Desa (Pemda) Sekly memeriksa langsung pria yang menyamar sebagai mempelai wanita tersebut.

Bahkan akibat dari insiden itu, membuat warga tak terima dan sempat memicu amukan warga Sekly.

”Bahkan saat ini yang bersangkutan (Dela) telah diamankan di rumah warga untuk menghindari amukan massa,” tuturnya Kades Sekly. (Hardin CN)

Pernikahan Sesama Jenis Pria di Halsel Mengaku Terlalu Cantik

HALSEL, CN – Kasus pernikahan pasangan sejenis di Desa Sekly, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), viral di Media Sosial (Medsos).

Hal itu terbongkar setelah foto penyamaran sang pengantin wanita yang diduga laki-laki itu viral.

Pasangan yang menikah itu adalah NS alias Naim Saban (mempelai laki-laki) dan Dela La Udin (mempelai perempuan).

Meski telah diketahui pasangan pengantin itu adalah sesama jenis, Naim Saban tetap bersih keras mengatakan bahwa Dela La Udin adalah perempuan bukan laki-laki.

“Kita tuntut dia 2 ratus juta kess. Ini sya pe keluarga kcill. Jadi hal ini fitnah,dorang (mereka) iri saya pe bini cantik talalu,” kata Naim Saban di Grub WhatsApp Pelita IWIP saat menanggapi percakapan anggota Grub lainnya terkait kecurigaan pernikahan sesama jenis tersebut.

Bahkan Naim Saban pun mengancam kepada anggota Grub WhatsApp akan melaporkan ke  Polisi lantaran tidak menerima atas tudingan pernikahan sesama jenis pria.

“Woe itu cuma hoax saya pe istri sya tau jlass. Jangan ngoni Kse sebar,krna bsok ini sya ke kntor polisi,jadi jngn ngni kse sebar trlma sya skrensot lagii,” ancam Naim Saban kepada anggota Grub WhatsApp Pelita IWIP.

Sementara itu, Peristiwa tersebut dibenarkan Kepala Desa (Kades) Sekly, Malik Hi Daud seperti yang dijelaskan melalui sejumlah media online.

“Keduanya diketahui menikah pada Rabu 15 Mei 2024 lalu,” aku Kades Sekly, Jumat (17/5).

Untuk lebih membuktikan, Kades Sekly, Malik Hi Daud memerintahkan para istri Staf Pemerintah Desa (Pemda) Sekly memeriksa langsung pria yang menyamar sebagai mempelai wanita tersebut.

Akibat dari insiden itu, membuat warga tak terima dan sempat memicu amukan warga Sekly.

”Bahkan saat ini yang bersangkutan (Dela) telah diamankan di rumah warga untuk menghindari amukan massa,” tuturnya Kades Sekly. (Hardin CN)

PSI Halsel Coret Asmar Hi Daud, Berkas Bacabup Rusdi Somadayo dan 4 Kandidat Lainnya dikirim ke DPP

HALSEL, CN –  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak mengakomodir 1 Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk diusulkan ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Pasalnya, PSI Halsel hanya mengakomodir 5 Bacabup dari 6 figur yang mendaftar setelah berkas mereka dinyatakan lengkap.

“Ada 6 orang yang melakukan pendaftaran di PSI. Namun yang mengembalikan formulir pendaftaran hanya 5 kandidat saja,” jelas Sekertaris Tim Penjaringan PSI Halsel saat melakukan Konferensi Pers di Kantor PSI Halsel di Desa Marabose Kecamatan Bacan, Jumat (17/5).

Sementara itu, Sekertaris DPD PSI Halsel, Saiful Hi. Yusuf menerangkan bahwa 5 Kandidat Calon Kepala Daerah (Cakada) yang berkasnya dinyatakan lengkap bakal dikirim ke DPP. Sementara nama Bacabup Asmar Hi Daud dicoret lantaran tidak mengembalikan formulir pendaftaran.

Padahal kata Saiful Hi Yusuf, Asmar Hi Daud sendiri merupakan orang pertama yang mengambil formulir pendaftaran. Namun hingga penutupan penjaringan, tidak mengembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon Bupati Halsel.

“Jadi berkas yang sudah lengkap adalah Eka Dahliani Abusama, Rusihan Jafar, Asmar Bani, Bahrain Kasuba dan Rusdi Somadayo. Sementara Asmar Hi Daud tidak mengembalikan formulir pendaftaran hingga penutupan penjaringan,” terangnya.

Setelah itu, Ketua Bappilu PSI Halsel, Fahri Suaib menambahkan bahwa 5 Berkas Bacabup tersebut akan dikirim ke DPP untuk ditindaklanjuti.

“Para Bacabup yang ikut penjaringan di PSI, punya peluang yang sama untuk mendapat rekomendasi pencalonan di PSI. Jadi saya tegaskan, untuk PSI, tidak ada kandidat yang dikhususkan atau diistimewakan. Semua punya peluang yang sama,” tegas Ketua Bappilu PSI Halsel, Fahri Suaib mengakhiri. (Hardin CN)

Pria Asal Desa Orimakurunga Dikeroyok di Laluin, Keluarga Korban: Kami Minta Polisi Segera Menangkap Pelaku

HALSEL, CN – Seorang Pria asal Desa Orimakurunga di keroyok sejumlah pemuda Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Informasi yang diterima Media ini, korban pengeroyokan yang bernama Ombal Hairil itu, awalnya diketahui ketika hendak mengambil kiriman dari Kota Ternate yang dibawah Kapal Padaidi.

“Saat Ombal (korban) tiba di Pelabuhan tempat Kapal berlabuh di Desa Laluin, tiba-tiba korban dikeroyok sekelompok pemuda dari Desa Laluin,” ujar sumber yang memberikan keterangan, Rabu (15/5/2024).

Akibat dari pengeroyokan itu, korban saat ini mengalami luka serius ditubuhnya dan lebam hingga memar di bagian wajah.

Kejadian ini, kata sumber yang memberikan keterangan, sudah berulang kali terjadi. Namun, tidak ada upaya penindasan terhadap pelaku.

“Kejadian semacam ini, sudah berulang kali. Namun, tidak ada efek jerah dan saat kejadian waktu itu, Danpos Polisi ada di TKP. Tapi diduga kuat tidak menghiraukan dan kabur saat korban mau melaporkan kejadian penganiayaan tesebut,” jelasnya.

Tak terima dengan penganiayaan yang dialami korban, keluarga yang tak terima dengan kejadian tersebut mendesak pihak berwajib agar dapat memproses pelaku penganiayaan terhadap korban.

“Kejadian itu pada Selasa malam Rabu, kami tidak terima dengan perlakukan sejumlah Oknum pemuda Desa Laluin itu. Jadi kami minta Polisi segera menangkap pelaku,” pintanya.

Hingga berita ini di publish, Danpos maupun Kapolsek Kayoa masih dalam upaya konfirmasi. (Sain CN)