Dana Sebut Langkah Tepat Pemda Tolak Dualisme KNPI di Halsel

HALSEL, CN – Kendati Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tidak mengakui keabsahan dualisme Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Halsel. Namun, DPD KNPI Halsel  pimpinan Haris Pertama yakni Ketua Irfan Abdurrahim dan Sekretaris Ananta Rizky Raya Perdana Sidik tidak gentar.

Kepada wartawan, Sekretaris DPD KNPI Halsel pimpinan Haris Pertama, Ananta Rizky Raya Perdana Sidik mengatakan, langkah Pemerintah Kabupaten Halsel  menolak dualisme KNPI adalah langkah tepat dan patut diapresiasi. Meski begitu, Dana sapaan akrabnya optimis, jika dilakukan verifikasi faktual di Pemerintah Pusat, maka KNPI Pimpinan Haris Pertama diakui.

“Pak Bupati Halsel tolak KNPI Halsel ini menarik, supaya KNPI di Halsel harus satu saja, jangan ada dualisme lagi,” ujar Dana.

Dana menejelaskan, dengan ditolaknya dualisme KNPI Halsel ini, pihaknya tidak keberatan, apalagi terkait dengan anggaran. Sebab, dirinya ditunjuk sebagai Sekretaris DPD bukan karena ada unsur paksaan dari siapapun dan bukan soal anggaran.

“Kalau soal anggaran bagi saya tidak menjadi ukuran.? Saya punya keinginan pemuda bersatu dalam bingkai kebersamaan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan,” tukasnya. (Red/CN)

Diduga Tolak Layani Nafsu Birahi, Kasatpol PP Halsel Bereaksi Tutup Cafe Bungalow 2

HALSEL, CN – Pengakuan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Steven Yoel yang menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pengancaman terhadap salah seorang wanita pemandu lagu itu dibantah keras.

Mengapa tidak, Steven Yoel bereaksi menutup Cafe Bungalow 2 lantaran diduga tidak menerima atas pengakuan salah seorang wanita pemandu lagu seperti yang diberitakan pada Rabu, (6/10/) dengan judul, “Diduga Oknum Kasatpol PP Halsel Ingin Tiduri Wanita Pemandu Lagu, jika tak Mau, Ancam Gelar Razia”.

Oleh karena itu, wanita pemandu lagu berinisial N yang menolak layani nafsu birahi Kasatpol-PP, dengan tegas mengatakan siap mengadukan sikap tak terpuji Steven Yoel itu kepada Bupati Halsel, Usman Sidik.

“Saya siap menghadap dan mengadukan Kasatpol PP kepada bapak Bupati Halsel,” tegas N, Senin (11/10/2021).

Sementara dugaan kuat lainnya, timbul pengakuan dari Provost Pol-PP, Muhammad Ibrahim ketika bersama sejumlah anggota Pol PP melakukan penjagaan ketat yang hanya di satu Tempat. Sementara untuk di Halsel sendiri terdapat banyak Cafe, namun entah kenapa, Kasatpol PP, Steven Yoel diduga bereaksi menutup hanya Satu Cafe (Bungalow 2).

“Kami diperintahkan langsung, ada juga Surat Tugas, jadi hanya stei di sini (Cafe Bungalow 2), tapi Patmornya di semua Cafe, yang stei hanya 2 ini saja,” ujar Provost Muhammad Ibrahim bersama sejumlah anggota Pol PP yang berjaga di depan Cafe Bungalow 2 pada Jumat (8/10) malam.

Sebelumnya, Steven Yoel membantah bahwa dirinya tidak pernah melakukan pengancaman terhadap wanita pemandu lagu.

“Coba nanti kita panggil untuk tanya tentang apa yang bicarakan ke dia, saya sendiri juga tidak tahu perempuan itu. Bahkan komunikasi lewat WhatsApp dan telepon pun tidak pernah,” salah satu penjelasan Kasatpol-PP saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id di ruang kerjanya, Kamis (7/10). (Red/CN)

Sekertaris KNPI Halsel: Kami Buka Ruang Agar Pemuda yang Terpecah Belah Kembali Menyatu

HALSEL, CN – Sekertaris Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Ananta Rizky Raya Perdana Sidik mengajak segenap pemuda dan Pemudi se-Halmahera Selatan untuk tergabung dalam wadah berhimpun organisasi kepemudaan agar kembali bersatu.

Ananta Rizky Raya Perdana Sidik menjelaskan, sebagai organisasi kepemudaan, KNPI Halsel merupakan wadah berhimpun yang memiliki latar belakang dan pendidikan yang sangat plural dan dinamis, sehingga KNPI memiliki peran penting dalam membangun karakter pemuda.

Menurut dia, tidak mudah membangun sebuah organisasi kepemudaan. Pasang surut organisasi ini telah dilalui. Sehingga dinamika di tubuh organisasi kepemudaan itu cukup dinamis.

“Oleh sebab itu, saya dan Kak Ivan berharap bahwa Musyawarah Daerah KNPI Halsel nanti sebagai ajang pemersatu bagi organisasi KNPI yang sempat mengalami perpecahan itu,” kata Ananta Rizky Raya Perdana Sidik dalam keterangan persnya, Minggu (10/10/2021).

Ananta bilang, Perpecahan di tubuh KNPI Halsel saat ini, bukan hanya berimbas pada organisasi itu sendiri, tetapi juga berdampak pada konflik di tubuh OKP yang ada di bawahnya, karena dukung-mendukung kepada salah satu kubu.

“Oleh karena itu, kami membuka ruang agar pemuda yang terpecah belah kembali menyatu dalam wadah berhimpun KNPI pada Musda yang kami gagas ini,” imbau putra sulung Bupati Halsel ini.

Menurutnya, sebagai insan ideolog, sejatinya pemuda harus mampu keluar dari jebakan pragmatis. Sebab, nasib Daerah saat ini dan ke depan tetap menggantungkan peran konstruktif pemuda. Pemuda harus terpanggil untuk membangun kesadaran secara kedaerahan mau pun nasional di tengah krisis yang multidimensi ini. Untuk itu, kehadiran KNPI dalam panggung Daerah diharapkan mampu memberikan peran dalam rangka mengawal pertumbuhan ekonomi-sosial-budaya. Jadi tantangan yang dihadapi oleh pemuda saat ini cukup kompleks.

Dia berharap dengan penyatuan nanti, agar KNPI ke depan mampu menjadi agen perubahan yang konstruktif bagi kepentingan Daerah, bangsa dan negara, kini dan akan datang. Pemuda harus berakal sehat dan cerdas nuraninya.

“Kedua instrumen ini akal dan hati akan menjadi penentu hasil yang fantastik. Inilah arah baru KNPI yang perlu direformulasi dalam visi-misi baru KNPI sesuai perkembangan zaman. Karena pemuda pewaris sah masa depan bangsa,” katanya. “Dengan mengutip pernyataan proklamator kita Bung Karno yang pernah menegaskan, ‘Kirimkan 10 pemuda terbaik niscaya akan ku guncang dunia’. Sebuah pernyataan spikologis yang membakar karena entitas pemuda memang penuh gelora,” imbuh Ananta.

Dalam potret pemuda yang digambarkan Bung Karno itu, kata Ananta, harus menjadi karakter pemuda yang ada dalam KNPI.

“Pemuda Halsel haruslah responsif, berkarakter, berdedikasi, berakhlak mulia termasuk kemampuan menghargai aneka kebhinekaan dengan tulus, bukan ke pura-puraan,” tutupnya. (Red/CN)

Ivan Pers Ajak Fahrizal Bersaing di Musda KNPI Halsel

HALSEL, CN – Plt. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten  Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Irfan Abdurahim dan Sekertaris Ananta Rizky Raya Perdana Sidik bertekad menyatukan 3 kubu KNPI di Halsel menjadi Satu, menyusul perpecahan yang selama ini terjadi pada tubuh organisasi kepemudaan tersebut.

“KNPI ini beberapa kali dipecah belah akibat intervensi dan sekarang kesempatan bagi kita untuk memperbaiki ini dengan Musda yang akan kita gelar sehari dua nanti,” kata Irfan Abdurahim melalui konferensi pers, Jumat (8/10/2021) kemarin.

KNPI Halsel dalam waktu dekat, selain membentuk Pimpinan Pengurus KNPI Kecamatan, juga akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) guna memilih Ketua.

Menurut Irfan, organisasi kepemudaan KNPI di Halsel ada Tiga versi, yang satunya diketuai Bung Fahrizal Rahmadi, satu lagi diketuai Husen al-Hadad dan dirinya (Irfan-red). Oleh kerena itu, Irfan bakal mengajak Fahrizal dan Husen untuk bertarung.

“Saya akan menyurat ke mereka, yakni Bung Fahrizal dan Bung Husen untuk mengelar Musda bersama. Kita akan bersaing pada pemilihan KNPI Halsel nanti,” ujar Ivan Pers sapaan Plt Ketua KNPI Halsel Ifan Abdurahim.

Ivan Pers menegaskan, KNPI Halsel harus terbebaskan dari kepentingan dan campur tangan pihak eksternal dan  pemuda Halsel harus memiliki prinsip, sikap maupun pendirian yang kuat.

Selain itu, pria lulusan IAIN Ternate itu optimis akan mengantongi sekitar puluhan rekomendasi dari Organisasi kemasyarakatan Pemuda serta rekomendasi OKP di Halsel.

Sementara itu, Sekretaris KNPI Halsel, Ananta Rizky Raya Perdana Sidik juga menjelaskan soal kemajuan dan kemandirian pemuda Halsel yang harus disertai sumber daya manusia berkualitas, siap kerja serta produktif menghadapi tantangan kedepannya.

Hal lain yang menjadi perhatian putra sulung Bupati Halsel ini, yakni meningkatkan ketangguhan, daya saing, kontribusi pemuda dalam kegiatan Daerah, mempersatukan keberagaman dan kesetaraan hak maupun kewajiban dalam berorganisasi.

Untuk hubungan eksternal, Ananta Rizky Raya Perdana Sidik akan memperkuat jalinan komunikasi dengan organisasi kepemudaan lainnya dan mendukung program pemerintah dalam kepentingan Halsel senyum sebagai mitra, serta terbebas dari konflik kepemudaan.

Ananta Rizky Raya Perdana Sidik juga bertekad akan membawa pemuda Halsel pada kemandirian yang berintegritas, turut serta memakmurkan kehidupan berorganisasi melalui karyanya.

“Saya ingin menjadikan perpecahan di tubuh organisasi KNPI Halsel ini sebagai pengalaman sekaligus pelajaran sehingga tidak perlu terjadi lagi konflik internal,” harap Ananta. (Red/CN)

DPD KNPI Halsel Versi Haris Pratama Ditolak, Irfan Bilang Kubu Fahrizal Panik 

HALSEL, CN – Pernyataan Kubu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) versi Fahrizal Hamadi yang menyebut DPD KNPI Halsel versi Irfan Abdurahim dan Ananta Perdana Sidik ilegal dan bahkan menolak itu sangat menjastifikasi keabsahan.

Sebab yang mampu menilai DPD KNPI Halsel soal ilegal atau tidak, itu ranahnya Kemenkumham, bukan Organisasi Cipayung Plus maupun Ormas. Hal itu ditegaskan, Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK), Munjir Daeng Abdullah DPD II KNPI Halsel versi Irfan Abdurahim saat menggelar Konferensi Pers di Warung Kopi (Warkop) Kedai Katu di Desa Tomori Kecamatan Bacan, Jumat (8/10/2021).

“Hak penuhnya untuk menilai keabsahan itu kewenangan Kemenkumham soal legal atau tidak, karena kedudukan KNPI di Halsel, bukan organisasi Cipayung Plus maupun Ormas lainnya,” tegas Ketua OKK DPD II KNPI Halsel versi Irfan Abdurrahim.

Dari hasil Kongres DPP KNPI pada Bulan Desember Tahun 2018, Munjir menjelaskan, saat itu dimenangkan  Haris Pratama yang memperoleh sebanyak 84 suara, sedangkan Fajriansyah hanya 82 suara. Itu artinya, legalitas stending kedudukan kemenangan ada di kubu Haris Pratama lewat Musyawarah Nasional (Munas), sehingga sangat jelas diakui seluruh jajarannya.

“Lebih baik kubu KNPI Fajriansyah versi Fahrizal Hamadi dan kubu Haris Pratama yang dinahkodai Irfan Abdurahim tidak saling menjastifikasi, sehingga mampu menunjukkan kemampuan dalam bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mendukung program Pemda dan fokus pada program organisasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Halsel, Irfan Abdurrahim menegaskan, legalitas pengurus KNPI di Halsel dibawah kepemimpinannya diakui DPD KNPI Provinsi Maluku Utara (Malut) dan DPP KNPI. Oleh sebab itu, Irfan menyebut, kubu Fahrizal saat ini sedang kepanikan atas hadirnya DPD II KNPI Halsel dibawah kepemimpinannya bersama Sekertaris Ananta Rizky Raya Perdana Sidik.

“Setelah kita menerima amanah itu, pihak tetangga mulai panik merespon dinamika kepemimpinan KNPI yang dinahkodai saya dan Sekertaris Ananta Rizky Perdana Sidik. Dinamika dualisme kepengurusan KNPI itu sudah hal biasa, namun legalitas saya memimpin KNPI Halsel juga punya garis komando secara struktur DPD KNPI Malut dan DPP KNPI Pusat, sehingga pihak sebelah tidak harus panik apalagi menolak dan menuduh ilegal,” tutur Irfan sambil tersenyum.

Setelah menerima SK Plt, Irfan bilang, Persiapan Musdah DPD KNPI mulai sekarang bakal membentuk panitia dan pembentukan Pengurus Kecamatan (PK) di 30 Kecamatan Halsel.

“Mari sama-sama kita berperan menunjukkan program organisasi yang terbaik ke depan di Bumi Saruma ini,” pinta Irfan.

Diketahui, Irfan Abdurrahim ditunjuk menjadi Ketua dan Ananta Rizky Raya Perdana Sidik sebagai Sekretaris DPD KNPI Halmahera Selatan melalui Surat Keputusan DPD KNPI Maluku Utara Nomor : KEP. 11/DPD/KNPI-MU/IX/2021 yang ditandatangani Ketua KNPI Malut, Rusdi Yusuf dan Sekertaris KNPI, Imanullah Muhammad tertanggal 16 September 2021. (Red/CN)

Aneh! Banyak Cafe di Halsel, Kasatpol PP Diduga Instruksikan Anggotanya Hanya Berjaga di Satu Tempat

HALSEL, CN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga kuat tidak melakukan penjagaan ketat di semua tempat hiburan malam (Cafe). Petugas Satpol PP hanya berjaga di satu tempat.

Pantauan media ini, sejumlah Pol PP melakukan penjagaan hanya di 1 Cafe yakni Cafe Bungalow 2. Padahal diketahui, untuk di Halsel sendiri terdapat banyak Cafe, maka seharusnya, anggota Pol PP melakukan penjagaan di semua Cafe untuk memastikan bahwa Cafe tidak dapat di buka selama belum ada instruksi Bupati Halsel, Usman Sidik untuk aktifitas Cafe.

“Kami diperintahkan langsung, ada juga Surat Tugas, jadi hanya stei di sini (Cafe Bungalow 2), tapi Patmor di semua Cafe, yang stei hanya 2 ini saja,” ujar Provost Muhammad Ibrahim bersama sejumlah anggota Pol&PP yang berjaga di depan Cafe Bungalow 2 pada Jumat (8/10/2021) malam.

Selain itu, ia mengatakan, anggota Pol PP dibagi tugas, ada yang melakukan Patroli Motor (Patmor) di Cafe lainnya dan ada juga yang berjaga ditempat di Cafe Bungalow 2.

Muhammad bilang, hampir setiap malam disaat melakukan razia, para Petugas mendapat Minuman Keras (Miras) di dalam Cafe, tapi anehnya, Kepala Satuan (Kasatpol-PP), Steven Yoel baru sekali memerintahkan anggota anggota Pol-PP untuk berjaga ditempat di Cafe Bungalow 2 melalui Surat Tugas.

“Setiap malam kan dapat minum terus, tapi baru menjaga ini malam. Sesuai dari Pimpinan yang atur, kami ini hanya diperintah,” aku Muhammad.

Sementara itu, Kasatpol PP, Steven Yoel ketika dikonfirmasi melalui via telepon seluler menyampaikan, untuk di Cafe Bungalow 2 sendiri, para petugas lagi dalam pelaksanaan Razia.

“Disitu ada Razia perintah langsung,” singkatnya.

Namun hal ini, Steven tidak ingin berkomentar banyak dengan alasan bahwa ia baru pulang berkantor.

“Saya ini baru pulang Kantor, jadi baru sampe ini. Dan nanti saja, karena ada bawa kendaraan. Ini kita tidak bisa sampaikan, karena lewat Satu pintu, lewat Staf Khusus, silahkan ke Staf Khusus pak Bupati,” tutup Steven. (Red/CN)