Partai Berkarya Pengusung ke 8, Usman-Bassam Dipastikan Menang di Pilkada Halsel

HALSEL,CN – Berkarya Melengkapi posisi 8 partai sebelumya, Pasangan Calon Hi Usman Sidik dan Hasab Ali Bassam Kasuba di Pastikan Menang di Pilkada Halmahera Selatan (Halsel)

Sebelumnya, Kalim atas Rekomendasi partai Berkarya oleh paslon Bahrain-Lutfi dinyatakan gugur, Pasalnya Kemenkumham Mengesahkan kepengurusan Muchdi PR sebagai ketua umum dan Badaruddin Andi Picunang dan memberikan Rekomendasi Partai Berkarya pada Paslon Hi Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) dengan Nomor:SK-001/PILKADA/DPP-BERKARYA/III/2020

Sementara launcing yang himpunan Media Cerminnusantara.co.id bahwa para ketua-ketua partai koalisi dari PKB, PKS, PSI, Demokrat, PAN, Golkar, PDIP dan Berkarya serta seluruh kader simpatisan serta relawan Usman-Bassam kini semuanya menyatu untuk lolauncingkan logo partai Barkarya, dan dipastiakn kekuatan telah bertbah dalam bergabungnyan partai berkarya ini.

Di sela-sela Louncing Partai Berkarya yang di lakukan di Desa Marabose, Jumat (14/08/20) Calon Wakil Bulati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan ucapan trima kasih kepada masyarakat Desa Marabose yang memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan launcing partai Berkarya, kalaupun kehadiran ini menggangu aktivitas masyarakat semuanya.

“Alhamdulillah bergabungnya partai Berkarya di koalisi Usman-Bassam menjadi suatu kejuatan yang luar biasa karena bagimanapun kita ketahui Berkarya di kleim oleh pasangan yang lain.

Bassam juga mengatakan bahwa, ia mengapresiasi kepada pak Hi Usman Sidik di Jakarta, sehingga dalam posisi partai Berkarya bisa bergabung dengan kita untuk berkoalisi, mudah-mudahan bergabungnya partai Berkarya menjadi kekuatan untuk memenangkan pilkada ini.

Selain itu, Bassam juga mengucapkan Terimakasih kepada partai berkarya yang memberikan dukungan kepada Paslon Usman Bassam, semoga kita bergerak bersama sesuai selogan kita (ayo maju mengembalikan senyum Halmahera Selatan),” Tandasnya

Terpisah Gufran Muhammad sebaga Sesusupu makayoa, dan Anggota DPRD Halsel fraksi Partai Golkar, ia menyampaikan bahwa Dengan Dukungan partai terbanyak semoga pilkada di tahun ini Halsel harus ganti Bupati.

kenapa hari ini kita sengaja launcing di Desa Marabose, Kata Gufran, karena orang Marabose harus tau Bupati kedepan harus orang marabose, karena Tobelo Galela dan Makean Kayoa ini bersaudara.

Gufran juga menyampaikan bahwa Saat ini waktunya pilih pemimpin yang dapat merangkul semua suku dan dapat mempersaudarakan kita semua

Itu sebabnya, Anggota DPRD Halsel partai Golkar itu menyampaikan bahwa pilihan Usman-Bassam adalah pilihan yang Cerdas, dan semoga Usman-Bassam Terpilih dan dapat mengembalikan Senyum keluarga masyarakat Halmahera Selatan (Red/CN)

Berkarya Akhirnya Berlabu di Usman-Bassam, Geser Bahrain Kasuba

JAKARTA, CN – AKhirnya DPP Partai Beringin Karya (Berkarya) Memberikan Persetujuan kepada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Hi Udman Sidik dan Hasan ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) di pilkada Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam Penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati di kabupaten halmahera selatan provinsi maluku utara (Malut) maka Partai Beringin Karya Memberikan persetujuan kepada Paslon Usman-Sidik.

Kepastian dukungan dan rekomendasi Partai Berkarya kepada bakal pasangan calon yang disingkat Usman-Basam itu dilihat dari Surat Keputusan dengan Nomor: SK-001/DPP-BERKARYA/VIII/2020 tentang Persetujuan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Dalam Surat Keputusan tersebut bahwa, Ketua DPP Partai Beringin Karya (Berkarya) muchdi Purwopranjono menyampaikan, berdasarkan usulan Dewan pimpinan Wilayah Partai Beringin Karya (Berkarya) Provinsi maluku utara, Maka Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Beringin Karya memberikan persetujuan kepada pasangan calon Bupati dan wakil bupati, Hi Udman Sidik dan Hasan ali Bassam Kasuba di Pilkada Halmahera Selatan Periode 2020-2025. (Red/CN)

Sekjen PDI-P Sebut Usman-Bassam Dipastikan Menangkan Pilkada Halsel Lawan Petahana

JAKARTA, CN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) secara resmi mengumumkan 75 pasangan calon Kepala Daerah yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Desember 2020, PDI-P sebelumnya juga telah mengumumkan 45 pasangan calon yang diusungnya di Pilkada 2020.

Pengumuman “Untuk 75 pasangan calon sekaligus, membangun spirit patriotisme nasionalisme dalam rangka kemerdekaan Indonesia. kami umumkan,” kata Hasto, Politik memerlukan kalkulasi dan semua diperhitungkan dengan matang. Maka itu calon Kepala Daerah di Pilkada tidak asal diumumkan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kepada sejumlah media, Selasa (11/08/2020)
Hasto mengatakan bahwa Partai akan melaksanakan pendaftaran secara serentak untuk calon Kepala daerah yang diusung di Pilkada serentak 2020. Rencananya akan dilaksanakan pada 4 September 2020.

“PDI Perjuangan akan melakukan pendaftaran itu pada hari pertama secara serentak pada Tanggal 4 September 2020 itu bertepatan dengan hari Jumat. Nanti setelah Jumatan. Kami menyesuaikan waktu Indonesia timur, Tengah, dan Barat,” kata Hasto.

Hasto juga menyatakan percaya atas kemampuan para calon Kepala Daerah yang diusung partainya di pilkada serentak 2020. Sebab semua nama dihasilkan berdasar proses yang sehat, penuh gagasan, dan berbasis komitmen membangun masa depan yang lebih baik.

“Kami punya akar kuat di grassroot, dan kami mempersiapkan calon kepala daerah kami dengan sebaiknya. Kami punya strategi gotong royong, strategi komunikasi baik, dan sekolah calon Kepala Daerah,” ujar Hasto.

Maka siapapun calon Kepala Daerah yang diusung PDI Perjuangan, termasuk Pilkada Halsel, Lanjut Hasto bahwa PDI-P mengusung Usman-Bassam dan di pastikan Usman-Bassam siap berkontestasi secara sehat dan demokratis menangkan Pilkada Halsel.

“Melawan calon yang di usung Parpol lain, baik petahana maupun calon pemula lainnya,” pungkas Hasto. (Red/CN)

Sah! PDI Perjuangan Usung Usman-Bassam

JAKARTA, CN – DPP PDI Perjuangan secara resmi mengusung Usman Sidik sebagai calon Bupati dan Hasan Ali Bassam Kasuba sebagai calon wakil Bupati di Pilkada Halmahera Selatan 2020. Artinya, jumlah Partai yang tergabung dalam koalisi Usman-Bassam menjadi 8 Partai.

Pasangan Usman-Bassam diumumkan DPP PDI-P Tahap III bersama 75 pasangan calon Kepala Daerah lainnya dalam konferensi video yang digelar, Selasa (12/8/2020).

Nama-nama yang mendapat Rekomendasi dari PDI-P diumumkan Ketua Umum PDI-P, Hj. Megawati Soekarnoputri. Megawati membacakan nama-nama yang diberi Rekomendasi mulai wilayah Timur Indonesia.

“Pada kesempatan ini, saya akan mengumumkan nama-nama yang kemudian sudah menjadi keputusan dari saya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang Insya Allah maju dan berjuang untuk memenangkan dalam Pilkada Tahun 2020,” ujar Megawati.

Megawati lalu menyebutkan nama-nama satu per satu. Tak ketinggalan, nama Usman Sidik sebagai calon Bupati dan Hasan Ali Bassam Kasuba sebagai calon wakil Bupati di Pilkada Halsel.

Dengan adanya dukungan ini, kini pasangan Usman-Bassam telah mengantongi 18 kursi di DPRD Halsel. Kursi tersebut terdiri atas 4 Kursi dari PKB, 3 Kursi dari PKS, 1 Kursi dari PSI, 2 Kursi dari Demokrat, 1 Kursi dari PAN, 5 Kursi dari Golkar, dan 2 Kursi dari PDIP. Setiap pasangan calon di Pilkada Bupati Halsel minimal diusung koalisi Partai Politik dengan 6 Kursi.

Sementara itu, Usman Sidik menyebut dukungan PDI-P sebagai awal perjuangan memenangkan pertarungan Halmahera Selatan.

“Alhamdulillah, Insya Allah berjuang maksimal melaksanakan amanah,” kata Usman.

Keputusan untuk mengusung Usman-Bassam diambil melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya, Usman dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Kabupaten Halmahera Selatan.

Ketua DPC PDI-P Halsel Benyamin Hi Daud mengatakan, pengusungan Usman dan Bassam sebagai calon Bupati dan wakil Bupati sudah berdasarkan Tahapan seleksi dari tingkat DPC, DPD, hinga DPP.

“Semuanya sudah melalui Tahapan, sehingga keluar Rekomendasi untuk Usman dan Bassam sebagai calon Bupati dan wakil Bupati,” kata Benyamin saat dihubungi melalui Telepon seluler. (Red/CN)

DPP Berkarya Secara Bulat Mengusung “Melisa-Juhdi Taslim” di Pilwako Ternate

JAKARTA, CN – Dewan Pimpinan Pusat Partai Beringin Karya (DPP Berkarya) memberikan Persetujuan kepada Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Merlisa SE dan Juhdi Taslim SH,MH di Pemilihan Wali Kota Ternate.

Persetujuan Pasangan calon tersebut, berdasarkan usulan DPD Partai Berkarya Kota Ternate lewat DPW Partai Berkarya Provinsi Maluku Utara. Oleh karena itu, Dewan Pimpinan Pusat Partai Berkarya memberikan persetujuan kepada pasangan Calon Walikota dan wakil walikota Ternate Priode 2020-2025 kepda Merlisa SE dan Juhdi Taslim SH,MH.

Kepada Awak Media, Ketua DPP Partai Beringin Karya menyampaikan bahwa lewat Surat Keputusan Partai Beringin Karya telah mengesahkan untuk mengusung Calon Walikota dan wakil walikota Ternate Priode 2020-2025 kepda Merlisa SE dan Juhdi Taslim SH,MH.

“Maka dari itu, kami menugaskan kepada DPD partai Beringin Karya Kota Ternate untuk mendaftarkan Paslon Merlisa SE dan Juhdi Taslim SH,MH ke KPUD Kota Ternate dan melaksanakan langkah-langkah strategis untuk memenangkan Paslon yang di Usung partai berkarya,” pungkasnya. (Red/CN)

Berkarya Kubu Muchdi Pr Anulir Semua Rekomendasi Pilkada 

MATARAM, CN – Sekretaris Jenderal Partai Berkarya H. Badaruddin Andi Picunang menegaskan Partai Berkarya secara otomatis menganulir seluruh rekomendasi Pilkada di seluruh Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah itu diambil, kata Badaruddin, menyusul tuntasnya masalah Dualisme kepemimpinan di tubuh Partai itu.

Badaruddin ketika dihubungi melalui telepon dari Mataram, Sabtu (8/8/2020) menegaskan bahwa kisruh Dualisme kepemimpinan di Partai Berkarya sudah berakhir dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). SK Kemenkumham yang terbit pada Tanggal 30 Juli 2020.

SK baru tersebut terdapat perubahan dari kepengurusan Partai Berkarya yaitu perubahan posisi Ketua Umum dari Hutomo Mandala Putra kepada Muchdi Purwopranjono (Pr) dan Sekjen dari Priyo Budi Santoso kepada Badaruddin Andi Picunang.

Nama Priyo, kata Badaruddin, tidak ada di dalam kepengurusan. Sementara itu, Tommy Soeharto meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum, tetap berada di posisi elite Partai sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya.

“Jadi, sudah tidak ada dualisme dalam kepemimpinan Partai Berkarya. Kepengurusan baru hasil munaslub merangkul semua pihak yang sejalan untuk memperbaiki dan membesarkan partai,” kata Badaruddin.

Menurut dia, SK baru tersebut telah disampaikan kepada pihak KPU dan Kantor Berita Negara. Dengan demikian, terhadap calon kepala daerah/wakil kepala daerah pada Pilkada 2020 yang diusung oleh Partai Berkarya, yang berhak menandatangani Surat B1KWK untuk pendaftaran ke KPU adalah Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya periode 2020—2025.

“Surat B1KWK yang telanjur dikeluarkan oleh pengurus sebelumnya otomatis teranulir dan dinyatakan tidak berlaku dan tidak dapat dipakai untuk pendaftaran ke KPU,” katanya menegaskan.

Menyusul SK baru tersebut, Badaruddin selaku Sekjen Partai Berkarya menegaskan bahwa pihaknya akan merevitalisasi kepengurusan di tingkat Provinsi hingga kabupaten/kota dalam rangka perbaikan kinerja menghadapi Pilkada 2020 dan Pemilu 2024.

“Khusus bagi DPW Provinsi dan DPD kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada 2020, dalam waktu dekat sebelum pendaftaran akan dilaksanakan musyawarah wilayah (muswil) provinsi dan musyawarah daerah (musda) kabupaten/kota,” kata Badaruddin menjelaskan.

Untuk wilayah Provinsi NTB, Badaruddin mengatakan bahwa pihaknya sudah menunjuk pengurus DPP Guntar Boerhamsah sebagai Plt. Ketua DPW Partai Berkarya NTB.

“Pak Guntar dari DPP sudah ditunjuk jadi plt. (Ketua DPW Partai Berkarya) NTB untuk mengadakan muswil secepatnya. Yang jelas kami berlari kencang,” ucap Badaruddin. (Red/CN)

Sumber: Republika