Muhammad Juara Dunia Di China Di Anugerahi Duta Santripreneur Indonesia 2019, ini Berkat Binaan Ketua PMI SUMUT Dr. H. Rahmat Shah

JAKARTA–CN, Ilmuwan muda dunia dan penemu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam setelah Viral Vidieonya Di Acara  Hitam Putih TRANS7 dia mengaku setelah viral vidio itu banyak yang konsultasi dan minta pertemanan IG, FB TWITTER dan meminta no yang bisa di hubungi.

“Seminggu ini sudah ribuan orang yang datang dari berbagai daerah” katanya
Akhirnya Muhammad Ja’far Hasibuan di nobatkan Duta Santripreneur Indonesia pada kegiatan awarding Santripreneur Award 2019 di  Gedung Serbaguna ORYZA Bulog Jl. Gatot Subroto No.Kav 49, RT.5/RW.4, Kuningan Tim Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950 Di Selenggarakan, Minggu (29/9/2019).

Diketahui sebelumnya, Muhammad Ja’far Hasibuan (27) Juara Dunia Di Shanghai China berhasil memenangkan kompetisi para ilmuwan di China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA Special Award World Invention Intelectual Property Association.
Dia berhasil menyumbangkan medali emas dan WIIPA Special Award bagi Indonesia lewat penemuannya yaitu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam.

Dianugerahi jadi Duta Santripreneur Indonesia ini berkat dukungan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara Dr. Rahmat Shah selama ini banyak memberikan bimbingan dan motivasi atas prestasi Muhammad Ja’far Hasibuan berawal saya membaca Buku Sejarah Hidup Dr. Rahmat Shah beliau di kenal Dulunya sebagai anak desa atau  kampung seperti saya dia  kepada alam dan kesungguhannya mencegah kepunahan satwa liar yang langka.

Dengan mengenal keanekaragaman satwa liar dunia, Ia menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan konservasi sebagai anugerah Tuhan SWT yang tak ternilai.

Ia menginginkan pengalamannya yang beragam dan unik, terutama berburu dan bertualang, juga dinikmati orang lain. Lalu, ia mengabadikan semua hewan liarnya yang langka dalam sebuah museum dan galeri satwa liar yang bertaraf internasional. “Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Juwono Sudarsono tanggal 14 Mei 1999 dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 13 Novermber 2007.

Koleksinya hasil perburuan legal berkonsep lingkungan hidup dan konservasi, hewan-hewan mati di berbagai taman hewan dan kebun binatang, pembelian legal, serta pemberian teman-teman dan sumbangan berbagai kalangan dari beberapa negara. Rahmat juga mendirikan Taman Hewan Pematang Siantar yang pemugaran dan pengembangannya diresmikan Yudhoyono sebagai salah satu obyek wisata di Sumatera utara.

Piagam Penghargaan Muhammad Ja’far Hasibuan

Museum dan gallerynya dicatat record book dan diganjar berbagai penghargaan nasional dan internasional. Rahmat satu-satunya orang Indonesia yang namanya tercatat dalam buku Great Hunter dan orang Indonesia pertama yang memperoleh International Conservation Award, Big Five Grand Slam Award, Dangerous Games of Africa Award, dan World Hunting Award. Dengan Segudang prestasi yang dapat dirasakan manfaatnya bagi ummat Duni jadi tokoh inspirasi saya di sebagai Tokoh Dunia ucap Ja’far kapada wartawan.

Sama sama anak kampung banyak dapat bimbingannya Dari Bapak Dr.Ramat Shah yang sangat peduli prestasi anak bangsa begitu juga Sejak Kelas 4 SD sampai kuliahnya telah mandiri membiayai sekolahnya sendiri, sehingga saat ini telah mendapatkan berbagai penghargaan dari segala perlombaan dan meraih segudang prestasi.

Pada wartawan dia menceritakan kisah hidupnya, biasanya orang-orang memanggilnya dengan panggilan Ja’far. Sejak Kls 4 SD ia mulai mencari uang sekolah bekerja sebagai kuli buruh kasar dari hasil jasa mengangkat barang barang dagangan di pasar atau pekan Aek Godang, Padang Lawas Utara setiap hari minggunya.
Semasa di bangku Kelas 1 MTs dan Kls 3  MAS, ia merintis usaha KUD Kejora bersama pamannya Alm Hasanuddin Hasibuan di Tapanuli Selatan, kisahnya tersebut berawal dari jualan minyak bensin, solar dan minyak tanah sebuah gubuk  pondok kecil.

Dia diasuh uwa’nya dari Kls 1 MTs sambil bersekolah. Tiap hari perjuangan Ja’far sunggung sedih. Ja’far kecil berjuang bantu uwa’nya demi cari uang sekolahnya yang saat itu di Pondok Pesantren Nurul Falah Tamosu Panompuan, mendapat pelajaran dari sang uwa.

“Teringat aku, saat ini uwa’ telah tiada,” katanya pada wartawan, sambil berlinang air mata. Minggu, (29/9/2019)
Saat itu, dimana masa SMP dan SMA memanfaatkan hidupnya belajar berdagang dan menghendel sebuah perusahaan uwanya yang kala itu ja’far masih kecil sudah memegang uang jutaan di percaya oleh uwanya di setiap penjualan dan urusan setor menyetor Ke Bank.
Usai sholat shubuh Ja’far biasa sudah berkemas dan karena Ia sudah di percaya sama uwa’nya, mulai dari aktivitas setor penjualan ke Bank Sumut yang jarak tempuh dari usaha sekitar 27 KM ke Kota Padang Sidimpuan iapun berani.

Padahal, kala itu ia masih di bangku sekolah SMP dan memang betul di tempa uwa’nya selama itu agar anak yang mandiri kelak meningkat menjadi usaha besar.

Seusai tamat MAS (setingkat SMA), ia di berangkatkan ke Medan oleh uwa’ kandungnya Almarhum Hasanuddin Hasibuan tersebut dan dengan hanya berbekal uang ongkos Bus SAMPAGUL Rp.80.000  ke Kota Medan.
Sesampainya ke Kota Medan, ia pun kehabisan uang dan tak tahu kemana arah dan tujuannya, sementara cita – citanya yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi harus bisa di gapainya, ia pun lantas tak berputus asa, setelah tiba di Kota Medan, Ja’far pun berkerja di salah satu grosir bahan material bangunan tepatnya di Deli Tua, Toko Samura Jaya.
Setahun pun berlalu, kemudian ia mendaftarkan diri masuk kuliah ke perguruan tinggi. Saat itu ia harus berpikir keras agar mendapatkan uang kuliah yang harus di bayarkan.

Akhirnya, Ja’far kembali berjuang untuk kuliahnya dengan menjumpai sebuah perusahaan roti. Ia pun berkerja sebagai pedagang roti, tanpa gengsi dan tanpa malu, ia mengayuh gerobak sepeda angin (sepeda onthel, red) itu untuk membiayai hidup dan kuliahnya.
Pekerjaan sebagai pedagang roti terus ia lakoni sejak awal kuliah sampai wisuda, kegiatan itu terpaksa ia lakukan demi untuk membiayai hidup dan kuliahnya.
Tidak sampai di situ, sepulang dari kuliah di sore hari, ia pun melanjutkan perjuangan hidupnya lagi dengan berjualan di terminal Amplas, tepatnya di Jalan Sisingamaraja Medan.

Menjajakan barang dagangan rotinya dari loket ke loket. Hampir semua loket bus yang ada di Amplas di datanginya. Berdagang roti itu pun di lanjutkan hingga sampai larut malam, kemudian berlanjut berjualan lagi sampai ke Pasar Simpang Limun, bahkan sampai fajar pagi, ia masih menjajakan dagangan rotinya itu.
Semasa kuliah itu, ia jarang tidur di malam hari, bahkan ia sampai tertidur diatas grobak roti untuk menghabiskan jualannya.

Tiap harinya selama 4 tahun kuliah dan sambil mengerjakan tugas kuliah di atas grobak roti. Ia juga pernah mengalami merasakan saat grobak rotinya di tabrak sepeda motor di waktu malam, grobak roti itu hancur, mulai dari steling kaca semua hancur. Beruntung Ja’far selamat.
Itulah cerita singkat perjuangan hidup Muhammad Ja’far Hasibuan sang Ilmuwan asal Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara yang merantau ke Medan demi untuk membiayai kuliahnya.

Muhammad Ja’far Hasibuan adalah anak ke 2 dari 10 bersaudara, ia terus mengenang getirnya pahit kehidupan ini, seringkali ia tidur diatas grobak rotinya, mengalami perihnya hidup sebagai pedagang.
Ja’far menceritakan, jika pernah suatu hari dagangannya hilang dan terkadang hasil jualanpun pun pernah di curi preman saat ia letih dan tertidur diatas grobak sepeda anginnya itu.

Muhammad Ja’far Hasibuan di Nobatkan Duta Santripreneur Indonesia

Ilmuwan Muhammad Ja’far Hasibuan adalah salah satu Alumnus Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Pria bertubuh gempal ini lahir pada tahun 1992 di Desa Sampuran Simarloting, Kecamatan Halu Sihapas Padang Lawas Utara.
Kampung halamannya tersebut merupakan desa tertinggal yang sulit dijangkau, karena akses transportasi jalan yang rusak. Walau perjalanan menuju kampus membutuhkan waktu hampir 12 jam dan ditambah pula perekonomian keluarga yang serba terbatas, ia tetap bersemangat menuntut ilmu hingga ke Kota Medan, demi masa depan yang lebih baik.

Berbagai kompetisi dan lomba pun diikutinya, hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan. Demikian kisah Muhammad Ja’far Hasibuan, kepada wartawan, minggu, 29/9/2019
Seperti diketahui, Muhammad Ja’far Hasibuan adalah peraih medali emas berkat penemuannya, Biofar Shrimp Skin Care berupa singkatan dari BIO yang berarti alami, FAR berasal dari penggalan nama penemu Ja’Far, SHRIMP yang berarti udang halus kecil (bahan baku) dan SKINCARE yang mengindikasikan obat tradisional yang mampu menyembuhkan luka maupun penyakit kulit  yakni obat kulit bagi manusia dan hewan.

Yang hadir diantaranya, yang mewakili presiden, yang mewakili Kemenlu, Kemendagri, Kemenkop UKM, Kemenag, Polri, Perum Bulog, Kemnaker dan Bekraf.(Red)

Tony Eka Candra Silaturahmi Ke PC NU Lampung Selatan

LAMPUNG-CN, Usai mengembalikan berkas penjaringan Calon Kepala Daerah Kabupaten Selatan di Partai PKB, PAN dan Nasdem, Bakal Calon Bupati Lampung Selatan H.Tony Eka Candra (TEC) bertandang ke Sekretariat PC NU Lampung Selatan dan bertemu langsung dengan Ketua PC NU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten setempat KH.Nur Mahmud,SE beserta jajaran Pengurus, Sabtu (28/9/2019)

Dalam kesempatan yang berlangsung akrab nan hikmat tersebut, Ketua PC NU Kabupaten Lampung Selatan KH.Nur Mahmud,SE mengucapkan selamat datang kepada Tokoh Politik senior Provinsi Lampung tersebut, yang telah menyempatkan diri bertandang ke Sekretariat PC NU Kabupaten Lampung Selatan, dan bersilaturahim dengan Pengurus Cabang NU Kabupaten Lampung Selatan.

Saat Berpose Dengan Petinggi NU Cabang Lampung

“Alhamdulillah, pada hari ini Pengurus Cabang NU Lampung Selatan dapat bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan Bapak H.Tony Eka Candra, mudah-mudahan apa yang menjadi ikhtiar beliau (Tony.red) mengabdikan diri untuk menjadi Bupati Lampung Selatan mendapat kemudahan dan pertolongan dari Allah SWT,” ujar KH.Nur Mahmud,SE.

Sementara dalam kesempatan tersebut, H.Tony Eka Candra mengucapkan terima kasih karena telah dibukakan pintu silaturahmi dengan jajaran Pengurus Cabang NU Kabupaten Lampung Selatan dibawah Kepemimpinan Bapak KH.Nur Mahmud,SE.

Selesai Pertemuan Dengan Pengurus NU Cabang Lampung Bakal Calon Bupati Lampung H.Tony Eka Candra Sedang Melantai Bersama Sambil Bercerita

“Meskipun pertemuan ini tidak direncanakan, tapi Insya Allah silaturahmi ini tidak mengurangi rasa kekeluargaan sesama warga Nahdlatul Ulama,” ucap TEC.

Bakal Calon Bupati Lampung Selatan ini menjelaskan, bahwa dirinya juga pernah menjabat sebagai “Mustasyar” PC NU di Kota Bandar Lampung dan PW NU Provinsi Lampung, beliau adalah seorang Nahdliyin sejati yang lahir dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) tulen.

“Sampai dengan saat ini saya masih sebagai Ketua Dewan Pembina Pondok Pesantren “Madinah” Desa Karya Tani Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur dan Ketua Dewan Pembina Pondok Pesantren “Makkah” Desa Karta Jaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan, sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Ormas Taman Sholaya (Majelis Tahlil, Manaqib, Sholawat, Yasin) NKRI Provinsi Lampung,” ujar TEC

Bakal Calon Bupati Lampung H.Tony Eka Candra, Sedang Bincang-Bicang DenganKetua NU Cabang Lampun KH.Nur Mahmud,SE.

TEC juga memohon do’a restu dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, agar ikhtiar dan niatannya maju dalam Pilkada Lampung Selatan mendapat petunjuk dan Ridho Allah SWT. (Red)

Mahasiswa Minta Pelajar Dibawah Umur, Tidak Ikut Aksi Demonstrasi

Jakarta – “Siapapun yang menunggangi atau mengompori anak dibawah umur terlibat aktivitas politik, seperti unjuk rasa atau demonstrasi, itu hal yang tidak dibenarkan kemanusiaan,” ungkap Ketu Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Bintang Wahyu Saputra, saat dimintai keterangan oleh awak media, di Jakarta, Kamis (26/9).

Bintang mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan para pelajar hari ini diluar kata wajar, dan berbeda dengan aksi mahasiswa yang dilakukan di DPR dan beberapa wilayah Indonesia.

“Kami sangat mengecam jika terdapat pihak yang dengan sengaja melakukan provokasi kepada anak dibawah umur. Dalam hal ini adik-adik pelajar, untuk ikut melakukan aksi seperti kami para mahasiswa. Hal ini tidak dibenarkan,” kesal Bintang.

Bintang menambahkan pelajar yang rata rata masih dibawah umur mempunyai jiwa yang sangat labil dan rentan. “Oleh karena itu, saya meminta siapapun yang memprovokasi dan menunggangi aksi para pelajar untuk menghentikan dengan segera atas nama kemanusiaan,” tegasnya.

Mereka (para pelajar), lanjut Bintang, generasi kami kedepan para mahasiswa. “Kami mengecam jika memang terdapat pihak yang memanfaatkan keadaan, kami berikan mereka gelar penjahat kemanusiaan dan demokrasi,” ujarnya.

Tak hanya meminta agar pelajar tidak ikut-ikutan aksi, Bintang dengan tegas mengatakan mahasiswa yang ikut aksi jangan terlibat dalam kegiatan parade tauhid pada hari Sabtu tanggal 28 September 2019.

“Saya mengimbau agar teman-teman mahasiswa dan siswa yang ikut aksi penolakan sejumlah RUU untuk tidak hadir dalam acara parade tauhid Indonesia 2019. Kalau nanti teman-teman dan adik-adik ikut acara tersebut, maka sudah barang tentu nanti akan ada sinyalemen dari masyarakat kalau aksi kalian telah ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu,” imbau Bintang.

Ia menambahkan untuk seluruh mahasiswa sekarang baiknya kita menahan diri dahulu. Karena ada parade tauhid yang patut kita curigai dan bergeraknya pelajar. jangan sampai gerakan murni ini di tunggangi pihak yang ingin memanfaatkan keadaan,” ujarnya.

Bintang juga meminta kepada pihak kepolisian untuk sangat berhati hati dalam menangani aksi yang dilakukan pelajar yang rentan ditunggangi politik praktis atau pemanfaatan keadaan dan meminta polri untuk mengungkap dalang pergerakan pelajar ikut aksi demonstrasi.

“Adik-adik pelajar yang kami banggakan, terima kasih atas dukungan kalian terhadap kami para mahasiswa abang-abang kalian. Tapi kami tidak berharap kalian ikut dalam arus perjuangan mengatakan kebenaran untuk kepentingan rakyat karena kalian masih terlalu muda, yang kami butuhkan hanyalah dukungan doa dari kalian. Belajarlah dengan baik, karena takdir menjadi mahasiswa tidak akan mungkir dari darah kalian, salam perjuangan,” tutup Bintang.

Di PROMITRA, GRANAT Lampung Giat Sampaikan P4GN

Bandar Lampung,CN – DPD GRANAT Provinsi Lampung (Gerakan Nasional Anti Narkotika) paparkan materi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dalam acara Program Orientasi Kampus Universitas Mitra Indonesia (PROMITRA) TA 2019/2020, yang bertajuk “Generasi Milenial Anti Narkoba” di Gedung Graha Surya, Rabu (25/9/2019).

Dalam acara tersebut hadir langsung Armen Patria, S.Kep, M.Kes. selaku Wakil Rektor III UMITRA, Dekan Fakultas Kesehatan UMITRA yakni Ahmad Djamil, M.Kes, Dekan Fakultas Hukum UMITRA Muhadi, S.H., M.H serta Romy Hendry, S.T.,M.Kom Dekan Fakultas Komputer UMITRA.

Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra Saat Paparkan Materi

Bicara Narkoba, adalah berbicara soal problematika yang sangat memprihatinkan di Indonesia. Bagaimana tidak, saat ini keadaan di tanah air peredaran Narkotika sangat luar biasa, bisa kita lihat hampir setiap hari pasti ada pemberitaan tentang Narkoba. Atas dasar itulah Pemerintah menabuh genderang perang terhadap kejahatan, peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika, karena saat ini dengan terus meningkatnya Narkoba yang masuk ke Indonesia diiringi meningkatnya jumlah korban, Pemerintah dinilai gagal dalam memberantas peredaran barang haram tersebut. Hal ini diungkapkan Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra yang diwakili oleh Drs. Rusfian Effendi, M.IP selaku Ketua harian DPD GRANAT Provinsi Lampung saat membuka materi penyampaian P4GN.

Drs. Rusfian Effendi, M.IP dalam paparannya mengatakan setiap zat atau kandungan yang terdapat dalam narkoba apabila dikonsumsi secara oral maupun diminum akan menimbukan efek kecanduan yang dapat merusak serta merugikan diri sendiri serta orang lain, bahkan penyalahgunaan Narkoba adalah sebuah tindak pidana.

H. Tony Eka Candra Paparkan Materi Sambil Berjalan

“Narkoba itu banyak jumlahnya, karena banyak ragamnya, maka narkoba dikelompokan dalam tiga kelompok besar yakni Narkotika, Psikotropika, dan bahan Adictif lainnya dengan cara penggunaan yang berbeda-beda ada yang dihisap, disuntik dan dikonsumsi,” terang Drs. Rusfian Effendi, M.IP yang juga wakil sekretaris PD VIII FKPPI Provinsi Lampung.

Lanjut Rusfian, Provinsi Lampung saat ini menempati peringkat ke-3 di Sumatera terkait penyalahgunaan Narkoba, dan peringkat ke-8 Nasional, dengan penyalahguna 128 ribu jiwa. Secara nasional pengguna Narkoba saat sekitar 5,9 juta jiwa, 22 % diantaranya adalah pelajar, mahasiswa dan generasi muda calon penerus generasi bangsa. Setiap hari 50 orang mati sia sia karena Narkoba, dan mencapai 18 ribu orang setiap tahunnya. Oleh karena itu perlunya cara pencegahan dan penanggulangan dengan metode preemtif, prefentif, refresif dan rehabilitasi yang dilakukan oleh semua unsur seperti Pemerintah, aparat Kepolisan dan segenap elemen masyarakat lainnya guna menyelamatkan generasi penerus bangsa kedepan.

“Untuk menanggulangi para pecandu yang sudah ketergantungan Narkoba, harus dilakukan melaui jalur rehabilitasi medis, psikis, dan sosial secara terpadu dan terintegrasi. Karena melalui jalur ini apabila dilakukan secara massif terpadu dan berkesinambungan serta didukung oleh segenap komponen bangsa, maka peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba akan semakin berkurang,” paparnya.

H. Tony Eka Candra Mendekati Mahasiswa

Wakil Ketua Ikatan Keluarga Alumni Unila (IKA UNILA) itu juga menghibau kepada seluruh elemen lapisan masyarakat dan komponen bangsa turut serta membantu Pemerintah dan aparat penegak hukum mencegah maraknya peredaran narkoba yang saat ini sudah menjadi fenomena tersendiri di Indonesia.

“Begitupun mahasiswa harus mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, terhindar dari ancaman Narkoba dan barang haram lainnya agar pemuda kedepan dapat menjadi penerus bangsa yang bersih, berkarakter dan memiliki pemikiran intelektual yang tinggi. Jangan sampai mahasiswa atau pemuda malah terjerumus kedalam lubang gelap Narkoba,” tutup Drs. Rusfian Effendi, M.IP yang memiliki Moto hidup “Tiada Hari Tanpa Pengabdian” itu. (Bur)

Harga Saham Gabungan Babak Belur, LEMI PB HMI Berharap Aksi Mahasiswa Tidak Chaos

Jakarta – Gerakan demonstrasi besar-besaran yang sempat membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) babak belur alias anjlok di bursa efek beberapa hari lalu dapat kita jadikan perhatian serius agar nanti kedepan harga saham tidak lagi turun dan iklim investasi dapat kondusif,” ujar Direktur Eksekutif Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI), Arven Marta, kepada wartawan, Kamis (26/9).

Aksi demonstrasi, lanjut Arven merupakan hak seluruh masyarakat. “Hanya saja, dalam aksi demonstrasi yang berakhir rusuh, akan berakibat terhadap perekonomian,” katanya.

Arven menambahkan aksi demonstrasi jangan sampai berakhir dengan kerusuhan. “Kita tidak mau nanti perekonomian akan nyungsep disaat dimana-dimana terjadi kerusuhan. Investor takut, lalu menghentikan investasinya. Kalau itu terjadi, maka Indonesia akan mendapatkan sentimen negatif di bursa saham. Alhasil, saham bisa anjlok, dan dollar naik. Kalau dollar sudah naik, kita sama-sama tahu yang terjadi tidak hanya chaos society, tapi juga chaos economy,” jelasnya.

Sebagai seorang aktivis, ujar Arven, sangat mendukung adanya aksi demonstrasi. “Namun, aksi demonstrasi yang benar-benar damai. Benar-benar tidak ada lagi chaos di lapangan. Saya berharap aparat keamanan juga harus menahan diri, jangan represif, teman-teman mahasiswa juga tahan diri. Jangan biarkan aksi demonstrasi akan berakibat buruk terhadap perekonomian,” tutupnya.
(Red)

DPP APRI Buat Kartu Tiga Fungsi Untuk Penambang Rakyat Indonesia

JAKARTA- CN, Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (DPP-APRI) Berencana Buat Kartu Tiga Fungsi, KTA, ATM, dan Asuransi untuk tambang rakyat Indonesia.

Untuk sekian kalinya kerja sama antara APRI, BRI, dan Manulife dalam pembuatan kartu tiga fungsi ini DPP APRI mengadaka rapat bersama Direktur Utama PT. BRI Tbk pusat dan Manulife (Asuransi) dalam rapat tersebut membahas pembuatan kartu tiga fungsi untuk penambang, agar terjalin hubungan kerjasama yang baik demi mewujudkan penambang rakyat sejahtera.

Sejak berdirinya APRI, sudah diwacanakan agar kartu tanda anggota (KTA) APRI bisa berfungsi juga sebagai kartu ATM dan kartu asuransi, sehingga para penambang di bawah naungan APRI memiliki sebuah kartu yang multifungsi.  Tidak perlu banyak kartu, tetapi mempunyai fungsi bermacam-macam.

Untuk merealisasikan KTA multifungsi ini dari beberapa tahun yang lalu telah dilakukan komunikasi dengan beberapa perusahaan asuransi dan juga perbankan  “Namun baru tahun 2018 lalu APRI berhasil menggandeng bank dan perusahaan jasa asuransi yang serius ingin mewujudkan hal ini” Ungkap Sekjed DPP APRI Imran S. Malla Via Heandphone.(24/09/2019) 

Lanjut Dia “Bank BRI menjadi prioritas pilihan APRI mengingat penyebaran kantor unitnya yang mencapai ke pelosok negeri, yang pasti lebih dekat dengan domisili para penambang rakyat.  Sedangkan perusahaan asuransi Manulife menjadi patner pilihan mengingat reputasi dan profesionalismenya yang sudah mendunia” Kata Imran S. Malla.

Sambung Gatot Sugiarto “Apabila penandatanganan kerjasama telah terlaksana, maka untuk mendaftarkan diri menjadi anggota APRI dapat dilakukan dengan mengirimkan data diri ke DPC APRI setempat dengan dating lansung, melalui SMS, WA, atau Email.  Kemudian untuk mendapatkan kartu tanda anggota (KTA) yang sekaligus merupakan ATM dan kartu asuransi dilakukan dengan mendatangi Kantor Cabang atau kantor unit BRI yang ditunjuk.  Dengan menyatakan anggota APRI, silahkan mengisi formulir dan persyaratan, maka  dalam 1 hari kartu sakti penambang sudah bisa didapatkan.  Mari kita doakan bersama” ungkap dia Gatot Sugiarto Ketua Umum DPP APRI pusat. (Red)