Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Program MBG

JAKARTACN – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, pihak swasta bernama Asep Yusuf Somantri (AYS) ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam pengaturan dan intervensi proses verifikasi mitra program tersebut.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa AYS diduga diminta oleh tersangka Sony Sonjaya (SS), mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), untuk mencari mitra dalam pelaksanaan Program MBG.

Menurut Kejagung, Sony diduga memberikan akses kepada AYS untuk mengintervensi tim verifikator mitra MBG. Melalui akses tersebut, AYS diduga mengetahui titik-titik dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih kosong, kemudian mengatur calon mitra yang mendaftar pada portal MBG.

Kejagung mengungkapkan bahwa sejumlah calon SPPG yang sebelumnya telah disetujui di portal mitra MBG diduga dibatalkan status pendaftarannya untuk memberi ruang kepada pihak lain yang difasilitasi oleh AYS. Bahkan, pendaftaran calon mitra baru disebut tetap dapat dilakukan meskipun masa pendaftaran telah ditutup.

Selain itu, AYS juga diduga memberikan sejumlah uang kepada Sony Sonjaya setelah pengaturan titik-titik SPPG tersebut dilakukan.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

Penyidik menduga terjadi berbagai penyimpangan dalam tata kelola Program MBG, mulai dari afiliasi para tersangka dengan yayasan pengelola SPPG hingga dugaan praktik mark up dalam pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh Kejaksaan Agung untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. (Hardin CN)

Bitcoin Tertekan, Harga BTC Dekati Support Kritis 74.950 Dollar AS

JAKARTACN – Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan dalam beberapa hari terakhir. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu bergerak melemah dan mendekati level support penting yang dinilai akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dikutip dari NewsBTC, Kamis (28/5/2026), Bitcoin sempat turun ke bawah level 75.500 dollar AS dan terus bergerak di zona merah seiring meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global.

Sejumlah analis menilai, jika level support utama gagal dipertahankan, pelemahan harga Bitcoin berpotensi berlanjut lebih dalam.

Di tengah tekanan tersebut, perhatian investor global justru mulai beralih ke saham-saham teknologi, khususnya perusahaan produsen chip memori berbasis kecerdasan buatan (AI). Perpindahan aliran modal ke sektor teknologi disebut ikut memengaruhi minat investor terhadap aset kripto, termasuk Bitcoin.

Saham Teknologi Naik, Kripto Kehilangan Momentum

CoinDesk melaporkan, Bitcoin masih berada di bawah tekanan ketika saham perusahaan semikonduktor Korea Selatan, SK Hynix, melonjak hingga menembus valuasi 1 triliun dollar AS.

Sebelumnya, Micron Technology juga mencapai kapitalisasi pasar serupa setelah sahamnya naik lebih dari 20 persen.

Lonjakan saham produsen chip memori menarik perhatian investor global, sementara pasar kripto justru bergerak stagnan dan kehilangan momentum.

Situasi ini terjadi ketika Bitcoin gagal mempertahankan area harga di atas 76.000 dollar AS. Tekanan jual yang terus berlanjut membuat harga BTC turun dan mendekati area support krusial di kisaran 74.000 hingga 75.000 dollar AS.

NewsBTC menyebut Bitcoin memulai penurunan baru setelah bergerak di bawah zona 75.500 dollar AS. BTC juga diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan sederhana 100 jam yang mengindikasikan tren jangka pendek masih bearish.

Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya seperti Solana dan XRP juga mengalami pelemahan seiring meningkatnya aksi jual di pasar.

CoinDesk bahkan mencatat posisi long kripto senilai 500 juta dollar AS mengalami likuidasi ketika Bitcoin turun ke area 78.000 dollar AS pada pertengahan Mei 2026.

Level 74.950 Dollar AS Jadi Penentu

Coinpedia menyebut level 74.950 dollar AS menjadi area penting yang wajib dipertahankan pelaku pasar. Jika level tersebut gagal dijaga, risiko penurunan lebih dalam dinilai semakin terbuka.

Posisi Bitcoin saat ini berada tepat di atas area support utama yang sebelumnya terbentuk pada April 2024. Kondisi itu membuat pasar sangat sensitif terhadap tekanan jual tambahan.

Para bullish atau investor yang masih optimistis terhadap kenaikan harga harus mampu mempertahankan area 74.950 dollar AS agar potensi koreksi lebih dalam dapat dihindari.

Jika support tersebut jebol, harga Bitcoin berisiko turun menuju level yang lebih rendah.

Sementara itu, NewsBTC menilai Bitcoin kini menghadapi area resistensi di kisaran 75.500 hingga 76.200 dollar AS. Selama harga belum mampu kembali menembus area tersebut, tekanan bearish dinilai masih dominan.

Analis juga memperhatikan pola teknikal jangka pendek yang menunjukkan kecenderungan pelemahan lanjutan. Bitcoin disebut gagal bertahan di atas 76.000 dollar AS dan terus mencatat lower high dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Sepanjang reli Mei 2026, Bitcoin sempat bergerak di kisaran 76.300 hingga 82.500 dollar AS. Namun aset tersebut gagal menembus area resistance penting meski beberapa kali mencoba breakout.

Ketegangan Geopolitik dan The Fed Jadi Sorotan

Selain faktor teknikal, pasar kripto juga dibayangi ketidakpastian geopolitik global. Beberapa laporan menyebut meningkatnya tensi di Timur Tengah turut memicu aksi risk-off investor terhadap aset berisiko seperti kripto.

Bitcoin bahkan sempat menyentuh area 73.000 dollar AS ketika pasar global dihantam kekhawatiran terhadap eskalasi konflik internasional.

Tekanan geopolitik juga memengaruhi sentimen investor ritel. Bitcoin mengalami tekanan signifikan dan turun ke level terendah dalam lebih dari enam pekan terakhir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global.

Di sisi lain, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) juga masih menjadi perhatian utama pasar.

CoinDesk sebelumnya melaporkan Bitcoin cenderung bergerak mendatar di kisaran 77.000 dollar AS menjelang pergantian kepemimpinan di The Fed.

Pasar kini menunggu arah kebijakan moneter berikutnya setelah Kevin Warsh resmi dilantik menjadi Ketua The Fed.

Dalam pidatonya, Warsh mengatakan akan memimpin The Fed dengan pendekatan reformasi dan pembelajaran dari kesalahan masa lalu.

Meski demikian, ketidakpastian mengenai arah suku bunga masih membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support di bawah 75.000 dollar AS yang disebut akan menjadi penentu apakah BTC mampu rebound atau justru melanjutkan tren penurunan lebih dalam. (Hardin CN)

ShortPro Indonesia Umumkan Peluncuran AI—Solo

JAKARTA, CN – Melalui saluran resmi WhatsApp ShortPro Indonesia, secara resmi mengumumkan peluncuran fitur terbaru bertajuk AI—Solo.

Zona khusus Solo ini dikabarkan hadir untuk menangkap lonjakan trafik global dengan sistem distribusi yang lebih ringan, fleksibel, dan cepat. Teknologi tersebut dirancang agar mampu merespons sinyal trafik secara lebih efisien sehingga potensi distribusi dapat dimaksimalkan dalam waktu singkat.

Selain itu, ShortPro menyampaikan bahwa sistem AI di zona Solo akan terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas pengguna. Semakin banyak digunakan, sistem diklaim akan semakin pintar karena memperoleh data pasar nyata dari aktivitas para pengguna.

Peluncuran resmi AI—Solo dijadwalkan pada 22 Mei 2026. Pihak ShortPro juga menegaskan bahwa produk Zona Khusus Solo tidak berpartisipasi dalam event bonus cashback karnival. (Hardin CN)

Raih Indonesia Visionary Leader Award 2026, Direktur PDAM Halsel: Melengkapi Semua Kekurangan

JAKARTACN – Direktur PDAM Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Soleman Bobote, resmi ditetapkan sebagai penerima penghargaan Indonesia Visionary Leader Award 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Award Magazine. Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui proses kurasi tertutup, observasi industri, serta verifikasi berbasis rekam jejak dan dampak kepemimpinan.

Dalam surat bernomor 2/IAM/V/2026, Indonesia Award Magazine menyebut penghargaan ini diberikan kepada figur yang dinilai tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga menciptakan arah, menggerakkan perubahan, dan membangun dampak berkelanjutan di bidangnya.

Acara penganugerahan dijadwalkan berlangsung di Jakarta dengan dua pilihan tanggal, yakni pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center atau Sabtu, 6 Juni 2026 di Grand Mercure Kemayoran.

Selain penghargaan utama, penerima juga disebut akan memperoleh berbagai manfaat, seperti eksposur di sejumlah media digital lokal hingga internasional, dokumentasi profesional, publikasi digital terverifikasi, serta penguatan reputasi dan corporate branding.

Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi cambuk sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran PDAM Halsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan cambuk sekaligus motivasi bagi kami selaku tukang ledeng Halmahera Selatan untuk lebih giat lagi bekerja keras, serta melengkapi semua kekurangan hari ini dan menyempurnakannya ke depan, khususnya terkait kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata dan peningkatan pelayanan publik secara berkelanjutan.

“Kami akan terus berupaya menghadirkan pelayanan air minum yang lebih baik, merata, dan berkualitas bagi masyarakat. Dukungan masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi Halmahera Selatan,” tambahnya.

Pihak penyelenggara menyatakan kuota penerima penghargaan sangat terbatas dan saat ini telah memasuki tahap finalisasi. Konfirmasi kehadiran diperlukan untuk mengamankan posisi dalam daftar resmi penerima penghargaan tahun 2026.

HPN 2026, Bupati Halsel: Wartawan Adalah Suara Rakyat

BANTEN, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba, menegaskan bahwa pers merupakan garda terdepan dalam menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bassam Kasuba saat menghadiri puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kawasan Pemerintahan Provinsi Banten, Senin (9/2/2026).

Menurut Bassam, insan pers memiliki peran penting dalam menegakkan kebenaran dan keadilan melalui penyampaian informasi yang akurat kepada publik. Media massa, lanjutnya, memiliki tanggung jawab atas setiap produk jurnalistik yang dipublikasikan, berbeda dengan informasi di media sosial yang sering kali tidak disertai tanggung jawab.

“Berbeda dengan media sosial yang ekspresinya kadang tidak bertanggung jawab. Banyak informasi bohong dan fitnah yang justru memicu konflik di masyarakat,” ujarnya.

Politisi PKS Halsel itu menambahkan, pers juga menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

“Wartawan adalah suara rakyat, bahkan menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif,” katanya.

Mantan Wakil Bupati Halsel ini menilai, ketika terjadi persoalan di berbagai sektor, media hadir untuk menyampaikan kondisi sebenarnya kepada publik.

“Kalau ada infrastruktur rusak, rumah warga tidak layak huni, atau persoalan lain, media cepat memberitakan sehingga menjadi perhatian pemerintah. Dalam situasi konflik pun, pers tetap berada di depan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Turut mendampingi Bupati Bassam Kasuba, Ketua PWI Provinsi Asri Fabanyo, Sekretaris PWI Provinsi Samsir Hamajen, Ketua PWI Halsel Samsudin Chalil, Sekretaris PWI Halsel Susadam Hi. Din, serta sejumlah pengurus PWI Halsel.

Kalau mau, saya bisa buatkan juga versi lebih tajam (gaya headline media online) atau versi rilis resmi (lebih formal). (Hardin CN)

Praktik Lingkungan Harita Dinilai Layak Jadi Standar Industri

JAKARTACN – Industri pertambangan di Indonesia terus menjadi sorotan terkait dampaknya terhadap ekosistem. Di tengah meningkatnya tantangan kelestarian lingkungan, implementasi regulasi yang ketat menjadi kunci agar operasional industri tetap berjalan selaras dengan daya dukung lingkungan di wilayah sekitar.

Akademisi lingkungan Universitas Indonesia, Tri Edhi Budhi Soesilo, menegaskan bahwa regulasi lingkungan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada dasarnya sudah sangat lengkap. Namun, tantangan utama justru terletak pada konsistensi penerapan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) di lapangan.

“Pengelolaan lingkungan dalam aktivitas pertambangan modern tidak bisa dipisahkan dari seluruh tahapan kegiatan, mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Edhi di Jakarta.

Sebagai referensi dari berbagai tinjauan lapangan di Indonesia, Edhi menyoroti operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Perusahaan ini dinilai menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang komprehensif, mulai dari manajemen air yang ketat. Harita juga membangun infrastruktur berupa check dam dan kolam penampungan untuk menahan limpasan air hujan, sehingga debit air tidak melimpah ke permukiman warga saat cuaca ekstrem.

Selain itu, pengendalian erosi dilakukan secara progresif melalui reklamasi pascatambang. Setelah proses penggalian selesai, area tersebut langsung ditanami kembali guna memulihkan fungsi lahan. Dalam pengelolaan limbah, Harita memanfaatkan slag nikel hasil proses pirometalurgi sebagai campuran media tanam untuk reklamasi. Inovasi ini bahkan telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Efisiensi teknologi juga terlihat melalui penerapan Dry Stack Tailing Facilities (DSTF). Teknologi ini memisahkan air dari sisa batuan melalui proses pengepresan sehingga menghasilkan lempengan kering yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai material penanaman. Sementara itu, untuk mencegah pencemaran badan air, limbah cair dari proses hidrometalurgi dikendalikan melalui kolam penampungan raksasa seluas hampir 12 hektare.

Selain aspek teknis, Edhi juga menyoroti pentingnya perhitungan daya dukung sumber air agar kebutuhan industri tidak merugikan masyarakat lokal. Harita Nickel dinilai telah memiliki perhitungan yang seimbang antara ketersediaan sumber air dan kebutuhan operasional jangka panjang.

Lebih lanjut, Edhi mendorong agar praktik pengelolaan lingkungan progresif tidak hanya menjadi inisiatif sukarela (voluntary) perusahaan tertentu. Ia mendesak pemerintah untuk menjadikannya sebagai standar baku wajib (mandatory) bagi seluruh pelaku industri di Indonesia.

“Seharusnya praktik seperti ini diangkat melalui peraturan pemerintah. Jadi ada contoh yang jelas dan aturan yang mewajibkan semua pemain industri mengikutinya. Kalau hanya sukarela, semua kembali ke kemauan masing-masing,” pungkas Edhi. (Hardin CN)