Ikatan Wakatobi Siap Ramaikan FPNS

Labuha, CN – Event Festival Pesona Negeri Saruma 2019 yang akan dibuka pada Sabtu, 14 Desember 2019 mendatang, di Kawasan Taman Minitur Jakarta, Desa Towukona Kecamatan Bacan Selatan akan menghadirkan 22 Etnis suku yang menetap di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dengan menampilkan berbagai Tradisi, Mulai dari Stand, Pakian Adat, Budaya serta Makanan Khas Daerahnya masing-masing.

22 Etnis saat ini sedang mempersiapkan diri untuk tampil pada Festival Pesona Negeri Saruma Sabtu besok. Salah satu Daerah yang terlihat sangat bersemangat dengan adanya Festival Pesona Negeri Saruma 2019 ini, yakni dari Ikatan Keluarga Wanci Kaletupa Tomia Binongko (WAKATOBI).

Hal itu terlihat ketika setiap harinya Ikatan Keluarga Besar WAKATOBI ini sangat giat berlatih tarian khas Daerah mereka, mereka juga terlihat sangat bersamangat.

Ketua ikatan keluarga WAKATOBI, Munsar pada saat di konfirmasi, Rabu 11 Desember 2019, mengatakan bahwa Keluarga WAKATOBI sangat mengapresiasi kegiatan FPNS ini.

“Kami akan menampilkan berbagai tarian yang merupakan tarian Khas kami, diantaranya Kansoda dan Pelengko, yang akan kami tampilkan pada Parade pada saat pembukaan nanti, dan ada juga Tarian Tari Balumpa,Tari Pajoge, serta Tari Makansa. Kemudian kami juga akan melakukan Fesion Show pakaian adat Wakatobi,”jelasnya

Dirinya berharap Festival ini dapat dilaksanakan setiap tahun, guna menjadi inspirasi generasi muda untuk mengembangkan seni budaya WAKATOBI.

“Festival ini selain mengangkat nilai seni budaya, festival ini juga akan membangun hubungan silaturahmi antar paguyuban di Halmahera Selatan, dan kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah melibatkan kami pada event besar ini,”ungkap Munsar.

Keluarga besar ikatan WAKATOBI ini akan tampil pada saat pembukaan FPNS dengan Parade Nusantara. (Red)

10 OPD Pemrov Malut dan Pemprov Jabar Lakukan Penendatanganan Kerja Sama

SOFIFI, CN – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), benar-benar serius dalam melakukan kerja sama pembangunan. Hal itu terbukti, dengan kehadiran rombongan kerja sama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jabar ke Malut.

Pertemuan sekaligus penandatanganan kerja sama yang berlangsung di ruang rapat lantai IV kantor Gubernur, Kamis (12/12), disaksikan langsung oleh mewakili Gubernur Malut, Asisten III Setda Malut, Salmin Janidi. Sementara yang mewakili Pemprov Jabar adalah Kepala Inspektorat Jabar, Dr. Ferry Sofwan Arif.

Gubernur Malut dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten III Setda Malut, menyampaikan bahwa daerah Malut terdiri dari 805 buah pulau besar dan kecil, sekitar 82 pulau yang dihuni dan 723 pulau yang belum dihuni, dengan luas wilayah 145 Km² (69 persen laut dan 30,9 persen luas daaratan). Terdiri dari 10 Kabupan/Kota, dengan jumlah 116 Kecamatan dan Desa/Kelurahan sebanyak 1.197.

“Percepatan pembangunan Kota Sofifi terus kami dorong, dan alhamdulillah pembangunan kota Baru Sofifi masuk dalam main project pemerintah pusat dalam RPJMN 2020-2024, sehingga upaya ini dapat lebih dioptimalkan dan menjadi priotitas pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu pertumbuhan ekonomi Malut mencapai 7,4 persen, cukup tinggi secara nasional. Akan tetapi pertumbuhan itu lebih dipicu oleh aktifitas Pertambangan dan induatri pengolahan Nikel, sementara distribusi terbesar justru pada sektor Pertanian dan Perikanan.

“Peningkatan produktifitas serta hilirisasi sektor Pertanian dan Perikanan terus kami galakan. Khusus di bidang Perikanan, kontribusi terhadap pertumbuhan ekomomi 7,5 persen dengan laju pertumbuhan 13 persen. Pengembangan sentra-sentra produksi Perikanan diarahkan pada komuditas ikan Tuna, Cakalang, Tongkol, Udang Vaname dan Rumput Laut. Khusus untuk bidang Pertanian, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 14 persen, namun masih memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif rendah. Komoditi Perkebunan, Kelapa, Pala, Cengkeh dan Kakao, sementara untuk tanaman Pangan terdiri dari Padi, Jagung, Kedelei, Kacang tanah, Kacang hijau, Ubi kayu dan Ubi jalar,” jelasnya.

Di bidang Pariwisata, Malut memiliki potensi Wisata sejarah dan wisata bahari. Secara nasional Pulau Morotai ditetapkan sebagai destinasi Pariwisata, juga ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sentra kawasan perikanan terpadu.

“Pengembangan industri kreatif juga perlu mendapat perhatian untuk didorong, dan dalam rancangan pembangunan, kami juga mulai mengembangkan sentra-sentra industri rakyat untuk pengembangan produksi Pertanian dan Perikanan,” akunya

Dirinya juga mengatakan bahwa Investasi di Malut tercatat pada 2014 sampai triwulan I tahun 2019, untuk PMA dengan nilai investasi sekitar 1,8 Miliar Dolar, sedangkan PMDN sebesar Rp 4,2 Triliun, didominasi oleh Pertqmbangan dan industri pengolahannya.

“Dalam hal keuangan daerah APBD kami sebesar Rp 2,8 Triliun, dimana 79,54 persen merupakan dana perimbangan, sedangkan PAD dan pendapatan lainnya sebesar 20,45 persen. Tentu jauh lebih kecil dibandingkan dengan Pemprov Jabar yang memiliki pendapatan begitu besar,” ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan secara umum, isu strategis dan tantangan Malut yaitu pada SDM, infrastruktur wilayah, kinerja ekonomi dan kolaborasi serta tata kelola pembangunan.

“Dalam mewujudkan program prioritas, kami sedang mempersiapkan konsep pembangunan masyarakat ‘Go-Kamu’ (Gosale-Kamu adalah rancangan inovasi berbasis elektronik yaitu, Kamu sehat, Kamu Cerdas, Kamu Tumbuh dalam rangka penanganan Stunting dan ibu hamil, peningkatan akses belajar berkelanjutan serta perluasan lapangan kerja baru serta peningkatan pendapatan),” paparnya.

Gubernur juga meminta kepada pimpinan OPD terkait, agar dapat bekerja secara sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan kerja sama sebagaiman yang diharapkan.

Sementara itu sambutan mewakili Pemprov Jabar disampaikan oleh Kepala Inspektur Jabar, Dr. Ferry Sofwan Arif, mengatakan bahwa Visi Jabar sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2018-2023 adalah Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”. Dalam mencapai Visi Misi tersebut, Pemprov Jabar dalam melaksanakan program kerjanya memerlukan kolaborasi atau kerja sama dengan pemerintah pusat, Pemerintah daerah dan pihak ketiga (BUMN, BUMS, perguruan tinggi, lembaga lainnya baik dalam maupun luar negeri).

“Kerja sama dengan Pemprov Malut merupakan wujud implementasin kolaborasi yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pembangunan bagi Pemprov Jabar maupun Pemprov Malut,” katanya.

Dirinya megungkapkan bahwa, beberapa program Pemprov Jabar yang telah diluncurkan dan dirasakan manfaatnya antara lain, Jabar Quick Response, Layat Rawat, Kredit Mesra, Desa Digital, Jabar Masagi, Magrib Mengaji, Kolecer, Candil, Sekoper Cinta, Ulama Juara, Satu Desa Satu Hafidz, Cyber hoax, One Pesantren One Product, One Village One Company (Desa Juara).

“Untuk pendanaan pembangunan daerah, Jabar tidak hanya mengandalkan APBD dan APBN saja, melainkan juga dengan kolaborasi pendanaan lainnya seperti pinjaman Bank, Kerja sama antar pemerintah dan Badan Usaha, Dana Umat, Cooperate social responsibility dan Obligasi daerah, sehingga program kerja pembangunan infrastruktur di Jabar dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa kunjungan Pemprov Jabar ke Malut ini dalam rangka penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua Pemerintah daerah dengan Nomor 119/38/Pemksm-120.23/1017/G/2019 tentang Kerja Sama Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat dan Maluku Utara yang telah ditandatangani oleh Gubernur Ridwan Kamil dan Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba Lc, di Bandung pada 9 Juli 2019 yang lalu.

“Harapan kami perjanjian kerja sama ini segera diimplementasikan sesuai dengan rencana kerja yang disepakati bersama,” ujarnya.

Sekadar diketahui 10 OPD yang melakukan penandatanganan itu adaalah, (1). Inspektorat (peningkatan kapabilitas aparat pengawas internal pemerintah dan Maturitas sistem pengendalian intern pemerintah), (2). Badan Pendapatan Daerah (peningkatan kapasitas pengelolaan pendapatan pajak dan retribusi daerah), (3). Dinas Koperasi dan UKM (pemberdayaan koperasi dan usaha kecil), (4). Disperindag (Peningkatan pelaksanaan sistem informasi industri kecil dan menengah, pengembangan kawasan industri, sentra industri dan misi dagang), (5). Balitbangda (Penelitian, pengembangan dan penguatan inovasi daerah untuk percepatan prioritas pembangunan daerah), (6). Diskominfo (pembangunan bidang komunikasi dan informatika, (7). Dinkes (Peningkatan mutu dan manajemen pelayanan kesehatan, (8). Dishut (Kerja sama pembangunan kehutanan), (9). Dishub (Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM di bidang Perhubungan, (10). Dinas Pendidikan (Peningkatan mutu pendidikan SMA/SMK, pendidikan khusus dan layanan khusus guru dan tenaga kependidikan).

Hadir dalam pertemuan itu, para Asisten Gubernur, Staf Gubernur, pimpinan OPD, Perwakilan dari Pemkab Kota Tidore Kepulauan, Pemkab Pulau Morotai, para pimpinan OPD Pemprov Jabar, Pemkab Karawang dan Pemkab Bandung Barat. (Red)

Hari Juang TNI AD, Denkes Ternate Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis Selama 3 Hari

Ternate, CN – Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD 2019, Denkesyah Ternate menggelar Operasi Bibir Sumbing dan langit-langit bertempat di Rumah Sakit Tentara (RST) Ternate.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari (11 s.d 13 Desember) 2019 tersebut sejauh ini telah terdaftar 38 orang pasien, proses sendiri diawali dengan tahapan screening atau pemeriksaan awal guna mengidentifikasi dan mempermudah proses operasi tersebut.

Tim dokter dari Smile Train dan Perhimpunan Dokter Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) dipimpin oleh dr. Agus Santoso Budi, SpBP RE (K) dibantu tenaga medis RST sehingga dapat melayani 2 pasien sekaligus sehingga pasien kemudian dipanggil berdasarkan hasil screening dan langsung mendapatkan tindakan operasi oleh tim dokter.

Sementara itu dalam keterangannya Dandenkesyah Ternate Letkol Ckm Tuhu Sutrisno menyampaikan bahwa kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh Rumah Sakit Tentara se-Indonesia dalam rangka Hari Juang TNI AD hasil kerjasama TNI bersama PERAPI dan Smile Train termasuk diantaranya di RST Ternate, hingga saat ini telah terdaftar 38 orang, 27 orang diantaranya telah lolos screening dan pada hari pertama tadi 10 orang telah fi operasi dan 17 lainnya menunggu jadwal operasi. (Red)

Pasar Kuliner Saruma Pantai Mandaong, Resmi Dibuka Oleh Bupati Halsel

Labuha, CN – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) H. Bahrain Kasub resmikan Pasar Kuliner Saruma Pantai Mandaong pada Kamis, (12/12/19).

Kegiatan yang berlangsung di Swering Pantai Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan, ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Halsel, Hj. Nurlela Muhammad, Sekertaris Daerah Helmi Surya Botutihe beserta Ibu Ketua Dharma Wanita Lely Lihayati, Pimpinan SKPD, Camat Bacan Selatan, serta Para Pedagang Pasar Kuliner Saruma

Dalam sambutannya Bupati Halsel Bahrain Kasuba menyampaikan bahwa Pasar Kuliner Saruma ini merupakan suatu bentuk pembangunan yang sederhana bagi para pelaku usaha.

“Dengan bangunan ini tidak mengurangi rasa semangat kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menyajikan menu-menu khas Halsel dan khas nasional. Walaupun tempat ini sederhana tetapi sudah terintegrasi dengan pola pembangunan yang digagas oleh pemerintah pusat dimana harus ada pusat bisnis dan pariwisata”, jelasnya

Lanjut Bupati, ini menjadi suatu kebanggaan karena negara baru merencanakan tetapi Halsel telah melaksanakan.

“Ini merupakan gagasan Dinas Koperasi, Perindustrian, UKM dan Perdagangan (Diskoperindag) juga pemerintah daerah dan mudah-mudahan dapat kita jaga bersama”, tandasnya

Bupati berharap para pedagang dapat menyajikan menu-menu yang bervariasi dan dapat menjaga kebersihan di Pasar Kuliner Saruma.

“Saya berharap para pedagang dapat menyajikan menu-menu bervariasi baik lokal, nasional dan bila perlu internasional karena Halsel ke depan akan dikunjungi turis mancanegara”, tutupnya

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Nur selaku Kepala Dinas Koperindag mengatakan Dinas Koperindag akan mengelola beberapa hal di Pasar Kuliner Saruma diantaranya parkiran, keamanan dan kebersihan.

“Untuk usaha sendiri oleh Kelompok Masyarakat sedangkan pembinaan akan dilakukan oleh Dinas Koperindag dengan alokasi tempat sebanyak 26 petak, yang dialokasikan untuk pedagang kuliner 24 dan 2 petak untuk gerai UKM dengan tujuan untuk menjual oleh-oleh khas Halsel”, ungkapnya

Selaku Pembina UKM, Muhammad Nur juga akan bersinergi dengan pedagang kuliner dan Dinas Pariwisata untuk bersama mengembangkan kuliner ini menjadi lebih maju

“Kegiatan ini juga sekaligus membuat legalitas bagi pedagang kita dengan diserahkannya secara langsung SITU dan SIUP oleh Bupati Halsel. Semoga ini menjadi awal agar pariwisata kita bisa terakomodasi dengan adanya kuliner ini dan kesan pengunjung bisa lebih baik”, harapnya

Sementara itu, Muhammad Ansar selaku Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kuliner Saruma mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Koperindag

“Terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Diskoperindag sehingga kami bisa menempati lapak yang indan dan sehat ini”, ucapnya

Dirinya juga berharap ada pemerataan pengunjung yang sesuai dengan semboyan ” Duduk Sama Rendah Berdiri Sama Tinggi”, sehingga tercipta kebersamaan diantara pedagang.

Peresmian Pasar Kuliner Saruma ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sekertaris Daerah, yang didampingi Bupati, Ketua TP PKK, Ketua Darmawanita Halsel, Para Asisten, Staf Ahli, Pimpinan SKPD, dan disaksikan langsung oleh para pelaku Pedagang Usaha, kemudian dilanjutkan penyerahan kunci serta SITU dan SIUP kepada pelaku Usaha Kuliner Saruma oleh Bupati Halsel. Setelah itu, Bupati, Sekda dan Pimpinan SKPD mengunjungi warung kuliner.(Red)

FPNS Siap Di Gelar

LABUHA, CN – Festival Pesona Negeri Saruma (FPNS) bakal dihelat di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut).

FPNS akan dibuka pada Sabtu malam, 14 Desember 2019 yang akan berlangsung di Kawasan Miniatur Jakarta, Desa Towukona Kecamatan Bacan Selatan. Dengan Menyusung Tema “Mari Baronda Di Halsel”.

Tujuan digelarnya Event Festival Pesona Negeri Saruma ini untuk mempromosikan pariwisata dan pengembangan ekonomi daerah melalui ekonomi kreatif, kemudian memberikan informasi yang dikemas dengan aspek-aspek edukasi mengenai wisata sejarah, budaya, kuliner Nusantara maupun Maritim guna meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap sejarah secara umum. Selanjutnya menyelanggarakan Festival dalam bentuk Pemeran Budaya, Kuliner maupun adat Istiadat guna mewujudkan kawasan GBK dalam beberapa Spot Wisata yang ada di Kabupaten Halsel sebagai kawasan Sport, Taurism dan Bisnis. Dan untuk melestarikan dan menumbuhkan minat terhadap seni dan budaya asli Indonesia, serta untuk membangun kebersamaan dan membangun kreativitas pada para pemudah.

Evant Festival Pesona Negeri Saruma ini, mendapatkan respon baik dari samua kalangan, dan lebih khususnya dari Kementerian Periwisata Dan Ekonomi Kreatif. Bahkan pihak dari Kementerian Periwisata, Deputy Director Of Promotion For Australia, Ny. Afrida Pelitasari dijadwalkan akan menghadiri Festival Pesona Negeri Saruma tersebut. Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah Halsel, Helmi Surya Botutihe.

“Kami sudah melakukan audience bersama dengan Deputy Director Of Promotion For Australia Ibu Afrida Pelitasari dari Kementerian Pariwisata, pada 6 Desember 2019 lalu yang berlangsung di gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan mendapatkan respon yang baik,” jelas Sekda

Sementara Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) H. Bahrain Kasuba mengatakan bahwa kegiatan ini akan melibatkan 22 etnis suku yang menetap di Bumi Sarumah.

“Nanti ada stand-stand untuk 22 Etnis ini, yang akan menunjukan tradisi, suku dan budaya dari setiap masing-masing daerah, pada event Festival Pesona Negeri Saruma nanti”,kata Bupati

Menurut Bupati, nantinya dari pihak Kementerian Periwisata akan hadir pada saat Opening dan akan melunching Festival Pesona Negeri Saruma ini jadi event tahunan.

“Festival ini akan menjadi Festival Tahunan di Kabupaten Halmahera Selatan,”jelas Bupati.

Bupati berharap agar Masyarakat Halsel dapat hadir dan ikut mengsukseskan Event Festival Pesona Negeri Saruma di Kawasan Miniatur Jakarta. “Mari sama-sama kita hadir dan sukseskan Festival ini” harapnya. (Red)

Halsel Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Ke III

LABUHA, CN – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) siap menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara (Malut) ke III tahun 2019, yang akan dibuka pada hari Sabtu 14 Desember 2019, di Gelanggang Olahraga (Gor) Gelora Bahrain Kasuba (GBK) di Desa Towukona Kecamatan Bacan Selatan.

Sebagai tuan rumah Pemerintah Daerah terus melakukan persiapan dalam menyambut kegiatan Porprov tersebut, mulai dari perbaikan venue untuk 10 Cabang Olahraga (Cabor) yang sudah tahap finishing, tempat tinggal para Atlit, sampai pada penataan wajah Ibu Kota Labuha.

Untuk memastikan seluruh persiapan Venue untuk Cabang Olahraga serta tempat pembukaan Event Porprov tersebut siap untuk digunakan Bupati Halsel, H. Bahrain Kasuba terus lakukan peninjauan langsung di GOR GBK serta di Kawasan Miniatur Jakarta dan tempat pertandingan yang lainnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati H. Bahrain Kasuba mengatakan Porprov kali ini akan lebih istimewa, karena nantinya lebih meriah. Kemudian lanjutnya ini perdana GOR GBK digunakan sebagai Venue pembukaan event tingkat Provinsi yang digelar di Bumi Sarumah ini. Untuk itu dirinya berharap agar semua persiapan dapat terselesaikan sebelum pembukaan nanti.

“Waktu yang sudah tinggal beberapah hari ini mari kita sama-sama selesaikan, yang belum tuntas agar segera dituntaskan dan diselesaikan secepat mungkin,’’ pinta Bupati.

Bupati juga mengatakan bahwa nantinya ada empat titik lokasi yang dijadikan tempat pertandingan atau veneu, yakni Lapangan Gor, Kawasan Miniatur Jakarta, Lapangan Samargalila dan Lapangan Merdeka.

“Semua lokasi untuk tempat pertandingan telah siap, sebagai tuan rumah kami memberikan pelayanan yang terbaik untuk atlit yang bertading pada Porprov ke 3 yang akan di gelar di Halsel,”ujar Bahrain

Dirinya juga berharap penataan wajah Ibu Kota juga harus diperhatikan agar nanti para kontingen dari berbagai Kabupaten/Kota yang datang dapat menikmati indahnya Kabupaten Halmahera Selatan.

“Selain penataan Venue Cabang Olahraga, Wajah Ibu Kota juga harus dipercantik, agar para kontingen dari Kabupaten Kota lain, serta tamu dari Provinsi merasa nyaman berada di Halmahera Selatan, sehingga nanti dapat menjadi oleh-oleh tersendiri buat mereka,” kata Bahrain.

Orang nomor satu di Halmahera Selatan ini juga berharap kepada Masyarakat Halmahera Selatan dapat ikut berpartispasi menyambut Event Porprov tersebut. “Mari kita sukseskan Porprov III, Baik sukses penyelenggaraan, maupun sukses prestasi,” ajaknya.

Ada 9 Kabupaten/Kota yang akan mengambil bagian pada event terakbar tingkat Provinsi yang akan di gelar di Halsel ini, terkecuali Kabupaten Pulau Taliabu. Ada 958 orang atlit dan official yang akan hadir pada Porprov ini dengan rincian Kota Ternate 210 orang, Halmahera Barat 96 orang, Halmahera Utara 67 orang, Halmahera Tengah 102 orang, Halmahera Timur 93 orang, Kepulauan Sula 18 orang, Kota Tidore 60 Orang, Kepulauan Morotai 78 orang dan Kabupaten Halmahera Selatan selaku tuan rumah 234 orang.

Porprov ke III ini akan mempertandingkan 10 Cabang Olahraga, diantaranya Bola Kaki, Bola Volly, Tenis Meja, Tinju, Atletik, Karate, Taekwondo, Bermotor, Kempo, dan Pancak Silat.

Gubernur Maluku Utara direncanakan akan membuka Poprov Ke III, dan akan berlangsung selama 1 Minggu ke depan dimulai dari tanggal 14-21 Desember 2019. (Red)