Bakal Calon Bupati Halsel Rusdi Somadayo Ziarah Kubur di Makian dan Kayoa

HALSEL, CN – Bakal Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) periode 2024-2029, Rusdi Somadayo peduli dan menunjukkan darma Bhakti-Nya kepada leluhur.

Dimana, Rusdi Somadayo yang berasal dari Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan itu, melakukan ziarah kubur di Desa Soma Kecamatan Makian dan Desa Orimakurunga.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Sabtu (20/4/2024), Rusdi Somadayo mengaku bahwa ini adalah dorongan dari dalam hatinya untuk melakukan ziarah, mengenang, mendoakan dan menunjukkan darma Bhakti-Nya kepada para leluhur.

Sehingga dirinya bersama rombongannya, melakukan ziarah Kubur ke 2 Desa di 2 Kecamatan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini saya melakukan ziarah kubur di Desa Gurua Soma Makian. Setelah dari Makian, lanjut Ziarah kubur di Desa Orimakurunga Kayoa Selatan,” jelas Mantan Dosen Unkhair Ternate dan STP Labuha itu.

Sementara pantauan wartawan, sesampai di makam, Rusdi Somadayo yang juga Mantan Kepala Dinas Pertambangan Halsel itu, membersihkan sekitar makam dari rerumputan liar, memanjatkan Doa dan menaburkan bunga. (Hardin CN)

Bahrain Kasuba Minta Jangan Politisir Nama, BK Hanya 1

HALSEL, CN – Bahrain Kasuba menegaskan bahwa sebutan BK hanya 1 yaitu singkatan dari nama Bahrain Kasuba, bukan Bassam Kasuba.

Dimana menurutnya, nama Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) adalah Hasan Ali Bassam Kasuba, yang bila disingkat menjadi HBK, bukan BK.

Ini ditegaskan BK di Sekretariat Partai Gerindra Halsel usai mengembalikan formulir pendaftaran Calon Bupati periode 2024-2029.

“Saya sangat tahu itu, jadi enggak perlu dibahas MK, BK dan HBK. Kepada teman-teman wartawan, jangan dipolitisir nama BK ya. Jangan ada senior-Junior. Itu tidak ada,” pinta BK menanggapi pertanyaan wartawan terkait dengan dorongan Muhammad Kasuba (MK) selaku ayah Hasan Ali Bassam Kasuba untuk ikut bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Halsel Tahun 2024.

Meski demikian, BK memohon doa restu dan dukungan untuk mengembalikan hak-hak yang dinantikan masyarakat Halsel.

“Berbagai macam kebijakan, progam pembangunan yang ketidak berpihak kan, maka hadirnya BK, untuk melanjutkan pembangunan tertunda yang gagal,” tegas mantan Bupati Halsel 1 periode itu. (Hardin CN)

Serius Tingkat Tinggi, Rusihan Jafar Daftar Calon Bupati Halsel ke Partai Demokrat dan Garuda

HALSEL, CN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Terpilih Provinsi Maluku Utara (Malut), Rusihan Jafar secara resmi mendaftar Bakal Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), periode 2024-2029 ke Partai Demokrat dan Garuda.

Pendaftaran melalui LO Bakal Calon Bupati Halsel ke Sekretariat Demokrat Halsel dan Gerindra.

“Rusihan Jafar yang juga anggota DPRD Terpilih Propinsi Maluku Utara dari Partai Perindo ini, telah selesai melakukan pendaftaran Calon Bupati Halsel di Partai Demokrat dan Gerindra. Dan ini adalah serius tingkat tinggi,” jelas Ketua Perindo Halsel, Ruslan Jafar melalui Konferensi Pers di Warung Kopi (Warkop) Kedai Katu, Sabtu (20/4).

Selain itu, Ketua Perindo Halsel itu juga bilang, selain Partai Demokrat dan Gerindra, mantan anggota DPRD Halsel II periode, Rusihan Jafar juga akan mendaftarkan diri di sejumlah Partai Politik lainnya.

“Rusihan Jafar juga akan mendaftar ke PAN, Partai Gelora, PSI, PKB dan Partai Politik lainnya,” ujar Ruslan Jafar mengakhiri. (Hardin CN)

Hasan Ali Bassam Kasuba Ambil Formulir Calon Bupati Halsel di Partai Demokrat

HALSEL, CN – Hasan Ali Bassam Kasuba melalui Tim pemenangannya, mengambil formulir Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), di Partai Demokrat.

Pengambilan formulir di Partai berlambang Mercy itu diwakili Ketua PKS Halsel Husni Salim didampingi Sekretaris Iksan Kaleserang bersama Timnya, Jumat (19/4/2025) di Kantor Demokrat Halsel.

“Pak Bassam Kasuba titip salam maaf, karena masih melaksanakan umroh. Namun tidak mengurangi rasa hormat pak Bassam terhadap Partai Demokrat dan kehadiran kami juga memperkuat tali silaturahmi,” kata Husni.

Anggota DPRD Malut terpilih itu menambahkan, sebagai Partai pengusung Hasan Ali Bassam Kasuba, mengajak Partai Demokrat agar bersama-sama mencalonkan Hasan Ali Bassam Kasuba sebagai Cabup Halsel.

“Menginginkan partai Demokrat bersama-sama, kami mengusung Hasan Ali Bassam Kasuba sebagai Cabup karena bersama sama semua pihak untuk membangun Halsel ke depan,” harap Husni Salim.

Ketua Tim penjaringan Partai Demokrat, Maskur AR Mahdi.

Sekretaris Tim penjaringan Partai Demokrat Halsel, Rodi Sipondak ketika menerima Tim Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan terimakasih kepada kepada Tim Hasan Ali Bassam Kasuba yang berkenaan mendaftar ke Partai Demokrat.

“Bersyukur karena pak Bassam Kasuba selaku incumbent membuka diri dan mendaftar di Demokrat. Membuka diri untuk semua element, baik dari Partai maupun non Partai,” tuturnya.

Rodi Sipondak yang didampingi Ketua Tim penjaringan Partai Demokrat, Maskur AR Mahdi juga mengatakan, Partai Demokrat dalam mengusung kandidat memiliki sejumlah indikator yang nantinya digunakan.

Kata Maskur, terutama hasil survey dari lembaga-lembaga yang berkompeten.

“Pemberian skoring yang pertama adalah hasil survey. Karena Demokrat tidak mau mengusung kandidat yang kalah,” pungkasnya. (Hardin CN)

Nama Windi Mendadak Viral di Media SosialĀ 

HALSEL, CN – Nama Windi mendadak viral di Media Sosial Facebook. Hal ini terkait dengan adanya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Nonaktif Provinsi Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK).

Nama Windi sendiri terkuak dalam Sidang lanjutan perkara dugaan suap dengan 2 terdakwa yaitu eks Kepala Dinas PUPR Malut Daud Ismail dan Pengusaha Kristian Wiusan pada Rabu (17/4/2024) seperti yang diberitakan wartawan disejumlah Media Resmi.

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum KPK kembali menghadirkan Ramadhani Ibrahim selaku Ajudan Gubernur Nonaktif Malut, AGK secara daring.

Ramadhani Ibrahim dicecar sejumlah pertanyaan, salah satunya terkait uang yang ada di dalam rekening atas nama Windi Claudia.

Lantas pertanyaan Hakim, Ramadhani Ibrahim mengaku bahwa uang yang ditransfer tersebut atas perintah Gubernur AGK.

Totalnya, Rp 2,5 Miliar dengan alasan untuk biaya pengobatan Windi Claudia di Singapura.

Karena kasus OTT Gubernur Nonaktif Malut tersebut, nama Windi Claudia kini menjadi viral Media Sosial. Banyak netizen menyinggung nama Windi Media Sosial Facebook.

“GARA-GARA WINDI DAPA TRANSFERAN 2.5 MILIAR SAJA MASJID SATU DI SITU KABAWA TAR BISA BANGUN

WINDI OH WINDI,” tulis Akun Facebook atas nama Budiarjo di Grub Facebook INFO HALSEL.

“Pilgub 2017 itu trada nama Windi di Surat Suara kg bgmn dia bisa dapa Rp. 2.5 M. Tanya saja eee,” singgung Akun Facebook Ivan Pers.

“Windi dng Ayu tranfer Saya k..??,” cuit Akun Facebook Sukardi Sidik.

“Windy deng Wandy 2,5 Meter Jaga Jarak eeee Rawan Kecelakaan,” tulis Akun Facebook Bahrun Omamoi menyinggung Windi. (Hardin CN)

Pemda Halsel Gelar Pelayanan KB Gratis

HALSEL, CN – Kabar baik datang dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), untuk para perempuan usia subur dan sudah menikah yang ingin menjalankan program menunda kehamilan, Pemda Halsel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan pelayanan Keluarga Berencana (KB) secara gratis.

Pelayanan KB secara Gratis ini dilaksanakan selama 7 hari di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan dimulai pada Kamis besok (18/4/2024) hingga 24 April.

Kepala Dinas P3AKB Halsel, Karima Nasaruddin, kepada wartawan Rabu (17/4) mengatakan, kegiatan pelayanan KB gratis dilaksanakan secara serentak di 32 Puskesmas dalam rangka peringati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang.

Untuk kegiatan pembukaan nanti, kata Karima, dilakukan secara simbolis bertempat di Puskesmas Babang Kecamatan Bacan Timur, di ikuti seluruh Puskesmas di Halsel.

Adapun jenis alat kontrasepsi yang disediakan secara gratis berupa, KB Implan, Pil, Suntik dan Kondom.

Selain pelayanan KB, pihaknya juga mengedukasi kepada masyarakat tentang risiko memiliki anak dengan jarak dekat atau memiliki banyak anak.

“Program KB ini, tujuannya adalah untuk mengatur kelahiran anak. Karena bagaimanapun, para Ibu harus sehat. Kalau sakit bagaimana dengan anaknya. Ini yang diantisipasi Pemerintah melalui program KB,” terang Kadis P3AKB Halsel.

Mantan Kadis PTSP itu menegaskan, pihaknya tidak melarang orang melahirkan. Sebab KB ini, hanya menjaga atau mengatur jarak melahirkan. Sehingga kalau ibu sehat berarti anak juga sehat.

Untuk itu, penggunaan alat kontrasepsi merupakan langkah tepat yang harus diambil untuk mencegah risiko tersebut.

“Inti dari program KB adalah mengatur jarak kehamilan,” tutup Karima. (Hardin CN)