Muspika Kec. Obi, Hentikan Pangkalan dan Pengecer, Mengambil BBM Di APMS Untuk Sementara Waktu

HALSEL-CN, Hering Muspika bersama Kades, From Pembela Masyarakat Obi (FPMO), Pengusaha Pangkalan dan Pengecer/Depot, membawa hasil baik.

Hering yang di jadwalkan Kamis 14 November 2019 oleh Camat Abukarim Latara , S.IP, namun saja kedua pemilik APMS yang ada di Jikokahe Desa Sambiki dan Desa Jikotamo itu tidak hadir dalam hering tersebut, akan tetapi ini kebijakan muspika maka hering tetap berjalan pada pagi dikarenakan peserta hering telah hadir.

Peserta yang datang mengikuti hering diantaranya, Kepala Desa Sambiki, Desa Jikotamo, Desa Buton, Desa Laiwui atau mewakili, dan Kepala Desa Akegula turut hadir juga masyarakat setempat, hering pun berjalan aman dan lancar meskipun sempat mendapat kritikan hingga memanas namun kembali normal seperti biasa.

Dalam hering itu Sempat Memanas diakibatkan pihak pengusaha pangkalan dan para pengecer BBM melakukan kritik terhadap camat ini dikarenakan adanya ketersinggungan lantaran camat membatasi pangkalan dan pengecer mengambil BBM di APMS.

“Kalau mau keadilan harus kita terapkan keadilan itu, jadi kita berkewajiban membatasi pengusaha pangkalan dan pengecer supaya masyarakat bisa menikmati pelayanan pengisian BBM di APMS, jika Pangkalan dan Pengecer ikut mengambil pasti Kuota Jatah BBM masyarakat berkurang, jadi alangkah baiknya kita batasi pangkalan dan pengecer untuk sementara waktu, aggar masyarakat leluasa mengambil BBM di APMS selam 24 jam” tutur camat

lanjut dia “karena ini sudah menjadi tuntutan masyarakat maka kita selaku muspika harus memutuskan sesuai kemauan masyarakat dan di samping itu kita juga mengawasi jalannya pelayanan pengisian BBM di APMS tersebut” tuturnya dengan tegas.(14/11/2019)

Namun ada instruksi peserta hering yang juga merupakan salah satu pememilik pangkalan BBM Laiwui Kec. Obi Yulianto sapaan akrabnya Bang Ono, menyampaikan guna stresing camat bahwa “biarpun kita di batasi mengambil BBM jenis premium di APMS namun kita Masi bisa mengambil BBM jenis pertalite, karena jenis BBM ini merupakan jenis BBM non subsidi bersifat umum jadi siapa saja bisa mengambilnya, pada saat rapat dengan Pertamina babang bersama Disperindagkop di sampaikan seperti itu” kata Ono.

Untuk hal tersebut camat juga sempat menyentil persoalan APMS Jikokahe Desa Sambiki pada saat itu beliau masi bertugas di Kec. Obi Selatan di tahun 2008, beliaulah yang telah memberikan Rekomendasi kepada pemilik APMS untuk melakukan pembangunan di Desa Wayaloar dan Izin APMS tersebut keluar berlokasi di Desa Wayaloar Kec. Obi Selatan, namun lokasinya di pindahkan ke Jikokahe Desa Sambiki entah kenapa.

Keterbukaan camat ini di karenakan ada lontaran pertanyaan yang datang dari kepala desa Jikotamo Hamid Ode Umar “Pak camat kuota 90 ton itu di bagikan ke seluruh Obi atau hanya Obi induk, lalu di jawab oleh danramil, itu kuotanya Obi Induk, Obi Barat, dan Utara, lanjut kades kalau Obi timur dan Obi Selatan, camat menjawab jatah Obi selatan itu ada di APMS Jikokahe Desa Sambiki entah kenapa harus mereka bangun di Obi induk padahal Obi selatan sangat membutuhkan dan sekarang ini terjadi kelangkaan BBM di sana” Pungkasnya.

Terlepas dari hal itu muspika mengambil sebuah kebijakan dan memutuskan hasil Hering diantaranya ada beberapa point sebagai berikut :

  1. Pelayanan kepada kendaraan roda dua dan roda empat di buka setiap hari
  2. Tidak membatasi pengisian BBM kepada masyarakat.
  3. Pelayanan pengisian BBM di APMS memakai harga eceran tertinggi (Het) APMS dari Pertamina
  4. Pengusaha Pangkalan dan Pengencer yang mengambil BBM ke APMS di batasi dan di hentikan untuk sementara waktu.

Dalam keputusan pengambilan kebijakan oleh muspika ini telah memberikan leluasa kepada masyarakat dalam pemerataan untuk menerapkan keadilan yang sesungguhnya kepada masyarakat Obi dalam pelayanan pengisian BBM di APMS.(Zul/Budi)

Hadiri Maulid Nabi, Iswan Hasjim Ajak Generasi Muda Teladani Ahlaq Rasulullah SAW

LABUHA,CN– Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasjim menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di Pondok Pesantren Alkhairaat Labuha yang diselenggarakan oleh siswa-siswi Madrasah Aliyah Alkhairaat Labuha, Sabtu (16/11/2019).

Selain itu, turut dihadiri Ketua Yayasan Alkhairat Labuha, Perwakilan Kepala Kementerian Agama Labuha, Pimpinan Pondok Pesantren Se-Kota Labuha, Kepala Sekolah Se-Yayasan Alkhairat, serta Alim ulama dan tokoh masyarakat Kota Labuha.

Wabup dalam sambutannya menyambut baik dengan dilaksanakannya Peringatan Maulid Nabi 1441 H oleh putra putri terbaik Madrasah Aliyah Alkhaeraat Labuha, yang menghadirkan penceramah Al-utadz H.Abdul Haris Krois.MA.

Dalam sambutanya Iswan berharap dengan terselenggaranya Maulid Nabi Muhamad SAW ini mudah mudahan kedepan seluruh masyarakat bisa lebih meningkatkan ketaqwa’an Kepada Allah SWT.

“Semoga dengan pertemuan ini Allah dapat memberikan keberkahan kepada kita semua yang berkesempatan hadir malam ini,” kata Iswan.

Selain itu Iswan Hasjim Menjelaskan suasana seperti Maulid Nabi Muhammad 1441 H, sebagai generasi muda dapat meneladani ahlaq dari sang baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Lanjut Iswan, generasi yang kuat atas kesedaran tentang perkembangan teknologi guna menyeimbangi keimanan islamnya agar tidak tergoyah. Menurutnya anak – anak memiliki waktu selama 13 tahun mulai dari SD hingga SMA untuk membentuk ahlaq mereka.

Menurut Iswan, generasi muda sekarang harus bersama-sama konsisten dalam perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 H agar dapat mengimplementasikan dengan komitmen yang sungguh-sungguh bahwa akhlak generasi muda sekarang harus mengikuti akhlaknya Rasulullah Muhammad SAW.

Pria kelahiran Ngidi Ternate ini juga memperingatkan kepada orang tua untuk tidak boleh lengah menjaga dan memberikan nasehat kepada anak-anak.

“Ini adalah tugas orang tua yang perlu kita sikapi, masa 13 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk membentuk ahlaq anak – anak, apalagi dengan teknologi yang berkembang pesat saat ini, kita tidak boleh lengah,, harus terus tanamkan kepada mereka mencontohi Ahlaq Rasulullah SAW ” ingat Iswan.

Menurutnya, kemajuan teknologi akan menggerogoti sendi-sendi stabilitas diri generasi muda jika orang tua tidak mampu membentengi keimanannya dengan kokoh.

“Waktu sekarang adalah waktu emas anda wahai generasi mudaku, waktu ini tidak akan terulang kembali. Maka marilah manfaatkanlah masa mudamu dengan mempersembahkan sesuatu yang berguna bagi daerah ini serta negeri ini, kalian luar biasa, saya bangga dengan kalian,”  ungkap Iswan. (Bur)

Gunakan Sistem CAT, Bawaslu Halsel Perketat Seleksi

Labuha, CN – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) adalah salah satu Kabupaten yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020. Ketua Bawaslu Halsel Kahar Yasim, SH menegaskan, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang pernah dipecat tidak lagi diakomodir.

Hal ini tertuang dalam persyaratan Calon Anggota Panwascam pada point 17 yakni tidak pernah diberhentikan secara tidak terhormat dari Penyelenggara Pemilu oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Bawaslu, Bawaslu Kab/Kota, KPU, atau KPU kabupaten/Kota.

Kata Kahar yang juga Ketua Pokja Rekrutmen Panwascam, “persyaratannya ada surat keterangan dari pihak pengadilan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti seleksi Panwascam ada ijin dari atasan langsung dengan dibuktikan surat dari pimpinan pada saat pendaftaran”.

Kahar menyebutkan, kesiapan untuk pelaksanaan tes Computer Assisted Tes (CAT) nanti, Bawaslu akan berkoordinasi dengan Pemkab Halsel terkait fasilitas komputer. Waktu pelaksanaan tes pihaknya berencana dilakukan 6 (enam) sesi tes dalam sehari.

“Kita usahakan pelaksanaan tesnya tidak memakan waktu lama,” kata Kahar.

Dalam perekrutan Panwascam untuk pilkada 2020 juga melibatkan masyarakat. Masyarakat dapat memberikan tanggapan dan masukan, pada 12-15 Desember 2019.

Anggota Bawaslu Halsel Asman Jamel menambahkan, pada saat proses seleksi tidak ada istilah titipan dari organisasi manapun. Karena semua proses tesnya melalui CAT. “Tujuan CAT ini menghindari kecurangan lewat titipan dari organisasi maupun pihak manapun. Asman juga menjelaskan, pembukaan pendaftaran dijadwalkan pada tanggal 27 November, selanjutnya verifikasi dan penelitian berkas, setelah itu baru dilakukan tes,” ujar Asman.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama Anggota Bawaslu Halsel Rais Kahar berkomentar, ” Alhamdulilah di Halsel jaringan internetnya sudah bagus sehingga bisa dilakukan tes online”. Lanjut Rais yang juga anggota Pokja Rekrutmen menjelaskan akan teliti melihat seluruh berkas persyaratan calon yang mendaftar.

Terpisah, Sekertaris Bawaslu Halsel, Kamil Muis menambahkan, tempat pendaftaran dan penerimaan berkas berlangsung di kantor Bawaslu Jalan Sadar Alam Desa Tomori. Pendaftaran sendiri dilakukan dalam waktu setiap hari kerja.

Saat ini masih tahap pengumuman, dan tahap pendaftaran dan penerimaan berkas pendaftaran akan dibuka pada tanggal 27 November sampai dengan Tanggal 3 Desember 2019.

Sementara itu, pengumuman perpanjangan waktu dilakukan 5 Desember 2019. Penerimaan berkas pendaftaran di masa perpanjangan waktu dilakukan pada 6-10 Desember. “Kita semua stand by melayani peserta. Terkait teknis pendaftaran kami sudah siapkan semua.” tutup Kamil. (Red)

Ini 5 Poin Deklarasi Mahasiswa Togale Tolak Bahrain Kasuba

MANADO, CN – Mahasiswa Tobelo Galela (Togale) Halmahera Selatan yang sedang melanjutkan studi di Sulawesi Utara bersepakat mendeklarasikan diri menolak Bahrain Kasuba di Pilkada 2020. Ada lima poin yang disepakati dalam deklarasi tersebut.

Deklarasi dibacakan langsung oleh Koordinator Deklarasi, Noldi Kurama di Buts Caffe, Kota Manado, Jumat (15/11) sore. Dalam deklarasi ini mengusung tema ‘Deklarasi Satu Arah dan Perjuangan’.

“Ini sangat penting, gerakan menolak Bahrain Kasuba ini demi menyelamatkan keluarga Togale dan inilah bentuk demokrasi,” ujar Noldi saat membacakan pernyataan sikap di Buts Caffe.

Berikut isi lima poin deklarasi mahasiswa Halmahera Utara asal Togale di Sulawesi Utara yang tolak Bahrain Kasuba:

  1. Kami menolak Bahrain Kasuba sebagai calon Bupati Halmahera Selatan mewakili keluarga Togale;
  2. Kami menolak pemimpin yang hobi ingkar janji dan memberikan surga telinga pada kepentingan keluarga Togale;
  3. Kami menolak pemimpin yang tidak pro terhadap pembangunan SDM di Halmahera Selatan;
  4. Stop jadikan keluarga Togale sebagai kendaraan politik;
  5. Mengajak seluruh keluarga besar Togale di Obi, Bacan; dan Gane untuk tidak lagi mendukung penimpin yang menghianati keluarga pada periode 2015-2020;

Noldi mengatakan, deklarasi dilakukan untuk menggalang dukungan masyarakat Togale yang ada di daratan Halmahera Selatan agar menolak Bahrain Kasuba sebagai calon bupati periode kedua mewakili keluarga Togale.

Dia juga mengatakan, mahasiswa Halmahera Selatan yang ada di Sulawesi Utara harus mendapatkan perhatian yang sama dan adil, seperti yang dinikmati mahasiswa-mahasiswa Halmahera Selatan lainnya di beberapa kabupaten/kota dalam hal ini mendapat asrama atau sekertariat.

“Kami berkesimpulan bahwa dari aspek kebijakan Pemda Halmahera Selatan terkait dengan peningkatan SDM, pemda terkesan mentutup mata terhadap SDM di Halmahera Selatan yang saat ini sedang menimba ilmu di Sulawesi Selatan,” ujar Noldi.

Kebijakan lain, menurut Noldi, Bahrain Kasuba selaku keterwakilan Togale yang saat ini menjadi pemimpin di Bumi Saruma, tidak menguntungkan keluarga besar Togale baik dari sisi peningkatan SDM, pembangunan maupun penempatan ASN pada posisi birokrasi.

Dia menegaskan pasca-deklarasi di Kota Manado ini, akan ada deklarasi di beberapa kabupaten/kota yang ada mahasiswa asal Togale yang sedang melanjutkan studi. Selain itu, mereka juga akan melakukan deklarasi akbar yang akan dipusatkan di Kota Labuha, ibu kota Halmahera Selatan. (Red)

Inilah Isi Deklarasi Mahasiswa Togale Tolak Bahrain Kasuba

MANADO, CN – Mahasiswa Halmahera Selatan yang sedang menimba ilmu di Sulawesi Utara mendeklarasikan diri menolak Bahrain Kasuba di Pilkada 2020. Mereka tergabung dalam gerakan mahasiswa dan pemuda Tobelo Galela (Togale).

Acara tersebut berlangsung di Buts Caffe, Kota Manado, Jumat (15/11) sore. Pembacaan teks deklarasi dipimpin koordinator deklarasi, Noldi kurama.

Noldi mengatakan, deklarasi dilakukan untuk menggalang dukungan masyarakat Togale yang ada di daratan Halmahera Selatan supaya menolak Bahrain Kasuba sebagai calon bupati periode kedua mewakili keluarga Togale.

Ia menyebut gerakan ini untuk menyelamatkan keluarga besar Togale di Halmahera Selatan. “Ini sangat penting, gerakan menolak (Bahrain Kasuba) ini demi menyelamatkan keluarga Togale dan inilah bentuk demokrasi,” ujar Noldi saat membacakan pernyataan sikap di Buts Caffe, Jumat (15/11).

Noldi mengatakan pihaknya sudah bulat menolak pemimpin yang hobi ingkar janji dan memberikan surga telinga kepada kepentingan keluarga Togale. “Kami tegaskan bahwa kami menolak pemimpin yang tidak pro terhadap pembangunan SDA di Halmahera Selatan,” tegas Noldi.

Dia juga mengatakan, mahasiswa Togale Halmahera Selatan yang ada di Sulawesi Utara harus mendapatkan perhatian yang sama dan adil, seperti yang dinikmati mahasiswa-mahasiswa Halmahera Selatan lainnya di beberapa kabupaten/kota dalam hal ini mendapat asrama atau sekertariat.

“Kami berkesimpulan bahwa dari aspek kebijakan Pemda Halmahera Selatan terkait dengan peningkatan SDM, pemda terkesan mentutup mata terhadap SDM di Halmahera Selatan yang saat ini sedang menimba ilmu di Sulawesi Selatan,” ujar Noldi.

Kebijakan lain, menurut Noldi, Bahrain Kasuba selaku terwakilan Togale yang saat ini menjadi pemimpin di Bumi Saruma, tidak menguntungkan keluarga besar Togale baik dari sisi peningkatan SDM, pembangunan maupun penempatan ASN pada posisi di birokrasi.

Karena itu, alumni UNPI Manado ini meminta kepada Bahrain Kasuba untuk tidak lagi menjadikan keluarga Togale sebagai kendaraan politiknya di pikada 2020 nanti. “Kami juga mengajak keluarga besar Togale di Obi, Bacan dan Gane untuk tidak lagi mendukung penimpin yang menghianati keluarga pada periode 2015-2020,” Noldi meminta.

Dia menegaskan pasca-deklarasi di Manado ini, akan ada deklarasi di beberapa kabupaten/kota yang ada mahasiswa Togale yang sementara berstudi. Selain itu, mereka juga akan melakukan deklarasi akbar yang akan dipusatkan di Labuha, ibu kota Halmahera selatan. (Red)

Maknai Hari Juang Kartika, Kodim 1509/Labuha Melaksanakan kegiatan Karya Bhakti

Halsel, CN – Memperingati Hari Juang Kartika (HJK). Kodim 1509/Labuha melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya kegiatan Karya Bhakti Pembersihan Pantai, Rumah ibadah dan Penghijauan di Labuha. Jum’at (15/11)

Pada pembagian sektor karya bakti tersebut di ambil oleh Pasiter Kodim 1509/Labuha, Lettu Inf Aga Galela. Yang langsung membagi personel yang akan melaksanakan karya bakti di beberapa titik.

Lettu Inf Aga Galela, Mengungkapan bahwa kegiatan Karya Bakti ini merupakan rangkaian daripada kegiatan memperingati Hari Juang Kartika dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas kebersihan dan masyarakat, dengan tujuan utk meningkatkan kebersihan di sepanjang pantai serta menghijaukan daerah pantai.

“Selain pembersihan di beberapa tempat, dan melakukan penghijauan kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kepedulian akan kebersihan lingkungan kepada segenap masyarakat setempat, sekaligus untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” Ujar Lettu Inf Aga Galela

Dandim 1509/Labuha, Letkol Inf Imam Kanafi S.Sos, MM. Menyampaikan, semua rangkaian kegiatan ini memberikan pesan moral agar sampah dibuang pada tempatnya sehingga pantai harus bersih dari sampah sehingga kehidupan biota laut tetap sehat, dan memberikan ruang hijau kota serta yang lebih utama menumbuh kembangkan kemanunggalan TNI dan Rakyat dlm rangka menjaga keutuhan NKRI yg sangat kita cintai.

“Selain itu juga dapat memperkuat semangat gotong royong dan silaturahmi antara masyarakat maupun jajaran TNI, Polri, Satpol PP, Dinas kebersihan dan masyarakat.

“Kita berharap semoga kegiatan gotong royong dapat berlanjut dan dibudidayakan di tengah-tengah masyarakat kita.Pungkas Letkol Inf Imam Kanafi S.Sos, MM.
(Hafik CN)