HALSEL, CN – Kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yang menghadirkan program tiket gratis Lebaran Idul Fitri 2026 mendapat kritikan tajam dari mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel.
Pasalnya, di tengah program tersebut, sejumlah kebutuhan dasar masyarakat justru dinilai masih terabaikan, seperti kondisi jalan berlubang yang belum diperbaiki serta akses air bersih yang belum dinikmati secara merata oleh warga.
Mantan Anggota DPRD Halsel, Ali Jaidun, menilai kebijakan tersebut tidak tepat sasaran dan terkesan mengabaikan prioritas utama pembangunan daerah.
“Ini menjadi pertanyaan besar. Di satu sisi Pemda menggratiskan tiket Lebaran tanpa klasifikasi status sosial, namun di sisi lain kebutuhan mendasar masyarakat seperti jalan rusak dan air bersih belum juga dituntaskan,” ujar Ali, Rabu (25/3).
Ia kemudian mempertanyakan apakah kebijakan tersebut sudah sejalan dengan amanat konstitusi yang mengedepankan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
“Kalau ini sesuai amanat konstitusi, kita tentu mendukung. Tapi kalau tidak, ini hanya gaya pemerintah yang tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi jalan berlubang yang dibiarkan tanpa perbaikan mencerminkan lemahnya perhatian Pemda terhadap infrastruktur dasar. Bahkan, ia menyindir sikap Pemda yang seolah “tutup mata” terhadap persoalan tersebut.
“Jalan rusak dibiarkan, air bersih belum merata, sementara program seremonial terus digencarkan. Ini menunjukkan prioritas pembangunan yang keliru,” tambahnya.
Diketahui, Pemda Halsel saat ini dipimpin oleh Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin.
Hingga berita ini dikorankan, belum ada keterangan resmi dari Pemda Halsel terkait kritik tersebut. (Hardin CN)







