Masyarakat Obi Induk Rasa Kesal Pemadaman Listrik Tiba-Tiba, Siang Malam Apa Sebabnya

HALSEL, CN – Pedam listrik siang dan malam, menimbulkan kekesalan masyarakat di Obi Induk. kenapa tidak listrik yang tadi di nyalakan secara normal, tiba-tiba padam seketiga. Hal ini membuat masyarakat Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara merasa aneh.

Pasalnya mesin tersebut, menurut masyarakat normal akan tetapi pada akhir-akhir ini, selalu padam secara tiba-tiba dan tidak menentu jam pemadaman, kadang-kadang satu jam tiga sampai empat kali padam sehingga membuat masyarakat kesal.

Kepada media ini salah satu masyarakat yang enggan di publis namanya ini menyampaikan bahwa kami heran dengan Perusahan Listrik Negara (PLN) ULP Unit Obi, kenapa setiap malam maupun siang pemadaman listrik tidak henti-hentinya tanpa memberikan informasi kepada masyarakat sehingga membuat kami merasa kesal dengan PLN.

“Saya heran, kenapa lampu ini tidak tentu matinya mau itu siang maupun malam sama saja, dan matinya itu tidak ada pemberitahuan atau di infokan kepada masyarakat bahwa mati lampu lantaran gara-gara ini dan itu, kami rasa kesal” Ungkapnya, Jumat, (30/1/2023).

Dia juga meminta kepada ULP PLN Unit Obi, agar secepatnya memperbaiki masalah yang timbul, hingga terjadi pemadaman listrik, agar pada saat memasuki Bulan Suci Ramadhan nanti, listrik sudah kembali normal seperti biasa.

“Kami masyarakat berharap kepada PLN Obi, secepatnya perbaiki masalah mati lampu. sehingga di saat memasuki bulan suci ramadhan lampu tersebut sudah normal lbali” pintahnya.

Kepala ULP PLN Unit Obi beserta stafnya, sampai berita ini di publis masi dalam tahap konfirmasi, terkait sabab musabab pemadaman listrik secara tiba-tiba. (Red/CN)

Hasil Seleksi Administrasi Panwaslu Desa Kecamatan Kayoa Diumumkan, Ketua: Tidak Ada Sistem Orang Dalam

HALSEL, CN – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), melalui Kelompok Kerja (Pokja) Pembentukan Panwaslu Desa, telah mengumumkan nama-nama Calon Panwaslu Desa yang dinyatakan lulus seleksi administrasi pada Sabtu (28/1/2023).

Sebanyak 24 Orang dinyatakan lulus Seleksi Administrasi dari 24 Pendaftar berdasarkan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Anggota Panwaslu Desa untuk Kecamatan Kayoa dengan Nomor: 02/Panwaslu-Kayoa/1/2023.

Ketua Pokja Pembentukan Panwaslu Desa yang juga sebagai Ketua Panwaslu Kecamatan Kayoa, Hartini Samud, S.Pd mengatakan bahwa nama-nama yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi, selanjutnya akan mengikuti tes wawancara pada tanggal 31 Januari sampai 2 Februari 2023.

“Hasil seleksi ini, diharapkan masyarakat juga dapat memberikan tanggapan dan masukan terhadap calon anggota Panwaslu Desa, yang ditujukan kepada Pokja Pembentukan Panwaslu Desa di Sekretariat Panwaslu Kecamatan Kayoa yang berlokasi di Desa Guruapin,” ucapnya.

Dirinya menegaskan tidak ada sistem orang dalam ataupun kekeluargaan dalam proses seleksi Panwaslu Desa, sehingga seleksi ini dapat melahirkan anggota Panwaslu Desa yang berintegritas, profesional, dan berkualitas dalam melaksanakan kinerja pengawasan pada setiap tahapan Pemilu serentak Tahun 2024.

“Dengan begitu kami berharap kualitas pengawasan yang baik akan terwujud Pemilu yang demokratis, berintegritas, jujur, dan adil khususnya di wilayah Kecamatan Kayoa,” tegasnya.

Berikut Ini Nama-nama Calon Anggota Panwaslu Desa yang dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi:

Desa Guruapin
Umar Hamid
Syahbudin Ahmad

Desa Karmat
Nurbaya Marlau

Desa Bajo
Muhammad Syain Sangaji
Iyana A. Sangaji
Abdullatif Ahmad

Desa Tawabi
Radina Fatah
Sahril Akmal

Desa Lelei
Budi Arsad

Desa Ligua
Risno Suaib
M. Saldi A.R. Sangaji

Desa Buli
Nurhasna Nasir
Fardinan Syukur

Desa Kida
Harlan A.R Mustafa

Desa Talimau
Iswandi Hi. Mahmud
Fahrisal Salim

Desa Dorolamo
Safrin Karim
Taher H. Wabullah

Desa Gunange
Sakir Din

Dess Siko
Ruslan Zam-Zam
Efendi Taib

Desa Gafi
Riswan Malik
Erfina Y. Yunus

Desa Laigoma
Erna Muhammad. (Hardin CN)

Garda Bangsa Minta Bupati Halsel Beri Bantuan Hukum ke Warga Tersangka Perusakan Fasilitas Desa

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Usman Sidik diminta bangun fasilitas Pemerintah Desa (Pemdes) dan Rumah warga yang dirusak akibat terjadi kericuhan dalam Putusan Hasil Sengeketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Permintaan itu disampaikan Ketua Garda Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Halsel, Asbur Abu kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Jumat (27/1/2023).

“Kami meminta kepada Pak Bupati Usman Sidik agar bangun Fasilitas Pemdes dan Rumah yang dibakar warga,” pintanya.

Pihaknya juga berharap Bupati Halsel, Usman Sidik memberi bantuan hukum kepada warga yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengerusakan Fasilitas Desa maupun Rumah.

Sebab menurut Asbur, tindakan anarkis yang dilakukan warga disejumlah Desa tersebut diluar dari pikiran alam sadar lantaran terbawa emosi.

“Saya berharap Pak Bupati juga memberi bantuan hukum kepada warga yang ditetapkan tersangka sebagai pelaku pembakaran. Karena tindakan anarkis itu dilakukan lantaran terbawa emosi. Sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) berkewajiban memberikan perlindungan terhadap warga Halsel dan membangun Rumah warga dan fasilitas Pemerintah Desa yang dibakar,” harapnya.

Selain itu, Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di PKB Dapil V itu meminta pihak Polres Halsel untuk menjamin keamanan terhadap para Kepala Desa (Kades) yang sudah dilantik maupun tidak dilantik.

“Tujuannya, hubungan antar semua pihak bisa terkendalikan,” tutupnya. (Hardin CN)

Bantah Tudingan Warga, Kades Balitata Sebut Pengelolaan DD Sudah Sesuai Aturan

HALSEL, CN – Pengelolaan Dana Desa (DD) Balitata Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) sudah sesuai aturan yang berlaku.

Ketegasan ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Balitata, Haryadi Sangaji kepada wartawan cerminnusantara.co.id, usai Pelantikan 60 Kepala Desa diruang Aula Kantor Bupati Halsel, Jumat (27/1/2023).

Dimana, Haryadi Sangaji membantah keras tudingan warga Balitata yang menilai Pengelolaan DD terdapat dugaan korupsi seperti yang disampaikan salah seorang warga Balitata melalui Akun Facebook pribadinya atas nama Rasna Bacan.

“Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah dan terima kasih telah memenuhi undangan kami Ketua LSM Peduli Pembangunan Hal-Sel. Nasarudin Kausaha dan terimakasih pula telah mendengar aspirasi kami. Diantaranya:
1. Video Kepala Desa yang beredar di Media Sosial baru2 ni, yang mana sangat mencederai moralitas seseorang pemimpin.. karena menurut kami Kepala Desa adalah contoh dan panutan imam bagi masyarakat…
2. Dana BUMDES Desa dimana keberadaannya ??
3. Gaji tugas Posyandu yang tidak diberikan.
4. Gaji Badan Sara, Gaji Guru TPQ dan Gaji BPD, kata pak Kades (Hariyadi Sangaji) diruang pertemuan doi itu so cair tapi saya pe bini yang pegang sementara di Tte.
Harapan kami kepada Ketua LSM Peduli Pembangunan Hal-Sel. Agar mengawal dan menyampaikan aspirasi kami kepada pihak penegak hukum maupun Instansi Dinas terkini.
Harapan dan Doa kami semoga LSM ini lebih percaya… Aamiin ya Allah…,” tulis Akun Facebook, Rasna Bacan.

Menanggapi cuitan Akun Facebook, Rasna Bacan, Haryadi Sangaji menjelaskan, DD Tahap III Tahun Anggaran 2022 yang dipersoalkan warga itu salah alamat alias keliru.

Mengapa tidak? Tudingan yang dinilai tidak mendasar ini, menurutnya, anggaran Bumdes tersebut sudah diperuntukkan untuk kegiatan lain. Namun ia berjanji bakal mengembalikan anggaran Bumdes setelah pencairan Tahap III Tahun Anggaran 2022.

“Kalau anggaran Bumdes itu sebenarnya  dipinjam untuk kegiatan Bola Kaki Piala Bupati Cup kemarin. Makanya nanti pencairan anggaran Tahap III 20 Persen baru dikembalikan,” akunya.

Kades II Periode itu bilang, sementara Gaji Insentif Badan Sara, Guru Ngaji, Guru Paud dan Kader Posyandu belum terbayar lantaran Anggaran Tahap III Tahun 2022 belum dicairkan Pemerintah Desa (Pemdes).

“Insentif Badan Sara, Guru Ngaji, Kader Posyandu, Guru Paud dan Insentif lainnya akan dibayar, jika anggaran 20 persen dicairkan nanti. Karena untuk sementara ini anggaranya belum cair,” terangnya.

Sementara untuk dugaan laporan kasus asusila seperti yang dibeberkan Akun Facebook, Rasna Bacan, Haryadi Sangaji kembali menegaskan bahwa sudah sudah dihentikan pihak kepolisian.

“Kasus itu sudah di SP3. Jadi Alhamdulillah sudah selesai semuanya,” tutupnya. (Hardin CN)

Paguyuban IKDT Halsel Tegaskan Belum Bahas Dukungan Pilgub Malut 2024

HALSEL, CN – Paguyuban Ikatan Keluarga Desa Togale (IKDT) Kabupaten Halmahera Selatan menganggap Alfero Adam tidak memahami mekanisme Organisasi, sehingga Alfero Adam bakal diberhentikan dari Jabatannya sebagai Sekertaris IKDT Halsel. Ini ditegaskan Ketua Bidang Hubungan Masyarakat IKDT Halsel, Ivan Abdurahim.

Ivan Kepada wartawan mengatakan, paguyuban IKDT Halsel dibentuk itu harus butuh kajian dan analisis yang mendalam karena ini kaitan dengan hak cipta soal penamaan Organisasi.

“Jadi, kalau ada pihak yang ingin menggunakan nama yang sama, maka  levelnya sudah berbeda harus dikoordinasikan dengan Ketua IKDT Haldel, Iksan Subur Karamaha dan seluruh pengurus, sehingga tidak terkesan nama Organisasi itu di Copy Paste,” tegas Ivan.

Lanjut Ivan, Paguyuban IKDT Halsel ini masih level Kabupaten dan belum ada ekspansi kemana-mana. Sementara Afero Adam dan teman-teman lainnya  sengaja menggadaikan Institusi IKDT kepada salah satu Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) tanpa ada rapat Internal di jajaran pengurus IKDT Halsel.

“Saya tegaskan sekali lagi bahwa sampai saat ini IKDT secara Internal belum pernah membahas soal dukungan ke siapa saja kaitan dengan Pilgub Malut Tahun 2024 mendatang. Karena itu, apa yang dilakukan oleh Afero bukan keputusan organisasi. Untuk itu saya meminta kepada Ketua IKDT Halsel segera memberhentikan Afero dari jabatan sebagai Sekretaris,” cetusnya.

Menurut Ivan, apapun keputusan IKDT Halsel terkait dengan keputusan dukungan kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Malut akan dibahas dalam rapat Internal dan akan disampaikan kepada publik dan khususnya keluarga Tobelo-Galela.

“Tahapan Pilgub masih panjang dan IKDT akan menyampaikan secara resmi siapa Calon yang akan di dukung, kalau yang sudah dilakukan oleh Afero itu bukan keputusan organisasi IKDT dan dukungan masih sangat premature,” tutup Ivan. (Hardin CN)

Cakades Petahana Diduga Dalang Ricuh Pilkades Tawa Bacan Timur Tengah

HALSEL, CN – Calon Kepala Desa (Cakades) Tawa Kecamatan Bacan Timur Tengah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Michael Hoga diduga kuat melakukan keributan lebih dulu usai perhitungan Hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan pada 19 November 2022 lalu.

Hal ini terlihat dalam video viral kericuhan berdurasi 02 menit 51 detik dengan jelas bahwa Cakades Petahana, Michael Hoga mengenakan Kaos berwarna Biru dan Celana Panjang Hitam, ribut dengan warga karena tidak menerima atas kekalahannya dalam pertarungan Pilkades Tawa.

Nampaknya, Michael Hoga juga mengambil Kursi yang terbuat dari Kayu dan membanting di atas Meja dalam Ruangan Tempat Pemungutan Suara (TPS) meski dihalangi Petugas Kepolisian dalam Ruangan tersebut.

Bahkan adik kandungnya, Megifen Hoga juga melakukan keributan bersama warga lainnya ditempat yang sama. Adik Kandung Cakades Petahana itu ikut melakukan keributan karena tidak menerima kekalahan Kakaknya usai perhitungan Suara Hasil Pilkades dengan selisih 1 Suara.

Akibat ulah Cakades Petahana dan adik Kandungnya, Surat Suara terhambur ke lantai karena Michael Hoga menendang Kotak Suara hingga rusak.

Sementara Cakades Pemenang, Lonly Loleo dianiaya hingga babak belur di Kepala bagian belakang hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha. Lonly Loleo dianiaya Adik Kandung Cakades Petahana, Megifen Hoga.

“Iya, video itu benar adanya terjadi keributan usai perhitungan Suara Hasil Pilkades Tawa. Saat itu, saya dipukul di Kepala bagian belakang oleh Megifen Hoga. Kotak Suara juga ditendang hingga Rusak sampai Surat Suara juga berhamburan dilantai. Bahkan disaat  Take Over, Kotak Suara digantikan dengan Kardus Supermi karena sudah rusak,” terang Lonly Loleo kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Selasa (24/1/2023).

Hingga berita ini publish, Cakades Petahana, Michael Hoga masih dalam upaya konfirmasi. (Hardin CN)

Penganiaya di Desa Tawa Bebas Berkeliaran, Kapolsek Bacan Timur: Polres Halsel Sudah Menetapkan Pelaku Sebagai Tersangka 

HALSEL, CN – Kasus dugaan  penganiayaan yang dilaporkan Calon Kepala Desa (Cakades) Tawa Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Lonly Loleo ke Polres Halsel  terus menjadi perhatian masyarakat.

Pasalnya, Pelaku penganiayaan yang diketahui sebagai adik Kandung Mantan Kepala Desa (Kades) Tawa berinisial MH tersebut belum juga ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini dijelaskan korban penganiayaan, Lonly Loleo kepada wartawan cerminusantara.co.id, Minggu (21/1/2022).

Korban menyebutkan, laporan kasus penganiayaan yang dilakukan MH terhadap dirinya itu, sudah dilaporkan selama 2 Bulan lebih ke Polres Halsel. Namun hingga saat ini, Pelaku masih saja bebas berkeliaran lantaran belum ditahan.

“Saya sudah beberapa kali bersama keluarga bolak-balik ke Polres Halsel. Namun kata Polisi telah memerintahkan Polsek Bacan Timur untuk menangkap Pelaku. Setelah itu, kami menanyakan ke Polsek Bacan Timur, Polisi bilang masih menunggu celah,” ungkap Lonly.

Sementara itu, Kapolsek Bacan Timur, IPDA Asimudin saat dikonfirmasi seperti yang diterangkan Lonly bahwa Polres Halsel telah memerintahkan Polsek Bacan Timur untuk melakukan penangkapan terhadap Pelaku, IPDA Asimudin bilang, pihak Polsek Bacan Timur hanya melakukan pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Daerahnya. Sehingga tidak bisa melakukan Penyidikan.

Adapun status Pelaku, IPDA Asimudin menegaskan, Polres Halsel sudah menetapkan Pelaku Penganiayaan sebagai tersangka.

“Terkait kasus yang menimpa Cakades Tawa Saudara Lonly, pihak Polres Halsel  sudah menetapkan Pelaku sebagai tersangka. Untuk penangkapan, Polsek Bacan Timur tidak punya kewenangan melakukan penangkapan karena Polsek Bacan Timur hanya melaksanakan tugas Kamtibmas dan tidak melakukan Penyidikan,” kata Kapolsek Bacan Timur saat melalui via pesan WhatsApp, Senin (23/1).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Aryo Dwi Prabowo dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dengan nomor 08126xxxxx13 belum memberikan komentar hingga berita ini ditayangkan.

Sekedar diketahui kasus dugaan pemukulan yang di lakukan MH itu, telah dilaporkan semenjak Tanggal 19 November 2022 usai perhitungan Suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tawa. (Sain CN)

Perintahkan Tutup Usaha Warga Tanpa Surat Tugas dan Pakaian Dinas, Sikap Oknum Satpol PP di Halsel Disesalkan 

HALSEL, CN – Seorang Oknum Satpol PP yang bekerja di Kabupaten Halmahera Selatan Berinisial AHK diduga melakukan perbuatan sewenang-wenang tanpa surat perintah, memaksa pemilik usaha permainan Boll untuk menutup usahanya.

Perintah penutupan di hari Jumat (20/1/2023) pukul 08:00 WIT malam itu membuat pemilik usaha geram dan mengeluh atas sikap sepihak serta tanpa alasan yang dilakukan oknum Satpol PP.

Penasaran dengan sikap oknum Satpol PP yang mengaku keberatan dengan dibukanya usaha tersebut, pemilik usaha yang diketahui warga asal Desa Wailoa Kecamatan Makian itu kemudian meminta alasan dan keterangan kepada yang bersangkutan.

“Dia seorang diri datang ke Lokasi dan memaksa kami menutup usaha dengan alasan ada keberatan dan telepon masuk dari pihak-pihak lain. Sehingga Kasat Pol PP memerintahkan dia untuk turun menutup usaha kami. Namun belum diketahui secara pasti alasan tersebut religius ataukah ada maksud lain. Sebab, oknum Satpol PP itu datang tanpa mengenakan Pakaian Dinas dengan seorang diri serta tidak membawa surat perintah tugas dari Kasat langsung,” sesal warga Desa Wailoa yang namanya tidak mau dikorankan, Sabtu (21/1).

Warga Desa Wailoa itu bilang, sebelum dari kejadian itu, pihaknya telah didatangi beberapa Satpol PP dan dimintai untuk segera menutup kegiatan permainan Boll mereka lantaran belum memiliki izin resmi.

Setelah itu, kata dia, pihaknya lantas mengurus izin ke Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPTSP) Halsel.

“Awalnya mereka mempersoalkan izin. Namun setelah itu, kami mengurus izin dan saat ini sudah diproses izinnya, sehingga kami membuka kembali. Hanya saja, oknum Satpol itu datang lagi sendirian dan menyuruh agar ditutup,” terangnya.

Ia menambahkan, jika izin yang dipersoalkan pihak Satpol PP, seharusnya usaha permainan yang beroperasi di Pantai Mongga Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan juga harus ditutup lantaran tak memiliki izin resmi.

“Jangan hanya kami yang terus diganggu, sementara ada permainan di Pantai Mongga itu tidak diganggu, sehingga setiap malam permainan mereka itu dibuka tanpa gangguan dan teguran dari pihak Satpol PP. Sementara mereka juga tidak memiliki izin,” cetusnya.

Perintah penutupan itu juga mendapat reaksi beragam dari orang-orang yang tinggal di Kota Labuha dan sekitarnya. Menurut seorang warga Desa Tomori yang namanya tidak ingin disebutkan mengungkapkan, adanya permainan itu, dirinya sudah tidak lagi membeli bahan-bahan yang diperlukan.

“Kami sudah tidak lagi beli Rinso, Sabun dan lain-lain di Warung karna setiap kali bermain kami mendapat Rinso dan atau sabun dan lain-lain, sangat disayangkan, jika harus ditutup,” cetus Ibu-ibu warga Desa tomori itu.

Terpisah oknum Satpol PP, AHK saat di konfirmasi menyebutkan, dirinya memerintahkan menutup usaha tersebut lantaran tak memiliki izin.

Ditanya kedatanganya seorang diri tanpa mengenakan pakaian Dinas serta surat tugas, Oknum Satpol PP itu tidak  memberikan keterangan lengkap. Justru hanya menyebutkan perintah penutupan yang dilakukannya bersama beberapa anggota Satpol PP lainnya beberapa Minggu lalu sebelum izin usaha tersebut diproses.

“Penutupan itu karna tidak ada izin bukan karna telepon dan lain sebagainya, turunnya minggu kemarin bersama Kabid PTSP dan Stafnya itu  gabungan dengan kita dari Satpol PP, untuk yang di pantai Mongga tidak ada permainan seperti itu,” akunya.

Terpisah Kasat Pol PP, Steven Yoel saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/1) melalui pesan WhatsApp dengan nomor 085255xxxx77 engan memberikan keterangan.

Sementara itu, Kepala DPTSP Halsel , Farid saat mintai keterangan via WhatsApp juga enggan berkomentar hingga berita ini ditayangkan. (Sain CN)

Adik Mantan Kades Tawa Dilaporkan ke Polres Halsel Belum Ditangkap, Korban: Polisi Bilang Tunggu Celah

HALSEL, CN – Calon Kepala Desa (Cakades) Tawa Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Lonly Loleo diduga kuat menjadi korban penganiayaan. Korban diduga dianiaya adik kandung mantan Kepala Desa (Kades) Tawa berinisial MH. Meski telah dilaporkan di Polres Halsel, namun Polisi belum juga menangkap pelaku.

Cakades Tawa, Lonly Loleo membenarkan telah melaporkan kasus penganiayaan terhadap dirinya sudah 2 Bulan lebih, Namun hingga saat ini, Pelaku masih berkeliaran di Desa.

Menurut Lonly Loleo, sebenernya ia bersama keluarganya sudah beberapa kali bolak-balik ke Polres Halsel, namun kata Polisi telah memerintahkan Polsek Bacan Timur untuk menangkap Pelaku. Namun setelah keluarga korban menanyakan ke Polsek Bacan Timur, Polisi bilang masih menunggu celah.

“Saya bersama keluarga selalu bolak-balik menanyakan ke Penyidik Polres Halsel, tapi Penyidik bilang sudah perintahkan Polsek Bacan Timur untuk menangkap Pelaku. Setelah itu, kami tanyakan di Polsek Bacan Timur, Polisi bilang tunggu celah untuk tangkap Pelaku. Makanya kami jadi heran,” jelas Lonly Loleo kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Minggu (22/1/2023).

Korban penganiayaan itu bilang, dirinya melaporkan Pelaku di Polres Halsel pada Tanggal 19 November 2022 usai perhitungan Suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tawa dan bahkan sudah selesai divisum.

“Usai pencoblosan Pilkades itu, malamnya kami langsung laporkan Pelaku ke Polres Halsel. Tapi sampai saat ini, Pelaku Belum juga ditangkap,” kata Lonly Loleo.

Hingga berita ini ditayangkan, Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Aryo Dwi Prabowo dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak aktif. (Hardin CN)

Sebelum Take Over, Ini Hasil Perhitungan Suara Pilkades Tawa

HALSEL, CN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tawa Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), seharusnya tidak bisa masuk dalam proses Sengketa Pilkades.

Sebab, Calon Kepala Desa (Cakades) Incumbent, Michael Hoga bersama adik Kandungnya, Megifen Hoga diduga kuat bersekongkol melakukan keributan disaat perhitungan hasil suara Pilkades.

Cakades Incumbent bersama adik kandungnya, Keduanya menganiaya Cakades Nomor Urut 05 karena diduga tidak menerima atas kekalahan mereka dalam pertarungan Pilkades dengan selisih 1 suara.

Hasil perhitungan suara dari 5 Cakades Tawa, Cakades Nomor 01, Hengki Noawaro merahi 30 suara. Cakades Nomor Urut 02, Michael Hoga merahi 173 suara. Cakades Nomor Urut 03, Trisno Nocoloas merahi 164 suara. Cakades Nomor Urut 04, Alfon Sius Habari merahi 124 suara dan Cakades Nomor Urut 05, Lonly Loleo merahi 174 suara.

Dengan kondisi Desa yang tidak aman akibat ulah Cakades Incumbent, Michael Hoga bersama adik kandungnya, Megifen Hoga, terpaksa harus di Take Over Panitia Kabupaten.

Akan tetapi, ketika di Take Over, Cakades Incumbent Michael Hoga malah menggugat Cakades Pemenang Nomor Urut 05, Lonly Loleo. Hal ini dijelaskan Saksi Cakades Nomor Urut 05, Ardi Loleo saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, Sabtu (21/1/2023).

Saksi Cakades Nomor Urut 05, Ardi Loleo mengatakan, dalam proses Pemilihan tersebut sebelumnya berjalan lancar dan aman. Namun usai melakukan perhitungan suara, Cakades Incumbent, Michael Hoga secara tiba-tiba melakukan keributan dalam ruangan TPS.

“Mantan Kades masuk dalam TPS langsung menendang Kotak Suara hingga Surat Suara terhambur dilantai. Disitu Papan Plano juga langsung di buka oleh massa Mantan Kades yang lainnya,” jelas Ardi.

Bahkan kata dia, adik kandung Cakades Incumbent, Megifen Hoga juga saat itu nekat menganiaya Cakades Nomor Urut 05, Lonly Loleo.

“Karena kondisi sudah kacau, saudara Megifen Hoga langsung masuk dalam ruangan TPS melalui Jendela dan memukul di Kepala Cakades Nomor Urut 05 selaku suara terbanyak. Mereka ribut karena tidak menerima dengan kekalahan Mantan Kades,” terang Ardi.

Saksi Cakades Nomor Urut 05 itu bilang, saat itu, Surat Suara diamankan di Polsek Bacan Timur lantaran Cakades Incumbent bersama orang-orang dekatnya buat keributan di Desa Tawa.

“Surat Suara diamankan di Polsek Bacan Timur, tapi di isi dalam Kardus Supermi karena Kotak Surat Suara sudah rusak dan Plano juga di rusak oleh orangnya Mantan Kades bernama Bapak Romelus Puka Puka bahkan sempat di rampas oleh kepolisian dan diamankan di Polsek Bacan Timur. Setelah semuanya sudah ada di Polsek Bacan Timur, Ketua Panitia Desa bersama anggota dan Ketua Panitia Kabupaten Pak Hamlek dan Pak Jaki di panggil untuk datang di Polsek Bacan Timur,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada Panitia Pilkades Kabupaten agar menindaklanjuti yang belum sempat diselesaikan Panitia Desa terkait dengan tahapan proses Pilkades Tawa.

“Kami berharap kepada Pak Bupati Hi. Usman Sidik maupun Panitia Kabupaten untuk mempertimbangkan persoalan yang terjadi di Desa Tawa. Karena Pilkades Tawa ini, belum sempat ditetapkan Pemenang Kades. Saat itu, Mantan Kades dan orang-orangnya sudah ribut duluan. Makanya langsung di Take Over Panitia Kabupaten untuk diamankan. Tapi nyatanya, Mantan Kades malah memasukan Gugatan,” cetus Ardi.

Sehingga baginya, persoalan Pilkades Tawa tidak seharusnya masuk dalam proses Sengketa Pilkades.

“Jadi Panitia Kabupaten harus menindaklanjuti yang belum sempat diselesaikan Panitia Desa Tawa yaitu penetapan siapa pemenang Kadesnya,” harapnya mengakhiri. (Hardin CN)