Basmi Corona, Batalyon C Sat Brimob Turunkan Water Canon

TAPSEL, CN – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut semprotkan cairan Disinfektan di sejumlah tempat di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Selasa, (16/6/2020).

Bekerjasama dengan Polres Padang Sidempuan, para personil Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut menurunkan mobil Water Canon. Dengan menyusuri sejumlah tempat dan Jalanan Kota Padang Sidempuan.

Informasi yang di dapat, kegiatan ini juga salah satu dari rangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Bhayangkara 1 Juli 2020 mendatang. Agar Kota Padang Sidempuan terbebas dari virus Corona.

Di pimpin Danki 1 Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut AKP Surahman, S.H., para personil tampak menyisir satu persatu fasilitas umum yang ada di kawasan tersebut. Guna di lakukan penyemprotan Disinfektan.

“Upaya pencegahan akan terus kami lakukan, agar masyarakat merasa nyaman saat saat beraktivitas,” ungkap AKP Surahman.

Di singgung tentang akan di terapkannya New Normal di Sumut, pihaknya akan mendukung semua kebijakan tersebut.

“Kegiatan ini juga bagian dari dukungan Polri khususnya Sat Brimob Polda Sumut dalam menghadapi fase New Normal jika nantinya jadi di terapkan,” ungkapnya kembali. (Hendra CN)

Program KOTAKU di Belawan I Dinilai Sarat Penyimpangan

BELAWAN, CN – Program dari proyek KOTAKU adalah merupakan salah satu upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya, dalam percepatan penanganan permukiman kumuh, dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Namun, pada kenyataannya dinilai belum sesuai harapan masyarakat, dan diduga banyak terjadinya penyimpangan, baik pengerjaan maupun sistem tata kelola proyek tersebut.

Dikatakan demikian, pasalnya proyek KOTAKU yang berada di lingkungan 28 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan, Medan Sumatera Utara, sudah melakukan berita acara serah terima penyelesaian meskipun proyek pembangunan sumur bor, septic tank dan jalan hancur dampak dari pembangunan, hingga kini belum terselesaikan.

Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Komunitas Jurnalis dan Masyarakat Ridwan Fahlevi mengatakan, bahwasanya warga lingkungan 28 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan, sudah banyak yang mengeluhkan dampak yang di sebabkan dari proyek KOTAKU.

“Kami berharap pemerintah maupun aparat penegak hukum melakukan tindakan bilamana adanya dugaan penyimpangan,” katanya, Senin (15/6/2020).

Dia menjelaskan, sebagai implementasi percepatan penanganan kawasan kumuh, seharusnya proyek KOTAKU di Kelurahan Belawan I melakukan peningkatan kualitas.

“Meskipun warga mengeluh, namun hingga saat ini belum ada upaya instansi terkait di Belawan yang menampung aspirasi warga terkait proyek KOTAKU. Kami akan mendampingi warga untuk segera melaporkan dugaan kecurangan proyek tersebut,” jelasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Nurainun (38) seorang ibu rumah tangga warga lingkungan 28 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan, dirinya mengeluhkan atas proyek pembangunan tersebut.

“Kami minta septic tank cepat diselesaikan, karena takut juga kalau kena pasang air laut tanki septic tank naik ke atas dan apabila ada anak-anak disitu bisa terjepit. Disitu juga sudah ada anak-anak terjatuh dan terluka,” ujarnya kepada wartawan, Senin (8/5/2020) lalu.

Ia mengatakan, bahwa proyek tersebut dikerjakan sejak tahun 2019 lalu dan hingga saat ini belum terselesaikan.

“Dampak pembangunan proyek ini, jalan kami menjadi hancur,” kata Nur.

Disaat warga ingin jalan yang hancur akibat dampak dari proyek itu segera diperbaiki, Koordinator BKM Kelurahan Belawan I Haidir Mustafa alias Buyung berdalih dengan alasan menanti bantuan berikutnya.

“Sudah kami minta, tapi katanya nanti tunggu bantuan berikutnya,” tambah Nur.

Lebih lanjut, Khadijah (41) seorang ibu rumah tangga yang juga warga lingkungan 28 Kelurahan Belawan I, dia menjelaskan warga butuh air bersih dan meminta jalan yang rusak dampak proyek segera diperbaiki seperti semula.

“Kami butuh air bersih, jalan yang rusak pun kami minta segera diperbaiki,” jelas Khadijah.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Komunitas Jurnalis dan Masyarakat Hendra Gunawan mengatakan, bahwa pihaknya mendapat laporan atas keluhan warga lingkungan 28 Kelurahan Belawan I, tentang proyek KOTAKU di daerah tersebut.

“Kami mendapatkan laporan dari warga yang mengeluh tentang proyek itu. Dan warga juga menyebutkan, sudah adanya berita acara serah terima penyelesaian pekerjaan padahal proyek tersebut belum selesai,” tutur Hendra.

Hendra meminta kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk mengusut proyek KOTAKU di lingkungan 28 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan.

“Kami meminta kepada BPKP dan Kejatisu, agar mengusut tuntas proyek program KOTAKU di lingkungan 28 Kelurahan Belawan I, yang diduga sarat penyimpangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga setempat yang berinisial MF menyampaikan, program yang seharusnya bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Belawan khususnya di lingkungan 28 Kelurahan Belawan I melalui kontribusi pengurangan kumuh, terkesan menjadi ajang korupsi bahkan diduga tidak sesuai dengan bestek (RAB).

“Kami (warga-red), masih menemukan kejanggalan-kejanggalan baik di dalam proses pengerjaan proyek maupun di dalam proses pengadaannya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/5/2020) lalu.

Tak hanya itu, MF juga mengatakan, Tim yang turun melakukan pemantauan terkait kegiatan yang dilaksanakan seolah-olah menyatakan, bahwa di lingkungan 28 Kelurahan Belawan I, pembangunan sumur bor dan septic tank sudah selesai. Namun kenyataannya belum terselesaikan.

“Mereka membuat laporan seolah-olah di lingkungan 28 sudah selesai, tapi hingga saat ini belum selesai. Sebenarnya foto yang mereka kirimkan sebagai laporan itu berada di lingkungan 27,” ungkap MF.

MF juga berharap, agar Pemerintah Pusat maupun Daerah mengevaluasi kinerja tim program KOTAKU Kota Medan, khususnya di Kelurahan Belawan I. Serta menindak tegas, bila terdapat pelaku yang menyelewengkan dana dari setiap anggaran pelaksanaan program KOTAKU.

“Kami meminta pemerintah pusat dan daerah mengevaluasi, bila perlu meninjau langsung kinerja Tim pelaksana Program ‘KOTAKU’,” tandasnya. (Hendra CN)

Kompol Heriyono Pimpin Penyemprotan Pasar Tradisional Petisah

MEDAN, CN – Ps. Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Pimpin langsung penyemprotan Disinfektan Pasar Tradisional Petisah, di Jalan Kota Baru 3, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, pada Senin (15/6/2020) malam.

Menurut keterangan yang di dapat, kegiatan penyemprotan yang seyogyanya di lakukan siang hari, kali ini harus di laksanakan menjelang malam. Sebab hiruk pikuk pasar, seperti jual beli dan aktivitas lainnya terhenti di waktu malam.

“Ya benar, memang harus menjelang malam kita lakukan. Sebab, semua aktivitas jual beli di pasar ini, dari pagi hingga sore, jadi malam kosong,” ucap Kompol Heriyono.

Sementara itu, melalui Humas Sat Brimob Polda Sumut Rizki, SN, S.H., Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi, S.I.K., S.H. menjelaskan, Saat Ini, upaya pencegahan terhadap Covid-19 harus intens di lakukan. Mengingat, Kota Medan masih tinggi tingkat penyebaran virus tersebut.

“Kita akan terus lakukan penyemprotan di semua tempat. Mengingat saat ini, Kota Medan masih sangat tinggi tingkat penyebaran, maupun orang yang terjangkit. Atas dasar itu kita terus lakukan upaya pencegahan,” paparnya.

Sebanyak 16 orang personil di terjunkan pada penyemprotan kali ini, dengan menyusuri seluruh areal pasar. Dari mulai Basement ( parkir ), tangga, hingga keseluruhan lapak maupun meja dagangan. (Hendra CN)

Polda Sumut Berhasil Amankan 15 Kg Sabu Dari 3 Orang Tersangka

MEDAN, CN – Di Dampingi Pejabat Utama Polda Sumut, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si. pimpin press release pengungkapan kasus 15 kg sabu jaringan Aceh-Sumut, yang di lakukan oleh Dit Resnarkoba Polda Sumut. Bertempat di depan ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Senin (15/6/2020) Pukul 14.00 WIB.

Di dalam pemaparannya Kapolda Sumut mengatakan, pada kasus ini, ada tiga tersangka yang ditangkap, yakni berinisial KR, HS dan MYN. Dimana salah satu dari ketiga tersangka diberi tindakan tegas terukur, karena melawan petugas saat dilakukan penangkapan

Terkait penangkapan tersebut, berawal dari informasi masyarakat pada hari Minggu tanggal 14 Juni 2020, bahwa ada 1 (satu) orang laki laki yang membawa Narkotika jenis sabu dari Provinsi Aceh menuju provinsi Sumut melalui Jalan Lintas Sumatera-Besitang Kabupaten Langkat.

Kemudian, guna menindaklanjuti informasi tersebut, personel unit 2 Subdit II Dit Resnarkoba Polda Sumut langsung menuju perbatasan Sumut – Aceh, tepatnya di Jalan Lintas Sumatera-Besitang Kabupaten Langkat.

Saat itu juga,personil berhasil memberhentikan 1 (satu) unit mobil Yaris warna hitam yang berisikan penumpang 2 orang yang berinisial KR dan HS. Selanjutnya, kedua orang laki-laki tersebut diamankan serta di lakukan penggeledahan terhadap keduanya.

Setelah dilakukan penggeledahan, personil menemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah ransel hitam didalam mobil tersangka, yang di dalamnya berisikan Narkoba jenis sabu seberat 5 kg, yang di bungkus dengan 5 kemasan teh china.

Berdasarkan keterangan dari kedua tersangka, mereka disuruh salah satu tersangka berinisial MYN, untuk membawa barang haram tersebut. Sebelumnya, mereka telah menyerahkan 1 (satu) buah tas ransel berisikan 10 bungkus teh china yang berisikan Narkotika jenis sabu kepada MYN, yang saat itu MYN mengendarai 1 (satu) unit mobil Inova warna biru BK 1262 AL.

Selanjutnya, pada hari Minggu tanggal 14 Juni 2020 sekira pukul 23.00 Wib, Personel Unit II Subdit II Dit Resnarkoba Polda Sumut melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap MYN. Alhasil, personil berhasil menemukan mobil tersebut, sesuai dengan ciri-ciri yang di informasikan dari kedua tersangka sebelumnya.

Pada saat mobil tersebut akan dihentikan, tepatnya di Jalan Megawati Binjai, pengemudi mencoba kabur dan tidak mau diberhentikan. Akhirnya, kejar-kejaran antara petugas dan tersangkapun terjadi.

Menurut Kapolda Sumut, petugas berhasil menghentikan mobil pelaku di simpang jalan tol Binjai – Medan. Namun, saat pelaku turun dari mobilnya, pelaku yang berinisial MYN langsung melakukan perlawanan, dengan menodongkan senjata api ke arah petugas. Kemudian, guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan terjadi, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku.

“Saat di hentikan di simpang Jalan Tol Binjai-Medan, MYN melakukan perlawanan dengan mencoba menembak petugas dengan senjata api miliknya,” papar Kapolda Sumut.

Saat di periksa, di dalam mobil yang dikendarai MYN ditemukan dan disita barang bukti berupa 1 (satu) buah tas ransel warna hitam hijau, yang berisikan 10 (sepuluh) bungkus teh china warna hijau muda, yang di dalamnya ternyata berisikan Narkotika Jenis sabu seberat 10 Kg.

Kapolda Sumut juga mengatakan, setelah di lakukannya pemeriksaan, petugas langsung membawa tersangka MYN ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, untuk dilakukan pertolongan medis. Namun, saat ditengah perjalanan menuju rumah sakit, tersangka MYN meninggal dunia.

“Dari hasil penangkapan 15 Kg sabu, berarti 150.000 (seratus lima puluh ribu) orang, dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna. Kami juga akan selidiki terkait kepemilikan senjata tajam para tersangka,” tutur Kapolda Sumut. (Hendra CN)

Jelang HUT Bhayangkara Ke-74, Sat Brimob Polda Sumut Bagikan Sembako

MEDAN, CN – Peringatan HUT Bhayangkara yang ke-74 tinggal menghitung hari. Di sela-sela jelang peringatan HUT tersebut, Sat Brimob Polda Sumut terus lakukan bhakti sosial ke masyarakat.

Sebagai wujud bhakti Brimob untuk Indonesia, kali ini, Sat Brimob Polda Sumut kembali bagikan paket sembako ke warga. Tepatnya di Jalan Bunga Cempaka Pasar III, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Senin (15/6/2020).

Pada pelaksanaan kegiatan berbagi kasih ini, sebanyak 82 paket sembako yang di bagikan ke warga. Dengan di pimpin langsung Ps. Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono.

Saat di konfirmasi, Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi, S.I.K., S.H. melalui Ps. Kabag Ops Kompol Heriyono menjelaskan kepada awak media, bahwa pihaknya secara rutin lakukan kegiatan seperti ini, sebagai bukti bhakti Brimob untuk masyarakat.

“Jauh hari sebelum menjelang HUT Bhayangkara ini, kita sudah lakukan kegiatan berbagi kasih ke warga. Tujuannya, untuk membuktikan bahwa kami (Brimob-red) akan selalu siap dalam hal apapun, apalagi untuk sosial ke masyarakat,” jelas Kompol Heriyono.

Selain Ps. Kabag Ops Kompol Heriyono, turut mendampingi pada kegiatan ini, yakni Wadanki 1 Batalyon A Pelopor Iptu Ngatimin, beserta 15 orang personil Sat Brimob Polda Sumut. (Hendra CN)

1 Banteng Keluar Kandang, Ancaman Buat PDI Perjuangan di Pilwalkot Gunungsitoli

GUNUNGSITOLI, SUMUT, CN – Partai PDI Perjuangan dikenal sebagai salah satu Partai dengan sistem kaderisasi yang baik. Setiap kader trennya disebut banteng, ditempa berjenjang dan serius. Sehingga para banteng ini sangat siap apabila diperhadapkan dengan pertarungan-pertarungan politik, baik di level legislatif maupun di level eksekutif.

Dikutip dari media daring era Indonesia, Djarot Saiful Hidayat yang diwawancarai awak media pada pelaksanaan sekolah Politik PDIP di wisma Kinasih pada tahun 2017 menjelaskan tentang jenjang kaderisasi yang diberlakukan bagi seluruh anggota partai PDI Perjuangan. Djarot bahkan menyebut ada 3 tahapan yang dilalui di level kader.

“Karena di kami, anggota PDIP ada beberapa lapis, ada anggota simpatisan, ada anggota biasa dan ada kader. Untuk kader harus melalui tiga tahapan sekolah partai, ada kader pratama, madya dan utama,” tutur Djarot kepada era Indonesia.

Naasnya, sebahagian besar banteng-banteng ini tidak bernasib baik. Diantaranya tergilas oleh salah satu faksi yang sedang naik daun di internal partai. Banteng-banteng ini kemudian sangat liar dan berbahaya. Persis seperti prajurit yang keluar dari kesatuan.

Pada tanggal 19 Februari 2020, PDI Perjuangan menerbitkan rekomendasi buat pasangan Ir. Lakhomizaro Zebua – Sowa’a Laoli untuk diusung kembali pada Pilkada Gunungsitoli. Dimana Pilkada serentak dijadwalkan pada tanggal 9 Desember 2020.

Semula pasangan petahana ini melenggang dengan euforia karena mereka percaya, bakal mengantongi rekomendasi dari seluruh partai yang ada.

Sialnya, pada Jum’at (12/6/2020) Ratusan spanduk propaganda bertebaran di wilayah Gunungsitoli. Tampil mantan walikota Gunungsitoli Martinus Lase berpasangan dengan Mantan Wakil Ketua DPRD asal Partai PDI Perjuangan Hadirat ST. Gea dengan sokongan 3 partai politik yakni, Partai Demokrat, Nasdem dan PAN.

Petahana beserta kroni-kroninya terbelalak. Perang urat saraf di medsos pun tak dapat dihindari. Pro dan kontra turut meramaikan debat di berbagai lini sosial media.

Tampilnya kader PDI Perjuangan Hadirat ST. Gea mendampingi Martinus Lase, sesuatu yang tidak pernah terbesit dalam pikiran petahana. Mereka mengira, gugurnya Hadirat dalam pemilu tahun lalu akan mengakhiri kariernya di dunia politik.

Petahana melupakan track record Hadirat Gea yang telah melalang buana diberbagai event politik. Bagaimana peran Hadirat bersama TIM menyusun strategi pemenangan Madani Jilid I pada Pilkada 2011. Bagaimana Hadirat dan kawan-kawannya berhasil mengantar Lakhomizaro Zebua – Sowa’a Laoli (LASO) jilid I di tapuk kekuasaan pada periode berikutnya.

Mereka melupakan itu! Justru ia dicoba dilucuti. Selain dikondisikan pada pileg 2019 oleh kroni-kroni wakil walikota di wilayah Dapil II Gunungsitoli, ia bahkan tak dapat porsi dalam komposisi kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Gunungsitoli. Hanya karena ia tidak disukai oleh faksi yang sedang naik daun di DPP PDI Perjuangan saat ini.

Di dunia politik hal-hal semacam ini lumrah. Namun PDI Perjuangan harus siap, ketika salah satu dari kader yang ia besarkan berbalik arah menyerangnya. Ibarat banteng yang keluar kandang, kemudian mengancam keberadaan kawanannya. Dia jelas-jelas adalah ancaman serius. Sebab ia tahu gudang logistik, gudang senjata hingga strategi yang dipakai PDI Perjuangan dalam memenangkan setiap pertarungan politik. Ketakutan kubu petahana terhadap sosok Hadirat, terlihat di setiap komentar pendukung petahana diberbagai lini media sosial beberapa hari terakhir. Terkesan phobia dan alergi.

Kepiawaian politik Hadirat ST. Gea tidak bisa diukur hanya dari hasil pemilu tahun lalu. Sebelum ia masuk dunia politik, Hadirat aktif di parlemen jalanan. Bahkan organ besutanya bersama aktifis lainnya, yakni Agrenis pernah berjaya di zamannya. Karier politiknya sebagai wakil ketua DPRD Kota Gunungsitoli 2 periode, juga patut diperhitungkan. Lebih dari itu, Hadirat tentu saja tidak sendirian. Ia pasti membawa keluar sekawanan banteng yang loyal dengannya. Dan bersiap-siap merongrong kandang banteng.

Sebagai politisi yang lahir dari rahim PDI Perjuangan. Ia sangat memahami konsep apa yang hendak ditawarkan kepada masyarakat kota Gunungsitoli dalam menghadapi Pilkada mendatang. Soal- soal ekonomi dan peningkatan sumberdaya manusia, sepertinya bakal menjadi consern pasangan ini. Karena merupakan kelemahan pasangan LASO selama ini. Maka sekali lagi! Ini berbahaya buat PDI Perjuangan.

Perubahan atmosfir perpolitikan di kota Gunungsitoli yang sebelumnya terkesan adem, harus menjadi atensi petahana untuk mempertahankan kekuasaannya. Pertanyaannya, mampukah kandang banteng bertahan dari rongrongan para banteng diluar kandang? Allahu alam! Pilkada serentak 9 Desember akan menjawabnya. (APL CN)