Mahasiswa Halsel di Yogya Dapat Bantuan, Hi. Usman Sidik: Senin Besok Bantuan Serupa Terhadap Ratusan Mahasiswa Kuliah di Makassar

YOGYAKARTA, CN – Puluhan mahasiswa Halmahera Selatan mendapatkan bantuan sembako di tengah pandemi virus Corona baru (COVID-19) di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Para mahasiswa itu merupakan perantau yang memilih tidak mudik pada situasi seperti saat ini.

“Kami sangat terbantu dengan bantuan paket sembako ini karena bisa membantu makan kami selama di Yogyakarta,” ujar Koordinator Umum Mahasiswa Halmahera Selatan di Yogyakarta, Safril D. Tomamgkoko, Minggu (3/5).

Bantuan itu dibagikan oleh calon Bupati Halmahera Selatan, H Usman Sidik. Setidaknya ada 70 paket sembako yang dibagikan. Paket sembako tersebut berupa beras, minyak goreng, gula, kopi, teh, mie instan, dan susu

Safri mengaku sebelum adanya bantuan dari Usman, mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta mulai mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka harus ‘patungan’ untuk memenuhi kebutuhan makan.

Jumlah mahasiswa asal Halmahera Selatan di Yogyakarta sekitar 64 orang dan 3 orang di Jawa Tengah. Mereka memilih tinggal di rumah kos selama masa perkuliahan diliburkan saat pandemi.

Sembako ini tak langsung dibagikan oleh Usman. Pembagian diilakukan melalui adik Usman, Iksan Sidik. Usman yang dikonfirmasi secaara terpisah mengaku sudah mendata para mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta dan Jawa Tengah saat ini.

“Hari ini kita salurkan kurang lebih 70 paket sembako untuk mahasiswa yang terdampak Civid-19. Ini sebagai bentuk kepedulian saya” kata Usman.

Pada Senin (4/4/2020) besok, bantuan serupa juga dilakukan di Sulawesi Telatan terhadap ratusan mahasiswa yang kuliah di Makassar. (Red/CN)

Hi. Usman Sidik Kembali Berikan Sembako Dan Uang Saku Kepada 64 Mahasiswa Halsel di Jogja

JOGJAKARTA, CN – Setelah menyerahkan bantuan sembako kepada Mahasiswa asal Halmahera Selatan se-Jabodetabek di Jakarta dan Mahasiswa asal Halmahera Selatan di Ternate, hari ini Calon Bupati Halsel, Hi. Usman Sidik kembali memberikan bantuan sembako kepada puluhan Mahasiswa asal Halmahera Selatan di wilayah Jogjakarta.

Kepada wartawan, Calon Bupati Halsel Usman Sidik yang berpasangan dengan Hasan Ali Bassam Kasuba ini mengatakan, ditengah pandemi Covid-19 ini kita sesama warga Halmahera Selatan yang tinggal diluar harus saling berbagi untuk meringankan beban terutama Mahasiswa karena dipastikan dalam Bulan Ramadhan ini mereka belum bisa kembali ke kampung halaman.

“Ada 64 orang Mahasiswa Halsel dan Pamelang, Jawah tengah 5 orang. Pembagian seperti biasa paket sembako dan operasional atau uang saku. Semoga dengan bantuan ini bisa digunakan untuk kebutuhan mereka di Bulan Ramadhan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Iksan Sidik yang juga adik kandung H. Usman Sidik kepada wartawan mengatakan, dirinya diberikan amanah untuk mengantarkan bantuan sembako dan uang saku untuk Mahasiswa asal Halmahera Selatan di Jogja dan disana dirinya melihat langsung tempat tinggal Mahasiswa dan kondisi nya sangat memprihatikan.

“Kasian di Jogya itu Mahasiswa terlihat sangat stengah mati, kedepan nasib Mahasiswa harus diperhatikan oleh Pemda karena mereka adalah putra daerah yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang kedepan bisa menjadi aset Pemda disemua bidang untuk pengembangan daerah,”cetus Iksan. (Red/CN)

Peduli Mahasiswa, Hi. Usman Sidik Bagikan Sembako Untuk Mahasiswa Halsel Se Jabodetabek Di Zona Merah Covid-19

JAKARTA-CN, Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Selatan (HIPMA HAL-SEL) Jabodetabek  Menerima Paket Sembako Dari HI.USMAN SIDIK, Penyerahan Bantuan Diberikan Secara Langsung Oleh Beliau Sendiri Dengan  Mendatangi Alamat Di Berbagai Tempat Mahasiswa Tinggal Masing-Masing Di Jakarta,

Bantuan tersebut Adalah Bantuan Pribadi Yang Merupakan Bentuk Dari Kepedulian HI. USMAN SIDIK Di Tengah Pendemi Virus Yang Semakin Mencekam, Guna Diperuntukkan Buat Mahasiswa Yang Saat Ini Masi Berada Di Kota Rantau Yang Notabene Menjadi Zona Merah Akibat Covid 19 Tersebut.

Beliau HI USMAN SIDIK Juga Berpesan Kepada Kami Mahasiswa Bahwa Apabila Ada Mahasiswa Yang Merasa Sakit Di Tengah Kondisi Seperti Ini Supaya Secepatnya Langsung Menghubungi Dirinya, Atau Adik Nya IKSAN SIDIK Yang Juga Ikut Menemani Beliau  Menyalurkan Sembako tersebut, Biar torang Bawa Ke Rumah Sakit,Nanti untuk biaya saya Yang Biayai tuturnya”

Adapun Mahasiswa Berdasarkan Data Sebanyak 80 Orang Yang Menerima Bantuan Sembako Yakni Beras,Gula,Kopi,Teh,Mie instan dan berupa Amlop Berisi Uang tunai Pembagian pun sama rata Di Peruntukkan Untuk Mahasiswa Asal Halmahera Selatan Di Jakarta Yang tidak Memilih Untuk Pulang Kampung Di Bulan Suci Ramadhan ini Karna Macam” Pertimbangan.

Lhatam landale  Mahasiswa Asal Desa Bahu, kecamatan Mandioli Selatan Juga Menjabat ketua Umum (HIPMA HAL-SEL)
Jabodetabek Terpilih priode 2020-2022. Mengatakan “Adanya Pemberian Bantuan Sembako oleh HI USMAN SIDIK Bagi Saya Adalah Merupakan Wujud Kepedulian Yang Nyata Terhadap Kami, Juga Sekaligus Meringankan Beban Ekonomi Mahasiswa asal Halmahera Selatan Di Jakarta khususnya Yang Tidak Pulang Kampung” pungkasnya.(30/04/2020)

Lanjut dia “Dengan Penuh Harapan Semoga Adanya Bantuan Mahasiswa Yang Di Kemukakan HI USMAN SIDIK Ini, Supaya Dapat Membuka Hati Dan Pikiran PEMKAB HAL-SEL Agar Lebih Peduli Terhadap masyarkatnya Terutama Di zona merah. Terangnya (Bili-CN)

Bagikan Sembako Kepada Mahasiswa, Usman Sidik Dapat Apresiasi Dari Mahasiswa Halsel Se Jabodetabek

JAKARTA-CN, Pemerintah melarang warga untuk mudik dari wilayah Jabodetabek untuk mencegah penyebaran Covid-19. Calon Bupati Halmahera Selatan, H Usman Sidik membagikan ratusan paket sembako untuk pemuda dan mahasiswa Halmahera Selatan yang melanjutkan studi di DKI Jakarta, Tenggerang, dan Bandung, Jawa Barat.

Rabu (29/4/2020 ) sore, Usman dibantu sejumlah orang melakukan pembagian paket sembako di Depok, Cibubur, Ciputat, Rawamangun, Matraman, Utan Kayu, Pulo Gadung, Kenteng Agung, Jelambar,  Tangerang Selatan, dan Bandung untuk pemuda, pelajar, dan mahasiswa Halmahera Selatan, yang sementara melanjutkan studi.

Usman yang dipasangkan dengan Bassam Kasuba di Pikada Halmahera Selatan 2020 itu melanjutkan, ia mengakui bantuan tidak banyak dan juga tidak akan mencukupi semua kebutuhan mereka yang menerima.

“Namun inilah bentuk kepedulian kami (Usman-Bassam), semoga banyak yang terus berkorban untuk peduli akan sesama. Mari kita bersatu di perantaun kalau tidak kita siapa lagi,” kata Usman saat memberikan bantuan di asrama mahasiswa Obi di Pulau Gadung, Jakarta Timur  itu.

Usman mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendataan untuk membantu mahasiswa asal Halmahera Selatan yang terdampak wabah ini. “Saya juga meminta mereka tidak pulang kampung sesuai imbauan pemerintah. Karena wabah ini harus dicegah dengan meniadakan perpindahan orang saat lebaran atau dikenal dengan mudik,” sebutnya.

Salah seorang mahasiswa asal Halmahera Selatan, Gunawan Prasetya mengucapkan terima kasihnya pada Usman Sidik, karena telah memberikan bantuan yang memang mereka butuhkan.  “Sebenarnya kami sudah lama berharap bantuan oleh pemerintah setempat, namun hanya janji saja ternyata. Beruntung pak  H Usman Sidik datang membawakan sembako,” kata  Gunawan di Sekretariat HMI Cabang Ciputat ini.

Saat membagikan paket sembako dan uang saku, Usman didampingi oleh puluhan mahasiswa Halmahera Selatan yang turut serta memberikan bantuan. (Red-CN)

Kemendes PDTT, Tak Ada Dasar Hukum, Pemda Sunat DD Rp 12,4 M Untuk Penanganan COVID-19

HALSEL, CN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, memotong dana desa tahun 2020 senilai Rp 12,4 miliar lebih. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat dalam menanggulangi penyebaran virus corona COVID-19.

Pemotongan dana desa berlaku untuk seluruh desa yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan. Ada 249 desa yang tersebar di 30 kecamatan. Per desa yang dana desanya dipotong masing-masing sebesar Rp 50 juta. Jika ditotalkan dana desa yang dipotong senilai Rp 12,450.000.000.

“Untuk mengurangi beban masyarakat dan percepatan penanggulangan penyebaran virus COVID-19, maka dana desa dipotong Rp 40 juta per desa,” kata Sekda Halmaher Selatan, Helmi Surya Bututihe, pada Kamis (2/4/2020).

Helmi mengatakan, pememangkas sejumlah kegiatan fisik yang bersumber dari dana desa sebesar Rp 9,9 miliar untuk penanggulangan wabah virus corona.

Menurutnya, sejumlah kegiatan fisik di 249 desa yang dianggarkan melalui dana desa tahun 2020, dialihkan ke penanganan virus corona dan telah disetujui oleh DPRD Halmahera Selatan. “Masing-masing desa sebesar 40 juta dari dana desa yang dialihkan untuk penanganan COVID-19,” ungkap Helmi.

Berdasarkan dokumen yang beredar di kalangan wartawan menyebutkan pemotongan dana desa untuk 249 desa yang tersebar di 30 kecamatan masing-masing desa Rp 50 juta. Jika ditotalkan seluruh desa yang dana desanya dipotong senilai Rp 12,450.000.000.

Dana desa yang telah dipotong akan digunakan antara lain; komunikasi, informasi dan edukasi 1 paket senilai Rp 4 juta, alat pelindung diri (APD) 2 buah Rp 7 juta, masker 1 paket Rp 12 juta, alat semprot disinfectant dan ADP 1 paket Rp 3 juta, cairan disinfectant/antiseptic 1 Ls Rp 4 juta, biaya transportasi petugas penyemprotan disinfectant 1 kegiatan Rp 3 juta, dan tempat cuci tangan portable di fasilitas umum 1 paket Rp 13 juta, totalnya Rp 50 juta.

Sementara itu, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) menyenangkan pemotongan dana desa yang dilakukan oleh Pemda Halmahera Selatan. Hal ini disampaikan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Taufik Madjid.

Taufik menyebut pengucuran dana desa untuk memutus penyebaran virus corona ada prosedurnya, bukan aasal potong. “O, ya, tidak bisa seperti itu, akan ada masalah dikemudian hari. Nanti yang buat pertanggungjawaban siapa? Dana desa langsung ke desa berarti yang menggunakan adalah kepala desa bukan pemda sesuai hasil Musdes dan ditampung dalam APBDes. Tolong diingatkan itu salah prosesur, kata Taufik saat dikonfirmasi lewat sambungan telpon, Senin (6/4/2020).

Dia menegaskan apalagi nantinya ada kebijakan BLT, tetapi skemanya sedang dibahas, sehingga kalau ada dana desa dipotong seperti begini tidak ada dasar hukumnya. Caranya salah. Taufik lalu meminta Pemda Halmahera Selatan untuk membaca Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205 Tahun 2019.

Menurut Taufik, dana desa yang ditransfer oleh pemerintah pusat ke desa, yang harus dipedomani adalah untuk menjaga dan tetap terjaga ekonomi masyarakat di pedesaan, maka dana desa wajib digunakan untuk padat karya tunai dengan skema swakelola.

Taufik menjelaskan padat karya tunai dimaksudkan untuk masyarakat desa yang miskin, menganggur, setengah menganggur, dan kelompok marjinal lainnya agar tetap punya akses mendapatkan upah dalam pekerjaan padat karya tunai di desa. Hal itu supaya bisa menjaga kesinambungan ekonomi di desa.

“Menteri desa atas perintah Pak Presiden sudah mengeluarkan surat edaran, bahwa dana desa yang sudah cair dimanfaatkan penggunannya untuk pelaksanaan program padat karya tunai di desa dengan skema upah pekerja di bayar secara harian. Ini menjaga agar masyarakat tetap mendapat pendapatan,” ujarnya.

Taufik mengatakan dana desa bisa digunakan untuk pencegahan penyebaran virus corona. Aturan itu tertuang dalam Permendesa Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pedoman Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020.

“Secara eksplisit ditekankan bahwa dana desa bisa dipakai untuk langkah-langkah pencegahan di bidang pelayanan sosial dasar khususnya bidang kesehatan masyarakat desa, antara lain kampanye pola hidup sehat dan bersih di desa. Artinya permendesa telah berikan peluang agar dana desa bisa untuk kita menjaga, mencegah berbagai macam aspek khususnya terkait saat ini meluasnya virus corona,” ujar Taufik. (Red/CN)

Peduli Covid-19, Golkar Lampung Serahkan Bantuan

LAMPUNG, CN – Merebaknya Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia menjadi perhatian serius baik bagi Pemerintah Pusat, tak terkecuali bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Oleh sebab itu, dalam rangka mendukung Pemerintah mempercepat pencegahan dan penanganan Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Lampung, DPD Partai Golkar Provinsi Lampung memberikan bantuan berupa APD (Alat Pelindung Diri) untuk Tenaga Medis, sebanyak 200 set, yang di serahkan oleh Fungsionaris DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, H.Ismet Roni, SH, MH didampingi Drs.H.Azwar Yacub kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Lampung, melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes, dan disaksikan langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, yang juga Gubernur Lampung selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Lampung, Senin (6 April 2020).

Fungsionaris DPD Partai Golkar Provinsi Lampung H.Ismet Roni, SH, MH mengatakan gerakan Partai Golkar Peduli Covid-19 dilaksanakan secara menyeluruh oleh DPD Partai Golkar 15 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung, dan oleh Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung dan Kabupaten/Kota, berupa penyemprotan Disinfectant, serta pembagian Masker dan Hand Sanitizer kepada masyarakat. Kegiatan ini masih terus berlangsung.

“Bantuan ini merupakan Swadaya dari Kader-Kader Partai Golkar yang mendukung upaya Pemerintah mencegah penyebaran dan menangani Virus Corona khususnya di Provinsi Lampung, dan pemberian APD tersebut juga sebagai bentuk dukungan Partai Golkar kepada petugas medis sebagai garda terdepan dalam pencegahan penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung,” ujar Ismet Roni.

Pada kesempatan itu juga, Ismet Roni menyampaikan belasungkawa yang sedalam dalamnya kepada para Tenaga Medis Pahlawan Bangsa yang meninggal dunia saat bertugas menangani Pasien yang terserang Virus Corona, serta mengajak semua pihak untuk bersinergi, bersatu padu dan saling bahu-membahu bersama Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Provinsi Lampung.

“Bersama kita bergotong royong memutus rantai penyebaran Virus Corona Khususnya di Provinsi Lampung, dan berdoa semoga kondisi yang terjadi akibat Covid-19 ini segera teratasi dan berakhir, ” pungkas Ismet.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Dr. dr. Reihana. M.Kes menyambut baik bantuan dan dukungan DPD Partai Golkar Provinsi Lampung dalam rangka turut serta mendukung Pemerintah dalam mencegah dan menangani Covid-19 di Provinsi Lampung.

Reihana juga menjelaskan, pencegahan penyebaran Covid-19, membutuhkan tindakan nyata melalui gerakan dan kesadaran seluruh warga masyarakat agar wabah tersebut dapat segera diatasi.

“Semua unsur harus bergerak untuk memutus rantai Virus Covid-19 dengan aksi nyata kita bersama, dan mematuhi anjuran Pemerintah seperti menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah, tanpa kecuali. Tetap berada di rumah, menjaga jarak aman, sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga kebersihan dan pola hidup sehat serta melaksanakan protokol kesehatan,” pungkas Reihana. (Red/CN)