Pengurus Pusat JMSI Resmi Dikukuhkan

JAKARTA, CN – Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dikukuhkan siang ini, Senin (25/11/2020) di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo telah dijadwalkan untuk hadir mengukuhkan Pengurus Pusat JMSI periode 2020-2025 itu.

JMSI adalah organisasi perusahan Pers yang memiliki visi menjadikan perusahan Pers anggota JMSI tumbuh sebagai perusahaan profesional dan terdaftar di Dewan Pers.

JMSI didirikan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 8 Februari lalu di sela Hari Pers Nasional (HPN) 2020. Pada akhir bulan Juni dalam Musyawarah Nasional pertama, Teguh Santosa terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi. Sebelumnya ia adalah Ketua JMSI DKI Jakarta sejak JMSI didirikan.

Dalam pengurusan yang akan dikukuhkan siang ini, Teguh Santosa didampingi Sekjen Mahmud Marhaba.

“Kami baru bisa melaksanakan pengukuhan hari ini. Hal ini karena situasi pendemi Covid-19 yang melanda negara kita dan seluruh dunia,” ujar Sekjen JMSI Mahmud Marhaba.

Selain Ketua MPR RI, JMSI juga mengundang pimpinan organisasi wartawan, baik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), maupun Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).

JMSI telah mendaftarkan diri untuk menjadi konstituen Dewan Pers pada bulan Oktober lalu. Kini JMSI telah berada di 29 provinsi di Indonesia.

Selain pengukuhan, di hari yang sama juga akan menggelar Rapat Pleno Pengurus Pusat dengan melibatkan Pengurus Daerah JMSI untuk mensinkronkan program JMSI Pusat dan Daerah.

“Kami juga akan menggelar Rapat Pleno yang membahas program janga pendek, menengah dan panjang, serta membahas beberapa agenda penting lainnya terkait dengan HUT pertama JMSI nanti,” kata Mahmud lagi.

Hal penting lain yang juga akan dibahas terkait dengan persiapan verifikasi Pengurus Daerah JMSI dan anggota JMSI sebagai perusahaan pers profesional yang akan dilakukan oleh Dewan Pers.

Hingga malam tadi, sejumlah Pengurus Daerah sudah berdatangan menghadiri Pengukuhan dan Pleno PP JMSI di Jakarta. (Red/CN)

Pakar Kebijakan Publik Sebut Kapolri ke Depan Harus Miliki Integritas, Komitmen dan Dukungan Kuat dari Semua Golongan

JAKARTA, CN – Carut marut sistem pengamanan yang dilakukan Polri terkait dengan penegakan Protokol kesehatan belakangan ini, menjadi sorotan masyarakat dan awak media.

Pasalnya, Polri sebagai penegak protokol kesehatan dinilai tebang pilih dalam membubarkan kerumunan massa. Salah satu kasus yang menjadi sorotan akhir-akhir ini adalah kerumunan massa penjemputan imam besar Habib Rizieq di bandara Soeta, kerumunan massa di Pertamburan dan kerumunan massa di Bogor yang berdampak pada pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat oleh Kapolri.

Menurut Pakar kebijakan publik Universitas Prof.Dr. Moestopo (Beragama) Prof. Dr. Paiman Raharjo saat dihubungi awak media mengatakan bahwa, dalam penegakan protokol kesehatan, Polri harus tegas dan berani menbubarkan kerumunan massa.

“Harusnya Polri bisa mengantisipasi dan melakukan rekayasa lalu lintas untuk menghadang massa agar tidak terjadi pemusatan titik kumpul masa seperti saat di bandara Soekarno Hatta, Petamburan dan Bogor. Polisi tidak boleh takut dengan kelompok yang memliki kekuatan massa jika kelompok tersebut melanggar aturan, harus berani menindak tegas. Apalagi situasi pandemik Covid-19 seperti saat ini, keselamatan masyarakat harus diutamakan,” jelasnya.

Lebih lanjut saat di singgung siapa calon, Kapolri yang tepat pengganti Jenderal Idham Azis, Paiman Raharjo berpendapat bahwa, Kapolri ke depan harus sosok yg kuat, memiliki integritas, komitmen dan bisa diterima semua golongan. Sosok tersebut adalah Komjen Boy Rafli Amar yang telah memiliki rekam jejak pengalaman yang luas seperti pernah menjadi Kapolda Banten, Kadiv Humas Polri, Kapolda Papua, Wakil Kalemdik Polri dan saat ini kepala BNPT.

“Tipe beliau orangnya sabar, santun, tegas dan diterima di kalangan internal polri maupun lingkungan eksternal,” tegas Paiman menutup pembicaraannya. (Dody CN)

Bangga Buatan Indonesia, Kabaharkam Polri Kunjungi Perusahaan Pembuatan Alat Keamanan dan Keselamatan

JAKARTA, CN – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, lakukan kunjungan ke PT Ridho Agung Mitra Abadi dan PT Jala Berikat Nusantara Perkasa (J-Forces Group) di Jakarta Utara, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Dalam kesempatan ini, Kabaharkam Polri didampingi Kakorsabhara, Kakorpolairud, Dirsamapta Korsabhara, Dirpoludara Korpolairud, dan Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Kunjungan ini dilakukan untuk melaksanakan survei lokasi produksi dalam negeri produk APD Dalmas, helm anti-peluru, kendaraan taktis Sabhara, kendaraan dapur lapangan, rompi anti-tusuk dan anti-sayat, serta produk lainnya yang sesuai untuk kebutuhan jajaran Baharkam Polri.

Selain itu, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap penerapan protokol kesehatan serta kepedulian perusahan mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, kunjungan perlu dilakukan untuk memastikan jajaran Baharkam Polri tetap mengutamakan dan bangga menggunakan produk dalam negeri untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugasnya.

“Karena banyak negara yang nge-ban Indonesia. Tapi pandemi ini mengajarkan kita untuk menjadi negara yang kuat dan mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Dalam kunjungannya, Kabaharkam Polri melihat langsung proses produksi alat-alat keamanan dan keselamatan yang biasa dipesan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri.

Kabaharkam Polri mengakui ikut bangga, karena di masa pandemi ini, kualitas pekerjaan di perusahaan yang dikunjungi masih sangat padat dan pesanan mengalir sangat baik. Perusahaan juga mengaku tidak melakukan PHK selama pandemi.

Komjen Pol Agus Andrianto berharap, capaian tersebut dapat menjadi penyumbang membaiknya ekonomi Indonesia yang sempat porak-poranda akibat pandemi. (Dody/CN)

Pemdes Sirnarasa Salurkan BLT-DD Tahap IV dan Bagikan Masker Gratis Kepada Warga

Sukabumi, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Sirnarasa salurkan BLT-DD Tahap IV senilai Rp 300.000.- kepada 266 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Aula Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak,Kabupaten Sulabumi, Senin (16/10/2020).

Selain menyalurkan BLT-DD, juga dilakukan pembagian masker gratis kepada masyarakat Desa Sirnarasa yang bertuliskan Bangga Buatan Indonesia dan tulisan angka 75 Indonesia Maju.

Penyaluran BLT-DD Tahap IV dipimpin langsung Kepala Desa, Okih Suryadi dengan melibatkan Perangkat Desa, BPD Sirnarasa dan Bhabinkamtibmas.

Kepala Desa Sirnarasa, Okih Suryadi mengatakan bahwa penyaluran BLT-DD Tahap IV, kali ini berbeda dengan sebelumnya karena selain menyalurkan bantuan juga dibagikan masker secara gratis.

“Alhamdulilah hari ini Pemdes Sirnarasa menyalurkan BLT-DD Tahap IV kepada 266 KPM. Dimana, setiap KPM mendapatkan bantuan sebesar Rp 300.000 dan tidak ada pemotongan apapun dari Pemdes sirnarasa,” akunya.

Okih menjelaskan, Pemdes Sirnarasa pun hari ini membagikan 6500 Masker gratis kepada masyarakat Sirnarasa ke 41 RT, 10 RW dan 4 Kedusunan yang sumber anggarannya dari Dana Desa.

“Semoga BLT-DD yang diterima bisa bermanfaat dan dipergunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa sulit ini dan bagi yang belum mendapatkan bantuan, saya harapkan untuk bersabar karena kami Pemdes Sirnarasa masih berusaha ke Pemerintah, supaya pembagian adil dan merata,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPD Sirnarasa, Dudih S,ag menghimbau kepada masyarakat agar mentaati Protokol Kesehatan serta menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.

Meski begitu, warga Desa Sirnarasa, Supirta RT 01 RW 04 mengucapkan Terimakasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemdes Sirnarasa.

“Semoga Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini bisa membantu dan meringankan beban kebutuhan kami,” pungkasnya. (Novita CN)

Desa Cikadu Distribusikan Bansos Jabar Tahap III Kepada 147 KPM

SukabumiCN – Pemerintah Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menyalurkan Bansos Jabar tahap III dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Aula kantor Desa Cikadu, Senin(09/11/2020).

Menurut Kepala Desa (Kades) Cikadu, N.elva yulianti mengatakan bahwa Jumlah Keluarga yang mendapatkan Bansos Jabar tahap III di Desa Cikadu sebanyak 147 KPM.

“Alhamdulilah hari ini Pemdes Cikadu bersama PT. Pos ,menyalurkan Bansos jabar tahap III. Berupa 1 Paket sembako serta uang tunai Rp100 ribu,KPM langsung menerima bantuan tersebut dan tidak ada pemotongan apapun dari Pemdes Cikadu,” ungkapnya.

Elva yulianti pun menjelaskan bahwa dari jumlah warga penerima bansos Provinsi Jabar tahap III ini ada pengurangan KPM dari Bansos Provinsi jabar sebelum nya.

“Semoga dengan adanya bantuan tersebut,dapat mengurangi beban mereka dan semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat Cikadu di tengah wabah virus covid 19 ini,” Pesan Elva kepada Masyarakat.

Salah Satu warga penerima Bansos dari Pemprov Jabar tahap III, Obun yang beralamat di Kampung Gentong RT 02 Rw 06, Desa Cikadu mengungkapkan bahwa Dirinya sangat bahagia telah mendapatkan Bansos dari Pemprov Jabar. Adapun bansos yang kami terima berupa Beras 5 Kg,Susu UHT 200 ml 5 pcs, Garam 500 gr, vitamin C 1 botol, Sarden 155 gr 4 pcs, Kornet Sapi 200 gr 2 pcs , Gula 1 Kg , Minyak goreng 1 liter , Masker 4 pcs ditambah uang tunai sebesar Rp 100.000.

Hal senada pun di sampaikan oleh Otimah warga Kampung Gentong RT 02 RW 06,Desa Cikadu mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah membantu sehingga kami dapat menerima Bansos dari Provinsi.

“Terima kasih buat Pemdes cikadu atas Bantuan tersebut,dan semoga bantuan tersebut bermanfaat untuk keluarga kami,” ujar Otimah penuh bahagia.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersinergi dan menghimbau kepada masyarakat yang menerima Bansos jabar tahap III agar selalu mengikuti protokol kesehatan dengan 3M. Mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Guna menghindari penyebaran virus Covid-19. (Novita CN)

Apresiasi Kader, IKA PMII Al-Kindi Gelar Launcing Buku Sambut Hari Pahlawan

Malang, CN – Ikatana Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Rayon Al Kindi menggelar acara launching buku menyambut hari pahlawan, Senin (9/11/2020).

Buku berjudul gerakan buram gubuk tua tersebut,  ditulis oleh Ketua Rayon Demisioner periode 2019-2020 Maksum Zuhdi. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 dipandu Moderator Ahmad Saifulloh, lalu dilanjutkan penampilan baca puisi bertema hari pahlawan dari Kader Al Kindi, M Afnani Alifian.

Launching buku yang bertema memperkuat gerakan literasi, membentuk Kader yang cerdas dalam berargumentasi dan aksi diproyeksikan sebagai bentuk apresiasi pada Kader Al- Kindi yang telah berhasil menerbitkan Kader.

Ketua pelaksana kegiatan, Fara Mufrida menyatakan bentuk kebanggaanya bahwa ia sebagai Ketua Rayon terpilih, begitu senang dengan karya yang dihasilkan Ketua Rayon Demisioner.

“Ini sekaligus menjadi tanggungjawab moral, kedepannya Kader-kader Rayon Al Kindi tumbuh subur melahirkan karya-karya,” ungkap Fara sapaan akrabnya.

Keynote speaker pertama, yakni Slamet Ariyadi S, Psi. Anggota DPR RI 2019 2024 dan alumni PMII UTM menjelaskan bahwa karya Kader pergerakan ini sebagai bukti tumbuh suburnya literasi di ranah PMII.

“Sebagai Kader pergerakan, bagaimana kita harus terus meningkatkan literasi, salah satunya menulis buku ini. Harapannya kita perlu terus meningkatkan literasi mahasiswa, terutama Kader PMII di Unisma, khususnya Rayon Al-Kindi. Mulai dari membaca, menulis, dan yang lain,” ungkap Slamet Riyadi.

Keynote Speaker kedua, Abdul Qodir Amir Hartono, S.E., S.H., M.H. ketua IKA-PMII Unisma dan DPD-RI 2014 – 2019 menuturkan jika gerakan literasi sebagai gerakan partsipatif untuk menimbulkan kesadaran belajar sepanjang hayat. 

“Buku gerakan buram gubuk tua, sebagai mana diskusi saya dengan penulis. Saya menyampaikan analisa bahwa buku ini lahir sebagai bentuk kecintaan penulis kepada PMII, terutama Rayon Al Kindi. Kedua, sebagai bentuk kepekaan penulis terhadap dinamika yang ada di PMII,” terang gus Anton sapaan akrabnya.

Sementara itu, Maksum Zuhdi, sebagai penulis buku berjudul gerakan buram gubuk tua menarasikan bahwa buku ini sebagai rekam jejak perjalanan selama satu periode kepengurusan di Rayon Al Kindi. Maksum Zuhdi sebagai penulis menyatakan karya ini memang dituliskan sebagai hal sederhana.

“Terimakasih kepada seluruh IKA PMII telah memberikan apresiasi yang sangat luar biasa. Buku ini sebagai cerita, refleksi, dan bukti bahwa budaya PMII di Unisma yang masih perlu dipertanyakan masih hidup. Tulisan sederhana, ini lebih banyak berbicara sesuai kapasitas saya selama berproses di Rayon Al Kindi, bukan PMII secara umum. Mengingat founding fathers kita, Mahbub Djunaidi tidak hanya bergerak pada sentrum aksi di lapangan, tetapi juga menulis, berliterasi,” terang Maksum sebagai penulis buku.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan buku ini sebagai tonggak awal untuk memotivasi Ketua Rayon di lingkup Kota Malang khususnya agar bisa melahirkan karya.

“Tema yang diangkat ini merupakan ide dari senior saya, sahabat Miswak. Ini mengajarkan bahwa IKA PMII sangat mengapresiasi karya dari Kader kadernya,” akunya.

Pada saat penyampaian, seorang peserta bernama Erha Suud Abdullah juga menuliskan bentuk apresiasinya melalui kolom komentar. Kritis konstruktif adalah gaya-gaya dari pemikir besar, seperti yang dilakukan Maksum Zuhdi, lebih baik membangun PMII lebih maju dari jalan kritik daripada menrongrong jati diri PMII dari dalam dengan pujian pujian yang berlebihan terhadap PMII itu sendiri.

Setelah bincang buku, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi literasi oleh Tiga Narasumber yakni, Abdul Hamid S.H, Muhammad Zamroni dan Emin Haris, S.T. M.Eng.

Abdul Hamid S.H, koordinator BEM PTNU Jatim 2015-2016 berargumen bahwa turut mencerdaskan kehidupan bangsa diupayakan salah satunya melalui literasi.

“Upaya untuk membudayakan literasi secara luas, memang dimulai dari hal-hal kecil. Ghirah dalam dunia aktivis, dalam konteks diskusi harus terus diupayakan,” imbuhnya.

Narasumber kedua disampaikan Emin Haris, ST.M.Eng . Literasi memang harus dimulai, literasi harus mulai digalakkan terhadap seluruh mahasiswa.

“Memang di samping kesibukan menjadi ketua rayon cukup sulit untuk sembari menulis, tetapi ini dibuktikan oleh Sahabat Maksum untuk tetap bisa berkarya,” tutur IKA PMII yang juga Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan  Politeknik Negeri Indramayu tersebut.

Narasumber terakhir disampaikan Ketua IKA PMII Al Kindi, Muhammad Zamroni. “Sahabat maksum menujukkan diri sebagai pembuat, penggerak literasi. Semua buku itu baru, sebagai epicentrum sebuah penunjuk jalan yang mampu memahami persoalan persoalan di sampingnya,” katanya.

Ia juga memabahkan bahwa dalam dunia literasi yang luas, ada tragedi, diantaranya, sedikit hal banyak tahu, sedikit tahu tentang banyak hal, tahu banyak tentang sedikit hal, orang yang tahu banyak tentang banyak hal. Literasi yang harus dipahami tidak bukan hanya persoalan baca, tulis, tetapi juga memahami lingkungan sekitar.

“Makom maksum, ini memang kadar masih sebagai penulis. Tetapi itu luar biasa sebagai motivasi awal untuk semua kader PMII di Unisma secara khususnya, dan seluruh Kader PMII di Indonesia. Seorang penulis harus mampu secara cerdas untuk menawarkan gagasan kontekstual,” tutup sahabat Zamroni founder dan CEO Gasindo Perkasa Group.id. (Red/CN)