Imigrasi Jakut: WNA Yang Jatuh Dari Lantai 9 Sudah Overstay Selama 4 Tahun

JAKARTA, CN – Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria CI (35) yang terjatuh dari lantai 9 Apartemen Gading Nias Jakarta Utara beberapa waktu lalu, diketahui sudah over stay selama 4 tahun.

Hal itu diungkapkan Kepala Sub Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Jakarta Utara Joshua saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (26/6/2020).

CI sendiri terjatuh saat petugas kantor Imigrasi Jakarta Utara mendatangi kamar di Apartemen Gading Nias Residence Kelapa Gading Jakarta Utara pada rabu (24/6) lalu.

Saat petugas imigrasi mengetuk pintu, CI yang ketakutan berusaha kabur ke kamar sebelah, tapi naas ia terpleset dan sempat bergelantungan di tiang balkon sebelum akhirnya terjatuh.

Korban sendiri sempat dilarikan ke RSUD Koja, namun lantaran kondisinya yang kritis, korban akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan.

“Dalam kegiatan ini kita sudah sesuai prosedur, berkoordinasi dengan pihak pengelola dan keamanan apartemen sebelum peristiwa terjadiamun sayang, kita tidak menyangka korban senekad itu,”ujar Joshua.

Jenazah korban sendiri selanjutnya ditangani pihak Kedutaan Besar Nigeria, terkait pemulangan jenazah ke negara asal. (Dody CN)

Peringati HANI 2020, Kepala BNNK Jakut: 20 Kasus Narkoba Terungkap di Jakut

JAKARTA, CN – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2020 dilakukan secara virtual dengan mendengarkan arahan dari Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko, Menpan Tjahyo Kumolo dan Wapres Ma’ruf Amin.Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara Bambang Yudistira,usai mengikuti kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di kantor BNNK Jakarta Utara Jumat pagi (26/6/2020).

Bambang menjelaskan kalau di masa pandemi covid 19 yang masih berlangsung,ketika aktivitas sosial masyarakat di batasi dan sudah berjalan beberapa bulan ini, ternyata masih ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan kegiatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Ada kecendrungan peningkatan jumlah pengguna dan peredaran gelap narkotika di wilayah Jakarta Utara selama masa pandemi covid 19.Tercatat selama pandemi covid 19, sudah 20 kasus narkoba terungkap di wilayah Jakarta Utara, dimana 7 kasus ditangani pihak BNNK Jakarta Utara,” jelasnya.

Karenanya lanjut Bambang, pihaknya akan terus meningkatkan Program Pemberantasan Pencegahan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) selama masa pandemi ini, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Disaat seperti inilah kita harus waspada, jangan sampai ada celah di masa corona ini, ditambah lagi dengan beban penyalahgunaan narkoba, karenanya kita harus hidup 100 persen, sadar, sehat, produktif dan bahagia tanpa narkoba. Itu inti pelaksanaan kegiatan HANI kali ini,” tambahnya. (Dody CN)

Kapolri Pimpin Peluncuran Bakti Sosial Serentak Peringatan Hari Bhayangkara ke-74

JAKARTA, CN – Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis, pimpin upacara peluncuran Bakti Sosial Serentak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 di Lapangan Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kabaharkam Polri sekaligus Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, Komjen Pol Agus Andrianto, serta sejumlah pejabat utama Polri dan beberapa pejabat utama TNI.

“Selaku Pimpinan Polri, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh panitia beserta staf yang terlibat dalam acara Bakti Sosial Serentak ini. Semoga niat baik ini bermanfaat bagi masyarakat dalam masa pandemi COVID-19 serta menjadi amal ibadah bagi kita sekalian,” kata Jenderal Pol Idham Azis mengawali amanatnya.

Menurut Kapolri, momentum rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-74 tahun ini sungguh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Semua masyarakat berada dalam kondisi penuh keprihatinan karena pandemi COVID-19 yang masih melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Dampak sosial ekonomi maupun keamanan yang timbul akibat pandemi ini perlu kita antisipasi dengan baik. Tema peringatan Hari Bhayangkara ke-74 tahun 2020 ini yaitu ‘Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif’, sangat tepat dimaknai bahwa Polri sebagai alat negara yang bertugas memelihara Kamtibmas harus senantiasa hadir untuk masyarakat, terlebih dalam masa sekarang ini,” ungkap Jenderal Pol Idham Azis.

Bakti Sosial Serentak yang diluncurkan ini, lanjut Kapolri, adalah salah satu wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak langsung dari pandemi COVID-19. Bantuan sembako yang diberikan Mabes Polri sebanyak 60.000 paket akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah. Dan dalam waktu yang bersamaan juga dibagikan secara serentak sebanyak 575.055 paket sembako oleh Polda dan Polres jajaran di seluruh Indonesia.

Selain kegiatan pembagian sembako, Polri juga melaksanakan kegiatan rapid test sebanyak 7.386 orang, kegiatan donor darah yang diikuti oleh 13.454 orang, pembagian masker sebanyak 77.232 buah, serta beberapa kegiatan simpatik lainnya berupa pembagian hand sanitizer, APD, dan face shield dengan sasaran fakir miskin, buruh/karyawan yang di-PHK, panti jompo, panti asuhan, panti sosial, purnawirawan/warakawuri TNI-Polri, tenaga medis, kaum disabilitas, dan beberapa kelompok masyarakat lainnya.

“Saya ingin menekankan bahwa Polri harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Kita bekerja baik saja belum tentu dinilai baik oleh masyarakat, apalagi tidak bekerja baik. Oleh karena itu, teruslah berbuat kebaikan,” pesan Jenderal Pol Idham Azis di akhir amanatnya. (Reza CN)

Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M. Si: Kebijakan Yang Ngaur Berdampak Pada Rendahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia

JAKARTA, CN – Ironis, ngawur dan tidak adil, kata yang diucapkan Tokoh Pendidikan Nasional bernama Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M. Si menyikapi polemik atas kebijakan KEMENDIKBUD dan PEMPROV DKI.

Dunia Pendidikan di Indonesia saat ini dirundung mendung kegelapan akibat kebijakan yang tidak tepat alias ngawur, belum selesai polemik masalah sisten zonasi kini heboh kembali masalah sistem umur siswa, yang menimbulkan jeritan tangis para orang tua murid dan para siswa.

Menurut Tokoh di bidang Pendidikan, Prof..Dr. H.Paiman Raharjo, M.Si saat dihubungi awak media mengatakan bahwa, kebijakan sistem zonasi dan sistem umur anak sekolah harus dievaluasi bahkan kalau perlu segera dibatalkan. Ini kebijakan yang ngawur dan tidak memiliki rasa keadilan.

“Anak yang berprestasi memiliki nilai rata-rata 95 ke atas bisa tidak diterima di sekolah manapun karena umurnya kalah rendah. Dengan sisten zonasi dan umur, maka anak anak yang memiliki nilai tinggi akan kalah dengan siswa yang nilainya lebih rendah, karena umur siswa yang memiliki nilai tinggi usianya lebih rendah dari siswa yang nilainya kecil,” ungkapnya kecewa kepada media di Jakarta, jumat, (26/6/2020).

Menurut Paiman, Ini akan mematahkan semangat belajar siswa, dan kualitas pendidikan akan semakin rendah. Gimana dengan standar sekolah unggulan yang biasanya diisi oleh siswa berprestasi, kini diisi oleh siswa yang nilainya rendah atau tdk berprestasi, bahkan selalu tidak naik kelas, tentunya akan sulit mengimbangi/mengikuti standar pendidikan yang unggul, jika sistem ini dipaksakan apa jadinya kualitas pendidikan ke depan. Masa standar pendidikan ditentukan oleh umur, harusnya diukur dengan prestasi.

“Kasihan bagi siswa SD yang berprestasi lulus dengan usia 12-13 tahun akan sulit mendapatkan sekolahan jika di zona pilihannya yang mendaftar usianya rata rata diatas 13 tahun walau dengan nilai pas-pasan, demikian halnya dengan siswa SMP yang lulus berprestasi namun usianya masih 15-16 tahun jelas akan kesulitan mendapatkan sekolahan, jika di zonanya rata-rata yang mendaftar usianya di atas 17 tahun, maka yang umur 15-16 tahun tidak akan mendapat tempat, ini kebijakan yang ngawur,” tutur Paiman.

Lebih lanjut Paiman menambahkan, agar Pemerintah tidak gegabah membuat kebijakan yang merugikan masyarakat, apalagi menimbulkan kegaduhan dan gangguan keamanan. Mengelola pendidikan itu tidak sesimpel apa yang dibayangkan banyak orang, tapi harus memperhatikan indikator-indikator di dalamnya. Kebijakan di bidang pendidikan dan kebudayaan harus diserahkan pada ahlinya, jangan coba-coba. Jangan sampai kebijakan di bidang pendidikan bertentangan dengan visi misi presiden, yang mencanangkan “SDM unggul indonesia maju”.

“Artinya dengan kebijakan yang ngawur seperti ini, gimana SDM unggul, karena generasi yang berprestasi kalah umur, sehingga tidak mendapatkan sekolahan. Menutup pembicaraannya, Paiman berharap bapak Presiden Jokowi menaruh perhatian dengan kasus ini, agar tidak menimbulkan kegaduhan dan keamanan, apalagi kondisi bangsa dan negara baru fokus dengan penanganan wabah covid-19, jangan ditambah masalah baru,” pungkas Paiman. (Dody CN)

BPP KKSS Gelar Pertemuan Tahunan Cendekiawan Asal Sulawesi Selatan

JAKARTA, CN – Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) menggelar pertemuan tahunan cendekiawan asal Sulawesi Selatan. Perhelatan dengan tajuk “Pertemuan Cendekiawan KKSS 2020” ini rencananya mengundang H.M. Jusuf Kalla sebagai pembicara kunci ( keynote speaker ).

“Program ini berkaca pada success story dari program Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) yang digelar setiap tahun,” kata Ketua Umum BPP KKSS 2019-2024 Muchlis Patahna, di Jakarta (25/6/2020).

Menurut Muchlis pertemuan ini digelar setidaknya dengan 3 tujuan. Pertama, sebagai wadah berkumpul, temu-kangen, bersilaturahim, dan bersinergi antara para cendekiawan asal Sulawesi Selatan secara nasional dan internasional.

“Kemudian juga sebagai forum khusus para cendekiawan untuk mempresentasikan pemikiran dan karya-karya aplikatifnya untuk dijadikan rekomendasi membangun dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.

Tak kalah penting, sebagai forum yang menyebarkan spirit dan motivasi kepada generasi milenial terpelajar asal Sulawesi Selatan agar tersedia sumberdaya manusia yang kompeten menghadapi persaingan global.

Pertemuan digelar selama dua hari, yakni Sabtu-Ahad, 27 – 28 Juni 2020. Sejumlah tokoh nasional Bugis-Makassar dari berbagai bidang profesi hadir dalam pertemuan ini. Di antaranya, Gubernur Sulawesi Selatan M. Nurdin Abdullah yang akan memberikan sambutan. Kemudian juga Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Pertemuan dengan tema “Aktualisasi Peran Cendekiawan Bugis-Makassar Dalam Membangun Peradaban Bangsa” ini mengundang Target peserta 1.000 partisipan, terdiri dari Pengurus KKSS beserta Pilar dan Badan Otonom, anggota KKSS yang duduk sebagai birokrat, pimpinan perguruan tinggi khususnya di Sulsel, dan warga KKSS serta masyarakat umum. (Dody CN)

IPJI dan PWO “Turun Gunung” Berikan Pra UKW Virtual

JAKARTA, CN – Sekretaris Jenderal PWO, Lian Lubis dan beberapa pengurus IPJI DKI akan turun gunung memberikan Pra UKW virtual kepada seluruh anggotanya di seluruh Indonesia.

“Kami diminta memberikan Pra UKW secara virtual kepada semua anggota,” jelas Lian Lubis, seusai rapat antara PWO dengan pengurus IPJI DKI di sebuah cafe bilangan Percetakan Negara, (23/6).

Menurut Bang Lian, demikian sapaan akrab, Pra UKW itu menjadi program kepengurusan IPJI era Lasman Siahaan MH, SH.

“Kebetulan saya ditunjuk sebagai Direktur Pengelolaan,sehingga diutus berdialog dengan Kampus Multi Media Kompas, yang dipimpin wartawan senior Ninok Leksono,” jelas Lian Lubis.

Kebetulan, dialog tersebut terputus – karena kesibukan pengurus IPJI jadi Caleg, amanat tersebut dilanjutkan oleh Lian Lubis saat terpilih menjadi Sekjen PWO.

“Tolong Pra UKW itu kamu lanjutkan di PWO,” pinta sesepuh IPJI, Taufiq Rachman SH, Sos kepada Lian Lubis, yang di-iya-kan oleh Lasman Siahaan.

Sejak itu, terutama awal 2020, sebagai kader IPJI yang militan, Lian Lubis mengkampanyekan Pra UKW kepada anggota PWO di seluruh Indonesia. Bahkan Pra UKW menjadi core produk PWO, hingga sebuah gedung milik Skandal Jakarta di kawasan Jalan Kahfi, dipersiapkan khusus Pra UKW selama dua hari.

“Cuma karena Corona, program tersebut terpaksa ditunda hingga saat ini,” jelas Lian, alumnus IISIP yang menjadi wartawan sejak 1988 hingga sekarang.

Namun, lantaran eranya saat ini virtual, Nuhroji dan Andi Nirwansah, meminta Lian “turun gunung” memberikan pembekalan kepada anggota, khususnya dalam Penulisan Berita yang menjadi tema sentral Pra UKW PWO – IPJI.

“Masak sih, kompetensi itu virtual, tidak efektif,” tampik Lian Lubis, yang menyebut beberapa kendala “praktek virtual”, seperti para peserta menjadi nara sumber maupun konferensi pers yang harus ditulis oleh setiap peserta.

Namun, setelah diberi pemahaman oleh Nuhroji dan Andi, Lian akhinya menyetujui. “Soal itu urusan kami bang. Pokoknya Abang berikan materi saja,” jelas Nuhroji dan Andi.

Menurut Lian, dalam Pra UKW Penulisan Berita ini, pemaparannya bukan hanya teori, tapi praktek langsung melakukan penulisan berita sesuai dengan 10 Pedoman Penulisan Berita PWI.

“Para peserta harus menulis berita dengan deadline dan dikirim ke panitia,” jelas Lian yang mewajibkan setiap peserta mampu menulis berita, menguasai EYD dan tahu membedakan kalimat pasif dan aktif dalam penulisan berita, terutama lead berita.

Dari penulisan itu, panitia akan menilai peserta dalam membuat lead, terutama who dan what lead. “Nah, bagaimana membuat lead, juga akan diajarkan,” jelas Lian, menyebut semua peserta akan memperoleh manual book dalam bentuk PDF.

“Manual book itu akan menjadi buku saku bagi anggota IPJI dan PWO dalam menulis berita,” jelas Lian, menyebut penulisan berita ada di Semester 3 dan 4 di IISIP.

“Buat saya, itu bukan sesuatu yang baru,” jelas Lian, yang menjadi nara sumber Penulisan Berita dalam Pra UKW Virtual PWO – IPJI yang rencananya digelar minggu awal Juli.

Dia menyebut materi penulisan berita pernah dibukukan oleh H. Rosihan Anwar, dalam buku Komposisi dan Bahasa Indonesia Jurnalistik, diterbitkan tahun 1980-an.

“Bahkan 10 Pedoman Penulisan Berita maupun Lead ala PWI, kental dari buku Rosohan Anwar,” ujar Lian yang bersahabat dengan Amir Husein Daulay, aktivis Pers 1980-an. (Dody CN)