Usman Sidik: Total 795 Sembako Sudah Disalurkan Ke Mahasiswa Halsel

JAKARTA, CN – Calon Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik terus memberikan perhatian kepada mahasiswa Halsel yang kuliah di luar Daerah di tengah pandemi virus Corona atau (Covid-19). Usman menyebut hingga saat ini masih memberikan bantuan bagi mahasiswa yang tidak mudik pada situasi seperti saat ini.

“Mengenai adik-adik (mahasiswa) Halmahera Selatan yang kuliah di luar daerah jumlahnya banyak. Kalau kita bicara yang tercatat itu ada ribuan. Tapi sebagian lainya sudah mudik ke kampung halamannya. Oleh karena itu keberadaan mahasiswa di luar daerah jadi salah satu prioritas saya selama situasi seperti saat ini tidak berakhir,” ujar Usman, saat dimintai konfirmasi lewat sambungan Telepon, Sabtu (9/4/2020).

Untuk itu, Usman mengatakan sudah menyalurkan bantuan sembako kepada mahasiswa yang terdampak tersebut. Dia menyebutkan total sudah hampir 800 paket sembako yang dia disalurkan ke mahasiswa. “Jadi kalau dari jumlah maka yang sudah saya dibagikan itu sudah 795 sejauh ini,” sebutnya.

Usman mengatakan, dari jumlah itu dibagikan kepada mahasiswa Halmahera Selatan di Jabodetabek sebanyak 284 paket, Kota Ternate 350 paket, Yogyakarta dan Jawa Tengah 70 paket, Malang 27 paket, dan Makassar 64 paket.

Bantuan tersebut langsung diantar ke rumah kos maupun sekretariat mahasiswa. Bantuan yang berupa paket komoditas bahan pangan pokok, yaitu satu karung beras 5 kilogram, 2 kilogram minyak goreng, 1 kilogram gula, teh 1 pak, 20 bungkus mie instan, 1 kaleng susu.

Selain sembako, mereka juga dikasih operasional lain berupa uang tunai. “Untuk uang tunai berfarias, ada yang sebesar Rp 250 ribu dan ada juga 150 ribu per orang. Uang tunai ini hanya berlaku bagi mereka yang kuliah diluar Maluku Utara,” ungkap Usman.

Paket sembako dikemas dengan rapat agar tidak rusak. Sedangkan uang saku ditranfer langsung ke rekening masing-masing koordinator mahasiswa. Bantuan ini, sambung Usman, merespons keluhan mahasiswa Halmahera Selatan yang memilih tinggal di rumah kos dan asrama selama masa perkuliahan diliburkan saat pandemi.

Menurutnya, para mahasiswa tersebut mengaku mulai kelaparan sejak virus mematikan ini muncul di Indonesia. Mereka bertahan dengan stok makanan seadanya. Sementara keuangan berangsur menipis seiring tidak ada kiriman dari orangtua.

Para mahasiswa berharap adanya bantuan dari Pemda Halmahera Selatan. Harapan tersebut disampaikan melalui postingan di akun Facebook. Keluhannya itu ditujukan kepada Bupati Bahrain Kasuba.

Dari unggahanya di media sosial kemudian beredar luas hingga sampai ke telinga Usman. Seketika itu Usman langsung mengunjungi asrama mahasiswa Obi di Pulau Gadung, Jakarta Timur dan Sekretariat HMI Cabang Ciputat, Tenggerang Selatan sekaligus memberikan bantuan.

Kedatangan Usman membuat terkejut ratusan mahasiswa yang tidak mudik tersebut. Para mahasiswa yang sedang tiduran segera bangkit menyambut kedatangan Usman. Bahkan setiap berkunjung, Usman selalu menanyakan kondisi para perantau yang sedang menempuh pendidikan itu.

Usman juga menyempatkan diri mengecek dapur asrama mahasiswa dan melihat stok kebutuhan mereka. Di asrama mahasiswa Obi misalnya, Usman bahkan menemukan mereka kehabisan beras.

Kepada Usman, mereka mengatakan bahwa adanya virus Corona cukup berdampak bagi mereka di perantauan. Yang paling terasa menurutnya, kiriman dari kampung halaman terlambat. Curhatan yang sama juga didapat Usman dari mahasiswa yang tinggal di Sekretariat HMI Cabang Ciputat.

Mereka juga mengatakan kehabisan makanan karena telat kiriman dari kampung halaman. Bahkan ada yang tidak makan sampai empat hari. Usman terenyuh mendengar cerita para mahasiswa itu.

Meski begitu, ia tetap menyemangati para mahasiswa itu untuk tetap semangat. Segala cara lanjut Usman harus dilakukan agar tetap bisa bertahan di negeri orang.

“Saya ke sini langsung bawa bantuan sembako, biar kalian tenang. Bisa dimasak dan dimakan bareng-bareng. Yang penting sehat, tidak usah pulang kampung dulu, dan tetap tinggal di sini. Kalau ada apa-apa lapor saya atau adik saya,” pinta Usman.

Para mahasiswa menyatakan tidak menyangka mendapat kunjungan dari Usman serta mendapatkan bantuan sembako dan uang tunai.

“Kami ada puluhan orang yang tinggal di sini. Semuanya sehat, tapi torang (kami) kelaparan karena kiriman orangtua macet, mau bagaimana lagi karena kondisinya seperti ini. Kami semua mayoritas anak petani,” kata salah seorang mahasiswa asal Halmahera Selatan, Gunawan Prasetya di Sekretariat HMI Cabang Ciputat itu.

Menurut Gunawan, bantuan tersebut sangat membantu karena sejak virus Corona cukup berdampak pada mereka di Jabodetabek. “Saya mewakili teman-teman mahasiswa asal Halmahera Selatan di Jabodetabek mengucapkan terimakasih atas bantuan sembako dan uang tunai dari bapak Usman Sidik,” kata dia.

Selain mahasiswa, Usman yang dipasangkan dengan Bassam Kasuba di Pilkada Halmahera Selatan 2020 itu juga membagikan puluhan ribu paket sembako pada daerah pelosok-pelosok di Halmahera Selatan. Bantuan ini dibagikan khusus kepada para janda dan keluarga kurang mampu. Pendistribusian dilakukan oleh relawan dan partai koalisi Usman-Bassam, yakni PKB, PKS, dan PSI. (Red/CN)

Lambat Tangani Covid-19, FPPMG Demo Kades Gita Raja

TIDORE, CN – Virus Corona atau (Covid-19) saat ini sudah menjadi ancaman nyata bagi seluruh masyarakat Maluku Utara, sekitar 50 orang sudah terkonfirmasi positif. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, seluruh pihak di minta untuk saling bahu-membahu agar dapat mengurangi potensi penyebaran.

Bahkan, sudah ada kucuran Dana yang begitu besar untuk memenuhi segala kelengkapan agar memutus mata rantai penyebarannya. Namun Di beberapa Wilayah, Anggaran Covid-19 masih menjadi polemik, salah satunya Desa Gita Raja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut).

Hal itu dilihat dari aksi massa yang dilakukan oleh Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Gita (FPPMG) yang memprotes kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) Gita yang dinilai lambat tangani masalah Covid-19.

Aksi FPPMG dimulai dengan Longmars dari Dusun 2 hingga ke Central aksi didepan Kantor Desa Gita, jumat (8/5/2020) pagi.

“Kami melihat Pemerintah Desa masih belum cepat merespon soal covid 19, ini dibuktikan dengan pemenuhan Masker yang tak sebanding dengan jumlah masyarakat Desa Gita, Tempat Cuci tangan yang dilengkapi Hand Sanitaizer, dan juga BLT Desa yang mungkin bagi kami perlu untuk dilihat kembali jumlah KK-Nya,” ungkap Koordinator lapangan, Iwan Saumur, yang juga selaku Sekretaris Umum FPPMG.

Menurutnya, berdasarkan data yang mereka terima Di Desa Gita Hanya 110 KK yang akan menerima BLT-Desa, padahal menurut mereka jumlah KK di Desa Gita lebih besar yang di tetapkan dan juga mengalami dampak ekonomis.

“Kita bisa liat Desa-Desa tetangga seperti Desa Bale, Desa Toseho, yang jumlah KK-nya lebih sedikit, namun penerimanya lebih besar ada yang 147 KK dan ada yang 200 KK,” kata Iwan.

“Ini harus dijelaskan secara transparansi oleh Pemerintah Desa Gita kepada kami,” kata Iwan lagi.

Bahkan, lanjut dia, saat pertemuan yang dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Desa, Kepala Desa sempat mengeluarkan tindakan intimidasi yakni hampir memukul salah seorang mahasiswa.

“Padahal sebagai pimpinan seharusnya merespon segala maslah dengan kepala dingin bukan malah bertindak seperti seorang preman,” tuturnya.

Dalam aksi tersebut massa aksi dari FPPMG menuntut, Pemerintah Desa harus menyiapkan Masker secara menyeluruh ke masyarakat Desa Gita, Menyediakan Cuci Tangan di Depan Rumah, Mengumumkan Dana BLT-Desa secara Transparansi, Menjelaskan kenapa hanya 110 KK yang berhak menerima, Pemerintah Desa harus menyediakan Obat-obatan dan Vitamin C untuk diberikan kepada balita, Pemdes harus Perjelas kinerja Tim Gugus Tugas Covid-19, Pemdes harus Transparansi Anggaran Tim Gugus Tugas.

“Apa bila tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan memboikot aktivitas kantor Desa,” tegas Iwan. (Ridal CN)

Desa Tagono Gelar Musdes Tetapkan Calon Penerima BLT

HALSEL, CN – Musyawarah Desa khusus (Insidentil) di lakukan oleh Ketua BPD, Kahar Hadi bersama Kepala Desa Tagono Rustam Hi Ibrahim yang di dampingi oleh Sekertaris Desa, Sudin Ansar, bersama Staf lainnya. Musyawara ini berlangsung di Ruma Kepala Desa Tagono Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), pada Kamis (7/5/2020).

Menurut Kades Rustam Hi. Ibrahim saat di wawancarai, Musyawarah ini menganai terkait dengan Validasi, Finalisasi dan Penetapan KK Calon Penerima BLT-Dana Desa Tahun 2020.

“Insyah Allah akan di laksanakan bersama dengan BPD karena saya juga sudah siapkan Baliho untuk Musyarawah dan ini program dari BPD dan torang (Mereka) juga harus mengikuti mekanisme dari BPD,” ucapnya.

Ia menambahkan, jika semua data KK suda terkumpul maka ia akan memberikan Dana BLT agar semua sudah itu tidak lagi di tahan Dana yang kemudian di cairkan dari Pusat di bawah 800 Juta.

“Jadi itu di BLT sektitar 25% dan itupun sesuaikan di Desa. Jika Desa-Desa kecil seperti Desa Tagono ini tidak mungkin Dana sebesar itu, akan tetapi di berikan bagi yang berhak mendapatkan dan juga akan di buat laporan, semisalkan di berikan sebesar 20 Juta ya tetap 20 Juta. ini juga harus di berikan secepatnya karena Dana BLT berjalan selama 3 Bulan dan bagi siapa yang suda mendapatkan Dana Sosial itu sudah tidak berhak mendapatkan Dana BLT, ini juga di salurkan melalui Dana Desa. Dana akan di pakai APBN dan juga di tegaskan BLT itu tidak bisa berupa sembako,” tuturnya.

Selain itu Ia menjelaskan, setiap Desa khususnya Desa Tagono terkait BLT pastinya mengacu pada Kabupaten otomatis Kabupaten juga Pusat.

“Karena torang itu di Desa lebih mengacu pada Kabupaten otomatis Kabupaten juga mengacu ke pusat dari Kemendes, Kemendagri dan di sini juga bagi yang mendapat BLT itu per KK sebesar Rp 600,000 (Enam Ratus Ribu Rupiah) maka untuk sementara ini kami dari Aparat Desa masih mengumpul data Kk,” ungkapnya.

Ada empat kriteria yang bisa mendapat BLT dan yang tidak berhak mendapat BLT seperti dari PNS, Pedagang dan Aparat Desa.

“Karena semua ini juga mengikuti edaran dari Bupati Halmahera Selatan dan itu juga kemungkinan dari Pusat langsung yang akan memenuhi empat kriteria ini untuk yang betul-betul menerima,” tutupnya. (Red/CN)

Bhabinkamtibmas Desa Busua Salurkan Bansos Kepada Warga Binaannya

HALSEL, CN – Menyadari pandemik Covid-19 sangat berdampak pada warga, Bhabinkamtibmas Polsek Kayoa Polres Halsel yang bertugas di Desa Busua Kecamatan Kayoa Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) berupa 50 karung beras ke warga yang terdampak Covid-19, Kamis (7/5/2020).

Bhabinkamtibmas Desa Busua Bripka Hamajen Seri, mengaku kegiatan Bansos berupa penyaluran Bansos ini merupakan salah satu program Polri dalam rangka penanganan dan pencegahan Covid-19 kepada warga yang terdampak Covid-19.

Bripka Hamajen saat di Konfirmasi terkait jumlah Bansos mengatakan Bansos yang di bagikan berupa beras sebanyak 50 Karung Beras.

“Tidak banyak yang kami berikan, tapi kami berharap dapat bermanfaat dan meringankan beban warga yang terkena dampak Covid-19,” tuturnya.

Ditempat terpisah Kasat Binmas Polres Halsel AKP La Ode Arfan mengatakan.

“Penyaluran bantuan sosial berupa beras ini sebelumnya diambil dari Polres Halsel yang disalurkan oleh Bhabinkamtibmas bersama Pemerintah Desa kepada masyarakat binaan yang sangat merasakan dampak covid-19,” ucapnya.

AKP La Ode Arfan menyampaikan dalam menyalurkan bantuan tersebut, pihaknya melakukannya dengan door to door sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan selalu memperhatikan prosedur kesehatan.

“Sembari menyalurkan bantuan tersebut, anggota kami juga menyampaikan himbauan dan edukasi mencegah penyebaran Covid-19 seperti menghindari tempat keramaian, menjaga jarak jika berkomunikasi dengan orang lain, dan rajin mencuci tangan dengan sabun,” tutup AKP La Ode Arfan. (Hafik CN)

Salah Seorang Penambang Rakyat Kusubibi Asal Bogor Positif Malaria

HALSEL, CN – Satu penambang rakyat di Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara (Malut) asal Bogor Jawa Barat yang jatuh sakit langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha pada kamis (7/5) malam pukul 20.30 WIT ternyata Rapid Test Covid-19-Nya non Reaktif.

Salah seorang Penambang Rakyat Kusubibi asal Bogor Positif Malaria

Juru bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Halsel, Helmi Surya Botutihe ketika dikonfirmasi wartawan Jumat (8/5/2020) diruang kerjanya mengatakan, dari hasil Rapid Test Covid-19 yang dilakukan oleh petugas Covid-719 hasilnya non Reaktif.

“Alhamdulillah, hasil Rapid Test Covid-19-Nya non Reaktif, yang bersangkutan hasil Test Malaria-Nya memang Positif Malaria,” paparnya.

Menurut Helmi yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halsel ini juga mengatakan, meskipun hasil Rapid Test Covid-19-Nya non Reaktif, namun Tim Satgas Kabupaten Halsel tetap melakukan pencegahan di wilayah tambang Kusubibi.

“Protokol Covid-19 hari diikuti meskipun di areal Tambang, makanya dalam waktu dekat Tim akan melakukan penyemprotan diwilayah Kusubibi,” tutur Helmi.

Disini lain, Helmi mengatakan, Pemkab Halsel telah menutup akses untuk masyarakat diluar Kabupaten Halsel masuk ke wilayah penambangan rakyat di Kusubibi, sebagai buktinya seluruh warga yang datang dengan Kapal setiap hari ditahan oleh Tim Satgas dan dipulangkan.

“Yang ada di wilayah Kusubibi saat ini itu sudah berbulan-bulan berada dilokasi, tidak ada orang baru diluar Halsel yang menambang, termasuk yang sakit saat ini sudah kurang lebih 2 bulan di lokasi,” pungkasnya. (Bur CN)

Peduli Warga Dampak Covid-19, Polres Halsel Kembali Salurkan Bantuan Sosial di Dua Desa

HALSEL, CN – Ditengah Pandemi virus Covid-19 saat ini, Kepolisian Resor Halmahera Selatan (Halsel) dibawah kepemimpinan Kapolres AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., M.M., kembali menggelar Program kemanusian, seperti yang saat ini di laksanakan dengan membagikan Bantuan puluhan Karung beras kepada masyarakat yang terdampak Covid – 19 di dua Desa, Jumat (1/5/2020).

Untuk pelaksanaan hari ini berlangsung di dua tempat yakni di Desa Mandaong dan Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halsel dengan membagikan puluhan Karung beras kepada masyarakat terdampak covid – 19.

Penyaluran bantuan sosial pun di bagi dua yaitu Kapolres Halsel AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., M.M., didampingi Kabag Ops, Kasat Binmas, Kasat Samapta, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa serta Pemerintah Desa melakukan penyaluran bantuan sosial di Desa Tomori Kec. Bacan Kab. Halsel, sedangkan Wakapolres Halsel KOMPOL Naim Ishak, S.I.K., M.H., didampingi Kabag Sumda, Kasat Lantas, Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Desa menyalurkan bantuan sosial di Desa Mandaong Kec. Bacan Selatan Kab. Halsel.

Kapolres Halsel mengatakan sasaran pembagian bantuan sosial yaitu warga terdampak Covid-19 yang belum mendapatkan bantuan sosial dari Desa maupun Pemerintah, hal ini untuk mengantisipasi adanya gejolak dari warga yang belum mendapat bantuan sosial dari Desa maupun Pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Halsel juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan serta antisipasi wabah Covid – 19 ini, serta pemberian bantuan masker kepada masyarakat yang tidak memakai masker oleh Bhabinkamtibmas bersama Bhabinsa.

Lanjut Kapolres Halsel bakti sosial yang dilakukan Polres Halsel ini merupakan salah satu wujud rasa kemanusiaan antara sesama di tengah wabahnya virus Corona (COVID-19).

“Kami akan salurkan Bantuan sembako ini secara bertahap. Dan kita juga berharap kepada masyarakat yang berkecukupan, Pengusaha dan Perusahaan dapat bahu membahu membantu dalam menghadapi Wabah Ini,” pungkasnya. (Hafik/CN)