Sabtu Mendatang, Unibra Akan Distribusikan Mahasiswa KKN Di 7 Desa

SOFIFI, CN – Unifersitas Bumi Hijra (Unibra) Kota Tidore Kepulauan, akan mendistribusikan mahasiswa Kulia Kerja Nyata (KKN) angkatan VI pada Sabtu mendatang tepat di 7 Desa Kecamatan Gane Timur Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yakni Tanjung Jere, Kebun Raca, Wosi Foya Maffa, Fatalou dan Waya Mini.

peserta KKN Tahun ini di fokuskan pada satu wilayah Kecamatan Gane Timur. Hal ini di ungkapkan Ketua Panitia, soleman Talib S.pd M.pd saat di temui di ruang kerjanya siang tadi Sabtu, (15/02/2020).

Eman sapaan akrab Soleman Talib menuturkan, pasalnya ada 12 Desa di Kecamatan Gane Timur akan tetapi sesuai permintaan camat agar di fokuskan pada 7 Desa.

“Itu menjadi fokus utama, namun ada juga yang nantinya di tempatkan di kampus untuk wilayah kampus kata dia di prioritaskan bagi PNS, serta mahasiswa yang kondisinya tidak dapat di paksakan untuk di tempatkan di wilayah yang jauh,” Tuturnya

Menurutnya, sesuai hasil rapat pertama seluruh prodi bahwa akan di Rekrut sebanyak 62 orang mahasiswa, namun hingga sejauh ini baru 36 orang yang mendaftarkan diri sebagai peserta KKN.

“Pelepasan di rencanakan pada hari sabtu 22 februari dan penarikan di lakukan pada tanggal 22 april,” Terangnya

sementara itu, belum bisa di pastikan per Desa berapa orang yang nantinya di tetapkan.

“Awalnya di rencanakan 10 orang per Desa akan tetapi karna tidak memenuhi target maka akan di lakukan penyesuaian sesuai dengan peserta mahasiswa,” Tutupnya (Andre CN)

Giat Memakmurkan Mesjid, Bripka Ekhy Menjalin Silaturahim

Ternate, CN – Bhabinkamtibmas Kelurahan Takome Bripka Ekhy Latatima, SH melaksanakan Kegiatan Memakmurkan Mesjid Di Kelurahan Takome, Jum’at (14/02/20).

Bripka Ekhy, Melaksanakan Sholat Jum’at Berjamaah di Mesjid Nurul Fasah Kelurahan Takome dan dilanjutkan Silahturahmi dengan Imam Shalat Jumat, Bapak Abubakar Fatahun serta memberikan pesan Kamtibmas.

Kepada Media cerminnusantara.co.id ini, Bripka Ekhy Menyampaikan Bahwa Kegiatan sholat jum’at berjamaah ini dalam rangka menjalin silaturahmi antara Bhabinkamtibmas dengan warga Kelurahan Takome.

Selain itu, Bripka Ekhy juga menyampaikan kepada warga Kelurahan Takome Bahwa, dengan kegiatan ini, Mari kita saling menjaga persatuan dalam persaudaraan serta tingkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kelurahan Takome.

Bripka Ekhy juga berharap kepada para orang tua agar mendidik anak-anak mereka dan menjaga agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah

“Mari torang saling mengingatkan torang pe anak-anak untuk menjauhi miras dan Narkoba,” Harap Bripka Ekhy (Red)

Kepolisian Daerah Malut Gelar Upacara Farawell And Welcome Parade Serta Penandatangan Memori Serah Terima Jabatan

TERNATE, CN – Kepolisian Daerah Maluku Utara (Malut) pagi tadi melaksanakan upacara Farawell and Welcome Parade Kapolda Malut yang bertempat di Lapangan Apel Mapolda Malut. Jumat, (14/02/2020).

Jabatan Kapolda Malut Resmi diemban oleh Brigjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum dengan di serahkannya Pataka Polda Maluku Utara Fodudara Ngon Moi-Moi dari Kapolda lama Irjen Pol. Drs. Suroto, M.Si kepada Kapolda Malut yang Baru, Brigjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum dan Penandatanganan memori serah terima Jabatan.

Dalam Sambutan Irjan Pol. Drs. Suroto, M.Si Menyampaiakan, selama menjabat sebagai Kapolda Malut, situasi Kambtibmas di Provinsi Maluku Utara aman Kondusif.

“Saya bersyukur selama menjabat Kapolda Maluku Utara kurang lebih satu Tahun untuk wilayah Provinsi Maluku Utara aman dan kondusif ini ditandai dengan agenda Nasional Pemilu Serentak, Legislatif dan Juga Pemilu Persiden dapat berjalan dengan Aman dan tertib. Ini merupakan kerjasama kita semua dalam mengawal Pemilu Serentak Kemarin,” Jelas Irjen Pol. Drs. Suroto, M.Si.

Semntara itu, menutup sambutannya Irjen Pol. Drs. Suroto, M.Si mengucapkan Terimakasih kepada semua Pihak yang telah berkontribusi sehingga Provinsi Malut tetap aman dan tentram.

Meski begitu, Kapolda Malut Brigjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum dalam sambutannya juga menyampaikan kepada semua pihak untuk dapat membantu dalam menjaga situasi Kambtibmas di Provinsi Maluku Utara tetap aman.

“Saya Berharap kepada semua pihak masyarakat Provinsi Maluku Utara, Tokoh-tokoh yang ada untuk dapat bersinergi dengan Kepolisian khususnya Kepolisian Daerah Malut untuk membantu dalam bidang Kambtibmas sehingga Provinsi Maluku Utara tetap aman dan Kondusif,” Jelas Kapolda Malut.

Setelah kegiatan upacara di sore harinya seluruh Personel Polda Malut mengikuti kegiatan pelepasan Irjen Pol. Drs. Suroto, M.Si beserta Ibu Ny. Santy Suroto dengan diawali kegiatan Gerbang Pedang Pora yang menandakan pelepasan Irjen Pol. Drs. Suroto, M.Si dan di lanjutkan dengan jabatangan kepada seluruh pejabat utama Polda Malut.

Selain itu, Kabidhumas Polda Malut AKBP Adip Rojikan, S.IK., M.H, Menyampaiakan kepada seluruh masyarakat Provinsi Maluku Utara untuk mendoakan Kesehatan dan kesuksesan Kapolda untu menciptakan situasi Kambtibmas yang aman di Provinsi Malut.

“Saya mengharapkan dan dukungan seluruh masyarakat Prov. Maluku Utara untuk mendoakan Kesehatan Beliau dalam Meningkatkan Kondusifitas Kambtibmas yang aman di wilayah Provinsi Maluku Utara,” Harap Kabidhumas (Red)

Jumat Berkah, Polsek Gane Barat Santuni 57 Anak Yatim

HALSEL, CN – Melaksanakan Program Kapolres Halmahera Selatan (Halsel), Kapolsek Gane Barat Melaksanakan Kegiatan santunan anak yatim, bertempat di Kantor Desa Dolik dan SMA Kecamatan Gane Barat Utara (Garut), Kabupaten Halsel. Jum’at, (14 /02/20).

Giat santunan anak yatim piatu di pimpin oleh Kapolsek Gane Barat Ipda Mardan Abdurrahman SH, dan Kepala Desa (Kades) Dolik Iswadi Ishak serta para tokoh agama dan tokoh masarakat Desa Dolik.

Kegiatan santunan anak yatim yang berlangsung di Kantor Desa Dolik Kecamatan Gane Barat Utara berjalan dengan baik dan sebanyak 57 Anak yang mendapat santunan, dalam giat tersebut mendapat tangapan yang cukup baik dari seluruh masarakat dan Pemerintah Desa Dolik.

Kepada Wartawan cerminnusantara.co.id Ipda Mardan Abdurrahman SH menyampaikan bahwa kegiatan ini Dalam rangka menindak lanjuti program kapolres Halmahera Selatan Yaitu populis 212.

Ipda Mardan Melanjutkan bahwa, Dimana anggka 2 yang mewakili jumlah donasi yang akan di donasikan, sedangkan angka 1 menujukan setiap porsonil akang mendonasikan kepada orng yang lebih membutuhkan.

“Selanjutnya sumbangan tersebut akan diserahkan langsung kepada masarakat yang lebih membutuhkan,” Ungkap Mardan (Hafik CN)

Tadi Malam Mahakarya Santri Pondok Modern Darurrahma Sepadan Adakan AG, Dihadiri Seribu Lebih Pengunjung

SubulussalamRundeng, CN – Pondok Modern  Darurrahmah Sepadan kecamatan Rundeng kota Subulussalam adakan Arena Gembira (AG) kegiatan tadi malam itu adalah arti Jayalah Pondokku, Arena Gembira di ubah dari kata Lelah menjadi Lillah, Kamis, (13/02/2020).

Ketua Penelitia Ust Wan Hazlan Menyampaikan ” Kegiatan AG ini kita Lakukan setiap tahunnya karena kita taju mereka ini sangat lelah dan capek belajar, terus dengan adanya kegiatan panggung gembira ini mereka bisa melepaskan kelelahan mereka dengan bermain-main,” Katanya

Lanjut, Dan kami selaku penitia gegiatan tersebut ada beberapa acara keseniannya yang di tampilkan.
Tarian Dampeng, Silat, Burdroh, Tarian Nusantara, Kasidah, Tor tor dan lain-Lain.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darurrahmah Sepadan ,. Ust. H.M. Rasyid Bancin, S.Sos.I dalam sambutannya menyampaikan banyak perkara.

“Sebagai manusia perlu kita ingat, dari sekecil-kecil perkara sampai sebesar-besar. Seperti kita belajar matematik, harus mengingati sifip 1 sehingga sifip12. Kalau dak pakai melingkup matematik kita,Tapi semua ni bukan ada jalan mudah atau senang, semua perlu pengorbanan keringat dan usaha Jika tidak tak dapat la kita untuk memahaminya. ubah kata Lelah itu menjadi Lillah adalah perkara yang mungkin nampak mudah di atas kertas, tapi susah sebenarnya, Sebab itu belajar dan terus belajar, supaya setiap kesilapan dapat di perbetulkan pada masa yang akan datang. Kenapa semuanya harus karena Allah. Sebabnya semua yang ada dimuka bumi ini adalah hak Allah SWT. Tiada satu pun makhluk punya kita berdiri, duduk, tidur, makan, minum, semua ni atas izin Allah. Jika tak ada izin dari Allah maka tidak akan jadi apa yang kita maukan. Maha penyayang Allah SWT kepada hambanya, Allah kurniakan pahala kepada hambanya yang hanya niat untuk melakukan kebaikkan kerana Allah juga lah yang memudahkan cara pada setiap apa yang kita lakukan dari sebesar-besar perkara sehinggalah sekecil kecil perkara,” Ujarnya.

Meski begitu, Haikal padang salah seorang santri Darurrahmah Sepadan mengaku dirinya sangat senang dengan adanya AG tersebut.

“Saya merasa sangat senang atas adanya AG tersebut yang di adakan malam ini, mudah-mudahan kedepannya supaya pondok pesantren Darurrahma yang kami cintai ini semakin maju,” Pungkasnya (Mha CN)

Valentine’s Day dan Deklinasi Budaya Indonesia

Oleh: Ummulkhairy M Dun

Penulis Adalah : Mahasiswa IAIN Ternate Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam

Valentine atau istilah lainnya Santo Valentinus bukanlah hal yang baru bagi masyarakat dunia tidak kecuali masyarakat Indonesia. Milenial yang menajdi bagian masyarakat paling dominasi di Indonesia turut mengenal dan memaknai istilah Valentine ini. Dalam Wikipedia Indoensia dipaparkan bahwa Valentine’s Day atau dalam bahasa Indonesia Hari Valentine memiliki makna sebagai Hari Kasih Sayang, sebuah hari di mana para kekasih dan orang-orang yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di dunia Barat. Hari Valentine ini dirayakan setiap tahun oleh masyarakat dunia tepat pada tanggal 14 Februari.

Dalam sebuah perayaan hari baik internasional maupun nasional, tentu memiliki sebab dirayakannya hari tersebut. Hal ini pun diaminkan oleh perayaan Hari Valentine. Dari pelbagai literatur baik online maupun cetak ditemukan adanya sejarah Hari Valentine ini. Namun dalam mengkaji sejarah Hari Valentine ini terdapat dua versi yang memiliki disparitas. Versi yang pertama yaitu versi St. Valentinus dan Claudius II. Dalam versi ini dinyatakan bahwa penamaan Valentine diambil dari nama salah seorang pendeta Roma yaitu Valentine yang memiliki pemimpin kaisar bernama Claudius II.

Valentine dalam kisah ini dinobatkan sebagai sosok suci yang dibunuh pada tanggal 14 Februari 278 Masehi atas perintah sang kaisar Claudius II. Tragedi pembunuhan Valentine ini memiliki alasan, Valentine dibunuh karena melanggar aturan sang kaisar yang mengharamkan bala tentaranya untuk menikah pada saat itu.

Tanpa takut, Valentine melaksanakan pernikahan pada waktu yang sama sebelum tragedi pembunuhan terjadi. Apresiasi pun disodorkan kepada Valentine karena keberaniannya dalam membuktikan cintanya. Dengan tulisan “from your valentine”, Valentino dijuluki sebagai ‘Santo Valentinus’ yang bermakna orang suci

Masih dalam sejarah Hari Valentine, berbeda dengan versi pertama, versi kedua ini dikenal dengan versi menurut Festival Lupercalia. Salah satu tokoh yang menjadi pelopor versi ini adalah J.A North. Festival Lupercalia sendiri merupakan sebuah tradisi berbaur seks sejak masa Romawi Kuno.

Versi kedua ini dianggap kurang kuat karena perayaan festival ini jatuh pada tanggal 15 Februari atau satu hari setelah perayaan Hari Valentine. Hal ini tentu tidak sesuai dengan fakta terkait waktu perayaan Hari Valentine.
Secara historis, kedua versi di atas telah dibenarkan oleh literatur tentang perayaan Hari Valentine. Tanpa mengurangi nilai dari kedua versi di atas, kini Hari Valentine sering menjadi trend di pelbagai negara di dunia dengan melakukan euforia. Dengan penjelasan historis di atas, maka dapat dipahami bahwa Hari Valentine merupakan budaya Barat yang dilakukan oleh para pasangan kekasih atau orang-orang yang saling mencintai dan menyayangi.

Seiring berjalannya waktu, Hari Valentine menjadi waktu yang dinanti-nantikan para milenial Indonesia. Mengapa tidak? Tepat pukul 00.01 pada tanggal 14 Februari, para milenial menyibukkan diri untuk menghubungi kekasihnya dan saling mengucapkan “Happy Valentine’s Day, Sayang”. Hal ini pun berlanjut dengan saling bertukar hadiah, namun yang lebih dominan adalah pemberian hadiah oleh sang kekasih laki-laki. Supaya memiliki kesan romantis dan bertajuk cinta, hadiah yang diberikan dapat berupa coklat disertai kartu ucapan cinta yang dibungkus dengan kertas bermotif dan berwarna seperti hati.

Selain itu, beberapa wilayah di Indonesia terutama daerah perkotaan ikut meramaikan Hari Valentine. Hal ini dibuktikan dengan adanya izin dari pemerintah setempat kepada pihak terkait dalam menyelenggarakan kegiatan bertajuk Hari Valentine. Perayaan Hari Valentine ini dapat berupa konser artis, dinner massal pasangan kekasih, atau pemberian voucher discount produk di sejumlah pusat pembelanjaan dalam rangka Hari Valentine.

Tidak berhenti di dunia nyata. Hastag atau tagar di media sosial pun turut meramaikan Hari Valentine. Bukan menjadi soal jika milenial Indonesia eksis dalam dunia maya. Hal ini berangkat dari survei yang dilakukan oleh Wearsocial pada Januari 2017 yang menyatakan bahwa Indonesia termasuk dalam urutan ke-5 tingkat kecerewetan di media sosial. Itulah sebabnya, jika dalam perayaan Hari Valentine ini warganet Indoensia yang didominasi oleh milenial juga memanfaatkan gadget dalam menyampaikan kesan dan pesannya pada hari Valentine.

Hari Valentine berhasil menerobos antusiasme milenial Indonesia. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa Hari Valentine merupakan budaya Barat. Hal ini berarti bukan budaya Indonesia. Tidak dapat dinafikan bahwa derasnya arus globalisasi yang membuat sebagian besar budaya Barat berhasil masuk Indonesia tanpa adanya penyaringan yang ketat. Dalam beberapa tahun terakhir ini, terdapat beberapa penolakan terhadap perayaan Hari Valentine oleh umat Islam. Yang menjadi alasannya adalah Hari valentine berkaitan dengan larangan Islam yaitu budaya Barat berupa pacaran. Selain itu, dalam sejarah Islam tidak dikenal dengan peristiwa semacam Valentine.

Jika kita melihat dari segi agama, maka sangat jelas bahwa perayaan Hari Valentine ini berkaitan dengan peristiwa oleh penganut agama Kristen. Tidak ada yang salah dalam perayaan Hari Valentine ini. Perayaan ini akan menjadi salah jika dipandang dalam sudut pandang yang berbeda sebagaimana Islam memandang.

Dalam sudut pandang keIndonesiaan, tentu kehadiran Hari Valentine di Indonesia mulai menjadi polemik. Pasalnya, kehadiran Hari Valentine ini dapat memudarkan nasionalisme anak bangsa terutama generasi milenial. Mereka disibukkan dengan agenda perayaan budaya Barat. Sementara beberapa perayaan hari bersejarah di Indonesia hampir dilupakan oleh sebagian generasi milenial. hal ini menjadi semakin serius dikarenakan amanat yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 tidak sempurna dalam penerapannya oleh milenial.

Yang menjadi lebih ironis adalah perayaan Hari Valentine lebih ramai dan mendapatkan respon antusias oleh milenial dibandingkan dengan peringatan hari bersejarah baik keagamaan maupun keIndonesiaan. Jika hal ini tidak dapat direduksi oleh kita sendiri maka dapat terjadi deklinasi budaya Indonesia oleh budaya Barat.

Atas dasar inilah kita diharamkan untuk diam. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus peka terhadap keadaan negara kita. Berikut ini adalah beberapa tawaran yang akan disampaikan sebagai bentuk untuk meniadakan deklinasi terhadap budaya Indonesia. Yang pertama, sebagai pengatur dan penggerak negara ini dibutuhkan adanya tindakan preventif dari pemerintah berupa regulasi terkait pembatasan terhadap perayaan hari-hari besar yang berbudaya Barat. Kedua, pemerintah melalui Kemdikbud dapat melakukan kebijakan terkait pendidikan berbasis localwisdom atau kearifan lokal. Ketiga, untuk generasi milenial diharapkan agar lebih memilih dan memilah budaya Barat untuk dikonsumsi dan tidak termakan oleh ketenaran Barat. Keempat, sebagai masyarakat awwam yang aktif dalam media sosial diharapkan agar tidak asal mengikuti keramaian dalam membuat konten terkait budaya Barat yang kurang bermanfaat dan dapat mereduksi budaya Indonesia. Sebagai penutup, mengutip apa yang disampaiakan oleh Nurcholish Madjid bahwa Modernisasi adalah Rasionalisasi bukan Westernisasi.