Mengenal sosok Dr. Muhdi B H. Ibrahim Balon Walikota Ternate

TERNATE, CN – Dr. Muhdi B H. Ibrahim bakal calon (Balon) walikota Ternate 2020-2025 pria yang memiliki banyak pengalaman itu, membuat dirinya optimis tampil dalam memeriahkan pesta demokrasi 2020-2025 dengan jalur perseorangan (Independen)

Dr. Muhdi B H. Ibrahim merupakan Rektor aktif universitas Yapis Papua, selain menjadi seorang Rektor dirinya pernah menduduki dalam beberapa struktur strategis yakni,
Wakil Rektor I universitas Yapis Papua 2004-2005.
Wakil Rektor IV universitas Yapis Papua 2005-2006.
Rektor universitas Yapis Papua periode I 2006-2010.
Rektor universitas Yapis Papua periode II 2010-2014.
Rektor universitas Yapis Papua periode III 2014-2018.
Rektor universitas Yapis Papua periode IV 2018-2022.
Ketua ikatan ahli ekonomi Islam Indonesia provinsi Papua tahun 2019.
Ketua dewan pakar KKMU provinsi Papua 2010-sekarang.
Ketua dewan penasehat masjid Yapis Papua 2010-sekarang.
Wakil ketua dewan pakar ICMI korwil provinsi Papua 2018-2021.
Dewan pembina APPERTI se Indonesia provinsi papua 2019-2022.
Dewan penasehat masjid Raya provinsi Papua 2018-2021.
Wakil bendahara asosiasi PT swasta Islam se Indonesia 2018-2021.
Anggota dewan pakar KAHMI provinsi Papua 2017-2022.
Panitia besar pon ke xx tahun 2020.

Selain memiliki banyak pengalaman visi dan misinya juga tak kala menarik, gagasan cemerlang ia tuangkan sebagai program strategis membangun kota Ternate kedepan.

Kepada media ini Kamis, (28/2/2020) Muhdi menuturkan dalam visinya wujudkan kota Ternate sebagai kota beriman, sehat, religius, cerdas, mandiri, moderen dan sejahtera berbasis kearifan lokal.

Sementara dalam misinya mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih (Good and clean governance). Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan membuka akses pertumbuhan ekonomi baru.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui program bantuan dana bergulir.
Mewujudkan kota Ternate sebagai kota modern melalui pembangunan sistem teknologi, informasi dan transportasi dengan sistem zonasi dan integrasi.
Meningkatkan kota Ternate sebagai kota beriman (Bersih indah dan nyaman).
Meningkatkan kapasitas pasar tradisional dengan sistem zonasi, mewujudkan kota Ternate sebagai kota jasa sekaligus destinasi pariwisata.
Meningkatkan kualitas pendidikan berbasis ekonomi kreatif, kearifan lokal dan keagamaan.
Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui peningkatan sarana/prasarana dan sistem teknologi informasi. Mewujudkan kota Ternate sebagai kota moderen yang di dukung teknologi informasi berbasis kearifan lokal.
Menyiapkan fasilitas publik ramah lingkungan berbasis teknologi informasi, serta mewujudkan kota Ternate yang religius melalui peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.

Dia menuturkan, pasalnya kota Ternate sudah cukup bagus namun masih membutuhkan penataan.

“Torang punya Ternate sudah bagus tapi butuh penataan,” Terangnya

Baik dari Tata birokrasi,
Tata ekonomi, Tata transportasi angkutan kota dan ojek. Tata koneksitas transportasi laut antar pulau, Tata pasar dan perparkiran, Tata pariwisata, tata pendidikan dan tata kesehatan. Sebab menurutnya penataan dalam beberapa item tersebut sangatlah penting untuk mewujudkan kota Ternate yang baik agar masyarakat pun dapat merasakan kesejahteraan yang sesungguhnya.

Memiliki moto Rimoi nyinga fosigoko Ternate (Satu hati membangun kota Ternate) Muhdi menginginkan Ternate di wujudkan sebagai kota beriman, bersih, sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera yang berbasis kearifan lokal. (Andre CN)

Mensintesiskan Hakikat Manusia Lewat Filsafat Manusia

Oleh: Sahib Munawar. S. Pd., M.Pd
(Dekonstruksi filsafat manusia Ibnu Al Arabi)

Dekonstruk pemikiran Ibnu Al – Arabi Tidak semuda itu dalam memahami arti kesatuan wujud atau wahdatul wujud manusia lewat filsafat kemanusian, kecuali bagi orang berkutat dalam dunia filsafat Islam, Penulis akan mencoba menguraikan arti dari kalimat Ensensi manusia lewat filsafat manusia Arabi “ filsafat manusia adalah kajian tentang hakikat manusia dan berbagai macam karakteristik yang dimiliki serta pengaruhnya dalam kehidupan, Kita tahu bahwa arabi adalah tokoh filosof islam dan mempunyai konstrubusi besar dalam dunia filsafat islam’ ia adalah filusuf yang banyak menaruh perhatian tentang akar penciptaan manusia dikaitkan dengan ilahi. Ia banyak membahas tentang realitas itu sendiri itu sendiri’ yaitu realitas wujud , antara ada atau mengada atau apapun yang mewujudkan hal tersebut. Wujud dalam Islam disebut dengan al-haq atau wahdatul wujud dalam ajaran Al-Halajj oleh syhaik sitti Jinar, yang merupakan nama lain dari tuhan, yaitu wujud dalam dirinya sendiri tersembunyi maupun tersingkap. Yang dapat mengenali wujud secara sempurna adalah manusia atau yang sering disebut dengan manusia sempurna sempurna dalam bahasa Al-Quran yaitu “ Al insan al kamil”.

Wujud tidak bisa dikenali oleh siapapun dan apapun kecuali wujud itu ingin dikenali, maka dari itu wujud untuk dapat dikenali maka ia mewujudkan diri melalui tiga hal yang palin fundamental yakni Alam semesta, melalui diri dan kitab suci Al-Qur’an sebagai sebagai kunci untuk membuka pintu kea lam semesta dan wujud itu sendiri, semesta itu ialah manusia sempurna dihubungkan dengan dua aspek yang bertentangan dari realitas ilahi yang unik yaitu antara sifat binatang atau malaikat dalam bahasa Al-Ghazali disebut dengan hewani dan malaikat’ dengan kata lain manusia berada diantara dunia yang penuh dengan kefanaan dan kekakalan dalam posisi tenga tersebut manusia berada dalam kenyataan. Manusia sempurna adalah manusia yang benar-benar menyadari bahwa didalam dirinya dipenuhi oleh potensi spiritual dan masuk dalam ruang keesaan Tuhan yang menjadi pondasi dari segala keberadaan sebagaimana dalam ungkapan Sufi” Barangsiapa mengenal dirinya maka ia mengenal tuhannya” karena esensi ketuhan itu melekat pada dirinya.
Kembali ke filsafat manusia, filsafat manusia merupan integral dari sistem filsafat yang mengkaji hakekat manusia, hakikat manusia bukan pada persoalan fisik namun apa yang ada dibalik tubuh, kebudayaan dan hubungannya dengan tuhan dalam bahasa Al-Qur’an adalah Hablunminallah dan Minannas, Dalam filsafat barat masuk dalam kajian ontology dan metafisika yang biasa disebut dengan antropologi metafisik atau psikologi metafisik. Dalam dunia Islam filsuf yang menaruh perhatian dan konstribusi yang besar adalah Ibnu Arabi melalui beberapa karyannya terutama Al-Futuhat al makkiyah dan fushush al-hikam yaitu membahas tentang hakikat manusia terkait dengan tuhan, kosmos dan jalan menjadi manusia yang sempurna ia juga dikenal dengan sapaan Asy Syekh al-akbar yaitu “Guru teragung” adalah pemikir yang sangat berpengaruh pada paruh kedua sejarah islam abad ke 12 di kordova spanyol.

Tak etis jika penulis lupa memperkenalkan sang sufi dan filusuf yang satu ini’ beliau yang bernama lengkap Abu Bakar Muhammad Ibn Al Arabi al-Hatimi al-tai, sang sufi /filsuf Murcia kota spanyol lahir pada tanggal 17 Ramadhan 560 H ,bertepatan dengan 28 juli 1165 M, beliau meski tidak mendirikan tarekat yang resmi sebagaimana umumnya sufi yang lain. Belaiau mengakhiri hidupnya di Damaskus pada 16 November 1240 M, bertepatan tanggal 22 Rabiul akhir 638 H , Pada usia 70 tahun, pencapaian spiritualnya yang luar biasa telah menyebarkan hampir ke seluru dunia islam dan barat. Filsafat manusia al-arabi ini diawali dengan pembahasan dengan nama-nama tuhan dan manusia sempurna, sebelum saya beranjak dari pembahasan ini saya perlu untuk menyampaikan sebuah mata rantai antara filsafat dan tasawuf karna ini berhubungan dengan pengaruh ajaran yang dibawahkan oleh muridnya Al-Arabi, mata rantai paling penting yang menghubungkan filsafat dengan tasawuf Shadr Al-din al-Qunawi dia adalah sahabat dan murid Ibn Arabi sang arif besar tetapi juga murid Al-Thusi, pada diri Qunawi lah untuk pertama kali tradisi filsafat dan tasawuf bertemu, warisan Qunawi di tambah dengan tradisi iluminisme Islam yang dikembangkan oleh Syihab al-din Suhrawardi dan Mulla Shadra, itulah sedikit sebuah mata rantai antara filsafat dan tasawuf bertemu, sekarang kita kembali pada filsafat manusianya al-arabi, manusia dan alam sangat terkait dengan Tuhan semua yang ada bersumber pada tuhan karna segala sesuatu di alam kosmos termasuk manusia merupakan menifestasi Tuhan yang telah terjewantahkan melalui ciptaannya sekaligus cerminan untuk melihat kesempurnaan tuhan. Pembahasan tentang manusia dikaitkan dengan wujud tuhan melalui nama-nama yang dilacak dalam kitab suci yang disebut asmaul husna. Setiap nama tuhan yang terdapat dalam Al-Quran/Hadist memberitahukan kepada kita tentang realitas wujud, Ibnu al-arabi terobsesi menemukan akar ketuhanan terhadap semua fenomena di jakat raya ini melalui bantuan spiritual termasuk siapa sebenarnya manusia itu. Tuhan satu-satunya pemilik sifat yang benar dan sempurna semua yang ada didunia ini seperti kehidupan, pengetahuan, kehendak dan kekuasaan semua milik tuhan , namun segala sesuatu menampakkan aspek-aspek tertentu dari kehidupan, pengetahuan , kekuasan dan kehendak semua tercermin dalam kosmos, tuhan membantu eksitensi menuju entintas-entitas aktual yang berarti eksentensi sepadan dengan kebutuhan nyata. Al-arabi menyebutkan manusia sempurna sebagai pilar kosmos, tanpa manusia , kosmos akan runtu dan mati serta tidak bermakna, hal ini akan terjadi di akhir ketika manusia sempurna terakhir terpisah dari dunia ini, manusia di ciptakan untuk menjadi khalifah fil ardi, yaitu” (khalifah di muka bumi) manusia sebagai khalifah Tuhan dibumi yaitu untuk melestarikan Alam semesta ini dan dilarang untuk berbuat kerusakan di muka bumi, sebagaimana Mahluk sebelum manusia yang menghuni bumi ini yang disebut dengan Banu Al-Jann” , ini artinya jika jika terjadi kerusakan dan kehancuran alam dan lingkungan social di masyarakat adalah salah satu tanda berkurangnya jumlah manusia yang sempurna di muka bumi. Alam semesta tidaklah sempurna tanpa kehadiran manusia, Dalam kosmos islam bahwa kosmos tidak memiliki tujuan di dalam dan dirinya sendiri. Kosmos hanya bertujuan untuk membuat dan menopang manusia menjadi eksis. Menurut ibnu al-arabi “ manusia sempurna menyembah Tuhan melalui setiap agama wahyu ( syari’i) memujinya dengan semua lida dan bertindak sebagai wadah bagi setiap penyingkapan dirinya, jika sesuatu dari dirinya menutupi dari merasakan totalitas dirinya kemudian dia bersikeras secara jahat untuk melawan dirinya sendiri maka dia bukanlah manusia sempurna, karena dengan mengenal dirinya, manusia sempurna mengetahui tuhan.

Proses manusia mengaktualisasikan bentuk tuhan dan memanifestasikan nama-nama tuhan seringkali disebut sebagai akhalak Tuhan, mengambil akhalak tuhan bukanlah merupakan bertujuan mencapai derajat setenga Dewa dan menyaingi tuhan namun sebaliknya jalan ini membawa pada penurunan secara gradual sehingga sifat-sifat insani berhenti mewujud hingga orang menjadi tiada. Ibnu al-arabi menujuk pada tingkatan kesempurnaan manusia sebagai hamba ( Ubudiyah) sebagaimana yang seringkali ia tegaskan bahwa kedekatan ( qurd ) tidak dapat dicapai kecuali seseorang itu menjadi hambahnya yang utama, manusia sempurna adalah hamba-hamba tuhan yang sebenarnya dan absolut, meminjam kalimat Dr, Ali-Syari’ati” bahwa manusia itu mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi manusia yang sempurna atau Insan kamil sebagaimana yang tertera dalam Kitab suci Al-Qur’an yakni sebagai Khalifah fill ardi. Dalam konsep Karl Marx sifat dasar manusia mengacu pada sintesis yaitu antara naturalism dan humanism, Naturalisme paham yang menyatakan bahwa manusia adalah bagian dari alam bukan ciptaan dari sesuatu yang transenden, melainkan merupakan produk evolusi biologis yang panjang yang pada satu titik mengalami perkembangan baru dan spesifik melalui sejarah manusia yang muncul atas daya kreaktif mandiri, sedangkan humanism adalah paham yang mengajarkan bahwa manusia adalah mahluk praksis atau memiliki kemampuan untuk mentransformasikan alam dan menciptakan sejarah sendiri. Ini dalam pengertian bahwa’

“Manusia memiliki kendali atas kekuatan alam yang dengan kendalinya dia dapat menciptakan lingkungan manusiawinya sendiri, mampu mengembangkan kapasitas diri dan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi titik awal untuk pengembangan diri berikutnya. Inilah yang dalam konsep Islam disebut sebagai Khalifah Fil ardi. Olehnya itu dalam mensintesiskan hakikat manusia lewat filsafat manusia sebuah dekonstruksi filsafat manusia Ibn-Al-Arabi dalam tulisan ini bermaksud agar kita dapat mengambil hikmah bahwa manusia adalah mahluk tuhan yang ditipkan kemuka bumi untuk menjadi khalifah , karena hakikat manusia adalah manusia yang sempurna yang mampu menghadirkan setiap nama tuhan dalam kehidupan yang nyata , manusia sempurna adalah tujuan tuhan dalam menciptakan kosmos, seluruh alam semesta ini tidak akan diciptakan termasuk malaikat tanpa kehadiran manusia.

Labuha, Halmahera Selatan.
Rabu, 26 Februari 2020.

Sosialisasi Bahaya Hoax, Bripka Ekhy: Masyarakat Harus Cerdas Menerima Informasi

TERNATE, CN – Aparat Keamanan Kelurahan Takome, melalui Bhabinkamtikmas Bripka Ekhy La Tarima menggandeng Babinsa Serda Mahmud Ishak, dan Lurah Takome Hamid Hi Muhamad melaksanakan sosialisasi bahaya hoax di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate Provinsi Maluku Utara (Malut). Kamis, (27/2/2020).

Maraknya pemyebaran berita bohong atau hoax melalui media sosial dan masyarakat dengan mudah mempercayai berita bohong serta ikut menyebarluaskan dan menjadi viral, menjadi dasar dua aparat kemananan itu, melakukan sosialisasi.

Sebagaimana rilis yang diterima Media cerminnusantara.co.id Bhabinkamtikmas Takome, Bripka Ekhy La Tarima, mengatakan, maraknya peredaran berita hoax, menimbulkan dampak negatif di tengah-tengah masyarakat.

Pria Kelahiran Kaimbulawa Kab. Buton, yang sempat menerima penghargaan sebagai Bhabinkamtibmas Terbaik ini juga menyampaikan bahwa bahaya dampak negatif diantaranya adalah, Mempengaruhi emosi masyarakat, kepanikan, memprovokasi, menyulut kebencian, kemarahan, fitnah, penghinaan, nama baik tercemar, hasutan sehingga akan berakibat pada terjadinya kekerasan fisik.

Ekhy La Tarima juga menghimbau Untuk itu mari bersatu melawan hoax di Kelurahan Takome untuk mewujudkan masyarakat yang pandai dalam mengkonsumsi informasi  baik dari media elektronik, seperti Facebook, Whatsapp dan lainya.

“Mari bersama-sama melawan Hoax untuk terciptanya masyarakat yang cerdas dalam menerima informasi,” Himbau Ekhy ,(Red/CN)

Tanggapan Masyarakat Tidak Direspon, KPU Halsel Diminta Tinjau Kembali Kelulusan PPK Kecamatan Kasiruta Barat

HALSEL, CN – Korda Dapil I Rusna Ahmad dimintai klarifikasi tanggapan masyarakat yang telah di berikan data pada dua Peserta PPK Kecamatan Kasiruta Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang bermasalah, namun masih dinyatakan lulus.

Nama Peserta PPK Kecamatan Kasiruta Barat yang dinyatakan Lulus, diantaranya Muhammad Jair Hamja, Ridwan Marifa, Siraju Ahmad, Salim Muhsin dan Baria Sanang.

Hal ini di katakan M (nama semaran) ketika di temui di Desa Kampung Makian Pada Rabu, (26/02/2020) kepada media ini menjelaskan, bahwa telah berusaha menyampaikan tanggapan secara tertulis kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halsel, terkait masalah Ridwan Marifa yang pernah menjadi saksi Partai PAN, sementara Jabatan Muhammad Jair sebagai Sekretaris Desa Doko, namun hingga saat ini pengumuman kelulusan dikeluarkan nama dari kedua orang tersebut masih dinyatakan lolos.

Harusnya Muhammad Jair Hamja selaku Sekdes ketika tahapan perekrutan PPK sudah terbukti mengundurkan diri dari jabatannya, namun sampai saat ini dinyatakan lulus dan aktif pada Jabatan Sekdes. Tentu hal ini menjadi perhatian khusus KPU Halsel.

“Kami merasa tidak adil apabila dari Kecamatan lain ditindak tegas, hanya masalah postingan lewat fb menyangkut caleg DPR RI, KPU Halsel menindak dengan cara tidak meluluskan yang bersangkutan, namun mereka berdua yakni Jabatan Sekdes dan menjadi Saksi Parpol tidak ditindak tegas,” Ucap M

Selain itu lanjut dia, KPU memposisikan diri sebagai Lembaga yang profesional dalam bersikap Independen dan Netral, agar proses klarifikasi tanggapan masyarakat yang telah diberikan di proses secara adil.

“Kepada Korda Dapil I Rusna juga harus meminta surat keterangan pengunduran diri dari Muhammad Jair Hamja yang masih aktif pada Jabatan Sekdes di Pemerintah Desa Doko, dan berikan penjelasan terkait Oknum Saksi Parpol,” Tutup M (Red/CN)

DPP GMNI Desak Pemerintah Pusat Segera Tangani Pencemaran Laut Di Halsel Dan Kota Ternate

HALSEL, CN – DPP GMNI Ketua Bidang Maritim Alimun Nasrun desak Pemerintah Pusat segera menangani pencemaran laut Halmahera Selatan (Halsel) dan Kota Ternate, DKP Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk serius melakukan peninjauan di perairan Provinsi Malut.

Wilayah pesisir dan laut Indonesia juga sangat rentan terhadap berbagai ancaman pencemaran, baik yang berasal dari aktivitas domestik manusia (marine debris), industri (pengolahan perikanan), perhubungan laut seperti tumpahan minyak (Oil Spill), maupun aktivitas pertambangan lainnya yang mengakibatkan terjadinya pencemaran laut.

Fenomena yang terjadi di perairan Maluku Utara yang menyebabkan ikan di Perairan Laut Halmahera Yakni Kecamatan Kayoa dan Kecematan Makian Kabupaten Halsel Serta Kota Ternate mendadak mati di wilayah perairan beberapa akhir terakhir ini sangat meresahkan masyarakat.

Terkait hal ini, Alimun menyampaikan pada media ini Kamis, (27/02/2020) persoalan kondisi Permukaan laut di lokasi perairan Makian dan Kayoa Kabupaten Halsel serta juga di pantai Taman Nukila Ternate, Kecamatan Kota Ternate Tengah yang ditemukan banyaknya ikan yang mati mendadak di kedalaman 5 hingga 20 meter dari permukaan oleh Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Possi) Kota Ternate. Rabu, (26/02/2020).

Selain ditemukan ikan mati mendadak di ke dalam 5 hingga 20 meter dari permukaan, kondisi permukaan air laut di lokasi taman Nukila Ternate juga terlihat keru berwarna kecoklatan yang berbeda dengan kondisi sebelumnya.

“Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi diperairan Maluku Utara di Kabupaten Halsel dan Kota Ternate, banyak warga menduga Kejadian ini akibat terjadinya pencemaran air limbah karena air laut di perairan Halmahera Selatan dan Kota Ternate terjadi perubahan warna menjadi Coklat,” Jelasnya

Kejadian yang terjadi di perairan Maluku Utara ini belum ada perhatian dari lembaga terkait untuk bisa memastikan penyebat terjadinya perubahan air laut di perairan Kab. Halsel dan Kota Ternate mengakibatkan banyaknya ikan mati mendadak di perairan.

“Meminta pada pihak terkait untuk bisa diuji bukan hanya mengambil sampel pada air, tapi sampai pada ikan yang mati mendadak tersebut supaya bisa diketahui apa yang sebenarnya terjadi, karena ada informasi terjadinya pencemaran air limbah,” Tegas Alimun

Menurut beberapa Anggapan dari Pihak Akademisi, perubahan warna air di permukaan dugaan awal disebabkan karena blooming alga yang artinya nutrisi berlebih yang terdapat dalam perairan sehingga menyebabkan populasi alga menjadi sangat banyak.

“Kalau blooming alga itu kita harus punya kajian yang lengkap, karena secara kasat mata kita melihat perubahan warna air pendugaan awal kita karena terjadinya blooming, tapi itu perlu pengkajian apalah blooming ataukah limbah beracun,” Tuturnya

Pencemaran laut menurut UNCLOS 1982 adalah benda buatan manusia yang masuk ke dalam lingkungan laut yang disebabkan oleh penanganan yang buruk, pembuangan ke laut baik disengaja maupun tidak disengaja.

Hal ini tentunya akan menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem, habitat, biota laut dan penurunan kualitas lingkungan pesisir. Ancaman pencemaran tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat mengakibatkan semakin meluasnya dampak negatif terhadap kehidupan manusia dan biota.

Maka dari itu kami meminta kepada pemerintah Daerah dan pusat yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan cq. Direktorat Pendayagunaan Pesisi dan Pulau-Pulau Kecil ikut aktif dalam penanganan pencemaran laut di Perairan Maluku Utara dan berkoordinasi dengan Lembaga terkait, para pakar, praktisi, stakeholder dan para pengambil kebijakan untuk saling bertukar informasi, data, dan upaya-upaya penenganan Pencemaran Air laut di perairan Maluku Utara.

“Meminta KKP harus berperan aktif dalam kerjasama regional dengan daerah dalam rangka bersama-sama menyelesaikan masalah di perairan laut Maluku Utara,” Pintanya

Selain itu, diharapkan seluruh stakeholder tersebut dapat merumuskan strategi serta memberikan rekomendasi kebijakan strategis upaya penanganan pencemaran laut. (Red)

RUU Omnibus Law Cipta Kerja Dinilai Menuai Kontrofersi, Ketua Komsat PMII Unkhair Turut Angkat Bicara

TERNATE, CN – Rancangan Undang-Undang Omnibus Law di anggap menuai kontrofersi, terutama kalangan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal itu mengundang perhatian kalangan aktivis salah satunya Firman T Jafar selaku Ketua Komisariat (Komsat) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII) turut angkat bicara.

Pasalnya, jika RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) ini di sahkan maka akan berdampak pada penindasan serta mengancam para pekerja kelas bawa.

“Memang RUU Omnibus Law Cipta Kerja memiliki nilai positif, sebab dapat mengurangi pengangguran. akan tetapi di sisih lain justru akan terjadi penindasan dan dapat mengancam kehidupan tenaga pekerja,” Tutur Firman kepada cerminnusantara.co.id Rabu, (27/2/2020).

Dia menyatakan, Draf RUU Omnibus Law terdapat 15 bab dan 174 pasal, Dari sekian pasal hampir 75% di nilainya terdapat kontrofersi terutama pada sektor pertanian, lingkungan hidup, pendidikan dan pertambangan. di karenakan Maluku Utara dari beberapa sektor tersebut belum efektif dan efisien.

“Harusnya pemerintah pusat lebih jelih agar dapat mengutamakan nasib pekerja masyarakat kelas bawah, tidak hanya memikirkan keuntungan Negara apalagi Maluku Utara merupakan Daerah Otonomi Khusus (Otsus),” Tegasnya (Red)