Himpun Kekuatan, Iswan Hasjim Kukuhkan Tim Pemenangan Makayoa.

TERNATE,CN – Tim Pemenangan Bakal Calon Walikota Ternate 2020 – 2024 Iswan Hasjim, menyelenggarakan Sosialisasi dan Pengukuhan Tim Gerakan Pemenangan Iswan Hasjim (GAPI) Makeang – Kayoa (Makayoa) yang digelar di Royal Resto Ternate, Minggu (8/09/2019).

Kegiatan sosialisasi dan pengukuhan tersebut dalam rangka menghimpun kekompakan tim pemenangan.

Ketua Tim Pemenangan Makean Usman Sergi mengatakan bahwa Makeang dan Ternate adalah dua suku yang tidak perna terpisahkan. Kedua suku tersebut mempunyai sejarah mendirikan negeri ini. “Jika Ternte dan Makean bersatu akan menjadi satu kesatuan yang kuat dan utuh,” ungkap Usman.

Dia mengungkapkan pertemuan ini adalah sebuah rahmat dari Allah, karna pertemuan yang akan menyatukan visi keluarga besar Makayoa untuk satu tujuan memenangkan Iswan Hasjim.

Pose Bersama Tim Makayoa

Sementara itu sesepuh Makayoa Jusuf Hasan mengungkapkan kemenangan sebuah pasukan bukan dari banyaknya pasukan tersebut, melainkan gerak cepat dari pasukan tersebut.

“Artinya walaupun jumlah kita sedikit tetapi punya taktik cepat, maka kita dapat meraih kemenangan, Insha Allah,” tutur Jusuf.

Jusuf menuturkan bahwa jangan memilih pemimpin yang mendatangkan mudarat, carilah pemimpin yang ingin menjadi karna sebuah kebaikan. Menurutnya sosok Iswan Hasjim yang mempenyai tujuan itu.

“Hanya Iswan Hasjim saja yang memiliki niat untuk sebuah kebaikan bagi Ternate, bukan karna ego menjadi Walikota semata,” terangnya.

Pemasangan Plakat Tim Makayoa Oleh Balon Walikota Bapak Iswan Hasjim

Ditempat yang sama, selaku Bakal Calon (Balon) Walikota Ternate, Iswan Hasjim sangat merasa senang bisa berada bersama keluarga besar Makayoa.

“Saya yakin jika bersama Makayoa kita dapat bersatu membangun Ternate semakin baik lagi,” ungkap Iswan.

Pria kelahiran Ngidi Ternate ini mengungkapan rasa haru atas bergabungnya Keluarga Besar Makayoa Ternate kepadanya. Ia merasa ini sebuah kehormatan dan anugerah terbesar bagi dirinya guna memulai perjuangan yang akan dihadapinya.

Iswan mengungkapkan bahwa
walaupun kita berbeda suku, akan tetapi tanah yang kita pijaki ini adalah milik kita bersama. Menurutnya kekuatan yang besar adalah persatuan. Maka dengan perbedaan ini harus dirangkul untuk menjadikan kekuatan kemenangan yang hakiki.

Berkepalan Tangan Dengan Tim Makayoa

“Saya menyadari bahwa saya mengikuti kompetisi ini bukan untuk pemenuhan target politik semata, akan tetapi saya bertarung untuk sebuah komitmen menuju kebaikan Kota Ternate kedepan,” ucap Iswan.(Red)

KEHADIRAN PERUSAHAN PERTAMBANGAN HARITA GRUP DI OBI KAWASI TIDAK BERMANFAAT BUAT PEMBANGUNAN EKONOMI MASYARAKAT KEPULAUAN OBI, CSR DI PERTANYAKAN ?

Oleh Ical KETUA KADERISASI PKC PMII MALUKU UTARA

Masuknya harita grup di kepulauan Obi di areal desa Kawasi kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan lewat anak perusahanya PT Trimega Bangun Persada (TBP) berawal dari pemberian kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum Bahan Galian Nikel no 95.A tahun 2008 dan pemberian IUP PT TBP oleh Bupati Halmahera Selatan saat itu Muhammad Kasuba (Dokumen Amdal PT TBP, 2015) hingga saat ini tercatat belasan perusahan di bawa Harita Grup yang beraktivitas di areal Desa Kawasi.

Aktivitas pertambangan tersebut telah memunculkan berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan telah menyebabkan keresahan masyarakat. Hal ini terjadi karena pihak perusahan tidak menjalankan program Corporation Sosial Responsibiliti sebagaimana mestinya, konsep CSR sendiri diambil dari panduan International Standarisation Organization (ISO 26000) yang menerjemahkan tanggung jawab sosial sebagai tanggung jawab suatu organisasi atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap masyarakat dan lingkungan, melalui perilaku yang transparan dan etis, yang konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Dari panduan konsep CSR di atas kemudian negara Indonesia telah mengamanatkan suatu perusahaan harus menjalankan program CSR sesuai UU nomor 40 tahun 2007 tentang Perusahan Terbatas yang mengharuskan suatu perusahan harus melaksanakan CSR, dalam pasal 74 ayat 1 UU Perseroan Terbatas “menyatakan bahwa Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang dan atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan CSR dalam bidang lingkungan”, kemudian dikuatkan juga oleh Peraturan Pemerintah no 47 tahun 2012 tentang CSR pasal 4 ayat (1) Tanggung jawab sosial dan lingkungan dilaksanakan oleh Direksi berdasarkan rencana kerja tahunan Perseroan setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris atau RUPS sesuai dengan anggaran dasar Perseroan, kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan.”

Kemudian UU no 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal Pasal 15 huruf b berbunyi: “Setiap penanam modal berkewajiban: melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.” Penjelasan Pasal 15 huruf menambahkan bahwa yang dimaksud dengan “tanggung jawab sosial perusahaan” adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanam modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat.

UU Minerba no 4 tahun 2009 Pasal 108 ayat (1) menyebutkan bahwa “Pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) wajib menyusun program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.” Di tegaskan Pasal 1 angka 28 mendefinisikan pemberdayaan masyarakat sebagai “usaha untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, baik secara individual maupun kolektif, agar menjadi lebih baik tingkat kehidupannya. UU minerba ini kemudian dipertajam di PP No. 23 Tahun 2010 merupakan aturan pelaksana dari UU Minerba. PP ini menjelaskan lebih lanjut mengenai pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang telah disinggung oleh UU Minerba. Ada satu bab khusus, yakni BAB XII, yang terdiri dari empat pasal yang mengatur pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah Pasal 108 yang berbunyi, “Setiap pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK Operasi Produksi wajib menyampaikan laporan realisasi program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setiap 6 (enam) bulan kepada menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.

Dengan adanya UU dan PP terkait CSR maka CSR maka perusahan tidak bisa seenak perutnya tidak mau menjalankan program CSR, dimana setiap perusahaan diwajibkan untuk melaksanakan CSR, dan PP 23/2010 beserta perubahannya juga mencatumkan beberapa sangsi administratif bagi perusahaan yang abai terhadap pelaksanaan CSR berupa “peringatan tertulis, penghentian sementara IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi mineral atau batubara; dan/atau pencabutan IUP atau IUPK”.

Dari ulasan di atas terkait penjelasan CSR, dihubungkan dengan pelaksanaan CSR oleh PT TBP sebagai pemegang IUP yang beroprasi di Desa Kawasi Kecamatan Obi harus bertanggung jawab penuh dalam menjalankan program CSR,
Program realisasi CSR yang mengalami buntutisme berefek gerakan masyarakat Obi bahkan pada tahun 2011 terjadi aksi besar-besaran masyarakat yang berujung pada masuknya masyarakat di dalam Jeruji Terali Besi pada saat itu.

Perlawanan berlanjut pada tahun 2017 aksi masyarakat Desa kawasi di kantor HRD Perusahaan di Kawasi sampai berlanjut hering di kantor Bupati Halmahera Selatan menuntut air bersih yang layak, listrik gratis, kesehatan gratis yang berkualitas, pendidikan yang layak, sampai saat ini tuntutan masyarakat Desa Kawasi belum direalisasi sesuai yang di harapkan oleh masyarakat. Tuntutan masyarakat kepulaun Obi ini berlanjut dengan perjuangan Camat Kades dan BPD sekepulauan Obi pada tanggal 25 Februari 2019 yang menuntut pihak harita Grup dan PT Wanatiara Persada dengan sejunlah tuntutan.

Bahkan belakang pihak perusahan telah mensabotasi aktifitas perekonomian masyarakat kepulauan Obi pada sektor transportasi laut dengan menghadirkan Speed Boad Cepat KM Masa Jaya rute Kawasi-Kupal dalam mengangkut karyawan cuti pulang pergi dan setiap karyawan yang cuti wajib hukumnya harus berangkat pada hari itu juga, bahkan uang cuti (POH) mereka telah dipotong oleh manejemen Perusahaan, hak-hak kemerdekaan buruh/karyawan telah direnggut sampai pada urusan cuti.

Dengan hadir Speed Boad Cepat KM Masa Jaya rute Kawasi-Kupal dalam mengangkut karyawan cuti telah merampas pendapatan masyarakat Kepulauan Obi
Pada kondisi ini diperlukan kehadiran pemerintah eksekutif sebagai penaggung jawab pemberi IUP, Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba dan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, klop dinasti kasuba ini tidak boleh buta hati terhadap permasalahan yang terdapat di kepulauan Obi, harus tegas perusahan yang tidak menjalankan program CSR harus di cabut IUPnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

DPRD Kabupaten dan Provinsi terasa seperti lembaga eksekutif karena mandul dalam tugas legislatif, krisis humanisme dengan absennya pembelaan wakil rakyat secarah konkrit terhadap persoalan pertambangan dan kerusakan ekologis yang dihadapi oleh masyarakat Obi, bukankah APBD Halsel dan Provinsi Malut hasil dari perusakan alam di kawasi oleh Harita Grup.

Tuntutan masyarakat Obi terkait CSR mandul untuk direalisasi oleh pihak perusahaan, menjadi pertanyaan kenapa pihak perusahaan sulit untuk merealisasi tuntutan masyarakat Obi, pemberdayaan petani dan nelayan tidak ada, yang ada seperti pemberian hewan kurban perkampun 1 ekor pada hari raya idul kurban kemarin, orang-orang yang bekerja di CSR seperti ini tidak paham program pemberdayaan, saya rasa miris, orang-orang seperti ini masi saja di pakai oleh perusahan.

Menuju 01 Ternate, Iswan Hasjim Hadir Menjadi Pembanding Dari Calon Lain

TERNATE,CN – Tim Gerakan Pemenangan Iswan Hasjim (GAPI) dikukuhkan, Sabtu (07/09/2019) malam. Pengukuhan ini untuk saling menguatkan komitmen bersama memperjuangkan kemenangan Iswan Hasjim pada Pemilihan Walikota Ternate 2020-2024.

Pengukuhan dilakukan langsung calon Walikota Ternate Iswan Hasjim di Kelurahan Salahudin, Kecamatan Ternate Tengah.

Sambutan Balon Walikota Ternate Iswan Hasjim

Iswan kesempatan itu meminta seluruh tim pemenangan untuk tetap solid dan kompak, bekerja maksimal meraih simpati masyarakat dengan cara-cara baik, sopan dan santun.

“Saya hadir bertarung bukan untuk memaksa kalian memilih saya, akan tetapi saya hadir untuk menjadi pembanding dari calon yang lain,” ungkapnya.

Sambutan Ketua GAPI Kota Ternate

Iswan berharap warga dapat membandingkannya dengan calon yang lain, bukan karena dekat dan mengenal karna kepentingan tertentu. Tapi menurutnya jika nanti ada pembanding yang lebih baik dari dirinya, silahkan jangan memilihnya.

lanjutnya, Ia meminta kepada pendukungnya agar lebih dekat dan mengenal sosok yang akan didukung, setidaknya dapat menilai mana yang baik dari yang terbaik.

Pemasangan Plakat Anggota Tim GAPI Kota Ternate

Kader Partai Golkar ini juga menekankan bahwa dirinya maju bertarung Pilwako dengan satu niat, yaitu niat kebaikan untuk masyarakat Ternate.

“Kita harus solid, memastikan saya adalah pilihan yang tepat sesuai penilaian bapak dan ibu, jika menurut bapak/ibu bukan yang terbaik maka jangan pilih saya,” imbau Iswan. (Red).

Dikawal 6 pimpinan Partai, Usman Sidik resmi mendaftar ke Golkar dan PDIP

LABUHA,CN- Bakal Calon (Balon) terkuat Usman Sidik (US) resmi mendaftar ke Golkar dan PDIP Kabupaten Halmahera Selatan.

Wabendum DPP PKB ini dikawal ketat 6 pimpinan Partai raksasa diantaranya, Gerindra, PPP, PSI dan PAN Sabtu (7/9/2019)

Penyerahan Berkas US Ke DPC PDIP HALSEL

Sekretaris DPD II GOLKAR Rsutam Ode Nuru didampingi sejumlah pengurus Golkar mengatakan, setelah diterima berkas US dinyatakan resmi terdaftar di Golkar namun hasil akan diferifikasi dan dikirim ke DPD I Malut selanjutnya ke DPP.

Senada diucapkan Ketua PDIP Halsel Abu Nafis didampingi ketua Bappilu Lazamra Hi Zakaria mengatakan, US merupakan Balon pertama yang mengambalikan formulir, hasil verifikasi berkas nanatinya akan di kirim ke DPD untuk diproses selanjutnya ke DPP.

Penyerahan Berkas US Ke DPD II GOLKAR HALSEL

” Setelah ini akan kita tindak lanjuti sesuai mekanisme untuk segera dikirim ke tingkat diatasnya,”jelasnya. (Red)

Iswan Hasjim Resmi Kembalikan Berkas ke DPC PDIP Ternate

Ternate – Iswan Hasjim resmi mengembalikan berkas pendaftaran Bakal Calon (Balon) Walikota Ternate ke DPC PDIP Ternate siang tadi, sekitar pukul 13:40 Wit.

Tiba di sekretariat PDIP, Iswan langsung disambuat Ketua DPC PDIP Merlisa Marsaoly dan sejumlah kader PDIP lainnya.

Saat mengembalikan berkas, Iswan tidak sendiri. Ia ditemani tim pemenangnya, Sabtu (07/09/2019).

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPC PDIP Ternate Merlisa mengucapkan terima kasih kepada Iswan Hasjim yang telah kembalikan berkas secara langsung.

Bincang-Bincang Di Ruang Rapat

Merlisa mengungkapkan bahwa jika dirinya akan mematuhi segala putusan DPP.

“Jika memang survei dilapangan Bapak Iswan tertinggi dan partai lebih memilih Bapak Iswan, maka saya siap legowo untuk mendukung sepenuhnya,” ungkap Merlisa.

Merlisa juga berharap agar dia dan Iswan dapat lolos ke DPP PDIP dari 17 Balon yang sudah mendaftarkan diri.

Ketua DPRD Ternate ini juga mengakui bahwa Iswan Hasjim adalah sosok yang sangat didukung oleh kalangan warga Ternate.

“Saya sangat Support pencalonan Bapak Iswan Hasjim. Ini bukan kali pertama PDIP mengusung orang ternate, ini sudah kesekian kalinya,” ungkap Merlisa.

Pose Bersama Ketua DPC. Kota Ternate

Lanjutnya, “Dalam pemikiran pemetaan politik saya tetap mengikuti apa kemauan dari masyarakat Ternate,” tambahnya.

Sementara itu Iswan Hasjim menyambut baik steatmen dari Ketua DPC PDIP Ternate tersebut. Menurutnya Dia akan terus melakukan kolaborasi pemikiran bersama guna menuju satu tujuan yaitu menjadikan Ternate lebih baik lagi.

Pada akhir acara Iswan Hasjim memberikan cendramata kepada Ketua DPC PDIP Ternate Merlisa Marslaoly berupa Cincin Batu Bacan Super dan langsung dipakaikan ke jari manisnya.

“Cincin ini sebagai tanda terima kasih dan bentuk silahturahim kepada DPC PDIP Ternate,” ungkap Iswan.(red)

Bantuan Dapur Sehat Desa Sakita tahun 2017 tak selesai

MOROTAI,CN- Desa Sakita Kecamatan Morotai Utara, Bantuan Dapur Sehat yang merupakan Program Bupati Pulau Morotai mulai dari Tahun 2017 hingga kini tak kunjung selesai. Jumat (6/9/2019),sehingga para penerima manfaat merasa bingung,dan kades sakita harus bertanggung jawab,disisi lain kades sakita tidak mendukung program bupati pulau Morotai,karena program ini mandek di tengah jalan dan menghimbau kepada bupati memberhentikan kades sakita.

Hal ini disampaikan langsung sejumlah warga Desa Sakita saat media melakukan investigasi ke Desa Sakita. Jumat (6/9)

Kondisi Bangunan Dapur Sehat

Daut Rumsude warga Desa Sakita yang mendapatkan Bantuan Dapur Sehat, ketika di wawancarai media tepatnya di Desa Sakita, ungkapnya bahwa bantuan yang saya ini di tahun 2017 lalu, sebetulnya Dapur Sehat, tapi yang saya dapat hanya tela kurang lebih 300 buah dan Pasir beberapa sekop saja dan bangunannya sampai saat ini tidak ada.

Lanjut dikatakan, Harapan saya semoga Pemerintah Desa melihat persoalan ini dan membangun kembali, jika dan anggarannya sudah tidak ada di proses saja secara hukum. Harapnya

Selanjutnya bapak Manika Mandea, dirinya juga menjelaskan bahwa Bantuan Dapur sehat sampai saat ini belum selesai kurang lebih hanya 20 persen saja, bahkan saat ini pihaknya memakai uang pribadi untuk melanjutkan plester bangunan Dapur.

Hal senada juga disampaikan oleh keluarga Wolter Monci Kondihi, bahwa Bantuan Dapur Sehat mulai dari Tahun 2017 hingga kini hanya Fondasi saja yang berdiri selebihnya tidak ada.

Pondasi Bangunan Dapur Sehat

Selain itu, kami dari BPD Desa Sakita sudah berulang kali membahas terkait Bantuan ini, tetapi tidak di gubris oleh Kepala Desa, bahkan kami sering berbeda pendapat terkait hal itu.

Persoalan ini, dibenarkan oleh seorang anggota BPD Desa Sakita yang namanya tidak ingin di publis, bahwa pada tahun 2017 Bantuan Dapur Sehat itu terdiri dari 10 unit bantuan, namun yang terealisasi saat ini hanya 6 unit, itupun hanya sekitar 30 persen saja, sementara yang lain hanya fondasi bangunan.

Sisa-Sisa Batu Bata

Ketika media ini menghubungi dan klarifikasi ke kades sakita di rumahnya tidak ada di tempat sehingga di hubungi melalui handphone juga tidak di gubris sampai berita ini di turunkan.(red)