Satu ODP Asal Malifut Meninggal Dunia

HALUT, CN – Satu Orang Dalam Pemantauan (ODP) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada hari Minggu, 19 April 2020 setelah menjalani perawatan selama 8 hari.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Provinsi Maluku Utara (Malut) Drs. Deky Tawaris, MM menjelaskan, bahwa yang bersangkutan mulai masuk Rumah Sakit sejak 8 hari lalu karena mengalami sakit.

“Pasien berjenis kelamin perempuan tersebut berasal dari Kecamatan Malifut berumur kurang lebih diatas 30 Tahun, dan sebelumnya, di tetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan karena mempunyai kontak dengan suaminya yang baru kembali dari Ternate,” jelasnya.

Lanjut Jubir mengatakan bahwa saat menjalani perawatan selama 8 hari di RSUD Tobelo, kondisi fisik yang bersangkutan tidak menunjukan perubahan yang lebih baik, malahan semakin memburuk akibat sakit yang dideritanya.

“Berdasarkan Rapit Test, hasilnya Negatif dan sesuai pemeriksaan medis yang bersangkutan sakit bukan di sebabkan karena terinfeksi Covid-19, melainkan ada gejala sakit lain yang sudah lama dideritanya,” ungkapnya.

Selain itu, Jubir mengatakan lagi, hari ini rencananya pasien akan di bawa pulang ke Kecamatan Malifut untuk dimakamkan.

“Pemakaman akan di lakukan dengan standar Covid-19,” ucap Jubir. (Humas) (Red/CN)

Humas JPKP Tanggapi Aksi Mogok Karyawan Dengan PT IWIP, Bukan Solusi

WEDA, CN – Rosihan Anwar, Humas Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Halteng angkat bicara selama darurat kesehatan akibat Covid-19. Perusahaan telah mengambil beberapa opsi dari sekian tindakan, Sabtu (18/4/2020).

Salah satunya karantina kesehatan dan pencegahan lainnya di tengah Covid-19, ini juga ada salah satu persoalan yang cukup serius terkait hak ketenagakerjaan dan upah. Sehingga terdampak pada mogok kerja Merujuk pemberitaan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Terkait dengan Aksi Mogok Karyawan dengan PT IWIP Humas JPKP Halteng mendukung itu namun perlu ada pertimbangan lain selain mogok kerja.

Humas JPKP, Rosihan Anwar menyampaikan, hal ini juga jangan sampai terjadi perseteruan panjang yang berakibat pada kerugian pekerja buruh atau kebijakan-kebijakan yang merugikan pekerja buruh.

“Semisal PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) akibat dari mogok yang berujung pada anarkis disini siapa yang bertanggung jawab pada keluarga dan anak istri pekerja,” tanya dia.

Selain itu, Rosihan Anwar berharap agar membangun kesepakatan lewat musyawarah untuk mencapai mufakat sesuai aturan perundang-undangan yang ada.

“Dan berharap pada DPRD Kabupaten Halmahera Tengah dan Pemerintah melalui Dinas terkait agar seriusi hal ini, jangan sampai pada akhirnya ada korban yang mengakibatkan beberapa lembaga tinggi negara ini mendapatkan penilaian buruk di kalangan masyarakat maupun pekerja,” tutupnya. (Red/CN)

Posko Satgas Covid-19 Kecamatan Weda Kota Berjalan Dengan Baik

WEDA, CN – Menjaga penyebaran Corona virus (Covid-19). Posko Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Weda Kota, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara (Malut) intens melakukan patroli dengan baik.

Camat Weda Kota, Ibu Musrifa Soleman, S. STP mengatakan bahwa, semenjak instruksi Bupati terkait bencana covid untuk bentuk posko disetiap kecamatan guna penanganan Covid-19, di Weda Kota sudah melakukannya dan berjalan baik. Ungkap Camat Weda Kota Saat di konfirmasi oleh awak media di kediamannya Desa Wedana, Sabtu (18/04/20).

“Saat ini Tim Satgas kecamatan Weda Kota melakukan Patroli diatas pukul 23.00 dan di wajibkan semua pedagang dan seluruh aktifitas semua di hentikan sesuai dengan instruksi dari Gugus Tugas Kabupaten, dan saat ini juga Team Satgas Kecamatan Weda Kota suda melakukan pembagian fitamin di setiap Masyarakat yang Ada di Kecamatan Weda Kota.

Lanjutnya,  selain itu pemberlakuan untuk disetiap Desa yang ada di Kecamatan Weda Kota harus bentuk Team Relawan untuk penanganan Covid-19  karena Desa juga saat ini harus mengambil langkah untuk penanganan Covid-19.

Sementara untuk anggaran Penanganan Covid-19 Kecamatan Weda Kota, Satgas Kabupaten sudah menyerahkan anggaran itu lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halteng,

“Saya juga sudah sampaikan ke Kepala Desa agar saat ini di perketat untuk mengontrol Masyarakat yg berada di Desa-Desa tertentu, supaya untuk bisa membantu Team Satgas juga,” katanya lagi.

“Anggaran yang diberikan sebesar Rp.15 Juta,  namun itu juga baru tahap pertama yang di berikan kepada kami, masi ada sisa Rp.15 Juta lagi yang belum di berikan, mungkin sehari dua akan diberikan,” jelasnya.

Anggaran itu sendiri kata Camat,  digunakan untuk oprasiona bagi petugas Team Satgas penanganan Covid-19 yang sudah bersusah payah melakukan penjagaan siang malam.

Camat Weda Kota juga mengimbau kepada Masyarakat agar harus selalu berdiam diri diruma.

“Berdiam diam diri di rumah dulu supaya kita selalu bekerja sama dalam memutuskan mata rantai Covid-19 ini,” tutupnya. (Red/CN)

Peduli Dampak Covid-19, Banom NU Se-Kabupaten Halsel Bagikan Sembako Gratis Kepada Warga

HALSEL, CN – Peduli dampak Covid-19, Banom Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) membagikan sembako gratis kepada warga kurang mampu Per KK, berupa beras, mie instan, Kopi, Gula Pasir, Telur dan sebagainya, pada Sabtu (18/4/2020). Bakti sosial ini diadakan dalam rangka merespon dampak virus Corona atau Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat bawah. 

Bakti sosial ini terselenggara atas kerja sama GP Ansor Halsel, IKA PMII Halsel, PMII Halsel dan PKC PMII Malut, pada perekonomian warga dampak Covid-19 di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

Ketua GP Ansor Halsel Adhi Hi. Adam kepada wartawan cerminnusantara.co.id menjelaskan bahwa hal tersebut di lakukan karena situasi dan kondisi yang saat ini masyarakat di batasi untuk beraktifitas seperti yang sebelumnya.

“Kegiatan sosial ini dilakukan bersama-sama untuk membantu masyarakat yang saat ini kena dampak Covid-19. Apalagi masyarakat bawah yang kurang mampu seperti Tukang Becak, dan Tukang Pasir. Mengingat sebentar lagi akan memasuki Bulan Ramadhan,” jelasnya.

Ketua GP Ansor Halsel itu juga menyampaikan, pembagian paket sembako merupakan langkah awal peduli dampak Covid-19.

“Ini adalah langkah awal dan insya Allah masih ada kegiatan selanjut di hari esok dan seterusnya,” ungkapnya.

Selain itu Adhi berharap, semoga dengan kegiatan ini dapat membantu masyarakat Halsel yang saat ini merasakan dampak Covid-19.

“Semoga hal ini membuat perhatian juga kepada pihak yang lain agar dapat berpartisipasi kepada masyarakat yang kurang mampu,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Halsel, Muhlis Usman juga berharap, semoga dengan bantuan yang tak seberapa ini dapat meringankan beban masyarakat. (Red/CN)

Kesiapan Dan Kewaspadaan Terhadap Penularan Wabah Covid-19 Tim Satgas Bersama TNI, POLRI Tertibkan Tempat Hiburan

HALSEL-CN, Tim Satuan Tugas (Satgas) Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Terhadap Pencegahan dan Pengendalian Penularan Infeksi Covid-19 (Corona Virus) Halmahera Selatan (Halsel) eksis lakukan Giat Malam yang bertujuan mencegah dan menertibkan kerumunan orang guna pencegahan penularan wabah Covid-19.

Saat pelaksanaan operasi penertiban, Satgas dibagi menjadi Tim dengan rute yang berbeda-beda. Tim satu dengan titik fokus Babang, Tim dua menuju Panamboang dan Tim tiga ke wilayah Amasing. Masing- masing menjadikan tempat hiburan dan tempat keramaian sebagai tujuan utama penertiban.

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih 4 jam itu juga selain melakukan penertiban, Tim Satgas bersama TNI dan Polri juga melakukan sosialisasi edaran Bupati tentang penutupan sementara tempat hiburan dan tempat wisata sekalugus penyemprotan disetiap tempat hiburan dan objek wisata.

Tempat hiburan dan objek wisata disambangi dengan tujuan, menghimbau sekaligus sebagai penegasan tentang edaran Bupati yang menindaklanjuti instruksi Pemerintah Pusat juga memaksimalkan Himbauan pencegahan penularan wabah Covid-19.

Dalam operasi itu, tempat hiburan dan objek wisata yang didatangi merespon baik setiap kebijakan pemerintah dan menyatakan siap melakukan penutupan. Namun, ada juga beberapa pemuda yang dipulangkan kerumahnya secara paksa oleh Tim Operasi karena tertangkap sedang mengonsumsi Minuman Keras (Miras) di salah-satu objek wisata yang berada di wilayah Babang.

Dengan adanya operasi ini diharapkan masyarakat menjadi tertip dan selalu mematuhi Himbauan yang dikeluarkan Pemerintah dalam penanganan Covid-19. (Red)

Satgas TMMD Ke-107 Kodim 1510/Sanana Gelar Penyuluhan Kesehatan

Sanana (31/03), Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 Kodim 1510/Sanana melaksanakan kegiatan non fisik dengan memberikan penyuluhan kesehatan terutama tentang virus Corona (Covid-19) bagi warga Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

Pasi Ter Kodim 1510/Sanana, Kapten Inf Harbun Buamona mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya TNI untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).

” Kami bersama Dinkes, Melaksanakan Kegiatan ini guna memberikan edukasi mengenai penyebab, gejala dan langkah pencegahan virus Corona (Covid-19) kepada seluruh lapisan masyarakat. Dan bertujuan agar masyarakat tidak panik,” pungkasnya. (Red)