Babinsa Kelurahan Tipes Melaksanakan Safari Sholat Jumat di Masjid Jami Baitusalam.

SURAKARTA, CN : Jum’at  tanggal 13 September 2019 Pukul 11.30 s/d 13.00WIB.Babinsa Kelurahan Tipes Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Sersan Kepala Sugiono selalu aktif  di wilayah binaanya seperti halnya Melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Jami Baitussalam di Jl. Veteran  RT.1/RW.13 Kelurahan Tipes Kota Surakarta  bertindak sebagai Iman Ustad.Rosidi (Takmir Masjid Baitussalam Tipes)

Kegiatan Sholat Jum’at berjemaah dengan tujuan untuk menjalin tali silaturahmi dan kedekatan dengan tokoh agama tokoh masyrakat dan para warga sebagai Jamaah masjid, supaya terjalin komonikasi yang baik.

Suasana Sholat Jum’at

Setelah Sholat dilanjutkan bersilaturahmi, dan berbincang bincang dengan jamaah, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kemanan dan ketertiban masyarakat, mengajak warga masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dari tindak pidana kriminalitas, salah satunya dengan mengaktifkan kembali Siskamling, untuk tamu yang menginap dilingkungannya sesuai aturan 1X24 jam wajib lapor kepada ketua Rt dan Rw setempat, waspada terhadap peredaran narkoba.

Ucapan terima kasih dari takmir Masjid Jami Baitussalam ust.Rosidi bahwa keberadaan Babinsa diwilayah bisa dirasakan oleh warga masyarakat binaanya seperti proses perehaban masjid, Ungkap Rosidi. (red)

Diduga Pungli, Kepsek SDN 8 Halsel Bakal di Panggil Dinas

LABUHA, CN : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskbud) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) akan memanggil Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan pungutan uang yang diminta dari para orangtua murid setiap bulannya.

“Sebenarnya kalau kita melihat harus sesuai dengan kemampuan Dana Bos. Bukan malah memberatkan orangtua murid karena hal itu dilarang keras oleh dinas akan tetapi kalau untuk melalui kesepakatan orangtua bisa saja asalkan itu berupa sumbangan. Jadi kalau untuk perbulannya harus dibayar seperti itu dari dari dinas sangat melarang keras,”terang Sekertaris Diskbud Halsel, Umar Iskandar Alam sembari menjelaskan akan secepatnya mengambil tindakan.

“Kami akan memanggil dari pihak sekolah untuk mempertanyakan persoalan ini,”tegasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Halmahera Selatan

Sementara itu Kepsek SDN 8 Halsel, Nurwahida Salim SPd ketika ditanya tidak membantah tentang adanya pungutan uang yang dibebankan kepada orangtua murid setiap bulannya sebesar Rp 30 ribu.

“Persoalan uang komite itu melalui rapat komite dan dari komite sendirilah yang menetapkan. Jadi itu semua ada dia punya daftar hadir, rapat komite dan ada juga saksi dari pihak orangtua murid 2 orang yang menandatangani surat keputusan hasil rapat tersebut. Hal itu berlaku bagi orangtua murid membayar uang sebesar Rp.30 ribu/bulan. Dari hasil uang komite itu dikhususkan untuk membayar gaji honor guru dan bukan untuk kepentingan sekolah. Karena kepentingan sekolah itu sudah ada Dana Bosnya dan untuk Dana Bos untuk guru honor sebenarnya sudah ada cuman kita dikasih batasan jadi hanya 15 persen saja, itupun 15 persen dalam 1 tahun. Sekolah mengalokasi Rp 34 juta dibagi 12 bulan, lalu dari 12 bulan itukan dapat sekitar Rp 3 juta lebih dibagi lagi 8 orang guru honor. Sehingga satu guru honor mendapatkan Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu karena itulah saya mengeluh ke komit. Jadi komite membantu agar paling setidaknya gaji guru honor minimallah, walaupun tidak sama dengan PNS tapi ada masuk akal dan manusiawi.

Untuk yang menangani uang komite itu dari bendahara komite jadi kami dari pihak kepala sekolah tidak memegang uang komite, “ujar Nurwahida Salim saat ditanya awak medua, Sabtu, (14/9/2019).

Berdasarkan informasi, semenjak Nurwahida ditetapkan sebagai Kepsek di SDN 8 Halsel, sebelumnya program uang komite yang sudah berjalan dimana persiswanya dikenakan biaya sebesar Rp 15 ribu dan menjadi Rp 30 ribu yang sudah berjalan diawal bulan Juli 2019 kemarin. (red)

Sangat Memalukan Sespri Bupati Halsel Bahrain Kasuba mengeluh Lapar di Sosmed

HALSEL,CN- Sikap tak terpuji dengan unggahan keluhan Lapar” di unggah oleh Sekretaris pribadi (Sespri) Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, Rudi sangat Memalukan sehingga unggahan keluhan Lapar mendapatkan tanggapan dan respon baik itu yang bersifat positif maupun negatif yang datang dari netizen, keluhan lapar yang di unggah di status Rudi Sespri Bupati Halsel Bahrain Kasuba Rudi itu pada nama fecboknya Tanjung Ali dengan tulisan Woe… me ngoni tau saya so lapar macam begini Kong kalaha ngoni kamari k ? saya mau kasana me malu Bolo.

Status Facebook Tanjung Ali


Atas Keluhan Lapar yang di unggah di Status Fecbook Rudi Sespri Bupati Halsel Bahrain Kasuba, ini melahirkan asumsi dari berbagai pihak dan masyarakat Halmahera Selatan pada umumnya sehingga ada yang menilai dan menduga kuat Rudi yang merupakan orang dekat Bupati Halsel Bahrain Kasuba selain orang dekat Rudi juga merupakan Sekretaris pribadi Bupati Halsel Bahrain Kasuba dinilai sudah tidak lagi mendapat perhatian dan perlakuan istimewa dari Bupati Halsel Bahrain Kasuba menjelang pemilihan kepala Daerah (pilkada) Bupati dan wakil Bupati Halsel periode 2020-2025 mendatang.


keluhan Lapar yang di unggah oleh Sespri Bupati Halsel akhir-akhir hampir setiap hari bahkan ada status keluhan Lapar yang di unggah di status Sespri Bupati Halsel Bahrain Rudi pada akun Facebook Tanjung Ali tanjung Ali itu dengan tulisan, “Ampong saya Lapar sampe tagulung sama deng kui Panakuk, status Sepri Bupati Halsel Bahrain Kasuba ini ada yang menjawab dalam unggahan dengan menanggapi status tersebut dengan kalimat tanam niat puasa sudah, selain itu ada yang bertanya Bikiapa puasa dan ada juga membalas puasa lanjutan dua periode.

Tanggapan Netizen


meski Unggahan tersebut mendapatkan tanggapan dari Netizen Sekretaris pribadi Bahrain Kasuba tersebut tetap mengunggah keluhannya tersebut hampir setiap hari, dan ketika di tanya oleh wartawan ini pada balasan unggahan fecboknya Jumat (13/10/2019) kenapa pasang status lapar lagi Sespri Bupati Halsel Bahrain Kasuba tidak menjawab pertanyaan unggahan fecboknya tersebut. (red)

BI Malut Fokus Mengembangkan Pelaku Ekonomi Kecil Dari Potensi Daerah

TERNATE, CN : Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, Dwi Tugas Waluyo resmi digantikan oleh Kepala Devisi Departemen Manejemen Risiko BI, Gatot M. Manan setelah melewati tahapan serah terima jabatan pada tanggal (27/07) dan dilanjutkan dengan acara pengukuhan di Grand Dafam Hotel Ternate, Jum’at (13/09/19) pagi tadi.

Menurut Kepala Perwakilan BI Malut, Gatot M. Manan, Pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara sudah cukup membaik. Namun itu belum memuaskan, sehingga perlu dikembangkan lebih serius dari sektor-sektor lainya.

“Pertumbuhan ekonomi di Malut sudah cukup, namun yang perlu dikembangkan adalah kwalitas pertumbuhan ekonomi itu yang ditekan, karena ini adalah terkait inklusi keuangan. Jadi pertumbuhan ekonomi harus terasa secara umum dengan melibatkan UMKM. Karena UMKM nilainya kecil tapi jumlah kuantitas pelakunya sangat banyak. Sehingga dibandingkan dengan pelaku penguasaan ekonomi oleh kelompok kecil,” tuturrnya

Dia menilai bahwa dari strategi inklusi adalah UMKM, sebab jumlahnya banyak sehingga dampaknya pun lebih dirasakan masrakat luas. Khususnya pariwisata, memang berpotensi sangat besar, namun sayang kalau tidak diefisienkan. Kita harus banyak bersinergi dan berkolaborasi dengan pelaku sadar wisata dan semua SKPD atau terutama masyarakat.

“Potensi ekonomi ini tidak harus melibatkan satu pihak saja, harus dilakukan banyak sinergi, interaksi dan tidak saja antar instansi, atau antar dinas. Harus turun langsung ke pelaku usaha itu sendiri. Selain itu membutuhkan dukungan dari akademisi dan pengusaha,” jelasnya.

Gatot menjelaskan, BI memiliki peran untuk mendorong potensi dan merangkul semua pihak. Karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan termasuk dari faktor digitalisasi. Sebab UMKM masih melewati beberapa tahapan sekalipun memiliki potensi, termasuk digitalisasi. “Sayang kalau potensinya bagus dan didukung penginapan, home stey dan lainya tapi tidak didukung secara digital,” paparnya. Sehingga katanya jika tidak terdigitalisasi tentu potensi pengunjung tidak tersambung dengan outlet ditempat wisata.

“Program BI adalah lebih mendorong sektor-sektor yang lebih memberikan substanibilitas yang berkwalitas dan berkelanjutan. Jadi program kita lebih mengutamkaan sektor yang melibatkan pelaku ekonomi secara luas. Seperti UMKM, disamping itu ada faktor berkelanjutan. Yang gabung dengan unsur nowleg, ilmu pengetahuan. Misalkan pertanian, kita membuat cara bertani yang lebih efektif, dari cara pemupukan, pembibitan dan lainya. Dan Itu harus dilakukan melalui perbaikan nowleg atau ilmu pengetahuan,” tutupnya. (IM)

TNI Perang Melawan Asap Di Lahan Gambut

PENAJAM,CN -Dampak dari kebakaran lahan gambut yang sudah memasuki hari ke-5 belum juga tuntas, puluhan anggota TNI-POLRI, BPBD serta dari instansi terkait dan masyarakat berperang melawan asap di RT 11 dan RT 12 Kelurahan Petung dan RT 003 Desa Giripurwa Kecamatan Penajam Kabupaten PPU, Jumat (13/9/2019).

Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud mengutarakan pada saat mengambil apel personil menuturkan,” Perlu di ingat bahwa pantang pulang sebelum padam, dan yang lebih penting lagi adalah faktor keamanan maupun keselamatan karena percuma api padam tapi keamanan kita sendiri terabaikan,” tuturnya.

Pemadaman Kebakaran Oleh TNI Polri

Kejadian kebakaran tersebut berawal pada minggu sore (8/9) dan tidak sampai tertangani dengan serius di karenakan pada waktu itu bersamaaan terjadi kebakaran di beberapa titik, sehingga sampai menjalar ke lahan gambut hingga sekarang ini belum padam.

Sehingga dengan kejadian itu Kodam VI/Mulawarman menurunkan personil BKO Kodim 0913/PPU yakni 1 Pleton Yon Zipur 17/AD dengan jumlah 31 personil di bawah pimpinan Letda Czi Mashabi.

Anggota TNI Polri Saat Memadamkan Api

“ Kami prajutit TNI akan selalu hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat dan siap mengawal Negara dari berbagai bentuk ancaman lainnya, termasuk di antaranya musibah kebakan ini,”Ucap Letda Czi Mashabi. (Bur)

GMKI Cabang Bacan Gelar Dialog Bersama Siswa SMA-N 8 Halsel

LABUHA, Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Cabang Bacan gelar Dialog dengan tema, ” TANTANGAN GENERASI MILENIAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0″, dialog tersebut berlangsung di ruang Aula SMA N 8 Halsel Desa Sayoang Kec. Bacan Timur.
Jumat, (13/09/19)

Dalam kegiatan ini turut hadir dewan guru SMA N 8 Halsel dan juga kader-kader GMKI Cabang Bacan.

Jeffri Son Pureng ketua GMKI Cabang Bacan mengatakan, tujuan dialog ini agar, generasi muda mampuh mengelola dunia digital dengan baik dalam hal ini Internet, sehingga tidak merugikan pihak lain.

“dengan berbagai macam tindakan ataupun sumber berita bohong (Hoax dan Isu Sarah) yang kemudian dapat memecahbelakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu sendiri, “

Foto Bersama

Selain itu Jeffri juga menuturkan, Generasi milenial dalam Hal ini siswa-siswi tumbuh pada kondisi jaman digital seperti sekarang ini, harus mampuh menjadikan Intenet atau media sosial sebagai media belajar.

“bahwa media informasi yang menguntungkan pribadi dan banyak orang sehingga dengan dialog seperti ini kita perlu meningkatkan literasi minat baca siswa-siswi, lewat berita berita bahkan ilmu pengetahuan yang disajikan lewat media online sebagai respon positif, “

Jeffri juga berharap, semoga terlepas dari dialog ini parah saudara-saudari kita yang ada di bangku SMA bisa mengakses internet yang sifatnya positif

“dirinya berharap bahwa dengan adanya dialog ini ade-ade kita yang masih bergeluti di bangku Pendidikan Tingkat Atas ini, dapat menggunakan internet dengan baik dalam artian selain bisa mengakses internet ke hal-hal baik, ade-ade ini juga bisa mengonsumsi informasi-informasi yang sudah disajikan lewat media sosial (Medsos) informasi yang sifatnya membangun dan tidak memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lewat berita-berita bohong yang merugikan diri sendiri dan juga orang banyak. “harapnya (red)