Menjelang pelantikan presiden polres Halsel Gelar istigosah dan zikir Bersama

HALSEL,CN- Dalam Rangka Memelihara Kondusifitas Keamanan di Kab. Halsel, menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden republik Indonesia, Polres Halsel Gelar Sholat Istighosah dan Dzikir Bersama

Ratusan masyarakat memadati Mesjid Al-Khautsar Tomori untuk mengikuti istigosah dan dzikir bersama dalam dalam rangka memelihara kondusifitas keamanan di Kabupaten Halmahera Selatan, Jumat (18/9/2018).

Istigosah yang digelar Polres Halmahera Selatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim ST MT, Kapolres Halsel AKBP M. faishal Aris S.I.K., M.M, Dandim 1509 Labuha Letkol Inf. Imam Hanafi S.Sos MM, Kepala Kementerian Departemen Agama Kab. Halsel, Kepala inspektorat, para unsur SKPD lingkup Halsel, para Ustad, para LSM, serta personil Polres Halsel, Kodim 1509 Labuha, Kompi Raidersus 732, dan masyarakat Kab. Halsel.

Sholat Istighosah yang dilaksakan setelah selesai Sholat Magrib berjamah dilanjutkan dengan penyampaian tata cara Sholat Istighosah oleh ustad Agus Usman dan dilanjutkan sholat sunah Istighosah serta Dzikir dan doa bersama di pimpin oleh ustad Agus Usman dan dilanjutkan dengan sambutan Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim, ST, MT.

Pada sambutannya Wakil Bupati Halsel memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang digelar Polres Halsel di Masjid Al – Khautsar dan mengucapkan ucapan terimakasih Kapolres Halsel dan seluruh jajarannya, Dandin 1509 Labuha dan seluruh jajarannya, para ustad, para pemuka agama yang saya hormati, serta seluruh jamaah yang berbahagia yang mengikuti sholat Istighosah ini.

Wakil Bupati Halsel menyampaikan pada kesempatan malam ini kita semua mengambil peran baik secara individu maupun kita berhimpun dalam instansi tertentu, kita semua bertanggung jawab atas kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri yang kita cintai ini termasuk kita yang ada di Kab. Halsel.

“Kami pemerintah Kab. Halsel tentunya menghimbau kepada seluruh masyarakat Halsel mari kita susun dengan kesadaran yang bertanggung jawab atas suatu kelangsung berkehidupan berbangsa dan bernegara terutama yang ada di Kab. Halsel”, ucapnya.

Kita wujudkan dengan seksama kehidupan yang aman, damai, dan tentram yang menjadi modal utama dalam keberlangsungan kehidupan kita semua, setiap hajatan negara, setiap hajatan demokrasi yang telah di gelarkan ataupun yang akan kita hadapi semata – mata kita yakini bahwa kita semua bertanggung jawab mewujudkan suatu kehidupan yang akan menjadi wadah untuk mewujudkan cinta cita kita semua, tutupnya kemudian dilanjutkan dengan Sholat Isya berjamaah.

Kapolres Halsel AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., saat dikonfirmasi setelah pelaksanaan Sholat Istighosah mengatakan sholat ini kami gelar bertujuan untuk memelihara kondusifitas keamanan di Kabupaten Halmahera Selatan termasuk negara Indonesia, dengan sholat Istighosah kita dapat menerapan Nilai-Nilai Keagamaan dan Budaya Luhur dalam upaya Menciptakan Lingkungan dan Hubungan Sosial yang Harmonis, Tertib dan Aman Berbasiskan Sikap Toleransi, Tenggang Rasa dan juga mempererat tali silaturahmi antar TNI, Polri, Pemerintah , dan serta berbagai elemen masyarakat, ungkapnya. (Bur)

PLT, Deputi Penanganan Darurat BNPB, Kuker Di Halsel

HALSEL,CN-Pelaksana Tugas (PLT) Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Ir. Dodi Ruswandi, melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) ke Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Jumat,(17/19).

Kedatangan Plt Deputi Penanganan Darurat BNPB di Bandara Oesman Sadik Labuha, yang datang bersamaan dengan kedatangan Bupati Halsel, H. Bahrain Kasuba yang baru datang dari Ternate, serta Sekertaris Daerah Helmi Surya Botutihe yang baru datang dari Jakarta, langsung disambut oleh Kepala BPBD Halsel, Drs. Daud Djubedi, Kepala Dinas PUPR Ali Dano Hasan, Kepala Dinas Sosial, Serta Pegawai BPBD Halsel.

Drs. Daud Djubedi, kepada wartawan mengatakan bahwa Kedatangan Plt Deputi Penanganan Darurat BNPB di Halsel untuk melihat langsung kesiapan pembangunan Hunian Rumah Sementara (Huntara) disetiap desa yang terkena dampak gempa bumi pada 14 Juli lalu di Kabupaten Halmahera Selatan.

Mantan Kabag Humas dan Protokoler Halsel ini juga menyampaikan bahwa, Deputi Penanganan Bencana BNPB juga akan melihat kondisi para pengungsi di Daerah yang terparah terkena Gempa, yaitu salah satunya di Desa Yomen, Kecamatan Kepulauan Joronga, dan juga akan melakukan pengecekan lahan yang akan dibangun Hunian Sementara.

“Plt Deputi Penanganan Bencana, ke Halmahera Selatan, karena Beliau ingin lebih dekat melihat kesiapan pembangunan Huntara di daerah yang terkena dampak gempa, sehingga nantinya Ia laporkan ke Kepala BNPB untuk secepatnya dibangun Huntara bagi Korban Gempa di Halmahera Selatan,”jelas Daud.(Bur)

Hadiri Shalat Istigosah dan Dzikir Bersama, Iswan Hasjim Ajak Masyarakat Menjaga Kondusifitas Daerah

HALSEL,CN – Ratusan umat Muslim memadati Mesjid Al-Kautsar Desa Tomori dalam rangka Shalat Istigosah dan Dzikir Bersama guna menjaga kondusifitas keamanaan di Kabupaten Halmahera Selatan untuk keselamatan Bangsa dan Negara Indonesia menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Sholat Istighosah ini dihadiri oleh ,Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasjim,ST,MT, Kapolres Halsel AKBP M.Faishal Aris, S.I.K, M.M, Dandim 1509/Labuha Letkol Infantri Imam Khanafi,S,Sos,M.M, Kepala Kementerian Agama Halsel Hasyim H.Hamzah.SH.M.Si, serta para Pejabat Utama dan personil jajaran  yang beragama muslim di Mapolres Halsel, Jumat (18/10/2019).

Dalam sambutan Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasjim mengungkapkan bahwa semua komponen masyarakat harus mengambil peran baik secara individu maupun secara instansi untuk selalu menjaga kondusifitas keamanan di halmahera selatan.

Menurutnya, setiap hajatan politik kita semua harus bertanggungjawab untuk menjaga keamanan di negeri  ini guna menjadi negeri baldatun taiybatun warrabun gaffur.

“Saya ucapkan banyak terima masih kepada Polres Halsel yang telah menggelar kegiatan yang religius ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT,Amiin,” ucap Iswan.

Doa Istighosah ini dipimpin oleh pimpinan Pondok Pesantren . “Istighosah adalah salah satu para hamba Allah untuk memohon pertolongan dari Sang Pencipta Semeta Alam,” ungkapnya.

Ustad mengajak semua jamaah Muslim untuk mendoakan Bangsa dan Negara Indonesia tercinta agar terhindar dari bencana, marah bahaya ataupun perpecahan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia nanti.

Kapolres Halsel AKBP M.Faishal Aris, S.I.K, M.M mengatakan bahwa Sholat Istighosah dan Dzikir bersama yang digelar personil jajaran bersama umat muslim ini bertujuan untuk memohonkan terwujudnya kedamaian, keselamatan, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia, khususnya di Kabupaten Halmahera Selatan.(Bur)

Wujudkan Kamtibmas Aman, Damai dan Sejuk Polres Halsel Gelar FGD

Dalam menjalin tali persaudaraan dalam ikatan persatuan antara Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, MUI Kab. Halsel, dan Organisasi Mahasiswa Kab. Halsel, Polres Halsel gelar Forum Group Discussion (FGD) dengan Tema ” Membangun Persatuan dan Kesatuan Dalam Bingkai Ke Bhinekaan, Guna Mewujudkan Kamtibmas di Kab Halmahera Selatan, yang aman , Damai dan Sejuk.

Kamis (17/10/2019), Kegiatan yang digelar di ruang aula rupatama Polres Halsel dihadiri oleh Kapolres Halsel AKPB. M Faishal Aris, S.I.K., M.M., Kasat Binmas Polres Halsel AKP La Ode Arfan, Kasat Intelkam Polres Halsel Iptu Hendri Alfredo Korwa, S.I.K., Ketua MUI Kab Halsel Ustad. Abdul Haris Khrois, SH, S.Ag, masing masing Ketua dari elemen OKP Kabupaten Halmahera Selatan ( KAMMI, HMI, IMM, GMKI, PMII ), Para Kepala Desa, serta para undangan lainnya.

Kegiatan Forum Group Discussion yang di awali dengan sambutan Kapolres Halmahera Selatan AKBP. M Faishal Aris, S.I.K., M.M., diawali dengan mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran serta partisipasi kehadiran dalam kegiatan FGD yang di laksanakan oleh Polres Halsel.

Kapolres Halsel pada sambutannya berharap dukungan dari kita semua yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan, untuk menciptakan dan mewujudkan situasi Kabtibmas guna membangun persatuan dan persatuan di kalangan masyarakat.

“Dalam rangka untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, kami dari Kepolisian, tetap harus berkoordinasi dengan seluruh komponen masyarakat” ucapnya.

AKBP. M Faishal Aris, S.I.K., M.M., menambahkan Focus Group Discussion Polres Halmahera Selatan bersama Organisasi KAMMI, MUI dan elemen masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan mempunyai tujuan yang sangat penting untuk saling bahu membahu dalam menciptakan masyarakat yang sadar hukum untuk dapat mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang aman, Damai dan sejuk.

“Kita bersama adalah keluarga dalam bingkai NKRI, kita pelihara perbedaan, potensi yang merongrong bangsa yaitu berkembangnya berita Hoax, isu sara, provokasi, intimidasi dalam menjelang pelantikan Presiden Tahun 2019” tuturnya.

Untuk itu kita harus mencegah berkembangnya paham – paham radikaiisme melalui kerukunan antar umat, agar tidak masuk dalam ruang lingkup masyarakat yang nantinya dapat membawa masyarakat untuk anti pancasila maupun anti terhadap Pemerintah, pintanya.

Kapolres Halsel juga menekankan tentang tata cara menggunakan media sosial secara positif dan bijak agar terhindar dari jeratan UU ITE yang mengatur tentang informasi serta transaksi elekronik atau teknologi informasi secara umum yang bertujuan agar media sosial tidak dijadikan bahan untuk menyebar ujaran kebencian, adu domba ataupun yang bersifat menghina sala satu pihak maupun kelompok mengingat akan dilaksanakan pelantikan Presiden Tahun 2019.

Lanjut Kapolres Halsel, terkait dengan kegiatan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Polri sangat berperan dalam pemeliharaan kamtibmas demi terwujudnya situasi yang aman, damai dan sejuk menjelang pelantikan presiden Tahun 2019.

Ustad Abdul Haris Khrois, SH, S.Ag dalam sambutannya juga mengatakan dalam rangka menangkal masuknya Faham Radikal dan Radikalisme di Kabupaten Halmahera Selatan guna terciptanya situasi yang aman, damai dan sejuk kita bersama dapat memberikan pemahaman tentang ajaran agama yang benar sesuai dengan Quran dan Hadist, melakukan pendekatan dengan dua cara yaitusecara Ilmiah dan secara Imaniah dan meningkatkan dakwah Islam di setiap fasilitas, mesjid maupun sekolah.

Eko Yulianto selaku ketua KAMMI yang mewakili elemen OKP Kabupaten Hamahera Selatan sebagai nara sumber juga mengungkapkan peran generasi Muda dalam rangka mewujudkan situasi Kabtibmas di Kabupaten Halmahera Selatan yang aman damai dan kondusif sangat di perlukan pemuda yang mampu berjuang demi kemajuan bangsa, menjaga kemajemukan adat dan budaya, menjunjung tinggi kesatuan bangsa dan pemuda harus berani membela yang benar, ungkapnya.(Bur)

Bupati Bahrain Dinilai Gunakan Pola Pemerintahan Kolonial

LABUHA-CN, Kebijakan Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba mewajibkan seluruh pegawai di lingkup Pemda Halsel turun melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan di sejumlah tempat pada setiap momentum tertentu, mendapat sorotan DPRD Halsel. Ketua Komisi I DPRD Halsel, Abdullah Majid mengatakan, kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk penzoliman terhadap para pegawai sebab bukan tugas dan tanggungjawab mereka sebagai aparatur sipil negara.

Majid menyebut, cara berpemerintahan yang diterapkan Bupati Bahrain Kasuba dengan mengeluarkan kebijakan seperti ini merupakan cara pemerintahan kolonial alias penjajahan. Betapa tidak, para pegawai di paksa harus turun kerja bakti membersihkan lingkungan di setiap desa yang ada dalam kota maupun di titik – titik tertentu. Sudah begitu, bupati mewajibkan mereka melalui SKPD masing-masing untuk menanggung semua kebutuhan yang dibutuhkan selama kerja bakti tersebut seperti biaya pembuatan dan pengecetan pagar, pembuatan taman dan sebagainya.

Dikatakan, Pemda dibawah Kepempinan Bahrain Kasuba telah menandatangani MoU dengan penegak hukum dalam hal pencegahan korupsi, namun disisi lain bupati justru membuat kebijakan yang memberikan ruang kepada SKPD lakukan penyimpangan. “Contoh, adanya pembebanan biaya dan material pembangunan miniatur Jakarta yang sedang dibangun saat ini. SKPD tanggun sendiri, termasuk pembuatan pagar disepanjang jalan maupun pengecetannya. Ini sama dengan Bupati perintahkan SKPD lakukan penyimpangan. Kan aneh, dari mana sumber dananya kalau bukan dari anggaran rutin Kantor. dana rutin kantorkan bukan pake cet pagar dan sebagainya,”tandas dengan nada kesal.

Anggota DPRD dari PAN itu menilai, pola pemerintahan yang diterapkan Bupati Bahrain seperti ini tidak ubahnya pola pemerintahan kolonial. Bahkan kata Majid justru lebih sadis dari kolonial atau penjajahan sebab para pegawai bukan saja di paksa kerja bakti tapi juga harus menanggung biaya masing-masing. Masalah pembersihan jalan dan lingkungan kata Majid, sudah ada pihak yang diberikan tanggungjawab bukan kemudian seluruh ASN harus turun lagi sehingga berdampak terhadap pelayanan di SKPD masing-masing. Apalagi ini berlangsung berhari-hari di setiap ada momentum.
Mestinya pembersihan lingkungan adalah tanggungjawab pemerintah desa untuk menggerakan masyarakatnya melakukan sendiri. Bukan kemudian ASN yang turun melakukan pembersihan. “Saya minta Bupati hentikan kebiasan buruk mempekerjakan ASN seperti masyarakat terjajah di negara merdeka. Kenapa tidak suruh kepala desa untuk gerakkan masyarakatnya membersihkan lingkungan mereka masing-masing. Tugas bupati yang lain tidak diurus malah urus tugas Kepala desa,”pungkasnya.
Sekedar diketahui, sejak satu pekan belakangan ini, seluruh pegawai dilingkup Pemda Helsel sedang berada diluar kantor karena sedeng melakukan kerja bakti pembersihan disejumlah tempat dalam rangka persiapan Halsel jadi tuan rumah hajatan PKK maupun Porprov. Kegiatan bakti seperti ini sudah berulang kali dilakukan pada setiap momentum tertentu. Akibatnya, kadang tidak ada pelayanan berhari-hari di masing-masing SKPD karena para pegawai semuanya sedang tidak berada di kantor. (Red)

Kades Fagudu Kerjakan Proyek Siluman Sumber Dari Dana Desa

SULA, CN – Pembangunan saluran air yang di bangun oleh pemerintahan Desa Fagudu Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dinilai sudah melanggar mekanisme. Hal ini dipantau langsung oleh wartawan cerminnusantara.com pada selasa, (15/10/19).

“Salah satu warga desa fagudu yang enggak dikorankan namanya mengatakan, terkait pembangunan saluran air tersebut harus diperhatikan.

“Seharusnya yang di buat itu gorong-gorong saja atau saluran pembuangan limbah rumah tangga karna sudah ada saluran air di sebelahnya, di tamba lagi tempat pembangunan air itu di kintal yang kosong tidak ada ruma warga,” Pintanya warga itu

Dirinya juga menambahkan, Lebih sadisnya lagi pembangunan saluran air itu tidak transparansi.

“Pembamguanan saluran air itu tidak ada papan informasi, pada hal  kami masyrakat juga harus tahu dengan anggaran berapa pembangunan saluran air yang di bangun itu maka jangan kerja diam diam seperti itu,”Tegasnya

Hingga berita ini dipublikasikan masih dalam upaya mengkonfirmasi Kepala Desa (Kades) Fagudu Sadik Gaile. (I.Ng)